<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Approaches &amp; Systems (not software)</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/training-and-development/approaches-systems-not-software/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)</title>
		<link>http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior</link>
		<comments>http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 08:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Approaches & Systems (not software)]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[on the job training]]></category>
		<category><![CDATA[Training di tempat kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1513</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan bagi pekerja pada umumnya ditujukan pada pengembangan ketrampilan tertentu yang bertujuan mengikuti perkembangan teknologi baru atau suatu produk baru. Dr.David Lancester, ILO consultant dari UK, dikatakan bahwa desain suatu program pelatihan di tempat kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sembilan di antaranya dapat dibaca pada tulisan ini.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/jenis-dan-metode-pelaksanaan-training' rel='bookmark' title='Jenis Dan Metode Pelaksanaan Training'>Jenis Dan Metode Pelaksanaan Training</a> <small>Berbagai Jenis Training Setelah mendapatkan hasil analisa kebutuhan training, kita...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-membuat-perjanjian-kerja-outsource' rel='bookmark' title='Bagaimana Membuat Perjanjian Kerja Outsource?'>Bagaimana Membuat Perjanjian Kerja Outsource?</a> <small>Dalam pembuatan perjanjian kerjasama antara perusahaan outsourcing dengan perusahaan pengguna,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1514" style="margin: 10px; float: left;" title="jobtraining" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/jobtraining.jpg" alt="jobtraining" width="200" height="213" />Pelatihan bagi pekerja pada umumnya ditujukan pada pengembangan ketrampilan tertentu yang bertujuan mengikuti perkembangan teknologi baru atau suatu produk baru. Sebetulnya yang dibangun dalam berbagai pelatihan pengembangan ketrampilan adalah juga membangun sikap baru untuk selalu konsisten mampu mengikuti berbagai perkembangan di perusahaan. Perubahan produk baru, perkembangan nilai perusahaan dan juga &#8220;<em>Corporate Culture</em>&#8221; sangat ditentukan keberhasilannnya dengan kemauan dari pekerja tersebut untuk selalu mempunyai semangat meningkatkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari materi Dr.David Lancester, ILO consultant dari UK, dikatakan bahwa desain suatu program pelatihan di tempat kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya;</p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Mengembangkan kemampuan karyawan dengan memberikan      beberapa tugas, bukan hanya satu tugas, disini dapat terlihat bagaimana      kemampuannya menjalankan berbagai tugas (multi tasks),</li>
<li>Melakukan rotasi pekerjaan agar dapat dipertahankan      tingkat ketrampilan,</li>
<li>Membagi pekerjaan orang lain untuk dikerjakan      bersama, agar dapat dipertahankan tingkat ketrampilan yang merata</li>
<li>Job shadowing, disini bisa saja seorang pekerja      yunior menjadi asisten dari pekerja senior atau sebaliknya pekerja senior      mempelajari apa yang dilakukan oleh pekerja yuniornya,</li>
<li>Membuat suatu tim untuk melakukan pekerjaan bersama,</li>
<li>Memperluas pekerjaan seseorang, misalnya dengan      memberikan kewenangan tambahan seorang operator mesin untuk bertanggung      jawab terhadap perawatan mesin yang digunakannya.,</li>
<li>Seorang karyawan menjadi mentor atau pendamping dari      karyawan yang baru masuk,</li>
<li>Melibatkan seseorang untuk melakukan pekerjaan yang      sifatnya projek sementara,</li>
<li>Memberi kesempatan bagi seseorang menjadi ketua tim      dari proyek diluar pekerjaannya, ini untuk mengetahui juga apakah ia cocok      atau mempunyai minat dibidang lainnya dan juga kualitas kepemimpinannya.      Bisa saja pekerja yang lebih yunior menjadi ketua team dengan anggota      pekerja yang sudah senior bahkan bosnya sendiri.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jadi dengan menggunakan berbagai pendekatan untuk meningkatkan ketrampilan ditempat kerja dapat dicapai suatu bentuk standar pelatihan kerja. Adanya pelatihan ditempat kerja juga dapat bermanfaat untuk menarik karyawan baru yang ingin bergabung karena mengetahui di perusahaan itu mempunyai pelatihan kerja yang baik. Begitu juga pekerja lama mereka betah ditempat kerja karena selalu mendapat kesempatan mengembangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lain tentang  Training &amp; MSDM dapat di akses juga melalui: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/not-just-skill-but-new-behavior.html">not just skill but new behavior</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/jenis-dan-metode-pelaksanaan-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Jenis Dan Metode Pelaksanaan Training</a></li><li><a href="http://indosdm.com/posting-informasi-lowongan-kerja-gratis-di-portal-kerja-komunitas-karirlink" rel="bookmark" class="wherego_title">Posting Informasi Lowongan Kerja Gratis di Portal Kerja Komunitas Karirlink</a></li><li><a href="http://indosdm.com/studi-baru-menunjukkan-pekerja-lebih-tua-hidup-paling-sehat-sedangkan-para-pekerja-di-usia-30-tahunan-paling-beresiko-terhadap-penyakit" rel="bookmark" class="wherego_title">Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-seiri-seiton-seiso-seiketsu-shitsuke" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Seiri &#8211; Seiton &#8211; Seiso &#8211; Seiketsu &#8211; Shitsuke</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1513&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/jenis-dan-metode-pelaksanaan-training' rel='bookmark' title='Jenis Dan Metode Pelaksanaan Training'>Jenis Dan Metode Pelaksanaan Training</a> <small>Berbagai Jenis Training Setelah mendapatkan hasil analisa kebutuhan training, kita...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-membuat-perjanjian-kerja-outsource' rel='bookmark' title='Bagaimana Membuat Perjanjian Kerja Outsource?'>Bagaimana Membuat Perjanjian Kerja Outsource?</a> <small>Dalam pembuatan perjanjian kerjasama antara perusahaan outsourcing dengan perusahaan pengguna,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari dunia bisnis Jepang</title>
		<link>http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang</link>
		<comments>http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 00:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Approaches & Systems (not software)]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Global Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Bekerja di jepang]]></category>
		<category><![CDATA[japanese business]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sambilan]]></category>
		<category><![CDATA[on the job training]]></category>
		<category><![CDATA[part time jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Atmosfer bekerja yang berbeda sangat saya rasakan di kedua tempat ini. Tetapi keduanya memiliki manajer (orang jepang) yang berkarakter sama, yaitu ikut bekerja langsung. Manajer saya di SG bahkan menggantikan saya mencuci piring jika saya terlambat datang.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-new-zealand-tentang-higher-education' rel='bookmark' title='Belajar dari New Zealand tentang Higher Education'>Belajar dari New Zealand tentang Higher Education</a> <small>Artikel ini menyajikan pengelolaan PT di New Zealand. New Zealand...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/change-management-belajar-dari-obama' rel='bookmark' title='CHANGE MANAGEMENT: BELAJAR DARI OBAMA'>CHANGE MANAGEMENT: BELAJAR DARI OBAMA</a> <small>Dalam perubahan, mungkin saja ada kemunduran sesaat (setback). Obama mengatakan,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/diskusi-pendidikan-karir-di-jepang' rel='bookmark' title='Diskusi Pendidikan Karir di Jepang'>Diskusi Pendidikan Karir di Jepang</a> <small>Pakar pendidikan karir memasukkan komponen kemampuan berkomunikasi sebagai materi pendidikan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/12/japanese_inbusiness.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-846" style="margin: 10px; float: left;" title="japanese_inbusiness" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/12/japanese_inbusiness.jpg" alt="Japanese in Business" width="200" height="214" /></a>Manajer adalah pemimpin perusahaan. Dia adalah leader sekaligus pengarah setiap kebijakan dalam sebuah bisnis. Umumnya dia mempunyai ruangan khusus, duduk di kursi besar, dengan telepon dan komputer di atas meja. Pakaiannya pun perlente (perkecualian untuk Pak Bob Sadino). Tapi tidak begitu dengan manajer di beberapa perusahaan di Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini sekedar gambaran dunia usaha di Jepang yang saya kisahkan dari dua tempat saya melakukan kerja sambilan saat ini, karena harus membiayai kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mulai bekerja di dua bisnis hampir secara bersamaan 8 bulan yang lalu. Keduanya adalah Mister Donut (MD), perusahaan franchise yang memiliki cabang di hampir seluruh kota di Jepang, dan Restoran Thailand berkelas menengah, Siam Garden (SG). Manajer MD di toko kami, seorang laki-laki kecil tetapi sangat gesit, sedangkan manajer saya di SG, seorang wanita yang tegas. Keduanya masih muda, berumur 30 tahunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa asing, saya diperkenankan bekerja selama 28 jam per minggu setelah mendapatkan surat rekomendasi dari kantor Imigrasi. Surat ini harus saya tunjukkan ketika melamar kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memulai kerja, saya mengikuti training. Sistem training di MD lebih rapih dan terkoodinir. Ini bisa dimaklumi karena MD adalah perusahaan besar. Hari pertama saya diminta memakai seragam MD dan diajak menonton video sejarah MD. Setelah itu Pak Manajer menunjukkan buku panduan peraturan bagi pekerja part time (arubaito), termasuk gaji. Sebagai trainee saya mendapat 800 yen per jam, plus transport 400 yen, dihitung sejak training. Gaji ini akan meningkat menjadi 850 yen setelah saya bekerja tanpa pembimbingan. Beliau juga memberikan buku panduan tentang pembuatan segala produk MD. Training hari itu berlangsung satu setengah jam, dengan PR saya harus menghafalkan kalimat perkenalan dalam bahasa Jepang yang sangat sopan, juga menghafal nama-nama donut.</p>
<p style="text-align: justify;">Training ke-2 sekaligus dianggap kerja, dengan tugas pertama, membersihkan ruangan pelayanan hingga toilet, mengepel lantai, melap kaca jendela, plus menata meja, menyalakan semua mesin, termasuk mesin kasir, menata donut dan memasang harga2 nya. Saya bawa `krepekan` (contekan) karena belum hafal nama-nama donut yang ada lebih dari 20 jenis. Hari itu saya bekerja 2 jam, dari jam 06.15 hingga jam 08.15, dan tidak sendirian tapi dibimbing oleh seorang pekerja senior.</p>
<p style="text-align: justify;">Training hari selanjutnya, tugas sama persis, dan masih didampingi. Pendampingan masih terus berlangsung hingga 5 kali training. Selama kurang lebih 3 bulan saya mengerjakan pekerjaan yang sama. Karena jadwal kuliah saya di kampus mulai jam 08.45, maka saya hanya bisa bekerja di MD hingga jam 08.15, itupun tidak setiap hari. Hanya 2-3 kali dalam seminggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan ke-4 saya mulai diajak masuk ke dapur, dengan tugas topping/finishing donut. Bimbingan langsung dari Manajer yang kami panggil Tensyu (Kepala Toko). Jangan heran, manajer di MD tidak ada yang punya ruang khusus, duduk membaca surat atau mengecek internet, tetapi mereka berseragam sama dengan kami, mengadon dan memasak sendiri donut2nya, pun berlumuran tepung dan gula.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada hal berharga yang saya pelajari selama bekerja di MD. Salah satunya mengenai pelayanan kepada tamu. Business di Jepang terkenal sangat menomorsatukan konsumennya, ditandai dengan ucapan/teriakan `Irasshaimase&#8230;!` yang kira-kira artinya `Selamat Datang`. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa dengan kesopanan paling tinggi. Contohnya untuk mengucapkan `selamat makan`, dipergunakan kalimat `go yukkuri o meshi agari kudasaimase`, yang dalam percakapan sehari-hari kita bisa mengatakan `o meshi agari kudasai `, `tabete kudasai` atau `tabete` atau yang paling kasar `tabero` (ini untuk anak2). Kemudian jika tamu hendak pulang, ucapan `arigatou gozaimashita` dengan bungkukan 45 derajat. Tidak saja bagian pelayanan (kasir) yang melakukan hal tersebu, tetapi Tensyu dari dapur pun melakukannya. Antara dapur dan ruang pelayanan terdapat jendela kecil untuk menyetor donut atau berfungsi lain sebagai space untuk mengecek kerja bagian front, ketika tensyu sedang memasak di dapur.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang tidak kalah menarik, adalah ucapan `sumimasen` yang berarti `maaf` yang harus kita ucapkan ketika hendak mengambil sesuatu yang akan mengganggu pekerjaan yang lain, atau ketika melakukan kesalahan. Ini sekali lagi tidak diucapkan oleh pekerja saja, tetapi juga manajer. Ketika sudah agak lama bekerja di MD, dan merasa sudah akrab dg lingkungan bekerja, saya pernah memarahi Tensyu karena beliau salah menghitung donut, tetapi dia menyalahkan saya. Mungkin baru kali ini ada kejadian bawahan memarahi manajer. Untungnya beliau tidak balik marah, malah minta maaf.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu kebiasaan juga yang sebenarnya sangat dianjurkan dalam lingkungan kerja MD, yaitu ketika ada tamu datang, atau tamu pulang, atau ketika menyetor donut baru, kita harus berteriak dengan kalimat-kalimat tertentu yang tentu saja sangat sopan. Sampai saat ini, saya tidak mau mengikutinya. Bukan karena alasan malu, tetapi satu, karena capek bekerja sambil teriak, yang walaupun kata Tensyu, bekerja sambil teriak membuat kita bersemangat terus. Alasan kedua, saya masih memegang prinsip wanita tabu berteriak-teriak, apalagi saya berkerudung. Sewaktu saya menyampaikan alasan ini kepada Tensyu, beliau sangat memakluminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdiri selama 2,3, hingga 7 jam membuat donut adalah pekerjaan yang melelahkan, tetapi bagi saya ucapan `otsukaresama deshita` , `arigatou gozaimashita` ( sama-sama capek, terima kasih banyak) yang selalu diucapkan oleh pekerja yang lain bahkan dengan membungkuk 90 derajat ala Tensyu membuat segala kepenatan itu hilang. Apalagi sembari mengantar setiap pekerjanya hingga pintu, dan mengucapkan `itterashshai` (selamat jalan), `ganbatte kudasai` (belajar yang giat), membuat saya merasa MD adalah rumah saya. Mengingatkan saya kepada mamak yang selalu melambai dan berpesan `hati-hati di jalan` , `belajar yang rajin ` , setiap saya berangkat ke sekolah dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan `otsukaresama deshita` pun disampaikan ketika tensyu menyerahkan slip gaji saya dalam amplop, tentu saja tetap dengan gaya membungkuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain MD lain pula SG. Karena sebagian chef di SG adalah orang Thailand, maka kebiasaan orang Asia Tenggara masih kental sekali. Seperti , bekerja sambil mengobrol, membawa pulang makanan (Di MD, donut yang tidak laku harus dibuang, demikian pula donut yang bentuknya aneh atau toppingnya salah. Staf tidak boleh mengambilnya apalagi membeli dengan harga diskon. Bagi para staf membeli donut di bagian pelayanan akan mendapatkan diskon 50%), atau jam istirahat yang seenaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di restoran ini saya bekerja sebagai tukang cuci piring. Pekerjaan ini sebenarnya tidak terlalu berat karena menggunakan mesin. Tapi jika tamu banyak, cucian segunung, tetap saja punggung mau patah rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adab, bahasa yang sopan tidak terlalu diutamakan di SG. Antar pegawai terbiasa memanggil dengan nama secara langsung tanpa embel-embel `san` di belakang nama kita. Training pun tidak seketat di MD. Kepada saya hanya ditunjukkan cara menggunakan mesin dan selanjutnya langsung bekerja, dengan gaji 850 yen per jam dan biaya transport 600 yen.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bekerja yang berbeda sangat saya rasakan di kedua tempat ini. MD dengan adab kesopanannya, SG yang bergaya santai tetapi tetap saja penuh suasana kekeluargaan. Saya sangat terharu jika para chef tiba-tiba datang ke tempat saya, menawarkan makanan dengan sangat sopan atau bahkan membekali saya makanan untuk pulang. Mereka tahu saya mahasiswa yang jarang makan makanan enak dan mahal ala restoran. hehehe&#8230;.tengkyu ! Tetapi keduanya memiliki manajer (orang jepang) yang berkarakter sama, yaitu ikut bekerja langsung. Manajer saya di SG bahkan menggantikan saya mencuci piring jika saya terlambat datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kasus yang dialami oleh pekerja muslim di Jepang, khususnya TK yang dikirim illegal oleh jasa TKI dari negara kita. Beberapa di antaranya larangan untuk puasa atau tidak ada jam sholat. Atau tidak ada tunjangan kesehatan. Alhamdulillah saya tidak mengalami ini di MD dan SG. Tensyu di MD bahkan memberi saya kesempatan istirahat lebih untuk sholat dhuhur, bahkan sewaktu ramadhan, dengan sangat prihatin berkali-kali beliau menyuruh istirahat. Manajer saya di SG pun sangat toleran dengan makanan yang saya boleh makan, hingga ada menu khusus sea food untuk saya yang muslim (saya bekerja malam hari di SG dan makan malam di sana).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, jika status kita jelas, maka peraturan yang berlaku untuk kita pun semuanya jelas, jika kita berada di Jepang, dan jangan khawatir hukum Jepang tidak memandang bulu, berlaku sama untuk orang manapun. Manajer yang perusahaannya terdaftar wajib mengikuti aturan ini, termasuk memberikan asuransi kepada pegawainya dan mengatur pembayaran pajak penghasilannya. Jika ada masalah, apapun masalahnya, asalkan mau dibicarakan dengan baik-baik, maka pasti ada jalannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dan Tulisan tentang pengalaman Inspiratif lainnya dapat dibaca di: <a title="Bisnis di Jepang" href="http://murniramli.wordpress.com/2006/12/28/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang/">Belajar dari dunia bisnis Jepang</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-396" style="margin: 10px; float: left;" title="murniramli" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg" alt="Murni Ramli" width="150" height="150" /></a><strong>Murni Ramli. </strong>Lulusan Institut Pertanian Bogor ini pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik di dua sekolah berasrama  (boarding school) di Bogor. Dalam kesibukannya saat ini sebagai  Kandidat Doctor (PhD) di bidang Manajemen Sekolah di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan,  Beliau sangat aktif menulis tentang informasi dan pandangannya seputar manajemen &amp; dunia pendidikan serta berbagai informasi menarik tentang negeri, budaya dan pandangan orang-orang Jepang. Pemilik blog &#8220;<a title="Berguru - Murni Ramli" href="http://murniramli.wordpress.com">Berguru</a>&#8221; ini juga sangat menyenangi dunia Penelitian dan Pengembangan  serta mempelajari berbagai bahasa sehingga bisa menguasainya engan cukup baik, di antaranya: Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Jawa, Bugis dan sedikit Bahasa Sunda.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-new-zealand-tentang-higher-education" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari New Zealand tentang Higher Education</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kuesioner-wawancara-analisa-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/istilah-dan-nama-lain-dari-5s" rel="bookmark" class="wherego_title">Istilah dan nama lain dari 5S</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengangguran-intelektual-vs-intelektual-penganggur" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGANGGURAN INTELEKTUAL VS INTELEKTUAL PENGANGGUR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/konsep-pembaharuan-kurikulum-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Konsep Pembaharuan Kurikulum di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=845&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-new-zealand-tentang-higher-education' rel='bookmark' title='Belajar dari New Zealand tentang Higher Education'>Belajar dari New Zealand tentang Higher Education</a> <small>Artikel ini menyajikan pengelolaan PT di New Zealand. New Zealand...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/change-management-belajar-dari-obama' rel='bookmark' title='CHANGE MANAGEMENT: BELAJAR DARI OBAMA'>CHANGE MANAGEMENT: BELAJAR DARI OBAMA</a> <small>Dalam perubahan, mungkin saja ada kemunduran sesaat (setback). Obama mengatakan,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/diskusi-pendidikan-karir-di-jepang' rel='bookmark' title='Diskusi Pendidikan Karir di Jepang'>Diskusi Pendidikan Karir di Jepang</a> <small>Pakar pendidikan karir memasukkan komponen kemampuan berkomunikasi sebagai materi pendidikan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GATEK DAN STRES TEKNOLOGI</title>
		<link>http://indosdm.com/gatek-dan-stres-teknologi</link>
		<comments>http://indosdm.com/gatek-dan-stres-teknologi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 23:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Approaches & Systems (not software)]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[gap of technology]]></category>
		<category><![CDATA[ketimpangan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=835</guid>
		<description><![CDATA[Stres akibat penggunaan komputer dari mereka yang belum trampil akan bertambah yakni adanya kekhawatiran posisinya akan diganti oleh mesin komputer. Atau dengan kata lain akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/key-performance-indicators-kpi-bidang-teknologi-informasi-it' rel='bookmark' title='Key Performance Indicators (KPI) bidang Teknologi Informasi (IT)'>Key Performance Indicators (KPI) bidang Teknologi Informasi (IT)</a> <small>Teknologi Informasi adalah suatu suku umum mencakup pemakaian perangkat keras,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengalaman-penglamaan-dan-proses-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN'>PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN</a> <small>Apakah seseorang yang sudah bekerja 10 tahun di bidangnya dapat...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/12/gatek.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-836" style="margin: 10px; float: left;" title="gatek" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/12/gatek.jpg" alt="Gagap Teknologi" width="200" height="200" /></a>Gatek akronim dari gagap teknologi, misalnya dalam menghadapi perkembangan teknologi maju komputer dan ponsel, bisa terjadi pada siapapun termasuk para ilmuwan. Mereka cenderung agak resisten dan masih begitu setia dengan alat manual seperti mesin tik. Mereka tidak mau menggunakan komputer dengan segala programnya yang terkesan rumit. Kalau toh diperlukan dengan mudahnya meminta orang lain yang ahli untuk membantunya. Beres sudah! Begitu juga penggunaan ponsel hanya untuk berkomunikasi lisan dan mengirim pesan singkat saja kepada seseorang. Tanpa harus buka sana sini program yang ada. Apalagi digunakan untuk internet dan ngolah data. Pusing, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain gatek bisa menimbulkan stres kalau di beberapa unit di tempat bekerja pimpinan mengharuskan setiap karyawannya menggunakan teknologi baru komputer. Padahal komputer mampu untuk meningkatkan mutu fungsi organisasi dengan efisien, seperti dalam manajemen rekrutmen dan seleksi, pengolahan dan analisis data, manajemen kompensasi,  manajemen promosi, dan manajemen kinerja. Bagi mereka yang tidak terbiasa dan yang berusia relatif sudah tua, komputer menjadi ancaman perasaan. Begitu juga bisa terjadi pada karyawan yang berpendidikan relatif rendah dan belum berpengalaman cukup dalam menggunakan komputer. Ada semacam rasa gelisah apakah dia mampu mengoperasionalkannya ataukah tidak. Hal ini wajar karena merubah kebiasaan yang rutin manual ke situasi baru yang dinamis memerlukan kesiapan mental tinggi dan waktu yang cukup. Kalau tidak,  mereka akan terus menerus tertekan oleh adanya perilaku kerja berbasis teknologi maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Stres akibat penggunaan komputer dari mereka yang belum trampil akan bertambah yakni adanya kekhawatiran posisinya akan diganti oleh mesin komputer. Atau dengan kata lain akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal tidak demikian. Komputer hanyalah alat saja. Yang jauh terpenting apakah perusahaan sudah mempersiapkan penerapan teknologi baru tanpa harus terjadinya PHK. Intinya bagaimana memanusiawikan pekerjaan teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;">Stres juga bisa diperkecil dengan pendekatan AIDA. Teknik itu adalah bagaimana perusahaan perlu mengembangkan cara-cara introduksi komputer melalui peningkatan kesadaran (awarenes), minat (interest), keinginan menggebu-gebu (desire), dan aksi (action) di kalangan karyawannya. Untuk itu diperlukan program sosialisasi melalui penerangan dan penyuluhan. Kemudian dterapkan program internalisasi para karyawan melalui  pelatihan berbasis praktek dan kompetensi. Selanjutnya secara bertahap di setiap unit dikembangkan komputerisasi dengan supervisi dari yang akhlinya. Secara gradual yang pada awalnya terjadi tingkat kesulitan psikologis yang lumayan besar akan menjadi berkurang.  Pada gilirannya komputer bakal menjadi kebutuhan hampir semua karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dan Artikel menarik lainnya dapat diaskes di: <a title="Permalink for : GATEK DAN STRES TEKNOLOGI" href="http://ronawajah.wordpress.com/2007/11/25/gatek-dan-stres-teknologi/">GATEK DAN STRES TEKNOLOGI</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/key-performance-indicators-kpi-bidang-teknologi-informasi-it" rel="bookmark" class="wherego_title">Key Performance Indicators (KPI) bidang Teknologi Informasi (IT)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=835&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/key-performance-indicators-kpi-bidang-teknologi-informasi-it' rel='bookmark' title='Key Performance Indicators (KPI) bidang Teknologi Informasi (IT)'>Key Performance Indicators (KPI) bidang Teknologi Informasi (IT)</a> <small>Teknologi Informasi adalah suatu suku umum mencakup pemakaian perangkat keras,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengalaman-penglamaan-dan-proses-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN'>PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN</a> <small>Apakah seseorang yang sudah bekerja 10 tahun di bidangnya dapat...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/gatek-dan-stres-teknologi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

