<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; PM</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/performance-management/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</title>
		<link>http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard</link>
		<comments>http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 18:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cascading Goals]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[BSC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2340</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang kita pelajari dari evolusi konsep balanced scorecard ini, di mana suatu konsep secara perlahan-lahan terus disempurnakan oleh yang mencetuskannya. 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/sdm-dan-balanced-scorecard' rel='bookmark' title='SDM DAN BALANCED SCORECARD'>SDM DAN BALANCED SCORECARD</a> <small>Pada prakteknya, David P. Norton (1996) dalam artikelnya The Balanced...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek' rel='bookmark' title='Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek'>Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a> <small>Terdapat perbedaan yang mendasar antara brainstorming dan Focus Group-Discussion (FGD)....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-fleksibilitas-flexibility' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Fleksibilitas (Flexibility)'>Kamus Kompetensi: Fleksibilitas (Flexibility)</a> <small>Fleksibilitas (Flexibility) adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2342" style="margin: 10px; float: left;" title="balanced_scorecard" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/10/balanced_scorecard.jpg" alt="balanced_scorecard" width="200" height="209" />Pada tahun 2006 yang lalu, saya pernah menulis artikel berjudul &#8220;14 Tahun Balanced Scorecard&#8221; dan dimuat di majalah SWA saat itu. Tulisan itu membahas suatu kilas balik perkembangan konsep <em>balanced scorecard</em> sejak dipublikasikan pertama kali oleh <a href="http://www.economist.com/businessfinance/management/displaystory.cfm?STORY_ID=13927419">Kaplan dan Norton</a> pada tahun 1992 di Harvard Business Review. Jika diikuti dengan seksama, maka terlihat dengan jelas suatu evolusi pada konsep ini, mulai dari sekedar alat untuk mengukur kinerja sampai dengan menjadi <em>framework</em> manajemen stratejik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun ini, 2009, pada usia 17 tahun <em>balanced scorecard</em>, saya akhirnya punya kesempatan ketemu dengan salah satu pencetus konsep ini, yaitu <a href="http://intelligent-enterprise.informationweek.com/showArticle.jhtml?articleID=197800162">David P. Norton</a>. Kesempatan ini muncul sewaktu saya mengikuti acara 2009 Palladium Asia Pacific Summit and Hall of Fame for Executing Strategy di Jakarta tanggal 5 &#8211; 6 Oktober  2009 yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang baru pada <em>balanced scorecard</em> di usianya yang ke-17 ini? Saya melihat, secara perlahan istilah <em>balanced scorecard</em> mulai dihilangkan dari berbagai literatur yang dipublikasikan oleh Kaplan dan Norton, dan diganti dengan istilah &#8220;<em>strategy execution</em>&#8220;. Dengan kata lain, konsep <em>balanced scorecard</em> ini ditarik ke kerangka yang lebih luas lagi, yaitu manajemen stratejik, dan diberi label &#8220;<em>strategy execution</em>&#8220;. Ini menarik, karena akhirnya kita memiliki suatu <em>framework</em> mengenai eksekusi strategi untuk melengkapi <em>framework</em> formulasi strategi yang sudah banyak ditulis dalam berbagai literatur.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku terakhir Kaplan dan Norton yang berjudul &#8220;<a href="http://www.ririsatria.net/2008/07/22/execution-premium/"><em>Execution Premium</em></a>&#8221; menjelaskan hal ini dengan komprehensif. Walaupun hal ini sudah dimulai pada buku kedua yang terbit tahun 2000, yaitu &#8220;Strategy-Focused Organization&#8221;, tetapi ternyata pemungkasnya ada di buku &#8220;Execution Premium&#8221; ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Menarik untuk mendengarkan penjelasan David Norton mengenai <em>balanced scorecard</em>. Dia mengatakan bahwa <em>balanced scorecard</em> ini tidak dimaksudkan untuk memformulasikan strategi, melainkan mengintegrasikan berbagai <em>tools</em> ataupun konsep strategi yang ada, yang mana menurut dia, saat ini terpisah-pisah penerapannya di dalam perusahaan. David Norton mengibaratkan semua ini seperti program aplikasi komputer. Dulu, dokumen <em>spreadsheet</em> dan <em>wordprecessor</em> tidak bisa digabungkan. Keduanya terpisah secara total. Tetapi begitu Microsoft mengembangkan konsep Microsoft Office, maka semua dokumen <em>wordprocessor</em>, <em>spreadsheet</em>, bahkan grafis, bisa disatukan. Microsoft Office berhasil menjadi <em>integrator</em> dari berbagai komponen yang dulunya terpisah-pisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan <em>balanced scorecard</em>, dia menjadi <em>integrator</em> untuk berbagai konsep strategi yang ada, seperti <em>customer value proposition, blue ocean strategy, total quality management, risk management, competency-based HR management</em>, dan sebagainya. Semua ditaruh pada suatu <em>template</em> organisasi dan direpresentasikan oleh perspektif pada <em>balanced scorecard</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menilai, sebagai suatu kerangka atau konsep, <em>balanced scorecard</em> sudah mencapai titik <em>maturity</em>-nya. Tidak ada lagi yang bisa dikembangkan pada konsep ini, walaupun pada penerapan di lapangan, masih banyak organisasi yang baru memulainya. Tetapi menempatkan <em>balanced scorecard</em> dalam kerangka manajemen stratejik, terutama eksekusi strategi, adalah sesuatu yang brilian dan sangat membantu kita dalam memanajemeni strategi di dalam organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang sangat menarik perhatian saya dalam perkembangan ini, yaitu konsep OSM (<em>office of strategy management</em>). Ini adalah suatu unit di dalam organisasi yang ditugaskan memanajemeni strategi, mulai dari desain, sampai dengan mengawasi jalannya eksekusi strategi di dalam organisasi. Para personel di OSM ini juga harus mampu bertindak sebagai konsultan internal manajemen stratejik organisasi. Unit ini lah nantinya yang akan menjadi motor manajemen stratejik untuk organisasi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang saya pelajari dari evolusi konsep <em>balanced scorecard </em>ini, di mana suatu konsep secara perlahan-lahan terus disempurnakan oleh yang mencetuskannya. David Norton pun mengakui, banyak sekali umpan balik dari para praktisi yang menerapkan <em>balanced scorecard</em>, yang pada gilirannya akan menyempurnakan konsep <em>balanced scorecard</em> itu sendiri &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan artikel menarik lainnya tentang manajemen SDM dan manajemen Strategic, dapat juga diakses langsung melalui:<a title="Permanent Link to 17 TAHUN BALANCED SCORECARD" rel="bookmark" href="http://www.ririsatria.net/2009/10/08/17-tahun-balanced-scorecard/"> 17 TAHUN BALANCED SCORECARD</a></p>
<p><strong>Kontributor:</strong><a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-328" style="margin: 10px; float: left;" title="ririsatria" src="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria-150x150.jpg" alt="Riri Satria" width="150" height="150" /></a><strong>Riri Satria, S.  Kom, MM</strong>. Selain mejadi blogger yang produktif, Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer UI dan MM bidang manajemen stratejik &amp; internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini adalah kandidat Doctor dari Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Selama lebih dari 10 tahun kiprahnya di bidang pendidkan dan konsultansi, dia pernah aktif di sebagai konsultan / Dosen di berbagai institusi di antaranya: KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), Lembaga Manajemen PPM, Program Magister Manajemen &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen PPM, PT. Daya Makara UI (Makara UI Consulting). Saat ini beliau Menjadi knowledge entrepreneur dengan memimpin sendiri sebuah Lembaga Konsultansi Manajemen di Jakarta.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/skb-4-menteri-pemeliharaan-momentum-pertumbuhan-ekonomi-nasional-dalam-mengantisipasi-perkembangan-perekonomian-global" rel="bookmark" class="wherego_title">SKB 4 Menteri: PEMELIHARAAN MOMENTUM PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL DALAM MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/sdm-dan-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">SDM DAN BALANCED SCORECARD</a></li><li><a href="http://indosdm.com/formulir-generik-untuk-penilaian-kinerja" rel="bookmark" class="wherego_title">FORMULIR GENERIK UNTUK PENILAIAN KINERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-efektivitas-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Evaluasi Efektivitas Training</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2340&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/sdm-dan-balanced-scorecard' rel='bookmark' title='SDM DAN BALANCED SCORECARD'>SDM DAN BALANCED SCORECARD</a> <small>Pada prakteknya, David P. Norton (1996) dalam artikelnya The Balanced...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek' rel='bookmark' title='Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek'>Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a> <small>Terdapat perbedaan yang mendasar antara brainstorming dan Focus Group-Discussion (FGD)....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-fleksibilitas-flexibility' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Fleksibilitas (Flexibility)'>Kamus Kompetensi: Fleksibilitas (Flexibility)</a> <small>Fleksibilitas (Flexibility) adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: TATA CARA, CONTOH, DAN MANFAATNYA DALAM INVESTASI SDM</title>
		<link>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-tata-cara-contoh-dan-manfaatnya-dalam-investasi-sdm</link>
		<comments>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-tata-cara-contoh-dan-manfaatnya-dalam-investasi-sdm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cascading Goals]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2038</guid>
		<description><![CDATA[Bagian kedua ini Membahas: Apa yang Harus Dimasukkan. Contoh Pembuatan Sasaran Tim, Manfaat Penjabaran Tujuan / Sasaran Organisasi Dalam Investasi Terhadap SDM, dan bukti. Tulisan 2 dari 2 tulisan
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan' rel='bookmark' title='PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN'>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</a> <small>Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-penyusunan-catatan-indikator-dan-contoh' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; Penyusunan, catatan, indikator, dan Contoh'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; Penyusunan, catatan, indikator, dan Contoh</a> <small>Bagian 3 dari 3 tulisan. Rencana suksesi merupakan dokumen yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-skills-matrix-pemetaaan-skill-dan-investasi-terhadap-sdm' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SKILLS MATRIX: PEMETAAAN SKILL DAN INVESTASI TERHADAP SDM'>PANDUAN PENYUSUNAN SKILLS MATRIX: PEMETAAAN SKILL DAN INVESTASI TERHADAP SDM</a> <small>Matriks keterampilan membantu menetapkan tujuan untuk "on the job" training,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan 2 dari 2 tulisan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tata Cara</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang Harus Dimasukkan:</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Goal / tujuan yang didefinisikan dengan baik, harus mencakup &#8220;SMART&#8221;</li>
</ul>
<blockquote>
<ul>
<li><strong>Spesific / stretching (spesifik)</strong></li>
<li><strong>Measurable (bisa diukur)</strong></li>
<li><strong>Achievable (bisa dicapai)</strong></li>
<li><strong>Realistic (realistis)</strong></li>
<li><strong>Time Bound (ada batas waktunya)</strong></li>
</ul>
</blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pertanyaan mengenai &#8216;SMART&#8217; sewaktu menetapkan sasaran di tingkat manapun juga adalah sbb :</li>
</ul>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Spesifik :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Apa yang perlu kita perbaiki secara spesifik?</li>
<li> Bagaimana kita tahu perbaikan ini telah tercapai?</li>
<li> Apa yang dapat kita gunakan sebagai patokan?</li>
<li> Program Improvement (perbaikan) apa yang paling tepat untuk kita, tim, dan organisasi?</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Bisa diukur:</p>
<ul>
<li> Bagaimana kita dapat mengukur perubahan? (Kualitas)</li>
<li> Apa patokan atau standar yang digunakan untuk mengukur hasil yang tidak baik, kurang baik atau sangat baik? (Kualitas)</li>
<li> Oleh berapa orang?Berapa banyak perubahannya? (Kuantitas)</li>
<li> Dari mana persentasenya? (Kuantitas)</li>
<li> Berapa lama waktu yang dibutuhkan? (Time)</li>
<li> Seberapa sering kita harus meninjau kemajuan? (Time)</li>
<li> Berapa banyak keuntungan yang akan disimpan / berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan? (Uang)</li>
<li> Apakah kita membutuhkan anggaran? (Uang) <strong></strong></li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kesepakatan</p>
<ul>
<li>Seberapa besar komitmen untuk mencapai ini?</li>
</ul>
<ul>
<li> Sejauh mana target ini akan sejalan dengan arah organisasi?</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Realistis</p>
<ul>
<li> Seberapa realistis target yang akan dicapai mengingat kondisi bisnis / kendala pasar?</li>
<li> Apa yang bisa salah? Rencana kemungkinan apa yang harus dibuat?</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Time Bound</p>
<ul>
<li> Apa yang seharusnya menjadi batasan waktu? (Membentang tapi realistis)</li>
<li> Dapatkah saya memiliki komitmen untuk batas waktu yang telah ditentukan?</li>
</ul>
</blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tujuan harus sesuai dengan misi, jika tidak maka tidak akan ada link dengan apa yang akan dicapai oleh organisasi.</li>
<li>Menterjemahkan tujuan organisasi  sekaligus menjabarkannya adalah sama seperti membuat rencana pelaksanaan untuk mencapai tujuan jangka panjang.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Contoh Pembuatan Sasaran Tim</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignnone size-full wp-image-2047" title="contoh_cascade" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/contoh_cascade.jpg" alt="contoh_cascade" width="470" height="368" /><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Penjabaran Tujuan / Sasaran Organisasi Dalam Investasi Terhadap SDM</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Indikator   Utama</strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong>Indikator 5</strong></p>
<p>Organisasi memiliki     rencana dengan tujuan dan sasaran yang jelas yang dapat dipahami oleh semua     karyawan / individu.</td>
<td width="306" valign="top">Tujuan / sasaran organisasi ini dikomunikasikan dengan seluruh karyawan, bersaaan dengan kontribusi yang mereka berikan untuk mencapainya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="336" valign="top"><strong>Indikator 7</strong></p>
<p>Karyawan memahami     bagaimana mereka harus berkontribusi untuk mencapai tujuan dan sasaran     organisasi.</td>
<td width="306" valign="top">Hal ini bias dilakukan dengan cara menjabarkan tujuan organisasi. Sangat penting bagi organisasi untuk mengecek pemahaman karyawan dan engukur kemajuan organisasi secara berkala. Brifing di setiap dept. / tim bisa membantu proses ini.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Bukti:</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Organisasi memiliki tujuan dan sasaran yang jelas.</li>
<li>Karyawan mampu menjelaskan secara konsisten tujuan dan sasaran organisasi sesuai struktur yang mereka perankan.</li>
<li>Tim yang representatif dibentuk untuk mengkonsultasikan tentang tujuan dan sasaran organisasi.</li>
<li>Karyawan mampu menjelaskan bagaimana kontribusi mereka untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1982" style="margin: 10px; float: left;" title="dyan" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/dyan.jpg" alt="dyan" width="150" height="162" />Whidha Yunis Dian. </strong>Dalam usianya masih relatif muda, Dyan mempunyai pengalaman kerja dan aktivitas yang cukup intensif di bidang human resources dan development. Dimulai pada almamaternya sendiri, Pondok Pesantren Gontor Putri dan STT STIKMA Internasional Malang, sebagai staff pengajar dan sebagai pendamping pratikum mahasiswa,  Dyan juga sering terlibat dalam berbagai proyek sebagai trainer, pembuatan modul training, sebagai training administrator, training data analyse dan panitia pelaksana pada berbagai proyek-proyek training dan pengembangan yang diadakan oleh sekolah, perguruan tinggi, instansi swasta dan pemerintah. Saat ini Dyan bekerja sebagai Staff Admin &amp; Pengolahan Data Dept. Training &amp; Development pada salah  satu perusahaan manufacturing di Pasuruan Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">Etika dalam Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajemen-kompensasi-ideal" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJEMEN KOMPENSASI IDEAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/negaholic-tips-menghadapi-karyawan-sulit" rel="bookmark" class="wherego_title">Negaholic: Tips Menghadapi karyawan sulit</a></li><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/humor-panduan-assesment-dalam-proses-seleksi-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Humor: Panduan assesment dalam proses seleksi karyawan</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2038&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan' rel='bookmark' title='PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN'>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</a> <small>Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-penyusunan-catatan-indikator-dan-contoh' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; Penyusunan, catatan, indikator, dan Contoh'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; Penyusunan, catatan, indikator, dan Contoh</a> <small>Bagian 3 dari 3 tulisan. Rencana suksesi merupakan dokumen yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-skills-matrix-pemetaaan-skill-dan-investasi-terhadap-sdm' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SKILLS MATRIX: PEMETAAAN SKILL DAN INVESTASI TERHADAP SDM'>PANDUAN PENYUSUNAN SKILLS MATRIX: PEMETAAAN SKILL DAN INVESTASI TERHADAP SDM</a> <small>Matriks keterampilan membantu menetapkan tujuan untuk "on the job" training,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-tata-cara-contoh-dan-manfaatnya-dalam-investasi-sdm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</title>
		<link>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan</link>
		<comments>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cascading Goals]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Balanced Scorecard]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<category><![CDATA[penjabaran tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2050</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika dijabarkan (cascade) akan menjadi alat bagi manajemen untuk menjalankan bisnis dan mengevaluasi kinerja di semua level. Tulisan 1 dari 2 tulisan
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-apa-yang-perlu-dimasukkan-dalam-briefing' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING?'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING?</a> <small>APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING 5 dari 11 tulisan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan</a> <small>PENDAHULUAN 1 dari 11 tulisan Panduan ini ditujukan untuk para...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan 1 dari 2 tulisan</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika dijabarkan akan menjadi alat bagi manajemen untuk menjalankan bisnis dan mengevaluasi kinerja di semua level. Memiliki rencana jangka panjang yang akan dicapai pada tahun mendatang sangatlah penting. Namun tanpa dijabarkan ke seluruh bagian dari organisasi di tim dan individu secara singkat dan jelas mungkin rencana tersebut tidak akan tercapai. Hal ini juga penting untuk mengukur kinerja secara berkala terhadap rencana yang telah dibuat. Pengukuran ini  hanya dapat dicapai jika tujuan telah terdefinisi dengan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertimbangan</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Komunikasi sangat penting &#8211; semua tingkat organisasi harus memahami visi, misi dan tujuan dengan jelas. Namun, hal ini sendiri tidak akan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan dan sasaran. Sangat  penting membuat karyawan memahami peran mereka dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Hal ini akan diperoleh dengan cara menjabarkan target di seluruh organisasi.</li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Di beberapa area organisasi mungkin hanya cukup menjabarkan tujuan hingga ke level  tim (hanya ketika mereka bekerja bersama dalam  tim daripada bekerja secara  individu, misal. : tim  administrasi atau tim produksi). Dalam beberapa hal,  lebih tepat untuk memiliki tujuan per individu. Hal mana yang lebih penditng dari keduanya silakan sesuaikan dengan kondisi  organisasi Anda.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pernyataan yang digunakan sebagai tujuan / goal organisasi harus formal :</li>
</ul>
<blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Apa yang akan dicapai?</li>
<li>Siapa yang akan terlibat?</li>
<li> Kapan target akan tercapai?
<ul></ul>
</li>
</ul>
</blockquote>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tujuan dan sasaran perusahaan harus menjadi titik awal untuk masing-masing departemen. Karena itu harus dijabarkan kepada tim yang relevan sampai kepada karyawan (individu). Ini merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk memantau dan mengevaluasi kinerja. Namun, ketika menjelaskan apa yang harus dicapai,  sangat penting untuk memulai dari pembahasan tentang tujuan  tim atau individu dan bagaimana hal itu berkaitan dengan pencapaian keseluruhan rencana. Karena kebanyakan orang (jika mereka jujur) tertarik dengan ;</li>
</ul>
<blockquote></blockquote>
<blockquote>
<ul>
<li>Pertama, apa yang harus saya lakukan,</li>
<li>Kedua, apa yang harus dilakukan tim, dan</li>
<li>Ketiga, apa yang harus dicapai oleh organisasi.</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote></blockquote>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Oleh karena itu penting untuk berbicara dengan karyawan tentang ketiga hal tersebut sekaligus juga memperbaruinya secara berkala demi kemajuan. (Lihat artikel How To No 10 &#8216;Cara Melakukan Briefing kepada tim&#8217;.)</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Banyak organisasi merasa bahwa mereka telah menjabarkan rencana organisasi dengan mengatakan  &#8217;semua orang bisa membacanya&#8217;. Seringkali hal ini menjadi kesalahan karena dua alasan. Pertama, rencana organisasi mungkin ditulis menggunakan bahasa manajemen yang tidak mudah dimengerti oleh semua orang. Kedua, goal / tujuan yang dibuat tidak secara khusus menyebutkan apa yang harus dilakukan dan dikontribusikan oleh tiap tim ataupun individu untuk mencapainya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1982" style="margin: 10px; float: left;" title="dyan" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/dyan.jpg" alt="dyan" width="150" height="162" />Whidha Yunis Dian. </strong>Dalam usianya masih relatif muda, Dyan mempunyai pengalaman kerja dan aktivitas yang cukup intensif di bidang human resources dan development. Dimulai pada almamaternya sendiri, Pondok Pesantren Gontor Putri dan STT STIKMA Internasional Malang, sebagai staff pengajar dan sebagai pendamping pratikum mahasiswa,  Dyan juga sering terlibat dalam berbagai proyek sebagai trainer, pembuatan modul training, sebagai training administrator, training data analyse dan panitia pelaksana pada berbagai proyek-proyek training dan pengembangan yang diadakan oleh sekolah, perguruan tinggi, instansi swasta dan pemerintah. Saat ini Dyan bekerja sebagai Staff Admin &amp; Pengolahan Data Dept. Training &amp; Development pada salah  satu perusahaan manufacturing di Pasuruan Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-penyusunan-catatan-indikator-dan-contoh" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; Penyusunan, catatan, indikator, dan Contoh</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-contoh-subyek-yang-dapat-dimasukkan-dalam-team-briefing" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: CONTOH SUBYEK YANG DAPAT DIMASUKKAN DALAM TEAM BRIEFING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-pendahuluan" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-pendahuluan" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2050&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-apa-yang-perlu-dimasukkan-dalam-briefing' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING?'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING?</a> <small>APA YANG PERLU DIMASUKKAN DALAM BRIEFING 5 dari 11 tulisan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan</a> <small>PENDAHULUAN 1 dari 11 tulisan Panduan ini ditujukan untuk para...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS: Kunci Kesuksesan Manager</title>
		<link>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager</link>
		<comments>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 00:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[fokus kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[self management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1954</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda melihat  seseorang bekerja bagai seekor gurita? Arti kiasan semua pekerjaan dilaksanakannya. Bagai seorang super yang punya banyak tangan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut' rel='bookmark' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut'>PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a> <small>Penilaian unjuk kerja: bagian pertama dari lima sub bahasan FOKUS...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan' rel='bookmark' title='Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan'>Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a> <small>Bagian 1: Kesalahan teknis umum yang musti dihindari dalam dalam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda melihat  seseorang bekerja bagai seekor gurita? Arti kiasan semua pekerjaan dilaksanakannya. Bagai seorang super yang punya banyak tangan. Dapatkah Anda membayangkan dengan posisi seperti itu sang &#8220;superman&#8221; mengalami kesulitan dan kerumitan mengelola waktu, mentertiban administrasi kantor, dan menyelia karyawan? Mulai dari membuat ide, menampung ide orang lain, menterjemahkan ide dalam suatu rencana, dan  mengimplementasikannya? Lalu apakah pula dengan posisi pekerjaan seperti itu  serta merta sang super bakal sukses menuju tangga CEO?  Di sisi lain mungkin hanya sekedar memperoleh kebanggaan sudah dipercaya untuk menangani beragam pekerjaan? Namun dengan performa di bawah standar?</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa jadi yang terbanyak dari mereka  berjalan terseok-seok akibat terlalu banyaknya pikiran dan tenaga untuk pekerjaan yang seabreg. Tidak fokus karena pikirannya bercabang-cabang. Karena itu pengetahuan tentang substansi dan jenis pekerjaannya cuma apa adanya. Ekstremnya, cuma mengetahui bidang pekerjaan sekedar kulitnya saja. Para CEO dunia, misalnya yang telah menduduki posisi puncak pada Fortune 500 hampir-hampir tidak melakukan tugas rangkap. Bahkan konon Bill Gates pun kalau sedang menikmati olahraga sepeda stasioner tidak pernah mau membaca surat-surat kantornya. Resepnya konon relatif sederhana: berfokuslah pada hal-hal yang strategis dan tepat, buatlah prioritas efektif, dan akhirnya tuailah  performa istimewa.</p>
<p>Tulisan asli editorial ini dan tulisan menarik lainnya tentang MSDM dan Leadership Development dapat juga diakses melalui link: <a title="Permalink for : FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS" href="http://ronawajah.wordpress.com/2007/08/07/fokus-fokus-dan-fokus/">FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-memberi-umpan-balik-efektif-kata-kunci" rel="bookmark" class="wherego_title">Coaching and Counseling: Tips Memberi Umpan Balik Efektif &#038; kata kunci</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1954&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut' rel='bookmark' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut'>PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a> <small>Penilaian unjuk kerja: bagian pertama dari lima sub bahasan FOKUS...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan' rel='bookmark' title='Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan'>Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a> <small>Bagian 1: Kesalahan teknis umum yang musti dihindari dalam dalam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching and Counseling: Tips Memberi Umpan Balik Efektif &amp; kata kunci</title>
		<link>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-memberi-umpan-balik-efektif-kata-kunci</link>
		<comments>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-memberi-umpan-balik-efektif-kata-kunci#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Feedback Processes]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching & Counseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1839</guid>
		<description><![CDATA[Dalam melakukan coaching atau counseling, kemampuan memberikan umpan balik yang efektif memegang peranan penting dalam keberhasilannya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan'>Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan</a> <small>Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan coaching & counseling, gejala...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-keberhasilan-dan-pantangan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan'>Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan</a> <small>Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan Tulisan 3 dari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tulisan 4 dari 4 tulisan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align: middle;" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/coaching.jpg" alt="coaching" width="200" height="206" /></p>
<blockquote><p><strong>Dalam melakukan <em>coaching</em> atau <em>counseling</em>, kemampuan memberikan umpan balik yang efektif memegang peranan penting dalam keberhasilannya.</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Memberikan Umpan Balik</strong></p>
<p>Umpan balik <strong>terburuk</strong> bersifat <strong><em>personal</em></strong> dan <strong><em>menilai</em></strong>.</p>
<p>Umpan balik paling <strong>efektif</strong> bersifat <strong><em>obyektif </em></strong>dan <strong><em>deskriptif</em></strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Contoh Umpan Balik</strong></p>
<p>Mulai dari yang terburuk (personal dan menilai -A) hingga yang paling efektif (obyektif dan deskriptif-E)</p>
<ol type="A">
<li>&#8220;Kamu tidak berguna&#8221;</li>
<li>&#8220;Laporan ini tidak berguna&#8221;</li>
<li>&#8221; Isi laporan Anda jelas dan ringkas, tetapi      susunan dan penyajiannya terlalu rendah mutunya untuk kelompok pembaca      yang ditargetkan&#8221;</li>
<li>Bagaimana pendapat Anda tentang laporan itu?&#8221;</li>
<li>&#8220;Apa tujuan dasar laporan Anda?&#8221;. &#8221; Menurut Anda,      sejauh mana draft ini mencapai hal itu?&#8221;. &#8221; Hal lain apa yang Anda rasa      perlu ditekankan?&#8221;. &#8220;Siapa yang Anda lihat sebagai pembaca yang dituju?&#8221;</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote><p><strong><em>Tips </em>Memberikan Umpan Balik yang Efektif</strong></p>
<ul>
<li> Fokus pada perilaku bukan pada orangnya.</li>
<li> Hindari Menyampaikan sesuatu yang global, tetapi spesifik, realistis, menyertakan batas waktu.</li>
<li> Gunakan bahasa &#8216;saya&#8217; ketimbang &#8216;anda&#8217;. Kata &#8216;anda/kamu&#8217; cenderung memancing &#8216;<em>defensiveness</em>&#8216;.</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<blockquote><p><strong><em>Pertimbangkan</em></strong><em> </em>sebelum memberi umpan balik:</p>
<ul>
<li> Inikah <em>waktu </em>yang tepat untuk memberi umpan balik?</li>
<li> Inikah <em>tempat</em> yang tepat untuk memberi umpan balik?</li>
<li> Inikah <em>orang </em>yang tepat untuk mendapatkan umpan balik ini?</li>
<li> Apakah <em>cara </em>yang terbaik untuk mengkomunikasikan pesan saya?</li>
<li> Apakah umpan balik saya benar-benar masuk di akal dan valid?</li>
<li> Masalah apa yang mungkin muncul jika saya menyampaikan umpan balik ini?</li>
<li> Apakah umpan balik ini bisa menghancurkan hubungan yang ada?</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>6 Tahap dalam Memberi Umpan Balik</strong></p>
<ol type="1">
<li>Ceritakan      pada karyawan apa yang telah       diamati dan dicermati.</li>
<li>Jelaskan      apa yang anda rasakan mengenai perilaku karyawan dan dampaknya.</li>
<li>Umpan balik      yang &#8216;memohon&#8217;.</li>
<li>Tunjukkan      dukungan dan mintalah pendapatnya mengenai jalan keluarnya.</li>
<li>Dapatkan      komitmennya untuk meningkatkan diri.</li>
<li>Berikan      &#8216;reafirmasi&#8217; mengenai hal yang berkaitan dengan harga dirinya.</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>KATA KUNCI <em>COACHING</em> AND <em>COUNSELING</em></strong></p>
<p><strong>B</strong> ersikaplah hormat terhadap karyawan</p>
<p><strong>I </strong> nginkan untuk menjadi atasan yang baik baginya</p>
<p><strong>J </strong> adilah teladan baginya</p>
<p><strong>A</strong> rahkan karyawan untuk bertanggung jawab terhadap keputusannya   sendiri</p>
<p><strong>K</strong> embangkan bahasa tubuh dan situasi yang hangat-mendukung</p></blockquote>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengakuan-atas-prestasi-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGAKUAN ATAS PRESTASI KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mengelola-rapat-yang-efektif-effective-meeting" rel="bookmark" class="wherego_title">Mengelola rapat yang efektif (Effective Meeting)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tips-trik-membuat-cv-yang-memenangkan-perhatian-pemberi-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Tips &#038; trik membuat CV yang memenangkan perhatian pemberi kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komunikasi-dalam-coaching" rel="bookmark" class="wherego_title">Komunikasi dalam Coaching</a></li><li><a href="http://indosdm.com/menulis-laporan-yang-efektif" rel="bookmark" class="wherego_title">MENULIS LAPORAN YANG EFEKTIF</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1839&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan'>Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan</a> <small>Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan coaching & counseling, gejala...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-keberhasilan-dan-pantangan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan'>Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan</a> <small>Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan Tulisan 3 dari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-memberi-umpan-balik-efektif-kata-kunci/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan</title>
		<link>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-keberhasilan-dan-pantangan</link>
		<comments>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-keberhasilan-dan-pantangan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feedback Processes]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching & Counseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1836</guid>
		<description><![CDATA[Coaching and Counseling: Tips Keberhasilan dan Pantangan
Tulisan 3 dari 4 tulisan
Mengembangkan tanggung jawab pribadi karyawan yang bersangkutan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Untuk itu dibutuhkan penghargaan dan dukungan. Penghargaan dan dukungan dapat dirasakan oleh karyawan jika kita bisa mengekspresikan dengan kata-kata dan bahasa tubuh yang tepat.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Pengertian &amp; Kebutuhan'>Coaching and Counseling: Pengertian &#038; Kebutuhan</a> <small>Tulisan 1 dari 4 tulisan Pengertian Coaching & Counseling, situasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan'>Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan</a> <small>Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan coaching & counseling, gejala...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tulisan 3 dari 4 tulisan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align: middle;" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/coaching.jpg" alt="coaching" width="200" height="206" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tips Coaching Yang Berhasil</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Perlakukan karyawan dengan hangat dan ramah</li>
<li> Jelaskan maksud dan tujuan pertemuan ini</li>
<li> Jelaskan kinerja yang membutuhkan penyempurnaan</li>
<li> Dengar apa yang dikatakan karyawan dan pahami perasaannya</li>
<li> Galilah pendapat karyawan tentang upaya penyempurnaan.</li>
<li> Bertanyalah dengan pertanyaan terbuka untuk memacu karyawan untuk menganalisis masalah secara spesifik</li>
<li> Tunjukkan perhargaan anda</li>
<li> Berikan usulan seperlunya</li>
<li> Sepakati hal yang telah disetujui bersama</li>
<li> Buat jadual pertemuan berikutnya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Pantangan Untuk Coaching Yang Sukses : </em></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Tidak bisa menjelaskan masalah yang terjadi</li>
<li> Tidak tahu apa yang diharapkan sebagai bagian dari perubahan</li>
<li> Tidak punya data yang memadai tentang kinerja saat ini</li>
<li> Bias</li>
<li> Tidak fleksibel</li>
<li> Kehilangan kendali saat karyawan membela diri</li>
<li> Kaku dan memaksa kehendak ketika ditanya contoh prestasi yang dituntut</li>
<li> Tidak menggali alternatif dari karyawan</li>
<li> Tidak mencatat masalah prestasi yang dihadapi</li>
<li> Tidak mampu membuat karyawan bertanggung jawab</li>
<li> Gagal meminta peningkatan prestasi.</li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Tips Counseling Yang Berhasil</em></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Perlakukan karyawan dengan hangat dan ramah</li>
<li> Jelaskan maksud dan tujuan pertemuan</li>
<li> Bertanyalah dengan pertanyaan terbuka tentang hal yang dirasakan dan dipikirkan karyawan</li>
<li> Doronglah karyawan untk mengungkapkan alternatif pemecahan masalah</li>
<li> Galilah pendapat karyawan tentang konsekuensi alternatif pemecahan masalah</li>
<li> Hindari memberikan keputusan</li>
<li> Perlihatkan empati dan kepercayaan anda</li>
<li> Berikan dukungan mental</li>
<li> Teruskan pada bag SDM atau ahli lain jika masalah tidak dapat diselesaikan</li>
<li> Ikhtisar pertemuan dan kesepakatan.</li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pantangan Untuk Counseling yang berhasil</strong> <strong></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Sudah berprasangka</li>
<li> Tidak berhasil memahami sudut pandang karyawan</li>
<li> Memberikan instruksi kepada karyawan tentang hal yang harus dilakukan</li>
<li> Bertindak sebagai ahli jiwa</li>
<li> Menunjukkan sikap yang menyepelekan masalah karyawan.</li>
<li> Tidak mendengarkan keluhan, tetapi langsung memberikan instruksi penyelesaian masalah</li>
<li> Tidak fokus</li>
<li> Tidak berupaya minta bantuan ahli atau bagian SDM pada kasus yang sebetulnya membutuhkan bantuan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang terpenting dalam keberhasilan <em>coaching</em> dan <em>counseling</em> adalah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mengembangkan <strong><em>tanggung jawab pribadi</em></strong> karyawan yang bersangkutan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Untuk itu dibutuhkan penghargaan dan dukungan. Penghargaan dan dukungan dapat dirasakan oleh karyawan jika kita bisa mengekspresikan dengan kata-kata dan bahasa tubuh yang tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-membangun-persaingan-atau-kebersamaan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: MEMBANGUN PERSAINGAN ATAU KEBERSAMAAN?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-dapatkan-kekuatan-kepemimpinan-anda" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: DAPATKAN KEKUATAN KEPEMIMPINAN ANDA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tim-kerja-yang-sesungguhnya" rel="bookmark" class="wherego_title">TIM KERJA YANG SESUNGGUHNYA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/sdm-dan-keberhasilan-pemasaran" rel="bookmark" class="wherego_title">SDM DAN KEBERHASILAN PEMASARAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/coaching-dan-counseling" rel="bookmark" class="wherego_title">Coaching dan Counseling</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1836&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Pengertian &amp; Kebutuhan'>Coaching and Counseling: Pengertian &#038; Kebutuhan</a> <small>Tulisan 1 dari 4 tulisan Pengertian Coaching & Counseling, situasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan'>Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan</a> <small>Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan coaching & counseling, gejala...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-keberhasilan-dan-pantangan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching and Counseling: Hambatan dan Gejala-gejala kebutuhan</title>
		<link>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan</link>
		<comments>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feedback Processes]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching & Counseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1833</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan coaching &#038; counseling, gejala Menurunnya Prestasi, Penyebab Munculnya Masalah Kinerja, Kurang Termotivasi, Masalah Pribadi Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Pengertian &amp; Kebutuhan'>Coaching and Counseling: Pengertian &#038; Kebutuhan</a> <small>Tulisan 1 dari 4 tulisan Pengertian Coaching & Counseling, situasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/memotivasi-karyawan' rel='bookmark' title='Memotivasi Karyawan'>Memotivasi Karyawan</a> <small>CIRI-CIRI MENURUNNYA MOTIVASI KERJA KARYAWAN Mengurangi waktu kerja Bekerja lebih...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tulisan 2 dari 4 tulisan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align: middle;" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/coaching.jpg" alt="Coaching" width="200" height="206" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hal yang biasanya menghambat dalam memberikan <em>coaching</em></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Merasa tidak punya waktu</li>
<li> Tidak tahu cara menyampaikan umpan balik</li>
<li> Tidak ingin membuat karyawan takut dan bingung</li>
<li> Kegiatan <em>coaching</em> membuat saya canggung</li>
<li> Saya tidak pernah <em>di&#8217;coaching&#8217;</em> jadi saya juga tidak tahu caranya</li>
<li> Saya punya banyak bawahan</li>
<li> Saya tidak tahu sasaran dalam melakukan <em>coaching</em></li>
<li> Karyawan tidak suka diberi umpan balik</li>
<li> Karyawan seharusnya menyelesaikan masalahnya sendiri</li>
<li> Karyawan tidak minta bantuan dan nampaknya tidak butuh bantuan</li>
<li> Kinerja karyawan &#8216;hampir&#8217; selalu diterima</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Hambatan mana yang anda miliki?</em></strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>Hal-hal yang biasanya menghambat dalam memberikan <em>counseling</em></strong></p>
<ul>
<li> Merasa tidak punya waktu</li>
<li> Merasa tidak bisa melakukannya</li>
<li> Berpikir bahwa <em>coaching</em> adalah pekerjaan psikolog</li>
<li> Khawatir terjadi konflik</li>
<li> Merasa karyawan tidak suka nasehat</li>
<li> Merasa tidak perlu khawatir</li>
<li> Tiadak peduli</li>
<li> Tidak nyaman dan takut menyampaikan hal yang dirasakan</li>
<li> Takut salah memberikan saran dan takut disalahkan</li>
<li> Merasa karir karyawan adalah urusan pribadinya</li>
<li> Takut tidak bisa menghadapi keluhan, frustrasi dan ketidakpuasan karyawan</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Hambatan mana yang anda miliki?</em></strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>Gejala Menurunnya Prestasi</strong></p>
<ul>
<li> Produktivitas berkurang</li>
<li> Kualitas kerja menurun</li>
<li> Tidak menepati jadual</li>
<li> Ada penundaan tugas</li>
<li> Menggantungkan diri pada orang lain &amp; meninggalkan kerja tanpa izin</li>
<li> Sering absen</li>
<li> Tidak ada inisiatif</li>
<li> Selalu mengeluh</li>
<li> Memiliki hubungan kurang baik dengan pelanggan.</li>
<li> Tidak mau bekerja sama</li>
<li> Membesar-besarkan masalah sepele</li>
<li> Cepat marah</li>
<li> Selalu mengeluh</li>
<li> Melempar kesalahan pada karyawan lain</li>
<li> Kurang persiapan dalam rapat dan presentasi</li>
<li> Tidak dapat memfokuskan diri pada tugas penting.</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>Penyebab Munculnya Masalah Kinerja</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul type="disc">
<li><em>Kurang      trampil</em>: tidak tahu      cara melaksanakannya</li>
<li><em>Kurang      motivasi</em>: tidak mau      melakukannya</li>
<li><em>Kurang      sumber daya</em>: tidak      memiliki sumber daya yang diperlukan</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>Kurang Termotivasi</strong></p>
<ul>
<li> Sering menjadi penyebab munculnya masalah dalam kinerja</li>
<li> Perlu diselediki benar apakah turunnya kinerja benar-benar karena masalah kurangnya motivasi. Selidikilah dengan bertanya:</li>
</ul>
<ol>
<li>Apakah anda yakin karyawan menginginkan pekerjaan ini?</li>
<li>Apakah pekerjaan benar sesuai dengan ketrampilan, nilai dan keinginan karyawan.</li>
<li>Apakah anda percaya bahwa karyawan mampu mencapai yang lebih baik.</li>
<li>Apakah anda sudah cukup memberikan umpan balik  efektif kepada karyawan?</li>
<li>Apakah memang ada penurunan prestasi?</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote><p><strong>Masalah Pribadi Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Depresi</li>
<li>Kesedihan</li>
<li>Perselisihan</li>
<li>Ketergantungan</li>
</ul>
</blockquote>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/10-kesalahan-utama-dalam-presentasi" rel="bookmark" class="wherego_title">10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi</a></li><li><a href="http://indosdm.com/analisa-kebutuhan-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Analisa Kebutuhan Training</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bagaimana-memotivasi-orang-lain" rel="bookmark" class="wherego_title">Bagaimana Memotivasi Orang Lain?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengakuan-atas-prestasi-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGAKUAN ATAS PRESTASI KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/memilih-gaya-manajemen" rel="bookmark" class="wherego_title">Memilih Gaya Manajemen</a></li><li><a href="http://indosdm.com/coaching-dan-counseling" rel="bookmark" class="wherego_title">Coaching dan Counseling</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1833&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan' rel='bookmark' title='Coaching and Counseling: Pengertian &amp; Kebutuhan'>Coaching and Counseling: Pengertian &#038; Kebutuhan</a> <small>Tulisan 1 dari 4 tulisan Pengertian Coaching & Counseling, situasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/memotivasi-karyawan' rel='bookmark' title='Memotivasi Karyawan'>Memotivasi Karyawan</a> <small>CIRI-CIRI MENURUNNYA MOTIVASI KERJA KARYAWAN Mengurangi waktu kerja Bekerja lebih...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-hambatan-dan-gejala-gejala-kebutuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching and Counseling: Pengertian &amp; Kebutuhan</title>
		<link>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan</link>
		<comments>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feedback Processes]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching & Counseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1823</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan 1 dari 4 tulisan
Pengertian Coaching &#038; Counseling, situasi Kerja yang Membutuhkan Counseling, Why Coach and Counsel?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengertian-training' rel='bookmark' title='Pengertian Training'>Pengertian Training</a> <small>Pengertian di bawah ini diberikan berdasarkan pemahaman praktis tentang training....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/analisa-kebutuhan-training' rel='bookmark' title='Analisa Kebutuhan Training'>Analisa Kebutuhan Training</a> <small>Analisa Kebutuhan Training (Training Need Analysis) Analisa kebutuhan training dapat...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Tulisan 1 dari 4 tulisan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1825 alignnone" style="vertical-align: baseline;" title="coaching" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/coaching.jpg" alt="coaching" width="200" height="206" /></p>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Coaching</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Coaching </em>adalah proses mengarahkan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk melatih dan memberikan orientasi kepada karyawan tentang realitas di tempat kerja dan membantu mengatasi hambatan dalam mencapai prestasi yang optimum</p>
<p style="text-align: center;">Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai <strong>membina</strong></p>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Counseling</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Counseling</em> adalah proses pemberian dukungan oleh manajer untuk membantu seorang karyawan mengatasi masalah pribadi di tempat kerja atau masalah yang muncul akibat perubahan organisasi yang berdampak pada prestasi kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai <strong>membimbing</strong></p>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Situasi Kerja yang Membutuhkan <em>Coaching</em></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru</li>
<li> Adanya kebutuhan untuk mengajarkan ketrampilan dalam pekerjaan</li>
<li> Komitmen karyawan yang kurang</li>
<li> Konflik dengan rekan kerja</li>
<li> Perbaikan prestasi kerja</li>
<li> Perubahan dalam orientasi bisnis</li>
<li> Konflik karyawan dengan pelanggan</li>
<li> Evaluasi formal dan informal</li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Situasi kerja yang membutuhkan <em>Counseling</em></strong>:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Terjadi perubahan organisasi</li>
<li> PHK</li>
<li> Adanya penurunan gaji, status, atau jabatan.</li>
<li> Karyawan merasa adanya hambatan karir</li>
<li> Karyawan merasa kecewa dengan atasan</li>
<li> Ada konflik dengan rekan kerja</li>
<li> Karyawan stres, jenuh, atau terlalu banyak tanggung jawab</li>
<li> Karyawan bimbang dengan kemampuannya</li>
<li> Karyawan menghindar ketika mendapat tugas.</li>
<li> Karyawan memiliki masalah pribadi, kadang berpengaruh pada prestasi</li>
<li> Karyawan mengalami kegagalan</li>
<li> Kemampuan karyawan yang luar biasa.</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Why Coach and Counsel?<em></em></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam kerja</li>
<li> Meningkatkan pertumbuhan karyawan</li>
<li> Meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan masalah</li>
<li> Meningkatkan keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai</li>
<li> Memperkaya hasil belajar karyawan</li>
<li> Meningkatkan komunikasi atasan-bawahan</li>
</ul>
</blockquote>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-inisiatif-initiatif" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Inisiatif (Initiatif)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bilamana-training-diperlukan" rel="bookmark" class="wherego_title">Bilamana Training Diperlukan?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru" rel="bookmark" class="wherego_title">Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tim-kerja-yang-sesungguhnya" rel="bookmark" class="wherego_title">TIM KERJA YANG SESUNGGUHNYA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/analisa-kebutuhan-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Analisa Kebutuhan Training</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengertian-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengertian Training</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1823&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/coaching-dan-counseling' rel='bookmark' title='Coaching dan Counseling'>Coaching dan Counseling</a> <small>Coaching &amp; Counseling merupakan kegiatan yang sangat penting peranannya dalam...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengertian-training' rel='bookmark' title='Pengertian Training'>Pengertian Training</a> <small>Pengertian di bawah ini diberikan berdasarkan pemahaman praktis tentang training....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/analisa-kebutuhan-training' rel='bookmark' title='Analisa Kebutuhan Training'>Analisa Kebutuhan Training</a> <small>Analisa Kebutuhan Training (Training Need Analysis) Analisa kebutuhan training dapat...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/coaching-and-counseling-pengertian-kebutuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FORMULIR GENERIK UNTUK PENILAIAN KINERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/formulir-generik-untuk-penilaian-kinerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/formulir-generik-untuk-penilaian-kinerja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 04:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Metrics]]></category>
		<category><![CDATA[penilaian kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[Performance Appraisal Form]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Formulir untuk penilaian kinerja ini bersifat generik dan sederhana. Namun cukup powerfull untuk dapat digunakan untuk menilai kinerja karyawan, dari  berbagai jenis dan tingkat jabatan
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/penilaian-kinerja-dari-tinjauan-psikologis' rel='bookmark' title='PENILAIAN KINERJA DARI TINJAUAN PSIKOLOGIS'>PENILAIAN KINERJA DARI TINJAUAN PSIKOLOGIS</a> <small>Kegiatan menilai dalam kehidupan sehari-hari Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bias-penilaian-kinerja' rel='bookmark' title='BIAS PENILAIAN KINERJA'>BIAS PENILAIAN KINERJA</a> <small>Tidak jarang para karyawan merasa kecewa karena dinilai tidak memiliki...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/buku-pedoman-5s' rel='bookmark' title='Buku Pedoman 5S'>Buku Pedoman 5S</a> <small>Indosdm telah mengupload "buku pedoman 5S", yang bisa dipakai sebagai...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1787" style="margin: 10px; float: left;" title="appraisal" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/appraisal.jpg" alt="appraisal" width="200" height="200" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FORMULIR GENERIK UNTUK PENILAIAN KINERJA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(One page performance appraisal)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Formulir untuk penilaian kinerja ini bersifat generik dan sederhana. Namun cukup <em>powerfull</em> untuk dapat digunakan untuk menilai kinerja karyawan, dari  berbagai jenis dan tingkat jabatan</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Files:</strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="24" valign="top">No.</td>
<td width="206" valign="top">Nama File</td>
<td width="213" valign="top">Isi</td>
<td width="148" valign="top">Jumlah</td>
</tr>
<tr>
<td width="24" valign="top">1</td>
<td width="206" valign="top">Keterangan Formulir PA 1   halaman</td>
<td width="213" valign="top">File berisika copy tulisan ini</td>
<td width="148" valign="top">2 halaman</td>
</tr>
<tr>
<td width="24" valign="top">2</td>
<td width="206" valign="top">One page appraisal &#8211; Personal   Review Definitions.doc</td>
<td width="213" valign="top">Definisi dan skala tentang   aspek-aspek yang dinilai dalam formulir <em>performance   appraisal / Personal Review</em></td>
<td width="148" valign="top">2 halaman</td>
</tr>
<tr>
<td width="24" valign="top">3</td>
<td width="206" valign="top">Indosdm-one page appraisal-Bahasa   Indonesia1.1.doc</td>
<td width="213" valign="top">Formulir penilaian kinerja yang   bisa diprint bolak balik jadi satu lembar kertas. Menggunakan Bahasa Indonesia</td>
<td width="148" valign="top">2 halaman</td>
</tr>
<tr>
<td width="24" valign="top">4</td>
<td width="206" valign="top">Indosdm-one page   appraisal-English.doc</td>
<td width="213" valign="top">Formulir penilaian kinerja yang   bisa diprint bolak balik jadi satu lembar kertas. Menggunakan Bahasa Inggris</td>
<td width="148" valign="top">2 halaman</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kondisi pemakaian yang dianjurkan:</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="square">
<li>Team kerja yang relatif kecil</li>
<li>Belum tersedia performance management system yang      lebih detail, terkustomasi atau lebih kompleks</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelebihan pemakaian formulir ini: </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<ul style="text-align: justify;" type="square">
<li>Simple: hanya butuh satu lembar kerja untuk      pencatatan kinerja, namun mencukupi untuk menilai kinerja secara umum.</li>
<li>Bisa dipakai sebagai alat membiasakan ada nya      penilaian jabatan, sebelum di tingkatkan ke system penilaian kinerja yang      lebih rumit dan lebih . Jadi sebgai formulir pengukuran kinerja dalam masa      peralihan dan pembiasaan.</li>
<li>Mudah melakukan penghitungan dan perbandingan score,      karena aspek yang diukur tidak terlalu kompleks</li>
<li>Masih bisa dikembangkan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan yang mungkin terjadi bila memakai formulir generik ini:</strong></p>
<ul style="text-align: justify;" type="square">
<li>Banyak aspek-aspek kinerja khusus yang belum termasuk      dalam formulir ini</li>
<li>Karena bentuk dan uraiannya  nya sederahana, kemungkinan untuk      munculnya penilaian yang subyektif masih besar</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Diharapkan setiap anggota komunitas yang mengunduh (mendownload) dapat pula memberikan penyempurnaan terhadap formulir ini, atau memberikan perbaikannya untuk dapat pula dibagikan kepada seluruh anggota komunitas yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Komentar dan saran perbaikan anggota komunitas dan pembaca sangat kami tunggu. Silakan menghubungi Chief Editor Indosdm Community Portal di YM ID: avisdjamal atau skype ID: avisdjamal untuk kritik dan saran tentang buku ini. Telp. 021-71131141</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap penggandaan buku ini dan juga publikasi ulang, wajib menyertakan logo dan link <a href="http://www.indosdm.com/">http://www.indosdm.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">Silakan download di: <a title="Formulir Generik Penilaian Kinerja - One Page Appraisal Form" href="http://indosdm.com/download/5/">FORMULIR GENERIK UNTUK PENILAIAN KINERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">Screen Shoot (potongan yang berbahasa Inggris): <a href="wp-content/uploads/2009/02/ssh-onepage.jpg">DI SINI</a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum dapat mengunduh file ini silakan <a title="Indosdm - User Login" href="http://indosdm.com/wp-login.php">login</a> atau <a title="Indosdm - Registration" href="http://indosdm.com/wp-login.php?action=register">registrasi</a> sebagai member komunitas ini. Registrasi/ pendaftaran tidak dikenakan biaya apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-formulir-feedback" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: FORMULIR FEEDBACK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/humor-pekerjaan-untuk-tiga-orang-digaji-satu-orang" rel="bookmark" class="wherego_title">Humor: Pekerjaan untuk tiga orang digaji satu orang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/performance-appraisal-kontrol-untuk-mencegah-terjadinya-kesalahan-dalam-penilai" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: Kontrol untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penilai</a></li><li><a href="http://indosdm.com/empat-mindset-dalam-proses-manajemen-kinerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Empat Mindset Dalam Proses Manajemen Kinerja</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1786&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/penilaian-kinerja-dari-tinjauan-psikologis' rel='bookmark' title='PENILAIAN KINERJA DARI TINJAUAN PSIKOLOGIS'>PENILAIAN KINERJA DARI TINJAUAN PSIKOLOGIS</a> <small>Kegiatan menilai dalam kehidupan sehari-hari Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bias-penilaian-kinerja' rel='bookmark' title='BIAS PENILAIAN KINERJA'>BIAS PENILAIAN KINERJA</a> <small>Tidak jarang para karyawan merasa kecewa karena dinilai tidak memiliki...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/buku-pedoman-5s' rel='bookmark' title='Buku Pedoman 5S'>Buku Pedoman 5S</a> <small>Indosdm telah mengupload "buku pedoman 5S", yang bisa dipakai sebagai...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/formulir-generik-untuk-penilaian-kinerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 00:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Measurement of Culture - Climate]]></category>
		<category><![CDATA[budaya kerja]]></category>
		<category><![CDATA[corporate value]]></category>
		<category><![CDATA[employee commitment]]></category>
		<category><![CDATA[work culture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam. Bisa dalam bentuk dedikasi/loyalitas, tanggung jawab, kerjasama, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, semangat, mutu kerja, keadilan, dan integritas kepribadian.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/produktifitas-dan-budaya-kerja-indonesia' rel='bookmark' title='PRODUKTIFITAS DAN BUDAYA KERJA INDONESIA'>PRODUKTIFITAS DAN BUDAYA KERJA INDONESIA</a> <small>Insititute for Management of Development, Swiss, World Competitiveness Book (2007),...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1770" style="margin: 10px; float: left;" title="commitment" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/commitment.jpg" alt="commitment" width="200" height="212" />Idealnya tiap  perusahaan memiliki budaya kerja. Yakni suatu sistem nilai yang merupakan kesepakatan kolektif dari semua yang terlibat dalam perusahaan. Yang dimaksud dengan kesepakatan disini adalah dalam hal cara pandang tentang bekerja dan unsur-unsurnya. Suatu sistem nilai merupakan konsepsi nilai yang hidup dalam alam pemikiran sekelompok manusia/ individu karyawan dan manajemen. Dalam hal ini  budaya kerja  berkaitan erat dengan persepsi terhadap nilai-nilai dan lingkungannya. Lalu persepsi itu melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku karyawan dan manajemen dalam bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pada hakikatnya, bekerja dapat dipandang dari berbagai perspektif seperti bekerja merupakan bentuk ibadah,  cara manusia mengaktualisasikan dirinya,  bentuk nyata dari nilai-nilai, dan sebagai keyakinan yang dianutnya. Semua pandangan itu dapat menjadi motivasi untuk melahirkan karya yang bermutu dalam pencapaian tujuan organisasi dan individu. Karena itu setiap karyawan dan manajemen seharusnya memiliki sudut pandang  atau pemahaman yang sama tentang makna budaya kerja dan batasan bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam. Bisa dalam bentuk dedikasi/loyalitas, tanggung jawab, kerjasama, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, semangat, mutu kerja, keadilan, dan integritas kepribadian. Semua bentuk aktualisasi budaya kerja  itu sebenarnya bermakna komitmen. Ada suatu tindakan, dedikasi, dan kesetiaan seseorang pada janji yang telah dinyatakannya untuk memenuhi tujuan organisasi dan individunya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bentuk komitmen karyawan bisa diujudkan antara lain dalam beberapa hal sebagai berikut.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Komitmen      dalam mencapai visi,misi, dan tujuan organisasi.</li>
<li>Komitmen      dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja standar      organisasi.</li>
<li>Komitmen      dalam mengembangkan mutu sumberdaya manusia bersangkutan dan mutu produk.</li>
<li>Komitmen      dalam mengembangkan kebersamaan tim kerja secara efektif dan efisien.</li>
<li>Komitmen      untuk berdedikasi pada organisasi secara kritis dan rasional.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya melaksanakan komitmen sama saja maknanya dengan menjalankan kewajiban, tanggung jawab, dan janji yang membatasi kebebasan seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi karena sudah punya komitmen maka dia harus mendahulukan apa yang sudah dijanjikan buat organisasinya ketimbang untuk hanya kepentingan dirinya. Di sisi lain komitmen berarti adanya ketaatasasan seseorang dalam bertindak sejalan dengan janji-janjinya. Semakin tinggi derajad komitmen karyawan semakin tinggi pula kinerja yang dicapainya. Namun  dalam prakteknya tidak semua karyawan  melaksanakan komitmen seutuhnya. Ada komitmen  yang sangat tinggi dan ada yang sangat rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajad komitmen adalah faktor intrinsik dan ekstrinsik karyawan bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Faktor-faktor intrinsik karyawan dapat meliputi aspek-aspek kondisi sosial ekonomi keluarga karyawan, usia, pendidikan, pengalaman kerja, kestabilan kepribadian, dan gender. Sementara faktor-ekstrinsik yang dapat mendorong terjadinya derajad komitmen tertentu antara lain adalah keteladanan pihak manajemen khususnya manajemen puncak dalam berkomitmen di berbagai aspek organisasi. Selain itu juga dipengaruhi faktor-faktor manajemen rekrutmen dan seleksi karyawan, pelatihan dan pengembangan, manajemen kompensasi, manajemen kinerja, manajemen karir, dan fungsi kontrol atasan dan sesama rekan kerja. Faktor ekstrinsik di luar organisasi antara lain aspek-aspek budaya, kondisi perekonomian makro, kesempatan kerja, dan persaingan kompensasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menegakkan komitmen berarti mengaktualisasikan budaya kerja secara total. Kalau sebagian dari karyawan ternyata berkomitmen rendah maka berarti ada gangguan terhadap budaya. Karena itu sosialisasi dan internalisasi budaya kerja sejak karyawan masuk ke perusahaan seharusnya menjadi program utama. Selain itu pengembangan sumberdaya manusia karyawan utamanya yang menyangkut kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial harus menjadi prioritas disamping ketrampilan teknis. Dukungan fungsi-fungsi manajemen sumberdaya manusia lainnya tidak boleh diabaikan. Kalau tidak diprogramkan secara terencana, maka pengingkaran pada komitmen sama saja memperlihatkan adanya kekeroposan suatu organisasi. Penurunan kredibilitas atau kepercayaan terhadap karyawan pada gilirannya akan mengakibatkan hancurnya kredibilitas perusahaan itu sendiri. Dan ini akan memperkecil derajad loyalitas pelanggan dan mitra bisnis kepada perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan artikel-artikel menarik lainnya tentang MSDM dapat juga diakses langsung melalui: <a title="Permalink for : KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/18/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja/">KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-komitmen-organisasi-organization-commitment" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/hubungan-antara-makna-bekerja-dengan-keterlibatan-kerja-pada-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/toleransi-terhadap-mutu-kerja-karyawan-yang-rendah" rel="bookmark" class="wherego_title">TOLERANSI TERHADAP MUTU KERJA KARYAWAN YANG RENDAH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-sistem-dan-budaya-berkereta-di-malaysia" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari sistem dan budaya berkereta di Malaysia</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1769&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/produktifitas-dan-budaya-kerja-indonesia' rel='bookmark' title='PRODUKTIFITAS DAN BUDAYA KERJA INDONESIA'>PRODUKTIFITAS DAN BUDAYA KERJA INDONESIA</a> <small>Insititute for Management of Development, Swiss, World Competitiveness Book (2007),...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

