<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; OD</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/organizational-development/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</title>
		<link>http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek</link>
		<comments>http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 19:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Creativity & Innovation]]></category>
		<category><![CDATA[Decision Making]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Decision Making]]></category>
		<category><![CDATA[Brainstormings]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Kelompok berfokus]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[Focus Group Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Pendadaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2335</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat perbedaan yang mendasar antara brainstorming dan Focus Group-Discussion (FGD). Sejatinya, sebelum dilakukan FGD, memang didahului oleh kegiatan brainstorming
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-hal-positif-dalam-wawancara-kerja' rel='bookmark' title='Humor: Hal Positif Dalam Wawancara Kerja'>Humor: Hal Positif Dalam Wawancara Kerja</a> <small>Setiap saat kita dituntut untuk bisa berfikir positif (positive thinking)...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/aspek-non-material-dalam-memilih-pekerjaan' rel='bookmark' title='ASPEK NON-MATERIAL DALAM MEMILIH PEKERJAAN'>ASPEK NON-MATERIAL DALAM MEMILIH PEKERJAAN</a> <small>Apakah memang kebahagiaan dalam berkarir ditentukan oleh aspek material atau...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2336" style="margin: 10px; float: left;" title="fgd" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/10/fgd.jpg" alt="fgd" width="200" height="200" />Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh sebuah lembaga pemerintahan non-departemen untuk menjadi panelis / narasumber / peserta dalam kegiatan <em>focus group discussion</em> (FGD). Kegiatan FGD ini merupakan suatu proses untuk menyusun rencana stratejik (renstra) organisasi ini ke depan. Wuih, saya sempat kaget juga, kayaknya saya yang paling muda di antara peserta. Lainnya, ada para profesor, anggota DPR, pejabat pemerintah, dan sebagainya. Tetapi walaupun demikian, saya <em>happy</em> saja dan yakin, kegiatan ini akan sangat <em>challenging</em> dan <em>exciting</em>, karena topik yang dibahas ini sangat serius menurut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya ternyata di dalam perjalannya, ternyata forum ini berubah menjadi <em>brainstorming</em>, bukan FGD. Sehingga kita memang tidak membahas isu-isu yang ada secara fokus, tetapi membahas dan mengelaborasi apapun yang berkaitan dengan lembaga ini. Pada surat undangan yang saya terima, ini sudah kegiatan FGD yang ketiga. Jadi dalam persepsi saya, tentu pembahasan sudah sangat fokus dan mengerucut terhadap berbagai isu yang muncul. Tetapi ternyata dugaan saya keliru. Pembahasan masih simpang-siur, dan memang belum fokus, dan masih mengelaborasi banyak hal di sana-sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, ini mungkin hanya masalah istilah, tetapi memang terdapat perbedaan yang mendasar antara <em>brainstorming</em> dan FGD. Sejatinya, sebelum dilakukan FGD, memang didahului oleh kegiatan <em>brainstorming</em>. Pada tahap <em>brainstorming</em>, memang pembahasan belum fokus, malahan bisa jadi belum ada pembahasan. Setiap peserta panel diskusi bebas mengutarakan apa yang dipikirkan, tentu saja yang berkaitan dengan obyek yang dibahas. Bisa saja bentuknya identifikasi persoalan, atau pengalaman praktik masa lalu, kecaman masyarakat, pendapat berbagai <em>stakeholders</em>, dan sebagainya. Semua pendapat yang muncul dalam <em>brainstorming</em> ini kemudian yang harus disistematikakan oleh tim khusus sehingga menjadi berbagai isu yang siap dibahas pada diskusi yang lebih terstruktur, yaitu FGD.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada FGD, kita sudah membahas isu-isu yang sudah disusun oleh tim khusus berdasarkan hasil <em>brainstorming</em> sebelumnya. Pembahasan pada FGD sangat fokus, isu demi isu dibedah satu per satu sehingga menghasilkan kesimpulan yang fokus juga untuk setiap isu. Jika diperlukan, berbagai metode bisa dipergunakan di sini, misalnya SAST (<em>strategic assumption surfacing and testing</em>) untuk memunculkan asumsi, atau ANP (<em>analytical network process</em>) untuk menyusun prioritas dan membuat keputusan, serta berbagai kerangka manajemen untuk template organisasi seperti <em>balanced scorecard</em>, <em>Malcolm Baldridge</em>, dan sebagainya. Tetapi, pendekatan yang lebih kualitatif pun tidak masalah, selama kita fokus membahas isu demi isu yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, <em>brainstorming</em> dan FGD memiliki karakteristik yang berbeda. <em>Brainstorming</em> bersifat menyebar, karena kita harus mengelaborasi semua hal dan mencoba untuk menangkap <em>big picture</em> dari persoalan. Sementara itu FGD lebih bersifat mengerucut, di mana kita fokus membahas isu demi isu yang muncul dari tahap <em>brainstorming</em>, sehingga menghasilkan solusi nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang manajemen SDM dan manajemen stratejik dapat pula diakses melalui:<a title="Permanent Link to BRAINSTORMING VS FOCUS GROUP DISCUSSION" rel="bookmark" href="http://www.ririsatria.net/2009/10/10/brainstorming-vs-focus-group-discussion/"> BRAINSTORMING VS FOCUS GROUP DISCUSSION</a></p>
<p><strong>Kontributor:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-328" style="margin: 10px; float: left;" title="ririsatria" src="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria-150x150.jpg" alt="Riri Satria" width="150" height="150" /></a><strong>Riri Satria, S.  Kom, MM</strong>. Selain mejadi blogger yang produktif, Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer UI dan MM bidang manajemen stratejik &amp; internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini adalah kandidat Doctor dari Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Selama lebih dari 10 tahun kiprahnya di bidang pendidkan dan konsultansi, dia pernah aktif di sebagai konsultan / Dosen di berbagai institusi di antaranya: KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), Lembaga Manajemen PPM, Program Magister Manajemen &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen PPM, PT. Daya Makara UI (Makara UI Consulting). Saat ini beliau Menjadi knowledge entrepreneur dengan memimpin sendiri sebuah Lembaga Konsultansi Manajemen di Jakarta.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-sdm-vs-daya-saing-global" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGEMBANGAN SDM VS DAYA SAING GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/buku-pedoman-5s" rel="bookmark" class="wherego_title">Buku Pedoman 5S</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/aspek-non-material-dalam-memilih-pekerjaan" rel="bookmark" class="wherego_title">ASPEK NON-MATERIAL DALAM MEMILIH PEKERJAAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/6-cara-mengasah-kemampuan-berfikir-stratejik" rel="bookmark" class="wherego_title">6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-upaya-untuk-bisa-terlibat-aktif-dalam-six-sigma" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran Profesional HR dalam Six Sigma &#8211; Upaya untuk bisa terlibat aktif dalam Six Sigma</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2335&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-hal-positif-dalam-wawancara-kerja' rel='bookmark' title='Humor: Hal Positif Dalam Wawancara Kerja'>Humor: Hal Positif Dalam Wawancara Kerja</a> <small>Setiap saat kita dituntut untuk bisa berfikir positif (positive thinking)...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/aspek-non-material-dalam-memilih-pekerjaan' rel='bookmark' title='ASPEK NON-MATERIAL DALAM MEMILIH PEKERJAAN'>ASPEK NON-MATERIAL DALAM MEMILIH PEKERJAAN</a> <small>Apakah memang kebahagiaan dalam berkarir ditentukan oleh aspek material atau...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen SDM Stratejik dan Keputusan Stratejik Perusahaan</title>
		<link>http://indosdm.com/manajemen-sdm-stratejik-dan-keputusan-stratejik-perusahaan</link>
		<comments>http://indosdm.com/manajemen-sdm-stratejik-dan-keputusan-stratejik-perusahaan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 23:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Foundations of HR]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Decision Making]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic HR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2323</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman menunjukkan bahwa banyak CEO beranggapan bahwa manajemen SDM itu sangat penting, tetapi kenyataannya untuk pembuatan keputusan stratejik organisasi, sering manajemen SDM "dipandang sebelah mata", tidak seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan produksi ?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/6-cara-mengasah-kemampuan-berfikir-stratejik' rel='bookmark' title='6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik'>6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik</a> <small>Bagaimana kita bisa mengasah cara berpikir supaya bisa berpikir stratejik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sistem-manajemen-talenta' rel='bookmark' title='SISTEM MANAJEMEN TALENTA'>SISTEM MANAJEMEN TALENTA</a> <small>Apa manfaat dari sistem manajemen talenta (SMT)? Yang jelas bahwa...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2325" style="margin: 10px; float: left;" title="stratejiksdm" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/10/stratejiksdm.jpg" alt="stratejiksdm" width="200" height="198" />Ini adalah sebuah <em>e-mail</em> yang saya kirimkan kepada sebuah media berkaitan dengan pertanyaan tentang &#8220;<em>Mengapa manajemen SDM sering dipandang &#8220;sebelah mata&#8221; oleh para CEO, walaupun umumnya mereka menyadari bahwa manajemen SDM itu penting ?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em> Pengalaman saya sebagai konsultan manajemen menunjukkan bahwa banyak CEO beranggapan bahwa manajemen SDM itu sangat penting, tetapi kenyataannya untuk pembuatan keputusan stratejik organisasi, sering manajemen SDM &#8220;dipandang sebelah mata&#8221;, tidak seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan produksi ?</em></p>
<p><em>Mengapa manajemen keuangan dipandang sangat stratejik di dalam perusahaan ? Karena manajemen keuangan sanggup memberikan berbagai INFORMASI STRATEJIK kepada CEO berkaitan dengan keputusan stratejik, dan semua informasi yang diberikan terukur dengan baik, dengan segala indikator keuangan, seperti ROI, ROE, dan sebagainya. Artinya, suara manajemen keuangan </em><em>didengarkan oleh CEO karena ada informasi stratejik yang diberikan dan mempengaruhi keputusan stratejik perusahaan.</em></p>
<p><em>Lalu, mengapa manajemen pemasaran juga dipandang sangat stratejik di dalam perusahaan ? Karena manajemen pemasaran juga sanggup memberikan INFORMASI STRATEJIK kepada CEO berkaitan dengan keputusan stratejik, dan sama dengan manajemen keuangan, semua informasi yang diberikan pun terukur dengan baik, dengan segala indikator pemasaran, seperti market share, sales growth, dan sebagainya. Sama dengan manajemen keuangan, suara manajemen pemasaran juga didengarkan oleh CEO karena ada informasi stratejik yang diberikan dan mempengeruhi keputusan stratejik perusahaan.</em></p>
<p><em>Kemudian, mengapa manajemen produksi juga dipandang sangat stratejik di dalam perusahaan ? (terutama perusahaan manufaktur). Sama dengan manajemen keuangan dan pemasaran, manajemen produksi juga memberikan INFORMASI STRATEJIK seperti kapasitas produksi, tingkat produktivitas mesin, total quality management, dan sebagainya.</em></p>
<p><em>Jadi, manajemen keuangan, pemasaran, dan produksi, mampu memberikan INFORMASI STRATEJIK kepada CEO sebagai masukan untuk membuat keputusan stratejik. Semua informasi stratejik itu TERUKUR dengan jelas dengan segala indikator yang bisa diamati.</em></p>
<p><em>Bagaimana dengan manajemen SDM ? Di sinilah letak permasalahannya. Informasi stratejik apakah yang diberikan oleh manajemen SDM kepada CEO untuk membuat keputusan stratejik perusahaan ? Manajemen SDM sering bersembunyi di balik jargon &#8220;bahwa manajemen SDM itu kualitatif dan sulit diukur&#8221;. Padahal kita semua tahu bahwa, &#8220;we could not manage what could not measured&#8221;. Jadi kalau begitu, apa sih kontribusi utama dari manajemen SDM untuk perusahaan ? </em></p>
<p><em>Akhirnya manajemen SDM hanya memberikan informasi kepada CEO berupa jumlah dan konfigurasi karyawan, tingkat gaji, turn over, dan sebagainya, di mana informasi ini BUKAN informasi stratejik, dan tidak banyak manfaatnya untuk membuat keputusan stratejik perusahaan. Informasi seperti itu lebih kepada informasi teknis-operasional.</em></p>
<p><em>Jadi, persoalan utama dalam manajemen SDM saat ini adalah, &#8220;peran stratejik apakah, atau informasi</em><em><br />
</em><em> stratejik apakah yang bisa diberikan oleh manajemen SDM kepada CEO untuk masukan keputusan stratejik?&#8221;.</em></p>
<p><em>Dengan demikian, kita akhirnya berbicara mengenai key performance indicator yang stratejik untuk manajemen SDM. Inilah pe-er terbesar manajemen SDM saat ini, baik dari sisi teoritik maupun praktek di dunia bisnis / organisasi.</em></p>
<p><em>Sudah banyak pakar manajemen SDM yang mencoba mengembangkan key performance indicator untuk</em><em><br />
</em><em> manajemen SDM atau HR metrics ini, diantaranya pencetus konsep balanced scorecard, Robert Kaplan dan David Norton, lalu David Ulrich, Mark Huselid, dan Brian Becker dengan konsep HR Scorecard dan belakangan dikembangkan menjadi Workforce Scorecard. Juga ada Jac Fitz-enz yang mencoba mengembangkan berbagai alat ukur untuk manajemen SDM. Ada juga Kim S. Cameron dan Robert E. Quinn yang mengembangkan OCAI (organization culture assessment instrument) untuk mengukur budaya organisasi.</em></p>
<p><em>Memang, pengukuran ini akan menimbulkan perdebatan, di mana pihak yang kontra akan mengatakan, pengukuran akan mereduksi dan melakukan simplifikasi terhadap berbagai fenomena, di mana kalau kita berbicara tentang manusia, ada unsur yang tidak bisa dikuantitatifkan. Sedangkan pihak yang pro mengatakan bahwa, sekali lagi &#8220;we could not manage what could not measured&#8221;. Tanpa adanya KPI atau HR metrics maka manajemen SDM akan selamanya akan melayang di awan dan</em><em><br />
</em><em> tidak membumi, dan tidak memberikan informasi stratejik kepada para CEO.</em></p>
<p><em>Apa sajakah informasi stratejik yang diperlukan CEO berkaitan dengan manajemen SDM ?</em></p>
<p><em>Banyak &#8230; diantaranya (1) apakah kompetensi karyawan yang ada saat ini sanggup mengeksekusi strategic plan perusahaan ? seberapa besarkah kesenjangan atau gap-nya ? (2) sejauh manakah prinsip &#8220;the right person in the right place&#8221; diterapkan di perusahaan ? seberapa jauhkah kesenjangan atau gap job-person fit yang terjadi ? (3) apakah eselonisasi atau job grading yang dilakukan sekarang sudah menggambarkan azaz fairness ? artinya sudah berdasarkan job value setiap jabatan ? &#8230; dan banyak lagi yang lain, seperti budaya organsiasi, dan sebagainya &#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Inilah pe-er besar manajemen SDM saat ini, baik pada tatanan teoritik maupun praktek di lapangan &#8230; Salam.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan Asli dari artikel ini dan artikel-artikel lain yang sangat menarik di bidang Manajemen Stratejik dapat juga diakses langsung melalui link berikut ini:<span class="PostHeader"><a title="Permanent Link to MANAJEMEN SDM STRATEJIK" rel="bookmark" href="http://www.ririsatria.net/2009/09/28/manajemen-sdm-stratejik/"> MANAJEMEN SDM STRATEJIK</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-328" style="margin: 10px; float: left;" title="ririsatria" src="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria-150x150.jpg" alt="Riri Satria" width="150" height="150" /></a><strong>Riri Satria, S.  Kom, MM</strong>. Selain mejadi blogger yang produktif, Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer UI dan MM bidang manajemen stratejik &amp; internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini adalah kandidat Doctor dari Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Selama lebih dari 10 tahun kiprahnya di bidang pendidkan dan konsultansi, dia pernah aktif di sebagai konsultan / Dosen di berbagai institusi di antaranya: KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), Lembaga Manajemen PPM, Program Magister Manajemen &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen PPM, PT. Daya Makara UI (Makara UI Consulting). Saat ini beliau Menjadi knowledge entrepreneur dengan memimpin sendiri sebuah Lembaga Konsultansi Manajemen di Jakarta.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/numerati-manajemen-lewat-angka" rel="bookmark" class="wherego_title">Numerati: Manajemen Lewat Angka</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajemen-phk-vs-krisis-finansial-global" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJEMEN PHK VS KRISIS FINANSIAL GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/lingkungan-global-pilihan-stratejik" rel="bookmark" class="wherego_title">LINGKUNGAN GLOBAL: PILIHAN STRATEJIK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia" rel="bookmark" class="wherego_title">SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajemen-kompensasi-ideal" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJEMEN KOMPENSASI IDEAL</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2323&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/6-cara-mengasah-kemampuan-berfikir-stratejik' rel='bookmark' title='6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik'>6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik</a> <small>Bagaimana kita bisa mengasah cara berpikir supaya bisa berpikir stratejik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sistem-manajemen-talenta' rel='bookmark' title='SISTEM MANAJEMEN TALENTA'>SISTEM MANAJEMEN TALENTA</a> <small>Apa manfaat dari sistem manajemen talenta (SMT)? Yang jelas bahwa...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/manajemen-sdm-stratejik-dan-keputusan-stratejik-perusahaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Kesetiaan Pelanggan, Kesetiaan Investor dan Kesetiaan Karyawan</title>
		<link>http://indosdm.com/makna-kesetiaan-pelanggan-kesetiaan-investor-dan-kesetiaan-karyawan</link>
		<comments>http://indosdm.com/makna-kesetiaan-pelanggan-kesetiaan-investor-dan-kesetiaan-karyawan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 23:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Employee Satisfaction/Engagement]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2305</guid>
		<description><![CDATA[Pertumbuhan perusahaan yang tinggi akan menarik minat para karyawan, dan karyawan merasakan bahwa perusahaan dapat dijadikan pegangan untuk tumbuh-kembang bersama dalam hidupnya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja' rel='bookmark' title='Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja'>Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a> <small>Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/hubungan-antara-makna-bekerja-dengan-keterlibatan-kerja-pada-karyawan' rel='bookmark' title='Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan'>Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan</a> <small>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari jawaban mengenai Makna...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2306" style="margin: 10px; float: left;" title="loyalty" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/08/loyalty.jpg" alt="loyalty" width="200" height="212" />Apakah yang makna dari sebuah kesetiaan (<em>loyalty</em>)? Bagaimanakah wujud dari sebuah kesetiaan? Pada artikel ini saya ingin mengajak pembaca untuk menganalisis makna kesetiaan saat ini. Ternyata kesetiaan terdiri dari tiga bentuk, yaitu kesetiaan pelanggan, kesetiaan karyawan, dan kesetiaan investor. Ternyata ketiga jenis kesetiaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu siang di kantor saya, saya menerima telepon dari seorang teman lama. Teman saya ini, seorang direktur pengembangan bisnis sebuah perusahaan cukup ternama, mengatakan kepada saya dengan gembira bahwa dia baru saja terlepas dari sebuah beban yang selalu menghantui pikirannya. Saya masih belum mengerti apa maksud dan arah pembicaraannya. Akhirnya dia mengungkapkan bahwa dia baru saja berhenti sebagai direktur pengembangan bisnis di perusahaan tsb. Saya cukup terperangah mendengar berita itu, mengingat teman saya ini menurut saya adalah seseorang dengan visi bisnis yang sangat baik. Tetapi ada satu hal lagi yang membuat saya lebih terperanjat, dia mengucapkan terima kasih kepada saya atas segala saran yang saya berikan sehingga dia sampai kepada keputusannya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengingat kembali perkenalan saya dengan teman saya ini, kira-kita tahun 1996. Waktu itu teman saya ini adalah seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan software house yang menjadi business partner dari sebuah software ternama di dunia. Setahun yang lalu, pada tahun 1999, saya mendapat kabar bahwa dia mendapat tawaran menjadi seorang direktur pengembangan bisnis pada sebuah perusahaan, tempat dia bekerja sampai dia menelepon saya hari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kira-kira beberapa bulan yang lalu, pada suatu kesempatan makan siang bersama, teman saya ini minta saran dan pendapat saya mengenai strategi pengembangan bisnis yang dia lakukan pada perusahaan tsb. Sebagai seorang teman, saya memberikan pendapat dan saran terhadap strategi yang diterapkannya. Lebih lanjut dia menanyakan, apa yang harus dia lakukan jika kita terbentur dengan banyak hal dalam menjalankan strategi tersebut. Dengan sederhana dan enteng saya jawab, jika benturan itu berasal dari faktor eksternal perusahaan, maka itu adalah sesuatu yang harus dipecahkan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi jika benturan tersebut berasal dari faktor internal perusahaan (misalnya pihak manajemen lainnya dan para investor), maka ada dua pilihan. Pilihan pertama berusaha untuk memperbaiki kondisi internal tsb. sebaik-baiknya sehingga mencapai kondisi yang kompromis dengan strategi yang dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan kedua adalah, jika kondisi kompromis tersebut tidak tercapai, maka sebaiknya kita keluar dari sistem. Pilihan kedua ini dilakukan bukan karena dasar emosi atau sejenisnya, melainkan diakibatkan oleh perbedaan visi semata dan tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan tadi. Perbedaan visi adalah sesuatu yang lumrah dan bukanlah suatu kesalahan atau dosa, dan mengundurkan diri secara baik-baik dari perusahaan adalah suatu jalan yang paling bijaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus teman saya ini mengingatkan saya pada teori kesetiaan yang diungkapkan oleh Frederick F. Reichheld, Direktur Bain &amp; Co., sebuah perusahaan konsultan ternama di dunia, dalam bukunya yang berjudul &#8220;The Loyalty Effect, the Hidden Force Behind Growth, Profits, and Lasting Value&#8221;, yang diterbitkan pada tahun 1996. Lebih lanjut, Reichheld juga menulis artikel yang berjudul &#8220;E-Loyalty&#8221; yang diterbitkan dalam Harvard Business Review edisi Juli &#8211; Agustus 2000.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Frederick F. Reichheld, kesetiaan itu terdiri dari tiga bentuk seperti yang saya singgung pada awal artikel ini, yaitu kesetiaan pelanggan, kesetiaan karyawan, dan kesetiaan investor. Ketiga jenis kesetiaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lainnya. Mari kita lihat bagaimana korelasinya satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesetiaan pelanggan dapat terlihat dari seringnya pelanggan melakukan pembelian berulang (<em>repeat order</em>) terhadap produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Ini bisa terjadi apabila pelanggan sangat menyadari bahwa nilai (<em>value</em>) yang diberikan oleh produk perusahaan sangat bermakna untuk dirinya. Jika pelanggan merasa bahwa produk yang diberikan oleh perusahaan nilainya rendah, maka tentu pelanggan tidak akan membeli produk itu lagi. Ini berarti, kesetiaan pelanggan tidak diperoleh oleh perusahaan tsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, jika kesetiaan pelanggan sudah diperoleh, maka perusahaan dapat berkonsentrasi kepada pengembangan bisnis baru atau pertumbuhan (<em>growth</em>). Pertumbuhan perusahaan yang tinggi akan menarik minat para karyawan, dan karyawan merasakan bahwa perusahaan dapat dijadikan pegangan untuk tumbuh-kembang bersama dalam hidupnya. Seiring dengan pertumbuhan yang tinggi, tentu perusahaan sanggup memberikan remunerasi yang tinggi pula untuk para karyawannya. Kondisi ini akan menciptakan kesetiaan karyawan kepada perusahaan. Jika kondisi ini tercapai, maka karyawan akan terpacu untuk selalu mengadakan perbaikan berkesinambungan (<em>continuous improvements</em>) untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi lagi untuk pelanggan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika pertumbuhan perusahaan yang tinggi tetap terjaga dengan baik, maka ini akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Investor tidak akan segan-segan melakukan penambahan dana, menyetor modal, dan sebagainya. Jika kondisi ini tercapai maka inilah yang disebut dengan kesetiaan investor. Jika perusahaaan terus mendapatkan suntikan dana baru dan investor baru, maka dia dapat mengembangkan bisnisnya dan menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita lihat, ketiga jenis kesetiaan ini akan membentuk suatu mata rantai yang saling terkait, tidak ada putusnya, dan ketiganya harus selalu dijaga tanpa ada prioritas, karena semuanya penting. Tetapi terlihat, titik awalnya adalah nilai dari produk yang ditawarkan kepada para pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke kasus teman saya tadi, dia merasa adanya benturan-benturan yang membuat dia tidak leluasa mengembangkan strategi pengembangan bisnis yang dia yakini dapat memberikan nilai yang tinggi untuk pelanggannya. Benturan ini terjadi dengan pihak internal organisasi, yaitu para pemegang saham.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, jika berpedoman kepada model Reichheld ini, menurut saya secara otomatis dia tentu tidak lagi melihat pertumbuhan yang memiliki prospek pada perusahaan tsb. Walaupun ini masih dapat diperdebatkan, tetapi persepsi yang terbentuk bisa saja demikian, dan itu sah-sah saja. Pada kondisi seperti itu, susah untuk mengharapkan kesetiaan dari karyawan, dan akhirnya teman saya tadi mengundurkan diri sebagai direktur pengembangan bisnis dari perusahaan tsb. Ini adalah sesuatu yang wajar menurut teori kesetiaan yang diungkapkan oleh Reichheld.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, menurut pemahaman saya, teori Reichheld ini mengatakan kepada kita bahwa kesetiaan tsb. bukanlah sesuatu yang harus dituntut dari karyawan, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh perusahaan. Reichheld juga menuliskan suatu bagian yang berjudul &#8220;The Death of Corporate Loyalty&#8221; dalam buku &#8220;The Loyalty Effect&#8221; tadi. Intinya, menurut Reichheld, karyawan tidak akan memberikan kesetiaan kepada perusahaan, melainkan kepada keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya. Tetapi harap dicatat bahwa teori Reichheld ini kelihatannya hanya berlaku untuk karyawan yang memiliki kompetensi dengan daya saing yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda setuju dengan makna kesetiaan versi Reichheld? Ya, terserah Anda dong! Salam</p>
<p style="text-align: justify;">(Tulisan ini dimuat pada rubrik manajemen harian Republika, pada tahun 2000, sembilan tahun yang lalu)</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan lainnya tentang Manajemen dan MSDM dapat pula di akses langsung melalui: <a title="Enlace permanente a MAKNA KESETIAAN" rel="bookmark" href="http://www.ririsatria.net/2009/08/09/makna-kesetiaan/">MAKNA KESETIAAN</a></p>
<p><strong>Kontributor:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-328" style="margin: 10px; float: left;" title="ririsatria" src="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria-150x150.jpg" alt="Riri Satria" width="150" height="150" /></a><strong>Riri Satria, S.  Kom, MM</strong>. Selain mejadi blogger yang produktif, Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer UI dan MM bidang manajemen stratejik &amp; internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini adalah kandidat Doctor dari Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Selama lebih dari 10 tahun kiprahnya di bidang pendidkan dan konsultansi, dia pernah aktif di sebagai konsultan / Dosen di berbagai institusi di antaranya: KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), Lembaga Manajemen PPM, Program Magister Manajemen &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen PPM, PT. Daya Makara UI (Makara UI Consulting). Saat ini beliau Menjadi knowledge entrepreneur dengan memimpin sendiri sebuah Lembaga Konsultansi Manajemen di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/mengatasi-masalah-karyawan-dan-karyawan-bermasalah" rel="bookmark" class="wherego_title">MENGATASI MASALAH KARYAWAN DAN KARYAWAN BERMASALAH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2305&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja' rel='bookmark' title='Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja'>Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a> <small>Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/hubungan-antara-makna-bekerja-dengan-keterlibatan-kerja-pada-karyawan' rel='bookmark' title='Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan'>Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan</a> <small>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari jawaban mengenai Makna...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/makna-kesetiaan-pelanggan-kesetiaan-investor-dan-kesetiaan-karyawan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ETIKA KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/etika-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/etika-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 23:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Character Building]]></category>
		<category><![CDATA[Employee Satisfaction/Engagement]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[business ethics]]></category>
		<category><![CDATA[ETIKA KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[work ethic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2294</guid>
		<description><![CDATA[Dalam prakteknya penerapan etika kerja di kalangan karyawan tidaklah mudah. Tidak jarang bukan saja di karyawan tetapi juga di kalangan manajer banyak yang kurang memahami makna etika kerja.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/masalah-pokok-dalam-etika-bisnis' rel='bookmark' title='MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS'>MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS</a> <small>Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2295" style="margin: 10px; float: left;" title="work_ethic" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/08/work_ethic.jpg" alt="work_ethic" width="200" height="215" />Masalah yang begitu kompleks yang sering dihadapi oleh para manajer adalah dalam menghadapi tingkah laku karyawan. Keadaan ini bisa menjadi tekanan dan bahkan tantangan dalam menerapkan aspek etika kerja seperti ketidak-jujuran, ketidak-disiplinan, ketidak-adilan, kecurangan pertanggung-jawaban administrasi, keegoan dsb. Karena itu munculah perhatian yang besar bagaimana caranya agar para karyawan dan tentunya juga manajer bekerja dengan standar etika tertentu.</p>
<p align="justify">Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Agregasi dari perilaku karyawan yang beretika kerja merupakan gambaran etika kerja karyawan dalam perusahaan. Karena itu etika kerja karyawan secara normatif diturunkan dari etika bisnis. Konsekuensinya etika tidak diterapkan atau ditujukan untuk para karyawan saja. Artinya kebijakan manajemen yang menyangkut karyawan seharusnya pula beretika, misalnya keadilan dan keterbukaan dalam hal kompensasi, karir, dan evaluasi kinerja karyawan. Jadi setiap keputusan etika dalam perusahaan tidak saja dikaitkan dengan kepentingan manajemen tetapi juga karyawan.</p>
<p align="justify">Etika kerja terkait dengan apa yang seharusnya dilakukan karyawan atau manajer. Untuk itu etika kerja setiap karyawan didasari prinsip-prinsip:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Melaksanakan tugas sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan,</li>
<li> Selalu berorientasi pada budaya peningkatan mutu kinerja,</li>
<li> Saling menghormati sesama karyawan,</li>
<li> Membangun kerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas perusahaan,</li>
<li> Memegang amanah atau tanggung jawab, dan kejujuran,</li>
<li> Mananamkan kedisiplinan bagi diri sendiri dan perusahaan.</li>
</ul>
<p align="justify">Menurut Mathis dan Jackson, etika memiliki dimensi-dimensi konsekuensi luas, alternatif ganda, akibat berbeda, konsekuensi tak pasti, dan efek personal.</p>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Konsekuensi Luas</strong> : keputusan etika membawa konsekuensi yang luas. Misalnya, karena menyangkut masalah etika bisnis tentang pencemaran lingkungan maka diputuskan penutupan perusahaan dan pindah ke tempat lain yang jauh dari karyawan. Hal itu akan berpengaruh terhadap kehidupan karyawan, keluarganya, masyarakat dan bisnis lainnya.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Alternatif Ganda</strong> : beragam alternatif sering terjadi pada situasi pengambilan keputusan dengan jalur di luar aturan. Sebagai contoh, memutuskan seberapa jauh keluwesan dalam melayani karyawan tertentu dalam hal persoalan keluarga sementara terhadap karyawan yang lain menggunakan aturan yang ada.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Akibat Berbeda</strong> : keputusan-keputusan dengan dimensi-dimensi etika bisa menghasilkan akibat yang berbeda yaitu positif dan negatif. Misalnya mempertahankan pekerjaan beberapa karyawan di suatu pabrik dalam waktu relatif lama mungkin akan mengurangi peluang para karyawan lainnya untuk bekerja di pabrik itu. Di satu sisi keputusan itu menguntungkan perusahaan tetapi pihak karyawan dirugikan.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Ketidakpastian Konsekuensi</strong> : konsekuensi keputusan-keputusan bernuansa ketika sering tidak diketahui secara tepat. Misalnya pertimbangan penundaan promosi pada karyawan tertentu yang hanya berdasarkan pada gaya hidup dan kondisi keluarganya padahal karyawan tersebut benar-benar kualifaid.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p align="justify"><strong>Efek Personal</strong> : keputusan-keputusan etika sering mempengaruhi kehidupan karyawan dan keluarganya, misalnya pemecatan terhadap karyawan disamping membuat sedih si karyawan juga akan membuat susah keluarganya. Misal lainnya, kalau para pelanggan asing tidak menginginkan dilayani oleh &#8220;sales&#8221; wanita maka akan berpengaruh negatif pada masa depan karir para &#8220;sales&#8221; tersebut.</p>
</blockquote>
<p align="justify">Dalam prakteknya penerapan etika kerja di kalangan karyawan tidaklah mudah. Tidak jarang bukan saja di karyawan tetapi juga di kalangan manajer banyak yang kurang memahami makna etika kerja. Hal itu ditunjukkan oleh adanya sekelompok karyawan dan bahkan manajer yang egoistis dan menjadi penyebab konflik serta ketidakpuasan di kalangan karyawan. Kalau ini dibiarkan maka lambat laun akan menggangu proses pekerjaan dan mutu kinerja secara keseluruhan. Karena itu diperlukan peranan perusahaan dalam membangun etika kerja para karyawan.</p>
<p>Perusahaan dapat berperan dalam berbagai bentuk upaya:</p>
<ul>
<li>Membuat kode etika kerja dengan melibatkan para karyawan,</li>
<li>Pelatihan tentang pengertian dan penerapan etika kerja,</li>
<li>Melaksanakan proses sosialisasi dan internalisasi etika kerja,</li>
<li>Meningkatkan komunikasi horisontal dan vertikal: formal dan informal,</li>
<li>Meningkatkan fungsi pengawasan kerja,</li>
<li>Memberikan penghargaan kepada para karyawan yang beretika kerja tinggi sebagai motivasi bagi karyawan lainnya dalam meningkatkan etika kerjanya.</li>
</ul>
<p>Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lainnya tentang dunia kerja dan MSDM dapat juga diakses langsung melalui:<a title="Etika Kerja" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/03/membangun-etika-kerja-2/"> MEMBANGUN ETIKA KERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="../wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tim-kerja-yang-sesungguhnya" rel="bookmark" class="wherego_title">TIM KERJA YANG SESUNGGUHNYA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-kepemimpinan-tim-kerja-yang-kuat" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: KEPEMIMPINAN TIM KERJA YANG KUAT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/memaknai-pengalaman-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">MEMAKNAI PENGALAMAN KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2294&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/masalah-pokok-dalam-etika-bisnis' rel='bookmark' title='MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS'>MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS</a> <small>Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/etika-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KOMPETENSI KARYAWAN DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://indosdm.com/kompetensi-karyawan-dalam-organisasi-pembelajaran</link>
		<comments>http://indosdm.com/kompetensi-karyawan-dalam-organisasi-pembelajaran#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 18:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Knowledge Management]]></category>
		<category><![CDATA[Skills/Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPETENSI KARYAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2256</guid>
		<description><![CDATA[Kalau perusahaan disebut sebagai organisasi pembelajaran, manajemen puncak sudah menempatkan upaya pengembangan kompetensi karyawan sebagai tugas rutinnya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/langkah-strategis-mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='LANGKAH STRATEGIS MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN'>LANGKAH STRATEGIS MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Dalam organisasi pembelajaran terjadi proses pemberian kesempatan kepada setiap karyawan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/organisasi-pembelajaran-vs-krisis-moneter-global' rel='bookmark' title='ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL'>ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a> <small>Tantangan yang dihadapi perusahaan saat kini adalah membuat kemajuan yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kapasitas-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN'>PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Gaya yang dapat mempengaruhi organisasi dalam mengembangkan gagasan-gagasan meliputi eksperimen,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-2257" style="margin: 10px; float: left;" title="sjafri-new" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/06/sjafri-new.jpg" alt="sjafri-new" width="200" height="214" />Perubahan dunia berpengaruh terhadap organisasi bisnis dan sekaligus terhadap kompetensi karyawan. Karyawan semakin dipandang sebagai aset yang sangat penting dari suatu perusahaan. Semakin banyak tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan maka kedudukan karyawan menjadi semakin sangat strategis. Keunggulan kompetitif suatu perusahaan sangat bergantung pada mutu sumberdaya manusia karyawan. Artinya ketika perusahaan akan menghadapi proses pengubahan atau terlibat dalam menciptakan ubahan maka karyawan diposisikan sebagai pemain utama perusahaan.</p>
<p align="justify">Perusahaan akan selalu memikat, mengembangkan dan mempertahankan karyawan yang berketerampilan inovatif. Dan agar karyawan tetap bertahan bekerja di perusahaannya maka diperlukan lingkungan pembelajaran yang berkelanjutan. Bagaimana misalnya para karyawan secara bertahap dikembangkan potensi dirinya untuk memiliki pemikiran kompetitif, sinergis dan pemikiran global. Dengan demikian perusahaan akan semakin siap dalam menghadapi setiap proses perubahan lokal dan global. Hal demikian tampak jelas di suatu organisasi pembelajaran (learning organization)</p>
<p align="justify">Perusahaan akan terus mengembangkan potensi karyawan yang memiliki kompetensi atau standar sektor ekonomi nasional dan global. Ciri-ciri kompetensi karyawan dimaksud adalah memiliki pengetahuan, kapabilitas dan sikap inisiatif dan inovatif dalam berbagai dimensi pekerjaan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah yang berorientasi pada efisiensi, produktivitas, mutu, dan kepedulian terhadap dampak lingkungan.</li>
<li>Keterampilan dan sikap dalam berkomunikasi horisontal dan vertikal serta  membangun jejaring kerja internal.</li>
<li>Keterampilan dan sikap dalam pengendalian emosi diri, membangun persahabatan dan obyektivitas persepsi.</li>
<li>Sikap dalam mau belajar secara berkelanjutan.</li>
<li>Keterampilan dan sikap dalam pengembangan diri untuk mengaitkan kompetensi pekerjaan dengan kompetensi pribadi individu.</li>
<li>Keterampilan dan sikap maju untuk mencari cara-cara baru dalam mengoptimumkan pelayanan mutu terhadap pelanggan.</li>
<li>Keterampilan dan sikap saling memperkuat (sinergitas) antarkaryawan untuk selalu meningkatkan mutu produk dan mutu pelayanan pada pelanggan.</li>
</ol>
<p align="justify">Kalau perusahaan disebut sebagai organisasi pembelajaran, manajemen puncak sudah menempatkan upaya pengembangan kompetensi karyawan sebagai tugas rutinnya. Karyawan diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya melalui bursa gagasan yang diselenggarakan oleh manajemen puncak. Dari situ pihak manajemen bisa mengamati siapa saja karyawan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan talenta tinggi. Dan kemudian dikaitkan dengan kinerjanya. Lalu dapat ditentukan siapa saja yang disiapkan untuk menempati posisi jabatan yang lebih tinggi. Sementara mereka yang berada pada kinerja yang di bawah standar diberi kesempatan untuk meningkuti pelatihan dan pengembangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli artikel ini dan artikel menarik lain tentang MSDM dapat juga diakses langsung melalui link:  <a title="KOMPETENSI KARYAWAN DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/06/07/kompetensi-karyawan-dalam-organisasi-pembelajaran/">KOMPETENSI KARYAWAN DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="../wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-memperkecil-paradoksial-potensi-diri-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kesadaran-organisasi-organization-awareness" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mengatasi-masalah-karyawan-dan-karyawan-bermasalah" rel="bookmark" class="wherego_title">MENGATASI MASALAH KARYAWAN DAN KARYAWAN BERMASALAH</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2256&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/langkah-strategis-mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='LANGKAH STRATEGIS MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN'>LANGKAH STRATEGIS MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Dalam organisasi pembelajaran terjadi proses pemberian kesempatan kepada setiap karyawan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/organisasi-pembelajaran-vs-krisis-moneter-global' rel='bookmark' title='ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL'>ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a> <small>Tantangan yang dihadapi perusahaan saat kini adalah membuat kemajuan yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kapasitas-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN'>PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Gaya yang dapat mempengaruhi organisasi dalam mengembangkan gagasan-gagasan meliputi eksperimen,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kompetensi-karyawan-dalam-organisasi-pembelajaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGENALI POLITIK ORGANISASI</title>
		<link>http://indosdm.com/mengenali-politik-organisasi</link>
		<comments>http://indosdm.com/mengenali-politik-organisasi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 01:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diversity]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[OD]]></category>
		<category><![CDATA[Skills/Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[office politic]]></category>
		<category><![CDATA[office rumour]]></category>
		<category><![CDATA[politik kantor]]></category>
		<category><![CDATA[politik organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2192</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai literatur dan riset sudah banyak yang membahas politik organisasi ini. Bahkan kemampuan untuk mengenai politik organisasi adalah salah satu kompetensi generik yang diungkapkan oleh Spencer dan Spencer dalam buku mereka "Competence at Work".
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kesadaran-organisasi-organization-awareness' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)'>Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)</a> <small>Kesadaran Organisasi (Organization Awareness) adalah kemampuan untuk memahami dan mempelajari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-komitmen-organisasi-organization-commitment' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)'>Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)</a> <small>Komitmen Organisasi (Organization Commitment) adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2193" style="margin: 10px; float: left;" title="office_politic" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/05/office_politic.jpg" alt="office_politic" width="200" height="204" />Pengalaman sebagai konsultan manajemen, terutama organization development, memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk mengamati politik organisasi (ini terjemahan saya untuk istilah office politics) di berbagai perusahaan / organisasi. Wujud dari politik organisasi ini ada yang terlihat nyata dan diformalkan (above the line) atau yang tidak diakui, tetapi terjadi secara diam-diam (below the line). Berbagai literatur dan riset sudah banyak yang membahas politik organisasi ini. Bahkan kemampuan untuk mengenai politik organisasi adalah salah satu kompetensi generik yang diungkapkan oleh Spencer dan Spencer dalam buku mereka &#8220;Competence at Work&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Spencer dan Spencer menyebut kompetensi ini dengan label organization awareness. Ringkasnya adalah, ini suatu kemampuan untuk mengidentifikasi peta kekuatan di dalam organisasi, siapa yang dominan dalam pembuatan keputusan, serta aspek-aspek yang hidden di dalam organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, dalam menentukan sistem manajemen karir di dalam sebuah organisasi, apakah berbasis kompetensi dan kinerja, berbasis senioritas, serta berbagai pengecualian yang terjadi. Jika pilihannya adalah berbasis kompetensi dan kinerja, maka tentu kabar buruk untuk mereka yang memiliki paradigma karir berbasis senioritas. Jika ini dibakukan dalam sistem perusahaan, maka ini adalah politik organisasi above the line. Tetapi di berbagai perusahaan, sering ditempatkan orang-orang yang masih kerabat pemilik untuk posisi-posisi vital, misalnya keuangan, pembelian, dan sebagainya. Pada kondisi ini, faktor trust lebih penting daripada skills. Ini contoh penerapan yang below the line. Sesuatu yang mungkin tidak diakui, tetapi terjadi di dalam organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam organisasi, kita juga mengenal istilah jabatan karir serta jabatan politik. Jabatan karir adalah jabatan yang terbuka untuk semua pihak dan merupakan bagian dari jejang karir profesional. Sedangkan jabatan politik adalah jabatan yang sangat rentan terhadap intervensi pemiliki perusahaan / organisasi. Pada jabatan karir, fit and proper test lebih banyak difokuskan kepada knowledge dan skill.Sedangkan untuk jabatan politik, fokusnya lebih kepada trust dan acceptability.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah sebabnya, kenapa untuk posisi-posisi strategis tertentu, fit and proper test tidak difokuskan kepada knowledge and skill semata, melainkan acceptability dari stakeholders utama, misalnya fit and proper test jabatan direksi BUMN oleh kementrian yang membina BUMN. Seperti apa kondisi yang disebut accepted, sangat tergantung kepada siapa yang membuat keputusan. Unsur subyektivitas dan kepentingan tentu sangat berperan di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Janganlah jauh-jauh, kalau kita memilih sopir atau pembantu rumah tangga, tentu kita tidak hanya mempertimbangkan faktor skill semata, melainkan kecocokan chemistry dia dengan kita dan keluarga &#8230; apalagi untuk jabatan strategis .. ya sama saja kan ?</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan artikel menarik lainnya tentang manajemen dapat juga diakses langsung melalui: <a title="Enlace permanente a POLITIK ORGANISASI" href="http://www.ririsatria.net/2009/05/04/politik-organisasi/">POLITIK ORGANISASI</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-328" style="margin: 10px; float: left;" title="ririsatria" src="../wp-content/uploads/2008/10/ririsatria-150x150.jpg" alt="Riri Satria" width="150" height="150" /></a><strong>Riri Satria, S.  Kom, MM</strong>. Selain mejadi blogger yang produktif, Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer UI dan MM bidang manajemen stratejik &amp; internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini adalah kandidat Doctor dari Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Selama lebih dari 10 tahun kiprahnya di bidang pendidkan dan konsultansi, dia pernah aktif di sebagai konsultan / Dosen di berbagai institusi di antaranya: KPMG (Klynvelt Peat Marwick Goerdeler), Lembaga Manajemen PPM, Program Magister Manajemen &#8211; Sekolah Tinggi Manajemen PPM, PT. Daya Makara UI (Makara UI Consulting). Saat ini beliau Menjadi knowledge entrepreneur dengan memimpin sendiri sebuah Lembaga Konsultansi Manajemen di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-komitmen-organisasi-organization-commitment" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kesadaran-organisasi-organization-awareness" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-menyiapkan-perencanaan-training-di-tingkat-organisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN MENYIAPKAN PERENCANAAN TRAINING DI TINGKAT ORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2192&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kesadaran-organisasi-organization-awareness' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)'>Kamus Kompetensi: Kesadaran Organisasi (Organization Awareness)</a> <small>Kesadaran Organisasi (Organization Awareness) adalah kemampuan untuk memahami dan mempelajari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-komitmen-organisasi-organization-commitment' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)'>Kamus Kompetensi: Komitmen Organisasi (Organization Commitment)</a> <small>Komitmen Organisasi (Organization Commitment) adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/mengenali-politik-organisasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LANGKAH STRATEGIS MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://indosdm.com/langkah-strategis-mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran</link>
		<comments>http://indosdm.com/langkah-strategis-mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 18:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic HR]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2068</guid>
		<description><![CDATA[Dalam organisasi pembelajaran terjadi proses pemberian kesempatan kepada setiap karyawan untuk belajar secara bersinambung. Pembelajaran itu dimaksudkan untuk digunakan dalam mencapai tujuan individu dan organisasi.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kapasitas-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN'>PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Gaya yang dapat mempengaruhi organisasi dalam mengembangkan gagasan-gagasan meliputi eksperimen,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/organisasi-pembelajaran-vs-krisis-moneter-global' rel='bookmark' title='ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL'>ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a> <small>Tantangan yang dihadapi perusahaan saat kini adalah membuat kemajuan yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan' rel='bookmark' title='PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN'>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</a> <small>Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2069" style="margin: 10px; float: left;" title="learning_organization" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/04/learning_organization.jpg" alt="learning_organization" width="200" height="221" />Mungkin tanpa disadari dalam keseharian hidup kita sebenarnya berada dalam proses pembelajaran. Setiap kejadian yang menimpa kita dan orang lain merupakan pengalaman hidup. Idealnya, kalau yang memiliki daya kritis, setiap kejadian akan mendorong dirinya untuk bertanya. Antara lain dalam bentuk &#8220;apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa itu sampai terjadi? Apa akibat-akibat yang timbul pada diri sendiri dan lingkungan? Bagaimana mengatasi masalahnya?&#8221;, dst. Semua rangkaian pertanyaan dan informasi yang dihasilkan serta tindakan-tindakan yang berkait dengan itu merupakan ciri pembelajaran dari seseorang. Istilah filosofinya, &#8220;pengalaman adalah guru terbaik&#8230;&#8230;.belajarlah dari pengalaman&#8221;. Namun belum tentu semua orang berperilaku seperti itu.  Dengan kata lain tidak peduli pada apa yang telah dialaminya. Tidak ada dorongan untuk menelaahnya. Lalu apakah itu bisa juga terjadi pada suatu perusahaan?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebagai organisasi, perusahaan terdiri dari kumpulan orang yang bekerjasama secara teratur dan terencana di bawah koordinasi seorang pemimpin untuk mencapai tujuan tertentu. Seperti juga individu manusia, perusahaan pun belum tentu semuanya sebagai organisasi pembelajaran (learning organization). Ada perusahaan yang aktifitasnya hanya sebatas rutin saja. Sementara perusahaan lain beraktifitas tidak sekedar berorientasi rutin tetapi juga pada pengembangan. Yakni seperti yang diungkap Peter Senge, bahwa organisasi pembelajaran merupakan &#8220;The Bottom Line:  Any organization that has a <strong>culture</strong> and <strong>structure</strong> that promotes learning at all levels to enhance its capabilities to produce, adapt and shape its future&#8221;. Batasan itu bisa juga disetarakan sebagai prinsip dasar bagaimana suatu organisasi pembelajaran dapat dibentuk dan dikembangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini organisasi pembelajaran ditunjukan oleh adanya individu-individu yang memiliki ciri-ciri: upaya untuk memperkuat kepribadian yang obyektif, meneliti dengan cermat asumsi-asumsi dan gambaran dunia bisnis, menciptakan gambaran masa depan yang baru, menciptakan kapasitas untuk berpikir bersama dalam suatu tim, dan berpikir secara sistem sehingga terjadi interelasi antara pengetahuan dan alat pencapai tujuan. Dengan demikian dalam organisasi pembelajaran terjadi proses pemberian kesempatan kepada setiap karyawan untuk belajar secara bersinambung. Pembelajaran itu dimaksudkan untuk digunakan dalam mencapai tujuan individu dan organisasi. Karena itu ada keterkaitan antara tujuan atau kinerja individu dengan kinerja perusahaan. Semuanya diperkuat dengan adanya proses berbagi informasi dan tugas, dan kalau toh ada perbedaan-perbedaan justru dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bagaimana mewujudkan perusahaan sebagai organisasi pembelajaran? Langkah-langkah yang bisa diterapkan antara lain meliputi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">(1).      Tidak mungkin organisasi pembelajaran akan terbentuk kalau tidak ada dukungan manajemen puncak. Karena itu manajemen puncak harus mengembangkan budaya organisasi di kalangan manajemen dan karyawannya. Dan ini tercermin dari sosialisasi dan internalisasi tentang visi, misi, tujuan, dan strategi-kebijakan perusahaan. Pembudayaan antara lain dalam aspek-aspek budaya belajar, budaya mutu kinerja, budaya komitmen, dan budaya akuntabilitas harus sudah dimulai sejak tahap proses rekrutmen karyawan baru.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">(2).     Pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia berbasis kompetensi menjadi hal yang sangat pokok dalam pembentukan dan pengembangan organisasi pembelajaran. Pelatihan lebih ditekankan pada penguatan domain pengetahuan, sikap dan ketrampilan karyawan. Sementara pengembangan lebih difokuskan pada partisipasi dan otonomi dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Dengan kapabilitasnya, karyawan diharapkan selalu siap berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan eksternal dan internal organisasi.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">(3).     Pengembangan umpan balik di semua lini. Proses ini terjadi pada tataran horisontal sesama rekan kerja. Dan vertikal antara atasan dan subordinasi dan sebaliknya. Umpan balik ini merupakan salah satu sisi pembelajaran kontinyu yang utamanya ditujukan untuk memperkuat   daya kritis dan kreatifitas karyawan dalam memberikan masukan yang berharga bagi pengembangan organisasi. Disinilah para karyawan diajak berperanserta secara aktif dalam mengevaluasi dan merumuskan program dan indikator kinerja perusahaan berikut aspek-aspeknya.</p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">(4).     Penyediaan dan pengembangan sistem informasi dan manajemen mulai dari subsistem pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan pelaporan, penyimpanan,  serta penyebarluasan laporan ke seluruh unit organisasi. Sistem ini sangat berguna untuk mengembangkan beragam pemikiran atau gagasan-gagasan inovasi baik bersifat lunak maupun keras dalam suatu perencanaan strategis. Dengan demikian sumberdaya perusahaan (manusia, sistem, dan fisik) dapat terus dikembangkan dalam suatu proses pembelajaran secara berkelanjutan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Suatu perusahaan yang tidak menerapkan prinsip-prinsip dasar organisasi pembelajaran sama saja mengabaikan berbagai pengaruh eksternal dan pentingnya suatu organisasi memperkuat dirinya.  Berarti pula perusahaan tidak mendorong terjadinya pengembangan komitmen dan kapasitas karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Padahal suatu organisasi pembelajaran yang  memiliki daya saing tinggi dicirikan oleh sumberdaya manusia yang unggul dan terus dikembangkan secara terencana. Dan ini ada kaitannya dengan kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan dirinya sebagai organisasi pembelajaran karena dunia bisnis sudah semakin mengglobal yakni kompleks, dinamis, dan kompetitif.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari dari artikel ini dan artikel-artikel lainnya dalam Manajemen SDM dapat juga diakse melalui link:  <a title="Permalink for : MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/31/mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran/">MEWUJUDKAN PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI PEMBELAJARAN</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengalaman-penglamaan-dan-proses-pembelajaran" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/4-langkah-praktis-appreciative-inquiry" rel="bookmark" class="wherego_title">4 langkah praktis Appreciative Inquiry</a></li><li><a href="http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/organisasi-pembelajaran-vs-krisis-moneter-global" rel="bookmark" class="wherego_title">ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2068&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kapasitas-organisasi-pembelajaran' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN'>PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI PEMBELAJARAN</a> <small>Gaya yang dapat mempengaruhi organisasi dalam mengembangkan gagasan-gagasan meliputi eksperimen,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/organisasi-pembelajaran-vs-krisis-moneter-global' rel='bookmark' title='ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL'>ORGANISASI PEMBELAJARAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a> <small>Tantangan yang dihadapi perusahaan saat kini adalah membuat kemajuan yang...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-menjabarkan-tujuan-organisasi-pada-level-tim-maupun-individu-pendahuluan-dan-hal-yang-perlu-dipertimbangkan' rel='bookmark' title='PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN'>PANDUAN MENJABARKAN TUJUAN ORGANISASI PADA LEVEL TIM MAUPUN INDIVIDU: PENDAHULUAN DAN HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN</a> <small>Tujuan organisasi (Goal) merupakan bagian penting dari keberhasilan bisnis. Jika...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/langkah-strategis-mewujudkan-perusahaan-sebagai-organisasi-pembelajaran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INVESTASI KEKUATAN KARYAWAN</title>
		<link>http://indosdm.com/investasi-kekuatan-karyawan</link>
		<comments>http://indosdm.com/investasi-kekuatan-karyawan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 23:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic HR]]></category>
		<category><![CDATA[Employee Strenght]]></category>
		<category><![CDATA[Human Capital Management]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2062</guid>
		<description><![CDATA[Dari beberapa penelitian logitudinal dapat disimpulkan semakin intensif investasi yang dilakukan semakin tinggi kualitas SDM dan kinerja seseorang. Dan mereka yang berusia antara 15-23  tahun dan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kekuatannya maka ketika 25 tahun kemudian ternyata memiliki kepuasan karir dan pendapatan yang lebih tinggi.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan' rel='bookmark' title='KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN'>KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN</a> <small>Tulisan ini membahas tentang intisari buku berjudul "Strengths Based Leadership"....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/apa-arti-biodata-karyawan' rel='bookmark' title='Apa arti biodata karyawan?'>Apa arti biodata karyawan?</a> <small>Biodata karyawan adalah data-data personal dari seorang karyawan yang biasanya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2063" style="margin: 10px; float: left;" title="employee_strenght" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/04/employee_strenght.jpg" alt="employee_strenght" width="200" height="211" />Sebagaimana diketahui karyawan memiliki karakteristik yang unik ketimbang sumberdaya lainnya. Karyawan sebagai aset perusahaan memiliki akal sehat,  emosi, intuisi, dan kepribadian yang aktif. Selain itu keunikan tersebut juga dicerminkan oleh bentuk kekuatan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan  tertentu dalam bekerja. Dengan asumsi setiap perusahaan memiliki manajemen strategis maka faktor utama yang dipertimbangkan ketika perencanaan bisnis dibuat adalah kekuatan karyawan dalam hal sumberdaya manusianya. Karena itu dikenal ada turunan dari manajemen strategis yakni manajemen sumberdaya manusia strategis. Yakni suatu manajemen yang berfokus pada upaya mengoptimumkan sumberdya manusia karyawan dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan dan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan yang maju  dicerminkan oleh kepemimpinan yang berorientasi pada kekuatan karyawan. Model gaya  kepemimpinan ini memfokuskan pada tiga hal yakni</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Menginvestasikan kekuatan karyawan dalam jangka panjang misalnya melalui memberi kesempatan karyawan untuk berkembang</li>
<li>dekat dan dikelilingi oleh tim kerja yang efektif, misalnya memaksimumkan kekuatan timnya dan mempelajari elemen-elemen yang membangun keunggulan tim</li>
<li>memanfaatkan dan memaksimumkan  kebutuhan para karyawannya (kepercayaan, perasaan simpati, stabilitas, dan harapan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuktikan seberapa jauh efektivitas dari investasi kekuatan individu terhadap outcomenya, para peneliti dari University Florida telah melakukan studi panjang 25 tahun (Tom Rath dan Barry Conchie, 2008, Strengths based Leadership). Studi evaluasi diri telah dilakukan terhadap 7.600 responden (pria da n wanita) yang usianya berkisar antara 14 dan 22 tahun yang dilakukan pada tahun 1979. Responden terus diamati selama 25 tahun dimana pada tahun 2004 dikaji tentang keberhasilan karir, status pekerjaan, pendidikan, dan kesehatannya. Penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri seseorang semakin tinggi tingkat pendapatan dan karirnya setelah kurun waktu 25 tahun. Koefisien percepatannya jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang kepercayaan dirinya lebih rendah. Dengan kata lain jurang perbedaan keberhasilan ke dua kelompok itu dari tahun ke tahun semakin lebar.</p>
<p style="text-align: justify;">Disamping ada pengaruhnya terhadap pendapatan dan karir, ternyata investasi berpengaruh pula terhadap tingkat kesehatan individu selama bekerja. Penelitian menunjukan bahwa mereka yang tergolong karyawan yang lebih rendah kepercayaan dirinya mengalami permasalahan kesehatan tiga kali lipat dibanding dengan yang punya kepercayaan diri lebih tinggi. Dapat disimpulkan semakin intensif investasi yang dilakukan semakin tinggi kualitas SDM dan kinerja seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil studi diatas maka mereka yang sadar akan kekuatannya dan membangun kepercayaan diri ketika berusia muda akan menghasilkan keunggulan komulatif sepanjang hidupnya. Hasil analisis sementara yang dilakukan para peneliti Gallup dengan studi longitudinal yang sama dengan yang dilakukan peneliti Universitas Florida cenderung menunjukkan hasil yang sama. Mereka yang berusia antara 15-23  tahun dan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kekuatannya maka ketika 25 tahun kemudian ternyata memiliki kepuasan karir dan pendapatan yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Implikasi dari temuan di atas adalah betapa pentingnya seorang pemimpin dalam perusahaan menginvestasi kekuatan karyawannya. Seandainya para pemimpin mampu membantu setiap karyawan dengan pengembangan kapasitas individunya dalam jangka panjang maka diduga kuat akan meningkatkan keunggulan komulatif karyawan dan perusahaan lebih cepat. Program pemberdayaan dan partisipasi karyawan dalam konteks pengembangan SDM menjadi kunci keberhasilan proses investasi kekuatan karyawan dan kinerja organisasi jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ssli dari artikel asli dan tulisan menarik lainnya tentang MSDM dapat juga diakses melalui link: <a title="Permalink for : MANAJEMEN  INVESTASI  KEKUATAN KARYAWAN" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/30/manajemen-investasi-kekuatan-karyawan/">MANAJEMEN INVESTASI KEKUATAN KARYAWAN</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bagaimana-seharusnya-seorang-manajer-menghargai-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">BAGAIMANA SEHARUSNYA SEORANG MANAJER MENGHARGAI KARYAWAN?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit" rel="bookmark" class="wherego_title">PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mengapa-kinerja-karyawan-bisa-menyimpang" rel="bookmark" class="wherego_title">MENGAPA KINERJA KARYAWAN BISA MENYIMPANG?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/respek-karyawan-kepada-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">RESPEK KARYAWAN KEPADA MANAJER</a></li><li><a href="http://indosdm.com/tindak-lanjut-orientasi-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">TINDAK LANJUT ORIENTASI KARYAWAN</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2062&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan' rel='bookmark' title='KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN'>KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN</a> <small>Tulisan ini membahas tentang intisari buku berjudul "Strengths Based Leadership"....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/apa-arti-biodata-karyawan' rel='bookmark' title='Apa arti biodata karyawan?'>Apa arti biodata karyawan?</a> <small>Biodata karyawan adalah data-data personal dari seorang karyawan yang biasanya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/investasi-kekuatan-karyawan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Pilar Nilai Dalam Membentuk Winning Team</title>
		<link>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team</link>
		<comments>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 00:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[High Performing Teams]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[team pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[tim pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[winning team]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2023</guid>
		<description><![CDATA[Tim pemenang (winning team) adalah apabila seluruh anggotanya mau mengorbankan kepentingan pribadi masing-masing demi tujuan bersama, bekerja sama sesuai nilai-nilai yang sudah disepakati.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-sikap-dasar-dalam-berkomunikasi-dan-bekerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama</a> <small>LATAR  BELAKANG Manusia pada dasarnya terbatas, tidak sempurna, mempunyai kelebihan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2025" style="margin: 10px; float: left;" title="winning team" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/winning-team.jpg" alt="winning team" width="200" height="206" />Manajemen adalah sebuah aktivitas untuk mengelola sumber daya menuju cita-cita dan tujuan organisasi. Dalam penerapannya dibutuhkan sebuah aktivitas untuk menggerakkan orang-orang yang ada didalamnya menjadi sebuah tim yang bias bersatu, bekerjasama , bertekad bulat untuk mencapai tujuan, melaksanakan peran yang ditugaskan dengan keserasian dan koordinasi yang mulus atau menjadi sebuah tim pemenang. Tim pemenang adalah apabila seluruh anggotanya mau mengorbankan kepentingan pribadi masing-masing demi tujuan bersama, bekerja sama sesuai nilai-nilai yang sudah disepakati.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 rangkaian nilai yang bisa di gunakan dalam membangun sebuah tim pemenang (winning team)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Dedikasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dua bentuk dedikasi dalam kelompok kerja berupa kepatuhan dan komitmen. Kepatuhan terhadap kebijakan operasional, prosedur, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen pada standar kinerja, sasaran dan tonggak pencapaian. Kepatuhan tanpa komitmen berarti kinerja yang lemah dan komitmen tanpa kepatuhan akan menimbulkan kekacauan. Kepatuhan dan komitmen kalau digabung akan meningkatkan kreativitas dan inisiatif dengan resiko minimum. Perlu dibangun dedikasi yang tinggi agar menjadi tim pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ikatan saling percaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kepatuhan dan komitmen akan bisa terbentuk kalau ada kekuatan ikatan saling percaya antara pimpinan dan anggota. Tindakan para anggota kelompok kerja secara efektif bisa di pacu atau di hambat oleh kepatuhan dan komitmen. Kepatuhan dan komitmen tidak bisa dikatakan tulus apabila ada sedikit keraguan atau keengganan. Tetapi jika terdapat tingkat saling percaya yang tinggi antara pimpinan dan anggota, maka mereka akan tunduk dan menghormati ikatan saling percaya yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Persepsi keadilan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Persepsi adanya ketidak adilan merupakan benih terjadinya perpecahan dan memperlemah ikatan kepercayaan. Bisa kita artikan bahwa prasyarat terbentuknya ikatan kepercayaan adalah adanya penerapan azas keadilan terhadap semua anggota. Untuk mewujudkan itu maka kita harus peka terhadap bagaimana orang lain akan mempersepsikan keputusan kita dan dalam mengambil tindakan kita harus mempertimbangkan kepentingan setiap orang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Kejelasan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketidak jelasan terhadap masalah-masalah penting dalam organisasi merupakan sebuah bom waktu yang siap meledak. Kebijakan-kebijakan yang kita ambil harus bisa dipahami oleh semua anggota tanpa menimbulkan salah persepsi atau salah penafsiran. Hal ini dapat di cegah dengan melakukan sebuah diskusi untuk mengetahui penafsiran mereka. Dalam membuat keputusan hendaknya berdasarkan informasi yang benar dan lengkap serta masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Keterbukaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kejelasan tidak akan bisa terwujud tanpa adanya keterbukaan. Keterbukaan merujuk kepada kesediaan untuk berbagi informasi demi kejelasan. Kurangnya kejelasan biasanya terjadi karena kurang keterbukaan, hal ini akan menimbulkan kecurigaan dan ketidak adilan dianggap muncul dan ikatan saling percaya akan melemah. Dengan menahan informasi, memicu orang untuk berimajinasi, berspekulasi dan berimajinasi sehingga muncul sebuah asumsi. Bahayanya, hal ini akan membuat orang sulit membedakan antara kebenaran dan asumsi. Maka keterbukaan sangat perlu di bangun dan di budayakan. Keterbukaan diantara kelompok kerja yang saling percaya satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Integritas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber kekuatan dari nilai-nilai dalam membentuk tim pemenang adalah integritas. Tanpa integritas, maka ketrbukaan mempunyai resiko yang sangat besar, tanpa integritas maka sedikit perbedaan persepsi akan menimbulkan ketidakpercayaan kepada atasan atau anggota yang lain. Integritas dari sang pemimpin sangat diperlukan dalam membangun tim. Integritas dan keberanian adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keberanian untuk tetap teguh pada pendirian apapun akibatnya. Keberanian untuk mengakui kesalahan dan minta maaf ketika gagal menjalankan apa yang dijanjikan</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-pengawasan-dalam-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Pengawasan Dalam Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan" rel="bookmark" class="wherego_title">AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-contoh-subyek-yang-dapat-dimasukkan-dalam-team-briefing" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: CONTOH SUBYEK YANG DAPAT DIMASUKKAN DALAM TEAM BRIEFING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kepemimpinan-kelompok-team-leadership" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2023&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-sikap-dasar-dalam-berkomunikasi-dan-bekerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Sikap Dasar Dalam Berkomunikasi dan Bekerjasama</a> <small>LATAR  BELAKANG Manusia pada dasarnya terbatas, tidak sempurna, mempunyai kelebihan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komponen-komponen-komitmen-dalam-organisasi' rel='bookmark' title='KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI'>KOMPONEN-KOMPONEN KOMITMEN DALAM ORGANISASI</a> <small>Komitmen, kata itu begitu mempunyai makna yang sangat besar bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/6-pilar-nilai-dalam-membentuk-winning-team/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</title>
		<link>http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 02:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Employee Satisfaction/Engagement]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen kerja]]></category>
		<category><![CDATA[turn over karyawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1967</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia mengatasi agar pegawai tidak bersifat kutu loncat, artinya bekerja sebentar dan kemudian pindah ke perusahaan lain?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang' rel='bookmark' title='Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang'>Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang</a> <small>Lingkungan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan di Pabrik-pabrik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan' rel='bookmark' title='AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan'>AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</a> <small>Dalam menangani pekerjanya, AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai kemanusiaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja' rel='bookmark' title='KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA'>KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a> <small>Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1969" style="margin: 10px; float: left;" title="japan_commitment" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/japan_commitment.jpg" alt="japan_commitment" width="200" height="209" />Ini masih cerita dari kunjungan ke <a title="Kesetiaan Karyawan di  Perusahaan Jepang" href="http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang">Ryoei Engineering.</a> Kali ini saya ingin mengulas tentang pekerja-pekerja tua di Ryoei yang sebenarnya sudah melewati batas usia pensiun di Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia mengatasi agar pegawai tidak bersifat kutu loncat, artinya bekerja sebentar dan kemudian pindah ke perusahaan lain ?</p>
<p style="text-align: justify;">Selain ada tes masuk yang terkait dengan bidang keahlian, pegawai-pegawai di Ryoei diseleksi dengan interview sebagaimana yang biasa dilakukan di perusahaan lain. Tidak ada seleksi khusus untuk melihat komitmen tidaknya seorang pegawai. Tetapi Ryoei mempunyai sistem training yang bisa membuat betah para pegawai. Menurut penjelasan direktur pekerja yang keluar hampir tidak ada, kecuali karena faktor usia (pensiun).</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap pegawai baru di Ryoei akan dikelompokkan dalam beberapa grup dan mereka dibimbing oleh seorang pekerja senior. Selain menangani pekerjaan di divisinya masing-masing, selama bulan Maret hingga Juni, para pekerja dalam satu hari penuh selain mendalami divisinya masing-masing, juga diajak untuk mengenal kerja divisi yang lain. Hari tersebut adalah hari biasa bukan hari libur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembimbing yang ditunjuk biasanya adalah para pekerja yang sudah berusia 50-60 tahunan, sehingga saya bisa menangkap upaya manajer Ryoei untuk mempertahankan tradisi dan prinsip kerja perusahaan kepada pegawai-pegawai mudanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain bucho yang berusia 64 tahun, di bagian laser/elektron terdapat seorang pekerja yang berusia 63 tahun. Sebagaimana diketahui bahwa usia pensiun di Jepang semula adalah 58 tahun, kemudian berubah menjadi 60 tahun sejak kondisi aging society, yaitu semakin banyaknya penduduk berusia lanjut di Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ryoei memegang prinsip bahwa setua apapun pegawai asalkan dia masih produktif dan senang bekerja, maka pekerja tersebut akan dipertahankan apabila dia tetap ingin bekerja. Ada sekitar 4 orang bapak tua yang saya jumpai saat berkunjung ke Ryoei, semuanya menampakkan gambaran orang-orang yang senang bekerja seperti halnya bucho (kepala bagian) yang menemani kami jalan-jalan seputar perusahaan dan dengan bangganya mengatakan : &#8220;Saya tidak bisa bahasa Inggris, tapi dalam hal mencintai pekerjaan dan mengenal seluk beluk pekerjaan, saya nomor satu di sini&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kalimatnya bukan untuk menyombong, tapi memang terbukti kelihaiannya menguraikan semua jenis mesin yang ditunjukkan kepada kami, lebih detil daripada teknisinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, menjawab pertanyaan di atas, direktur Ryoei tidak menjelaskan kriteria khusus bagaimana menyeleksi pegawai yang komit atau tidak, sebab pada kenyataannya ini adalah pekerjaan sia-sia. Tetapi yang dilakukan Ryoei adalah membina agar pegawai-pegawai tersebut tetap komit melalui pembimbingan yang menurut penglihatan saya, lebih cenderung bersifat bimbingan kerja yang bersifat kekeluargaan. Dengan menjadikan pekerja senior berusia 60 th sebagai pembimbing, tentunya akan membuat anak bimbing lebih memahami tidak saja mesin-mesin dan keahlian menggunakannya, tetapi mereka tentu mendapatkan pelajaran berharga tentang arti mencintai pekerjaan dan bagaimana mencintai pekerjaan dari pakarnya yang sudah menelan asam garam dalam karirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam salah satu penjelasannya, Direktur sempat mengatakan bahwa bagi kami yang paling membahagiakan adalah pekerja merasa senang bekerja di Ryoei.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini tulisan-tulisan menarik tentang dunia kerja dan pendidikan di Jepang dapat juga diakses melalui website: <a title="Komitmen kerja karyawan di perusahaan Jepang" href="http://murniramli.wordpress.com/2009/03/12/mencintai-pekerjaan-adalah-sebuah-komitmen/">Mencintai pekerjaan adalah sebuah komitmen</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-396" style="margin: 10px; float: left;" title="murniramli" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg" alt="Murni Ramli" width="150" height="150" /></a><strong>Murni Ramli. </strong>Lulusan Institut Pertanian Bogor ini pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik di dua sekolah berasrama  (boarding school) di Bogor. Dalam kesibukannya saat ini sebagai  Kandidat Doctor (PhD) di bidang Manajemen Sekolah di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan,  Beliau sangat aktif menulis tentang informasi dan pandangannya seputar manajemen &amp; dunia pendidikan serta berbagai informasi menarik tentang negeri, budaya dan pandangan orang-orang Jepang. Pemilik blog &#8220;<a title="Berguru - Murni Ramli" href="http://murniramli.wordpress.com">Berguru</a>&#8221; ini juga sangat menyenangi dunia Penelitian dan Pengembangan  serta mempelajari berbagai bahasa sehingga bisa menguasainya dengan cukup baik, di antaranya: Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Jawa, Bugis dan sedikit Bahasa Sunda.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/hubungan-antara-makna-bekerja-dengan-keterlibatan-kerja-pada-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/cara-jepang-kenalkan-sains-kepada-orang-muda" rel="bookmark" class="wherego_title">Cara Jepang Kenalkan Sains kepada Orang Muda</a></li><li><a href="http://indosdm.com/masa-mencari-kerja-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Masa mencari kerja di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1967&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang' rel='bookmark' title='Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang'>Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang</a> <small>Lingkungan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan di Pabrik-pabrik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan' rel='bookmark' title='AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan'>AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</a> <small>Dalam menangani pekerjanya, AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai kemanusiaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/komitmen-karyawan-dan-budaya-kerja' rel='bookmark' title='KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA'>KOMITMEN KARYAWAN DAN BUDAYA KERJA</a> <small>Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

