<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; High Performing Teams</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/organizational-development/high-performing-teams/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>6 Pilar Nilai Dalam Membentuk Winning Team</title>
		<link>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team</link>
		<comments>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 00:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[High Performing Teams]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[team pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[tim pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[winning team]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2023</guid>
		<description><![CDATA[Tim pemenang (winning team) adalah apabila seluruh anggotanya mau mengorbankan kepentingan pribadi masing-masing demi tujuan bersama, bekerja sama sesuai nilai-nilai yang sudah disepakati.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-sikap-dasar-dalam-berkomunikasi-dan-bekerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama</a> <small>LATAR  BELAKANG Manusia pada dasarnya terbatas, tidak sempurna, mempunyai kelebihan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2025" style="margin: 10px; float: left;" title="winning team" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/winning-team.jpg" alt="winning team" width="200" height="206" />Manajemen adalah sebuah aktivitas untuk mengelola sumber daya menuju cita-cita dan tujuan organisasi. Dalam penerapannya dibutuhkan sebuah aktivitas untuk menggerakkan orang-orang yang ada didalamnya menjadi sebuah tim yang bias bersatu, bekerjasama , bertekad bulat untuk mencapai tujuan, melaksanakan peran yang ditugaskan dengan keserasian dan koordinasi yang mulus atau menjadi sebuah tim pemenang. Tim pemenang adalah apabila seluruh anggotanya mau mengorbankan kepentingan pribadi masing-masing demi tujuan bersama, bekerja sama sesuai nilai-nilai yang sudah disepakati.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 rangkaian nilai yang bisa di gunakan dalam membangun sebuah tim pemenang (winning team)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Dedikasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dua bentuk dedikasi dalam kelompok kerja berupa kepatuhan dan komitmen. Kepatuhan terhadap kebijakan operasional, prosedur, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen pada standar kinerja, sasaran dan tonggak pencapaian. Kepatuhan tanpa komitmen berarti kinerja yang lemah dan komitmen tanpa kepatuhan akan menimbulkan kekacauan. Kepatuhan dan komitmen kalau digabung akan meningkatkan kreativitas dan inisiatif dengan resiko minimum. Perlu dibangun dedikasi yang tinggi agar menjadi tim pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ikatan saling percaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kepatuhan dan komitmen akan bisa terbentuk kalau ada kekuatan ikatan saling percaya antara pimpinan dan anggota. Tindakan para anggota kelompok kerja secara efektif bisa di pacu atau di hambat oleh kepatuhan dan komitmen. Kepatuhan dan komitmen tidak bisa dikatakan tulus apabila ada sedikit keraguan atau keengganan. Tetapi jika terdapat tingkat saling percaya yang tinggi antara pimpinan dan anggota, maka mereka akan tunduk dan menghormati ikatan saling percaya yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Persepsi keadilan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Persepsi adanya ketidak adilan merupakan benih terjadinya perpecahan dan memperlemah ikatan kepercayaan. Bisa kita artikan bahwa prasyarat terbentuknya ikatan kepercayaan adalah adanya penerapan azas keadilan terhadap semua anggota. Untuk mewujudkan itu maka kita harus peka terhadap bagaimana orang lain akan mempersepsikan keputusan kita dan dalam mengambil tindakan kita harus mempertimbangkan kepentingan setiap orang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Kejelasan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketidak jelasan terhadap masalah-masalah penting dalam organisasi merupakan sebuah bom waktu yang siap meledak. Kebijakan-kebijakan yang kita ambil harus bisa dipahami oleh semua anggota tanpa menimbulkan salah persepsi atau salah penafsiran. Hal ini dapat di cegah dengan melakukan sebuah diskusi untuk mengetahui penafsiran mereka. Dalam membuat keputusan hendaknya berdasarkan informasi yang benar dan lengkap serta masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Keterbukaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kejelasan tidak akan bisa terwujud tanpa adanya keterbukaan. Keterbukaan merujuk kepada kesediaan untuk berbagi informasi demi kejelasan. Kurangnya kejelasan biasanya terjadi karena kurang keterbukaan, hal ini akan menimbulkan kecurigaan dan ketidak adilan dianggap muncul dan ikatan saling percaya akan melemah. Dengan menahan informasi, memicu orang untuk berimajinasi, berspekulasi dan berimajinasi sehingga muncul sebuah asumsi. Bahayanya, hal ini akan membuat orang sulit membedakan antara kebenaran dan asumsi. Maka keterbukaan sangat perlu di bangun dan di budayakan. Keterbukaan diantara kelompok kerja yang saling percaya satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Integritas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber kekuatan dari nilai-nilai dalam membentuk tim pemenang adalah integritas. Tanpa integritas, maka ketrbukaan mempunyai resiko yang sangat besar, tanpa integritas maka sedikit perbedaan persepsi akan menimbulkan ketidakpercayaan kepada atasan atau anggota yang lain. Integritas dari sang pemimpin sangat diperlukan dalam membangun tim. Integritas dan keberanian adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keberanian untuk tetap teguh pada pendirian apapun akibatnya. Keberanian untuk mengakui kesalahan dan minta maaf ketika gagal menjalankan apa yang dijanjikan</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-pengawasan-dalam-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Pengawasan Dalam Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan" rel="bookmark" class="wherego_title">AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-contoh-subyek-yang-dapat-dimasukkan-dalam-team-briefing" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: CONTOH SUBYEK YANG DAPAT DIMASUKKAN DALAM TEAM BRIEFING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kepemimpinan-kelompok-team-leadership" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2023&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-sikap-dasar-dalam-berkomunikasi-dan-bekerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama</a> <small>LATAR  BELAKANG Manusia pada dasarnya terbatas, tidak sempurna, mempunyai kelebihan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</title>
		<link>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan</link>
		<comments>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[High Performing Teams]]></category>
		<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[group dynamic]]></category>
		<category><![CDATA[Role Play]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri masing-masing, siapa anda (teman-teman kerja), dan siapa kita sebagai satu tim. Kalau  pemahaman yang solid terjadi maka itulah yang namanya dinamika kelompok. Idealnya terjadi kekompakan dan bukan keegoan sentris.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/11/group_dinamic.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-738" style="margin: 10px; float: left;" title="group_dinamic" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/11/group_dinamic.jpg" alt="Dinamika Kelompok" width="200" height="214" /></a>Pengembangan sumbedaya manusia karyawan secara umum dapat dilakukan melalui jalur pelatihan dan non-pelatihan. Salah satu model pelatihan adalah dengan permainan peran. Permainan peran adalah sebuah cara yang menempatkan para peserta pelatihan dengan anggapan berada pada posisi indentitas berbeda dengan kondisi sebenarnya. Sebagai contoh, peserta laki-laki dapat diasumsikan sebagai  wanita penyelia dan seorang wanita penyelia bermain peran sebagai pekerja pria. Kemudian keduanya diberikan semacam situasi pekerjaan tipikal dan meminta mereka merespon karena mengharapkan pekerjaan lain yang dikerjakan. Apa hasilnya? Para peserta mungkin melebih-lebihkan perilaku mereka masing-masing. Idealnya, mereka seharusnya memahami diri masing-masing, seperti halnya yang lain memahami mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman dapat menciptakan empati yang semakin besar dan toleransi dari perbedaan-perbedaan individual. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat cocok untuk menciptakan lingkungan kerja kondusif dalam situasi para pekerja yang identitasnya beragam. Teknik ini digunakan untuk mengubah sikap, misalnya memperbaiki pemahaman tentang budaya setiap rekan kerja. Hal itu juga mampu mengembangkan keterampilan antarpersonal. Meskipun adanya partisipasi dan umpan balik, pencantuman prinsip-prinsip pelatihan lain bergantung pada imajinasi atau partisipasi simpatik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat dekat dengan permainan peran dan magang adalah pemodelan perilaku yang digambarkan sebagai berikut. Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri masing-masing, siapa anda (teman-teman kerja), dan siapa kita sebagai satu tim. Kalau  pemahaman yang solid terjadi maka itulah yang namanya dinamika kelompok. Idealnya terjadi kekompakan dan bukan keegoan sentris.  Pemodelan perilaku adalah salah satu pendekatannya. Ia merupakan sebuah proses psikologis fundamental yang merupakan pola baru perilaku yang dapat diperoleh, dan menciptakan pola yang dapat diubah. Karakteristik pokok dari pemodelan adalah bahwa pembelajaran mengambil alih tidak melalui pengalaman aktual, tetapi melalui observasi atau imajinasi dari pengalaman orang lain. Pemodelan merupakan proses yang beragam yang berarti terjadinya pembagian pengalaman orang lain melalui imajinasi atau partisipasi simpatik.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah pemodelan perilaku dinyatakan sebagai kesepadanan atau peniruan atau belajar secara observasi atau imitasi, semua istilah itu mengandung arti bahwa sebuah perilaku dipelajari dan dimodifikasi melalui pengamatan terhadap beberapa individu. Para karyawan dapat memelajari perilaku baru melalui pemodelan dengan mengamati perilaku baru dan kemudian menirunya. Kreasi baru dari perilaku mungkin direkam ke dalam video sehingga pelatih dan peserta pelatihan dapat menelaah dan memberi kritiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika memerhatikan perilaku ideal, peserta juga menemukan konsekuensi negatif yang menimpa seseorang yang tidak menggunakannya, seperti yang direkomendasikan. Dengan mangamati konsekuensi positif dan negatif, karyawan menerima penguatan seolah mengalami sendiri yang mendorong ke arah perilaku yang benar. Bidang di mana pendekatan ini pernah dilakukan secara berhasil adalah dalam mengajar penyelia bagaimana mendisiplinkan karyawan. Manajemen dinamika kelompok yang dilakukan secara terarah akan mampu meningkatkan kekompakan, suasana kerja yang nyaman dan motivasi kerja yang tinggi. Pada gilirannya  kinerja individu karyawan sekaligus kinerja tim kerja akan meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dan buah pikiran menarik lainya dapat diakses di: <a title="Permalink for : MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN" href="http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/18/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan/">MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pelatihan-dan-pengembangan-training-development-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan (Training &#038; Development Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/menilai-mutu-pendidikan-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Menilai Mutu Pendidikan di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit" rel="bookmark" class="wherego_title">PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe" rel="bookmark" class="wherego_title">EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=736&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

