<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Character Building</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/personal-development/character-building/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>ETIKA KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/etika-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/etika-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 23:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Employee Satisfaction/Engagement]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[business ethics]]></category>
		<category><![CDATA[ETIKA KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[work ethic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2294</guid>
		<description><![CDATA[Dalam prakteknya penerapan etika kerja di kalangan karyawan tidaklah mudah. Tidak jarang bukan saja di karyawan tetapi juga di kalangan manajer banyak yang kurang memahami makna etika kerja.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/masalah-pokok-dalam-etika-bisnis' rel='bookmark' title='MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS'>MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS</a> <small>Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2295" style="margin: 10px; float: left;" title="work_ethic" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/08/work_ethic.jpg" alt="work_ethic" width="200" height="215" />Masalah yang begitu kompleks yang sering dihadapi oleh para manajer adalah dalam menghadapi tingkah laku karyawan. Keadaan ini bisa menjadi tekanan dan bahkan tantangan dalam menerapkan aspek etika kerja seperti ketidak-jujuran, ketidak-disiplinan, ketidak-adilan, kecurangan pertanggung-jawaban administrasi, keegoan dsb. Karena itu munculah perhatian yang besar bagaimana caranya agar para karyawan dan tentunya juga manajer bekerja dengan standar etika tertentu.</p>
<p align="justify">Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Agregasi dari perilaku karyawan yang beretika kerja merupakan gambaran etika kerja karyawan dalam perusahaan. Karena itu etika kerja karyawan secara normatif diturunkan dari etika bisnis. Konsekuensinya etika tidak diterapkan atau ditujukan untuk para karyawan saja. Artinya kebijakan manajemen yang menyangkut karyawan seharusnya pula beretika, misalnya keadilan dan keterbukaan dalam hal kompensasi, karir, dan evaluasi kinerja karyawan. Jadi setiap keputusan etika dalam perusahaan tidak saja dikaitkan dengan kepentingan manajemen tetapi juga karyawan.</p>
<p align="justify">Etika kerja terkait dengan apa yang seharusnya dilakukan karyawan atau manajer. Untuk itu etika kerja setiap karyawan didasari prinsip-prinsip:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Melaksanakan tugas sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan,</li>
<li> Selalu berorientasi pada budaya peningkatan mutu kinerja,</li>
<li> Saling menghormati sesama karyawan,</li>
<li> Membangun kerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas perusahaan,</li>
<li> Memegang amanah atau tanggung jawab, dan kejujuran,</li>
<li> Mananamkan kedisiplinan bagi diri sendiri dan perusahaan.</li>
</ul>
<p align="justify">Menurut Mathis dan Jackson, etika memiliki dimensi-dimensi konsekuensi luas, alternatif ganda, akibat berbeda, konsekuensi tak pasti, dan efek personal.</p>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Konsekuensi Luas</strong> : keputusan etika membawa konsekuensi yang luas. Misalnya, karena menyangkut masalah etika bisnis tentang pencemaran lingkungan maka diputuskan penutupan perusahaan dan pindah ke tempat lain yang jauh dari karyawan. Hal itu akan berpengaruh terhadap kehidupan karyawan, keluarganya, masyarakat dan bisnis lainnya.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Alternatif Ganda</strong> : beragam alternatif sering terjadi pada situasi pengambilan keputusan dengan jalur di luar aturan. Sebagai contoh, memutuskan seberapa jauh keluwesan dalam melayani karyawan tertentu dalam hal persoalan keluarga sementara terhadap karyawan yang lain menggunakan aturan yang ada.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Akibat Berbeda</strong> : keputusan-keputusan dengan dimensi-dimensi etika bisa menghasilkan akibat yang berbeda yaitu positif dan negatif. Misalnya mempertahankan pekerjaan beberapa karyawan di suatu pabrik dalam waktu relatif lama mungkin akan mengurangi peluang para karyawan lainnya untuk bekerja di pabrik itu. Di satu sisi keputusan itu menguntungkan perusahaan tetapi pihak karyawan dirugikan.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Ketidakpastian Konsekuensi</strong> : konsekuensi keputusan-keputusan bernuansa ketika sering tidak diketahui secara tepat. Misalnya pertimbangan penundaan promosi pada karyawan tertentu yang hanya berdasarkan pada gaya hidup dan kondisi keluarganya padahal karyawan tersebut benar-benar kualifaid.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Efek Personal</strong> : keputusan-keputusan etika sering mempengaruhi kehidupan karyawan dan keluarganya, misalnya pemecatan terhadap karyawan disamping membuat sedih si karyawan juga akan membuat susah keluarganya. Misal lainnya, kalau para pelanggan asing tidak menginginkan dilayani oleh &#8220;sales&#8221; wanita maka akan berpengaruh negatif pada masa depan karir para &#8220;sales&#8221; tersebut.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Dalam prakteknya penerapan etika kerja di kalangan karyawan tidaklah mudah. Tidak jarang bukan saja di karyawan tetapi juga di kalangan manajer banyak yang kurang memahami makna etika kerja. Hal itu ditunjukkan oleh adanya sekelompok karyawan dan bahkan manajer yang egoistis dan menjadi penyebab konflik serta ketidakpuasan di kalangan karyawan. Kalau ini dibiarkan maka lambat laun akan menggangu proses pekerjaan dan mutu kinerja secara keseluruhan. Karena itu diperlukan peranan perusahaan dalam membangun etika kerja para karyawan.</p>
<p>Perusahaan dapat berperan dalam berbagai bentuk upaya:</p>
<ul>
<li>Membuat kode etika kerja dengan melibatkan para karyawan,</li>
<li>Pelatihan tentang pengertian dan penerapan etika kerja,</li>
<li>Melaksanakan proses sosialisasi dan internalisasi etika kerja,</li>
<li>Meningkatkan komunikasi horisontal dan vertikal: formal dan informal,</li>
<li>Meningkatkan fungsi pengawasan kerja,</li>
<li>Memberikan penghargaan kepada para karyawan yang beretika kerja tinggi sebagai motivasi bagi karyawan lainnya dalam meningkatkan etika kerjanya.</li>
</ul>
<p>Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lainnya tentang dunia kerja dan MSDM dapat juga diakses langsung melalui:<a title="Etika Kerja" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/03/membangun-etika-kerja-2/"> MEMBANGUN ETIKA KERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="../wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tim-kerja-yang-sesungguhnya" rel="bookmark" class="wherego_title">TIM KERJA YANG SESUNGGUHNYA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-kepemimpinan-tim-kerja-yang-kuat" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: KEPEMIMPINAN TIM KERJA YANG KUAT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/memaknai-pengalaman-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">MEMAKNAI PENGALAMAN KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2294&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/masalah-pokok-dalam-etika-bisnis' rel='bookmark' title='MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS'>MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS</a> <small>Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/etika-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEMATANGAN EMOSI DAN PENGEMBANGAN KARIR</title>
		<link>http://indosdm.com/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir</link>
		<comments>http://indosdm.com/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 23:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Career]]></category>
		<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Interpersonal Communications]]></category>
		<category><![CDATA[KEMATANGAN EMOSI]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[PENGEMBANGAN KARIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2137</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan yang menerapkan manajemen sumberdaya manusia strategik (MSDM) dicirikan oleh adanya rencana dan pengembangan karir bagi para karyawannya (manajemen dan non-manajemen). Dengan kata lain tiap individu karyawan  berhak memiliki peluang  untuk mengembangan karirnya. Namun dalam prakteknya mengapa ada saja karyawan yang karirnya  terlambat, dan bahkan mandeg atau mentok. Biang keladinya bisa jadi karena ada yang [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/perencanaan-karir-menyelaraskan-alur-karir-dan-tujuan-karir-dengan-pengembangan-karir-dan-kebutuhan-karyawan' rel='bookmark' title='Perencanaan karir: Menyelaraskan alur karir dan tujuan karir dengan pengembangan  karir dan kebutuhan karyawan'>Perencanaan karir: Menyelaraskan alur karir dan tujuan karir dengan pengembangan  karir dan kebutuhan karyawan</a> <small>Komponen utama karir terdiri atas alur karir, tujuan karir, perencanaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kematangan-pribadi-maturity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kematangan Pribadi (maturity)'>Kamus Kompetensi: Kematangan Pribadi (maturity)</a> <small>Kematangan Pribadi (Maturity) adalah kemampuan untuk mengendalikan diri (self control)...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri' rel='bookmark' title='MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI'>MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI</a> <small>Jenis emosi manajer tidaklah selalu sama derajadnya. Misalnya amarah yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2138" style="margin: 10px; float: left;" title="career_maturity" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/04/career_maturity.jpg" alt="career_maturity" width="200" height="237" />Perusahaan yang menerapkan manajemen sumberdaya manusia strategik (MSDM) dicirikan oleh adanya rencana dan pengembangan karir bagi para karyawannya (manajemen dan non-manajemen). Dengan kata lain tiap individu karyawan  berhak memiliki peluang  untuk mengembangan karirnya. Namun dalam prakteknya mengapa ada saja karyawan yang karirnya  terlambat, dan bahkan mandeg atau mentok. Biang keladinya bisa jadi karena ada yang salah dalam sistem penilaian kinerja karyawan dan bisa juga adanya perlakuan diskriminasi. Di sisi lain dengan asumsi sistem karir di perusahaan  dinilai andal maka berarti yang menjadi faktor penyebab keterlambatan karir datangnya dari individu bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kasus tentang karir karyawan yang sering ditemukan adalah (1) karyawan dengan cukup cerdas dan ketrampilannya yang hanya sebatas standar tetapi karirnya melaju cukup cepat sesuai dengan tahapannya; (2) karyawan  yang cerdas dan trampil namun karirnya relatif lambat; dan (3) karyawan yang kurang cerdas dan kinerjanya pun pas-pasan dan karirnya pun sangat terlambat. Kasus (1) dan (2) menimbulkan pertanyaan mengapa hal itu sampai terjadi? Lalu kalau begitu faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan perusahaan dalam menentukan karir seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain faktor kecerdasan intelektual dan ketrampilan kerja, salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan karir seseorang adalah unsur kematangan emosi sang karyawan. Mengapa demikian? Kematangan emosi adalah kemampuan mengendalikan emosi tertentu secara stabil sesuai dengan perkembangan usianya. Semacam ada  kemampuan seseorang yang mumpuni dalam merespon atau bereaksi terhadap fenomena tertentu. Misalnya ketika menghadapi konflik internal dalam tim kerja. Disitu setiap individu karyawan bekerja dalam suatu sistem  yang memiliki ciri-ciri interaksi sosial. Idealnya proses umpan balik pun terjadi. Kemungkinan yang bakal terjadi adalah suasana kerja padat konflik dan bisa juga suasananya nyaman. Karena itu setiap karyawan harus mampu mengendalikan emosinya untuk menciptakan, mengembangkan dan memelihara tim kerja yang kompak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya kematangan emosi dan kecerdasan emosi seorang karyawan mengandung motif yang sama. Di dalamnya ada kemampuan  mengelola diri yang intinya berangkat dari kemampuan mengenali diri sendiri. Setelah mampu mengenali diri sendiri maka ia seharusnya mampu memotivasi dirinya dan mengelola emosinya  dalam berhubungan dengan orang lain dengan baik. Sebaliknya kalau seseorang tidak mampu mengendalikan emosinya terjadilah penyimpangan atau kekacauan emosional; misalnya perilaku egoistis, egosentris, apriori, prasangka buruk, dan asosial. Dalam situasi seperti itu maka yang terjadi adalah timbulnya reaksi berlebihan dan negatif dari sang karyawan. Ia merasa  setiap fenomena lingkungan kerjanya selalu dipandang bakal mengancam dirinya. Esktremnya harus dilawan. Yang paling bahaya adalah timbulnya unsur destruktif, jauh dari perilaku konstruktif. Bisa juga ada yang bersifat pesimis atau merasa kurang percaya diri kalau akan mengusulkan kenaikan karir. Padahal sifat seperti itu akan merugikan dirinya sendiri. Lambat laun kalau karyawan berpikiran negatif tidak mampu mengendalikan dirinya maka karirnya akan terhambat. Lantas bagaimana sebaiknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Proposisi tentang hubungan antara dimensi emosi dan karir adalah semakin baik kematangan emosi seseorang berhubungan dengan semakin besar peluang  karirnya meningkat. Manajemen puncak akan memberi persetujuan kenaikan karir kepada karyawannya dengan pertimbangan yang bersangkutan dinilai bakal mampu menangani pekerjaan yang lebih berat. Disamping itu mereka harus mampu bekerjasama dan bahkan memiliki jiwa kepemimpinan dalam satu tim kerja. Untuk itu unsur kematangan emosi karyawan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Dengan demikian disamping perusahaan harus memiliki perencanaan dan pengembangan karir yang efektif maka  ada beberapa hal yang yang harus dilakukan karyawan yakni:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Selalu      melakukan evaluasi diri khususnya yang menyangkut  faktor-faktor      intrinsik personal  yang memengaruhi kinerja. Dengan evaluasi,      karyawan akan mampu mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya khususnya      tentang kematangan emosinya.</li>
<li>Kalau sudah diketahui bahwa kematangan emosi masih      rendah maka yang dapat dilakukan adalah memahami sisi kelemahan      ketidakmatangan emosi, memahami faktor-faktor penyebab timbulnya emosi      berlebihan, dan mencari upaya untuk memerkuat kematangan emosi. Kalau      perlu konsultasi kepada konselor atau psikolog.</li>
<li>Melakukan hubungan sosial secara bersahabat dan      intensif baik pada jalur horizontal maupun vertikal. Semakin tinggi      intensitas hubungan semakin banyak unsur kehidupan sosial yang bisa      dipelajari. Intinya ada pembelajaran sosial khususnya dalam mengendalikan      emosi yang berguna untuk membangun simpati dan empati serta memerkecil      konflik.</li>
<li>Mengikuti      pelatihan dan banyak membaca buku-buku praktis tentang kepribadian,      pengelolaan diri, dan pengembangan kematangan emosi. Tujuannya adalah      disamping meningkatnya kadar kognitif dan kecerdasan sosial juga semakin      matangnya emosi/kepribadian karyawan.</li>
<li>Membuat rencana umum  pengembangan karir      individu untuk selama siklus kehidupan sebagai pekerja. Semacam <em>road map</em> pengembangan      karir. Isi rencana spesifik paling tidak meliputi apa saja output karir      yang diharapkan dalam kurun waktu tertentu serta apa saja langkah-langkahnya.      Dengan demikian rencana tersebut sekaligus dapat dijadikan sebagai rujukan      dan pedoman dalam merumuskan langkah-langkah operasional.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Karir tidak semata-mata diposisikan sebagai hak individu karyawan. Tetapi juga sebagai &#8220;kewajiban&#8221; diri sendiri dalam membangun kepercayaan dari pihak manajemen. Karena itu setiap karyawan seharusnya menyiapkan potensi dirinya antara lain dalam hal kematangan emosi. Kematangan atau kedewasaan yang dicerminkan oleh percaya diri, sabar, tanggung jawab, menerima dirinya, mau memahami orang lain (tidak egoistis/sentris),  dan bahkan punya rasa humor. Tentunya berikut langkah-langkah operasional pencapaian cita-citanya. Semua itu disusun dalam suatu rencana sistematis sebagai unsur motivasi untuk meraih karir tertentu. Dengan kata lain tiap individu tidak statis dalam mengembangkan karirnya. Plus tidak mudah patah arang ketika sempat mengalami kegagalan pencapaian karir tertentu. Selamat berkarir.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan artikel menarik lainnya tentang MSDM dapat juga diakses melalui link berikut ini: <a href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/27/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir/">KEMATANGAN EMOSI DAN PENGEMBANGAN KARIR</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-sdm-vs-daya-saing-global" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGEMBANGAN SDM VS DAYA SAING GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pentingnya-arti-karir" rel="bookmark" class="wherego_title">PENTINGNYA ARTI KARIR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2137&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/perencanaan-karir-menyelaraskan-alur-karir-dan-tujuan-karir-dengan-pengembangan-karir-dan-kebutuhan-karyawan' rel='bookmark' title='Perencanaan karir: Menyelaraskan alur karir dan tujuan karir dengan pengembangan  karir dan kebutuhan karyawan'>Perencanaan karir: Menyelaraskan alur karir dan tujuan karir dengan pengembangan  karir dan kebutuhan karyawan</a> <small>Komponen utama karir terdiri atas alur karir, tujuan karir, perencanaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kematangan-pribadi-maturity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kematangan Pribadi (maturity)'>Kamus Kompetensi: Kematangan Pribadi (maturity)</a> <small>Kematangan Pribadi (Maturity) adalah kemampuan untuk mengendalikan diri (self control)...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri' rel='bookmark' title='MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI'>MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI</a> <small>Jenis emosi manajer tidaklah selalu sama derajadnya. Misalnya amarah yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN  INTRAPERSONAL (THE ESSENCE HUMAN RELATIONS)</title>
		<link>http://indosdm.com/prinsip-prinsip-hubungan-interpersonal-dan-intrapersonal-the-essence-human-relations</link>
		<comments>http://indosdm.com/prinsip-prinsip-hubungan-interpersonal-dan-intrapersonal-the-essence-human-relations#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 00:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Training Material]]></category>
		<category><![CDATA[human relation]]></category>
		<category><![CDATA[interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[Intrapersonal]]></category>
		<category><![CDATA[stress management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[Materi artikel ini merupakan bagian yang diberikan pada training-training tentang human relation baik tentang hubungan interpersonal maupun hubungan intrapersonal.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/hubungan-kerja-pemberi-atau-penerima' rel='bookmark' title='HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?'>HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?</a> <small>Tujuan membangun hubungan antarsesama kolega kerja adalah terciptanya keharmonisan kerja....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pedoman-wawancara-job-description' rel='bookmark' title='PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION'>PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION</a> <small>PEDOMAN UMUM Kembangkan “raport”, buat suasana pertemuan tidak tegang. Pergunakan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1914" style="margin: 5px 30px; float: left;" title="human-relation" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/human-relation.jpg" alt="human-relation" width="200" height="206" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>PRINSIP DASAR UMUM</strong></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> Pusatkan pada situasi,persoalan atau perilaku bukan kepada orangnya.</li>
<li> Pelihara kepercayaan diri dan harga diri orang lain.</li>
<li> Pelihara hubungan yang membangun dengan bawahan, rekan sejawat dan atasan.</li>
<li> Ambil inisiatip untuk mengerjakan hal-hal untuk menjadi lebih baik.</li>
<li> Memimpin dengan memberikan teladan.</li>
</ul>
<p style="text-align: right;">ZENGER MILLER &#8211; LEADERSHIP 2000</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>9 CARA BERKAWAN DAN MEMPENGARUHI ORANG</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>REMEMBER THE      NAME: </strong>INGATLAH BAHWA NAMA SESEORANG, ADALAH YANG TERPENTING DALAM      SEGALA BAHASA DAN BENTUK PERHARGAAN APAPUN DAN BAGI DIRINYA, ADALAH SUARA      YANG TERINDAH  DARI SUARA YANG ADA.</li>
<li><strong>APPRECIATION: </strong>MANUSIA SANGAT MENGHARGAI BILA DIBERIKAN PENGHARGAAN SECARA TULUS DAN      JUJUR</li>
<li><strong>ATTENTION: </strong>BERILAH      PERHATIAN YANG SUNGGUH SUNGGUH KEPADA ORANG LAIN</li>
<li><strong>PROUD: </strong>MEMBICARAKAN      DIRI SENDIRI TENTANG KEBERHASILAN-KEBERHASILANNYA  MERUPAKAN KESENANGAN TERSENDIRI, BERBICARALAH      MENGENAI KESENANGAN ORANG LAIN</li>
<li><strong>IMPORTANT: </strong>BERBUATLAH      AGAR ORANG LAIN MERASA BAHWA DIRINYA PENTING DAN LAKUKAN HAL INI DENGAN      TULUS DAN JUJUR</li>
<li><strong>GOOD      LISTENER: </strong>JADILAH PENDENGAR YANG BAIK DAN BERILAH DORONGAN AGAR ORANG      LAIN BERBICARA MENGENAI DIRINYA</li>
<li><strong>GOOD FRIEND: </strong>BUATLAH BAHWA KEHADIRAN ANDA DIPERLUKAN OLEH REKAN-REKAN ANDA</li>
<li><strong>DON&#8217;T  COCA COLA CUP: </strong>JANGAN SENANTIASA /      SELALU MENGKRITIK, MENGUTUK, MAUPUN MENGELUH</li>
<li><strong>S  M       I  L  E: </strong>BERILAH KEPADA TEMAN / KAWAN      SESUATU YANG SANGAT MURAH ( BAGI KITA &#8211; PEMBERI ) AKAN TETAPI SANGAT      BERARTI  ( BAGI YANG MENERIMA )</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>10 CARA UNTUK  BEKERJA SAMA</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>CARA TERBAIK DALAM PERDEBATAN ADALAH: <strong>MENGHINDARINYA</strong></li>
<li>HARGAILAH PENDAPAT ORANG LAIN DAN JANGAN MENGATAKAN BAHWA PENDAPATNYA ADALAH: SALAH</li>
<li><strong>AKUI KESALAHAN:</strong> BILA ANDA BERSALAH AKUILAH SECEPATNYA DAN JELASKAN KESALAHAN ANDA</li>
<li><strong>BERFIKIR POSITIP.</strong> AWALI PEMBICARAAN DENGAN CARA YANG BERSAHABAT.</li>
<li>USAHAKAN AGAR ORANG LAIN BERKATA: YA &#8211;  YA  &#8211;  YA</li>
<li><strong>JANGAN MEMONOPOLI PEMBICARAAN:</strong> USAHAKAN AGAR LAWAN BICARA ANDA MENGAMBIL  BAGIAN YANG LEBIH BANYAK DALAM PEMBICARAAN YANG BERSEMANGAT</li>
<li><strong>APALAH ARTINYA NAMA:</strong> BIARKAN ORANG LAIN MERASA BAHWA IDE-IDE DATANG DARI PADANYA</li>
<li><strong>OBJEKTIP:</strong> BERUSAHALAH UNTUK MELIHAT DARI SUDUT PANDANG ORANG LAIN DENGAN SEJUJUR-JUJURNYA</li>
<li><strong>RASIONAL:</strong> BERSIKAPLAH SIMPATIK TERHADAP KEINGINAN SERTA IDE-IDE ORANG LAIN</li>
<li><strong>MOTIVASI:</strong> HADAPI ORANG LAIN DENGAN MOTIVASI YANG TINGGI</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">9 CARA UNTUK  MEMOTIVASI ORANG</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>PUJIAN:</strong> AWALILAH      DENGAN PUJIAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN TULUS</li>
<li><strong>JANGAN      MENUDUH:</strong> BILA ORANG LAIN DINILAI BERSALAH, JANGANLAH DITUDUH SECARA      LANGSUNG</li>
<li><strong>INTROSPEKSI:</strong> BERBICARALAH TENTANG KESALAHAN DIRI ANDA SENDIRI SEBELUM MEMPERSALAHKAN      ORANG LAIN</li>
<li><strong>PERTANYAAN      POSITIP:</strong> BENTUKLAN PERINTAH-PERINTAH ANDA DALAM BENTUK      PERTANYAAN-PERTANYAAN</li>
<li><strong>HARGA DIRI:</strong> HARUS DIUSAHAKAN AGAR ORANG LAIN TIDAK KEHILANGAN MUKA</li>
<li><strong>PUJIAN &#8211;      PRAISE:</strong> BERIKANLAH PUJIAN DALAM PRESTASI SEKECIL APAPUN  DAN DUKUNGLAH ATAS USAHANYA</li>
<li><strong>CONTOH YANG      BAIK</strong> (GOOD EXAMPLES): BERIKAN GAMBARAN REPUTASI YANG  BAIK TENTANG ORANG LAIN UNTUK DAPAT      MENDORONG MENJADI LEBIH BAIK.</li>
<li><strong>BERFIKIR      POSITIP:</strong> GUNAKAN DORONGAN SEMANGAT DAN USAHAKAN AGAR TIAP KESALAHAN      MENJADI MUDAH UNTUK DIPERBAIKI</li>
<li><strong>BAHAGIA &#8211;      HAPPY:</strong> BUATLAH ORANG LAIN MERASA BAHAGIA UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL YANG      ANDA USULKAN</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>KECEMASAN</strong></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> SANGAT MENGHAMBAT PENGEMBANGAN KEMAMPUAN SESEORANG YANG SEBENARNYA TELAH MEMILIKI KEMAMPUAN LEBIH DARI YANG CUKUP</li>
<li> SANGAT MANUSIAWI, TERGANTUNG TINGKAT KEPEKAAN PRIBADI MASING-MASING</li>
<li> SANGAT MENGHAMBAT PERKEMBANGAN PRIBADI SESEORANG YANG DAPAT BERPENGARUH LANGSUNG KEPADA KINERJA TEAM YANG BERPENGARUH KEPADA KEBERHASILAN ORGANISASI</li>
<li> DAPAT TERJADI KARENA TEKANAN DARI LUAR, ATAU TEKANAN DARI DALAM ORGANISASI, ATAU SIKAP-SIKAP YANG DITIMBULKAN OLEH ANGGOTA ORGANISASI LAINNYA ATAU SIKAP DIRI SENDIRI</li>
<li> SEBAB UTAMA MENGHADAPI PERSOALAN / MASALAH BAIK MASALAH ORGANISASI MAUPUN PRIBADI</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>PRINSIP DASAR UNTUK MENGATASI KECEMASAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.      Hiduplah hari demi hari dan pikirkan apa yang perlu dilakukan hari itu saja</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Bagaimana menghadapi kesukaran / masalah  :</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> Tanyakan kepada diri sendiri apa akibat terburuk bila kesukaran / masalah itu terjadi?</li>
<li> Siapkah diri anda untuk menerimanya ?</li>
<li> Cobalah cari segi-segi yang positip dari dalam keadaan ini.</li>
<li> Ingatlah bahwa kecemasan / ketegangan akan berakibat merusak kesehatan jasmani maupun rohani.</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>TEKNIK DASAR UNTUK MENGANALISA KECEMASAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.      Kumpulkan semua fakta yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Pertimbangkan satu sama yang lain dan ambilah keputusan.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Setelah keputusan diambil, lakukanlah.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Jawablah pertanyaan-pertanyaan  berikut ini :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>Apa persoalannya</li>
<li>Ini akibat dari apa</li>
<li>Dengan cara-cara apa saja bisa diselesaikan</li>
<li>Cara yang mana yang paling tepat</li>
</ol>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>MEMECAHKAN KECEMASAN SEBELUM ANDA MENJADI KORBAN KARENANYA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">a.       Sibukkan diri anda</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Jangan pusingkan soal &#8211; soal  kecil</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Lakukanlah segala sesuatu dengan wajar</p>
<p style="text-align: justify;">d.      Terimalah hal-hal yang tidak dapat dihindarkan</p>
<p style="text-align: justify;">e.       Tentukan berapa penting persoalannya       jangan  dilebih-lebihkan</p>
<p style="text-align: justify;">f.        Jangan pikirkan lagi  apa  yang telah berlalu</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>PUPUKLAH SIKAP MENTAL YANG MEMBAWA DAMAI DAN KEBAHAGIAAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">a.       Isilah jiwa anda dengan pikiran damai, bahagia, dan harapan</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Jangan berusaha membalas dendam</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Jangan mengharapkan orang berterima kasih terhadap anda</p>
<p style="text-align: justify;">d.      Ingatlah bahwa berkah yang anda terima dari Yang Mahakuasa</p>
<p style="text-align: justify;">e.       Jangan berusaha meniru seseorang</p>
<p style="text-align: justify;">f.        Belajarlah dari kekalahan dan kekeliruan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>MENCEGAH KELELAHAN &amp; KETEGANGAN MEMPERTAHANKAN SEMANGAT &amp; ENERGI AGAR TETAP TINGGI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">a.       Beristirahatlah sebelum menjadi lelah</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Belajarlah bekerja dengan santai / relax</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Jagalah harta yang paling berharga untuk hidup anda     KESEHATAN.</p>
<p style="text-align: justify;">d.      Bekerjalah dengan semangat</p>
<p style="text-align: justify;">e.       Berolah ragalah  supaya anda lelah fisik</p>
<p style="text-align: justify;">f.        Berdoa menurut keyakinan masing &#8211; masing</p>
<p style="text-align: justify;">g.       Terapkanlah  4 kebiasaan yang baik dalam bekerja :</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> Clean Desk : Bersihkan meja anda dari kertas-kertas kecuali yang berhubungan dengan persoalan yang anda hadapi.</li>
<li> Prioritas : Tangani persoalan menurut taraf kepentingannya.</li>
<li> Sekarang Juga : Selesaikan masalah saat ini juga, setelah fakta-fakta terkumpul.</li>
<li> Delegasi : Bagi pekerjaan dan delegasikan.</li>
</ul>
</blockquote>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep15amen1994-petunjuk-penyelesaian-perselisihan-hubungan-industrial-dan-pemutusan-hubungan-kerja-di-tingkat-perusahaan-dan-pemerantaraan" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.15A/MEN/1994: PETUNJUK PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI TINGKAT PERUSAHAAN DAN PEMERANTARAAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">Mindset  Human Capital Management untuk Pemimpin</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-membina-hubungan-relational-building" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Membina Hubungan (Relational Building)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/hubungan-kerja-pemberi-atau-penerima" rel="bookmark" class="wherego_title">HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-direktur-sdm-human-resources-head-hr-director" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Direktur SDM (Human Resources Head / HR Director)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1912&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/hubungan-kerja-pemberi-atau-penerima' rel='bookmark' title='HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?'>HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?</a> <small>Tujuan membangun hubungan antarsesama kolega kerja adalah terciptanya keharmonisan kerja....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pedoman-wawancara-job-description' rel='bookmark' title='PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION'>PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION</a> <small>PEDOMAN UMUM Kembangkan “raport”, buat suasana pertemuan tidak tegang. Pergunakan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/prinsip-prinsip-hubungan-interpersonal-dan-intrapersonal-the-essence-human-relations/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perilaku Agresif, Submisif, dan Asertif  dalam Komunikasi</title>
		<link>http://indosdm.com/perilaku-agresif-submisif-dan-asertif-dalam-komunikasi</link>
		<comments>http://indosdm.com/perilaku-agresif-submisif-dan-asertif-dalam-komunikasi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 03:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Antarpribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Agresif]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Asertif]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Submisif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1906</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berkomunikasi ada beberapa pengelompokan perilaku yang biasa ditunjukkan oleh seseorang. Diantaranya pengelompokan berdasarkan bagaimana seseorang bisa mengungkapkan kebutuhan dirinya sendiri dalam hubungannya dengan kebutuhan orang lain. Bagaimana mengidentifikasinya?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/komunikasi-dalam-coaching' rel='bookmark' title='Komunikasi dalam Coaching'>Komunikasi dalam Coaching</a> <small>Komunikasi dalam Coaching Kualitas hidup seseorang berkaitan erat dengan bagaimana...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-persepsi-dan-keragaman-dalam-kerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama</a> <small>Dalam hidup sehari-hari sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan pemaknaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1907" style="margin: 10px; float: left;" title="submisif" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/submisif.jpg" alt="submisif" width="200" height="198" /></p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam berkomunikasi ada beberapa pengelompokan perilaku yang biasa ditunjukkan oleh seseorang. Diantaranya pengelompokan berdasarkan bagaimana seseorang bisa mengungkapkan kebutuhan dirinya sendiri dalam hubungannya dengan kebutuhan orang lain. Bagaimana mengidentifikasinya?</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Perilaku  agresif</strong></p>
<p>Ciri:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Jujur, terbuka namun cara mengungkapkan perasaan tidak tepat,</li>
<li> cenderung memaksakan kehendak,</li>
<li> diliputi rasa marah, menyalahkan,</li>
<li> ingin menjatuhkan orang lain,</li>
<li> menimbulkan ketegangan, rasa sakit, cemas, salah.</li>
</ul>
<p>Agresif perilaku yang:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Mengutamakan kebutuhan, perasaan diri sendiri</li>
<li> Mengabaikan hak dan perasaan orang lain</li>
<li> Menggunakan segala cara, verbal dan non verbal, misal. sinisme, kekerasan</li>
</ul>
<p>Isi pikiran yang:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Hanya perduli dengan tercapainya tujuan diri</li>
<li> Disertai tanda verbal seperti: suara keras, nada kasar, mata melotot, jari tegang</li>
</ul>
<p>Contoh seseorang dengan perilaku agresif dalam mengeluarkan pendapat:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Kerjakan saja sendiri!</li>
<li> Bodoh!</li>
<li> Pasti kamu tidak percaya!</li>
</ul>
<p><strong>Perilaku  submisif</strong></p>
<p>Ciri:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Menghindari konflik,</li>
<li> mengalahkan kebutuhan diri,</li>
<li> terhambat dl mengungkapkan diri,</li>
<li> dikuasai rasa takut, bersalah, tertekan,</li>
<li> cenderung bereaksi dibelakang</li>
</ul>
<p>Submisif perilaku yang:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Menyerah pada permintaan orang lain</li>
<li> Menomor duakan kebutuhan , perasaan diri pribadi</li>
<li> Menganggap diri lebih rendah dari orang lain</li>
</ul>
<p>Isi pikiran:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Menghindari menyakiti atau membuat marah orang lain</li>
<li> Berusaha memperoleh persetujuan orang lain</li>
</ul>
<p>Tanda non verbal:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Ragu ragu, suara pelan</li>
<li> Kontak mata sedikit</li>
<li> Gerakan &#8216;nervous&#8217;</li>
<li> Tangan mencari pegangan</li>
<li> Bahu turun, lengan melintang untuk  melindungi diri</li>
</ul>
<p>Contoh seseorang dengan perilaku submisif dalam mengeluarkan pendapat Contoh:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> &#8216;Ini hanya pendapat saya, tapi&#8230;&#8217;</li>
<li> &#8216;Maaf mengganggu waktu anda, tapi&#8230;&#8217;</li>
<li> &#8216;Bila anda berpendapat demikian, kita akan&#8230;&#8217;</li>
</ul>
<p><strong>Perilaku  asertif</strong></p>
<p>Ciri:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Berani mengungkapkan pikiran, perasaan, kebutuhan, hak pribadi, dengan</li>
<li> memperhatikan pikiran, perasaan orang lain</li>
</ul>
<p>Asertif perilaku yang:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Memperhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri, namun juga</li>
<li> Menghargai hak orang lain</li>
</ul>
<p>Isi pikirannya:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Percaya, menghormati diri dan orang lain</li>
<li> menekankan penyelesaian masalah secara efektif</li>
</ul>
<p>Tanda non verbal:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Suara sedang, namun tegas</li>
<li> menatap langsung,</li>
<li> tidak mendominir ekspresi wajah dan postur relax</li>
</ul>
<p>Contoh seseorang dengan perilaku asertive dalam mengeluarkan pendapat:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> &#8216;Saya berpendapat &#8230; bagaimana pendapat anda?</li>
<li> &#8216;Masalah ini akan saya hadapi dengan cara ini. Bagaimana efeknya terhadap anda?&#8217;</li>
</ul>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-persepsi-dan-keragaman-dalam-kerjasama" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Komunikasi</a></li><li><a href="http://indosdm.com/10-kesalahan-utama-dalam-presentasi" rel="bookmark" class="wherego_title">10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-sikap-dasar-dalam-berkomunikasi-dan-bekerjasama" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1906&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/komunikasi-dalam-coaching' rel='bookmark' title='Komunikasi dalam Coaching'>Komunikasi dalam Coaching</a> <small>Komunikasi dalam Coaching Kualitas hidup seseorang berkaitan erat dengan bagaimana...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-persepsi-dan-keragaman-dalam-kerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama</a> <small>Dalam hidup sehari-hari sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan pemaknaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/perilaku-agresif-submisif-dan-asertif-dalam-komunikasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NARSISTIK DI LINGKUNGAN KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/narsistik-di-lingkungan-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/narsistik-di-lingkungan-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Editorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1725</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita melihat tingkah laku karyawan yang aneh tapi nyata? Yakni yang senang mengumbar tentang kehebatan dirinya. Hampir di setiap kesempatan selalu membanggakan diri dan ambisi berlebihan. Perilaku seperti itu bisa terjadi dimana saja dia berada tidak terkecuali di lingkungan pekerjaannya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-di-lingkungan-kerja' rel='bookmark' title='HUMOR DI LINGKUNGAN KERJA'>HUMOR DI LINGKUNGAN KERJA</a> <small>Agar terjadi variasi lingkungan dalam membangun suasana nyaman di kalangan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/posting-informasi-lowongan-kerja-gratis-di-portal-kerja-komunitas-karirlink' rel='bookmark' title='Posting Informasi Lowongan Kerja Gratis di Portal Kerja Komunitas Karirlink'>Posting Informasi Lowongan Kerja Gratis di Portal Kerja Komunitas Karirlink</a> <small>Komunitas Karirlink bekerjasama dengan Indosdm menawarkan posting informasi lowongan kerja...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/lingkungan-global-pilihan-stratejik' rel='bookmark' title='LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK'>LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK</a> <small>Sebuah perusahaan membuat keputusan strategis sehubungan dengan lingkungannya. Setiap keputusan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1726" style="margin: 10px; float: left;" title="narsis" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/narsis.jpg" alt="narsis" width="200" height="205" />Pernahkah kita melihat tingkah laku karyawan yang aneh tapi nyata? Yakni yang senang mengumbar tentang kehebatan dirinya. Hampir di setiap kesempatan selalu membanggakan diri dan ambisi berlebihan. Perilaku seperti itu bisa terjadi dimana saja dia berada tidak terkecuali di lingkungan pekerjaannya. Misalnya,  dia tampilkan kehebatan tingkat kekuasaan,  pendidikan, dan prestasi ketimbang orang lain. Bisa jadi juga timbul karena pujian-pujian dan penghargaan yang berlebihan yang diperoleh dari atasannya. Ciri narsistik yang cenderung mengganggu lingkungan kerja adalah merasa dirinya paling &#8220;besar&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Gangguan karyawan yang bersifat narsis akan terjadi manakala dia hanya berbicara sisi kehebatan dan kelebihan. Kalau sudah begitu dia akan merasa dirinya yang paling jago. Tidak ada yang lain. Maka tidak jarang karyawan narsis bisa mengeksploitasi rekan kerjanya. Mungkin awalnya rekan-rekan kerjanya bisa memahami sang karyawan narsis itu. Namun lama kelamaan timbul bosan dan bahkan jenuh melihat tingkah lagu yang tak wajar itu. Bentuk gangguan lain adalah dalam hal kekompakan tim kerja. Biasanya sang narsistik cenderung bersifat ego. Sulit menerapkan proses umpan balik dengan sesama rekan kerja. Dia lebih banyak menerima ketimbang memberi. Apalagi yang menyangkut kebanggaan atau kelebihan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali penilaian kehebatan itu sudah sebagai kebutuhan sang narsistik. Padahal kehebatan yang dinilai lebih ketimbang orang lain tidak selalu terbukti benar.  Dia akan merasa tertekan kalau orang lain tidak mau memperhatikannya. Karena itu dia sering terpaku pada kepentingan dirinya. Semuanya seolah harus fokus pada dirinya saja. Dia sangat dikuasai oleh bayang-bayang akan kesuksesan diri dan  kekuasaan yang dimilikinya. Orang lain bukanlah apa-apa. Dia menganggap itu sebagai alat kekuasaan untuk mempengaruhi subordinasinya agar mengikuti perintah-perintahnya. Sementara  subordinasi belum tentu bersedia mengorbankan kepentingan dan kebutuhannya bagi sang narsistik.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah kalau dia sebagai atasan yang narsis dan mengeksploitasi subordinasinya namun tidak bergayung sambut maka bisa berakibat fatal. Yakni bertindak &#8220;kejam&#8221; dan bahkan menteror anak buahnya. Kekuasaan yang menjadi kebanggaannya dinilai mendapat penghinaan dan perlawanan dari bawahannya. Bukan tidak mungkin lewat nada  perintah yang keras. Di sisi lain subordinasi belum tentu menerima tindakan sang narsistik yang sekaligus atasannya itu. Bahkan ada sikap melawan. Kalau sudah begitu maka medan konflik terbuka antara sang narsistik dan subordinasi  berpeluang besar bisa terjadi. Kalau semakin meluas maka akan mengganggu suasana kerja. Kenyamanan hubungan sesama rekan kerja dengan atasan akan mengalami degradasi. Pada gilirannya kinerja tim akan menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak manajemen puncak atau manajemen menengah seharusnya bertindak untuk mengurangi akibat negatif dari perilaku sang manajer yang narsistik itu. Memang proses perubahan perilaku narsis ke perilaku wajar akan makan waktu tidak singkat. Selain dengan pendekatan personal, perusahaan bisa meminta psikolog atau konselor untuk secara bertahap berdialog dengan sang narsistik. Tujuannya agar sang narsistik bersedia untuk mengubah perilakunya itu demi kepentingan dirinya sendiri dan lingkungan kerja. Selain itu bisa dilakukan mutasi dan rotasi bagi mereka yang narsis. Maksudnya adalah agar timbul perasaan suasana beda yang lebih segar dan memperoleh tambahan pengalaman berhubungan dengan karyawan yang beragam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang MSDM dan dunia kerja dapat juga diakses melalui:  <a title="Permalink for : NARSISTIK DI LINGKUNGAN KERJA" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/12/narsistik-di-lingkungan-kerja/">NARSISTIK DI LINGKUNGAN KERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/toleransi-terhadap-mutu-kerja-karyawan-yang-rendah" rel="bookmark" class="wherego_title">TOLERANSI TERHADAP MUTU KERJA KARYAWAN YANG RENDAH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir" rel="bookmark" class="wherego_title">KEMATANGAN EMOSI DAN PENGEMBANGAN KARIR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/etika-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">ETIKA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/prinsip-prinsip-hubungan-interpersonal-dan-intrapersonal-the-essence-human-relations" rel="bookmark" class="wherego_title">PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN  INTRAPERSONAL (THE ESSENCE HUMAN RELATIONS)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/negaholic-perilaku-menyimpang-di-lingkungan-pekerjaan" rel="bookmark" class="wherego_title">Negaholic: Perilaku menyimpang di lingkungan pekerjaan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1725&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-di-lingkungan-kerja' rel='bookmark' title='HUMOR DI LINGKUNGAN KERJA'>HUMOR DI LINGKUNGAN KERJA</a> <small>Agar terjadi variasi lingkungan dalam membangun suasana nyaman di kalangan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/posting-informasi-lowongan-kerja-gratis-di-portal-kerja-komunitas-karirlink' rel='bookmark' title='Posting Informasi Lowongan Kerja Gratis di Portal Kerja Komunitas Karirlink'>Posting Informasi Lowongan Kerja Gratis di Portal Kerja Komunitas Karirlink</a> <small>Komunitas Karirlink bekerjasama dengan Indosdm menawarkan posting informasi lowongan kerja...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/lingkungan-global-pilihan-stratejik' rel='bookmark' title='LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK'>LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK</a> <small>Sebuah perusahaan membuat keputusan strategis sehubungan dengan lingkungannya. Setiap keputusan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/narsistik-di-lingkungan-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disiplin: Bakat atau latihan?</title>
		<link>http://indosdm.com/disiplin-bakat-atau-latihan</link>
		<comments>http://indosdm.com/disiplin-bakat-atau-latihan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 22:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin dan kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pembentukan Karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1683</guid>
		<description><![CDATA[Anggapan umum mengatakan bahwa disiplin itu adalah bakat atau sifat bawaan seseorang. Ada orang yang memang mempunyai bakat disiplin tapi ada juga yang tidak punya. Jadi hanya orang yang mempunyai bakat disiplin saja yang dapat melakukan pekerjaan tepat waktu atau meraih cita-citanya sesuai dengan keinginannya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s-s5-%e2%80%93-rajin-disiplin-shitsuke' rel='bookmark' title='PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S5 – RAJIN-DISIPLIN (SHITSUKE)'>PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S5 – RAJIN-DISIPLIN (SHITSUKE)</a> <small>5S-Rajin-Disiplin (Shitsuke) Untuk melatih pekerja agar mengikuti kebiasaan kerja yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/serial-5s-mengelola-dokumen-kerja' rel='bookmark' title='Serial 5S: Mengelola Dokumen Kerja'>Serial 5S: Mengelola Dokumen Kerja</a> <small>Dalam pekerjaan kita sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan dokumen. Jika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Disiplin dalam arti sederhana adalah menggunakan sesuatu, menjalankan sesuatu atau memikirkan sesuatu secara terus menerus sehingga kita akhirnya menjadi terbiasa dengan pola prilaku seperti itu. Misalnya kita mencanangkan akan mengurangi berat badan, maka kita akan terus menerus mengingatkan diri kita untuk membatasi makan, dan mulai makan terbatas dalam jam-jam tertentu. Jika ini secara konsisten kita lakukan maka akan terjadi perubahan pola makan baik dalam bentuk jumlah makanan yang dimakan maupun jadwal makannya. Keberhasilan menurunkan berat badan itu akibat kita disiplin dalam menerapkan aturan main yang kita buat sendiri. Contoh lain adalah mengerjakan tugas dengan segera walaupun deadline masih panjang. Setiap ada pekerjaan baru maka kita akan segera menyelesaikannya tanpa menundanya, atau jika pekerjaan lain sedang banyak maka kita akan mengurutnya berdasarkan skala prioritas. Kebiasaan mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tidak menundanya akan menjadi cara kerja kita yang teratur,  sehingga kita bisa dikatakan disiplin dalam mengerjakan tugas.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggapan umum mengatakan bahwa disiplin itu adalah bakat atau sifat bawaan seseorang. Ada orang yang memang mempunyai bakat disiplin tapi ada juga yang tidak punya. Jadi hanya orang yang mempunyai bakat disiplin saja yang dapat melakukan pekerjaan tepat waktu atau meraih cita-citanya sesuai dengan keinginannya. Anggapan ini tidak benar sebab disiplin bisa dilatih atau diterapkan kepada siapa saja. Semakin banyak kita berlatih atau menjalankan apa yang sudah kita rencanakan dengan benar maka setiap orang akan bisa mencapai cita-citanya. Disiplin seperti kita mempelajari bahasa Inggris, semakin sering digunakan, maka semakin lancar dan menyatu dengan diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Disiplin adalah praktek atau dikerjakan terus menerus, jika berkurang atau dihentikan maka ia akan hilang. Artinya jika kita hanya belajar bahasa Inggris dengan membaca saja tanpa pernah mempraktekannya, maka sama saja dengan kita tau teori menurunkan berat badan tapi tidak melaksanakannya. Kata teori kurangi makanan berlemak, manis dan mengandung karbohidrat, olah raga secara teratur, tapi kita tidak menjalankannya. Pola makannya tidak diubah, tetap ngemil keripik atau makanan manis selama nonton TV, tidak berolah raga. Alhasil tidak ada yang berubah dalam diri kita dengan kata lain tidak ada disiplin disini. Yang penting adalah apa yang kita canangkan, kita rencanakan dijalankan sesuai dengan programnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bakat kata suatu sumber, hanya memberikan kontribusi terhadap keberhasilan seseorang sebesar 10 %. Selebihnya yang 90 % adalah kerja keras dan disiplin. seorang pelari sprint 100 m untuk mempercepat waktu tempuhnya 0.1 detik harus berlatih setiap hari 6 jam minimal tanpa mengenal lelah. Misalnya kejuaraan nasional dilakukan 1 tahun sekali, maka selama setahun penuh sebelum mengikuti kejuaraan ia harus terus berlatih meningkatkan kecepatan larinya. Kalau ia tidak melakukannya maka ia akan kalah dengan pelari lain yang berlatih lebih keras dan lebih disiplin dari dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pernah menderita suatu penyakit sehingga diharuskan menjadi vegetarian, tidak boleh makan yang digoreng, yang manis dan hanya diperbolehkan makan nasi siang hari dengan lauk rebus2an. Protein yang diperbolehkan hanya tahu dan tempe itupun hanya boleh direbus.Bayangkan saya yang hobi makan enak dan hampir tidak pernah melewatkan waktu mencoba berbagai jenis makanan harus merubah pola makan. Berat pada awalnya, tapi dengan tekad mau sembuh dan dibiasakan makan hanya buah-buahan, sayur yang direbus dan hanya tempe tahu, maka hampir selama setahun saya sukses menjalankan hal itu. Alhamdulillah penyakit sembuh, badan menjadi langsing dan terlihat lebih muda, serta pundi-pundi menjadi bertambah. Coba hitung berapa penghematan yang saya lakukan dengan hanya makan buah, sayur rebus, tempe dan tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada yang tidak mungkin dan tidak bisa, masalahnya hanya mau tidak menjalankan suatu kebiasaan secara terus menerus dengan konsisten. Prilaku akan membentuk kebiasaan, kebiasaan akan membentuk karakter, jika kita berprilaku sehat, misalnya hanya makan sesuai kebutuhan pada jamnya, maka akan membentuk kebiasaan makan teratur dan membentuk karakter yang hanya makan sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Disiplin yang mungkin tadinya dilakukan karena harus, dipaksa, terpaksa, disuruh, maka lama kelamaan akan menjadi disiplin diri yang kita jalankan dengan kesadaran diri sendiri</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lainnya tentang pengembangan pribadi dapat pula diakses melalui link: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/01/disiplin.html">Disiplin</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kematangan-emosi-dan-pengembangan-karir" rel="bookmark" class="wherego_title">KEMATANGAN EMOSI DAN PENGEMBANGAN KARIR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/hubungan-kerja-pemberi-atau-penerima" rel="bookmark" class="wherego_title">HUBUNGAN KERJA: PEMBERI ATAU PENERIMA?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe" rel="bookmark" class="wherego_title">EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s-s5-%e2%80%93-rajin-disiplin-shitsuke" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S5 – RAJIN-DISIPLIN (SHITSUKE)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/etika-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">ETIKA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/prinsip-prinsip-hubungan-interpersonal-dan-intrapersonal-the-essence-human-relations" rel="bookmark" class="wherego_title">PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN  INTRAPERSONAL (THE ESSENCE HUMAN RELATIONS)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1683&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s-s5-%e2%80%93-rajin-disiplin-shitsuke' rel='bookmark' title='PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S5 – RAJIN-DISIPLIN (SHITSUKE)'>PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: S5 – RAJIN-DISIPLIN (SHITSUKE)</a> <small>5S-Rajin-Disiplin (Shitsuke) Untuk melatih pekerja agar mengikuti kebiasaan kerja yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/serial-5s-mengelola-dokumen-kerja' rel='bookmark' title='Serial 5S: Mengelola Dokumen Kerja'>Serial 5S: Mengelola Dokumen Kerja</a> <small>Dalam pekerjaan kita sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan dokumen. Jika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/disiplin-bakat-atau-latihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

