<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Workplace Regulations</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/legal/workplace-regulations/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>NOMOR SE. 280/MEN/PPK-PNK3/VII/2009: KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA DI TEMPAT KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/nomor-se-280menppk-pnk3vii2009-kesiapsiagaan-dalam-menghadapi-pandemi-influenza-di-tempat-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/nomor-se-280menppk-pnk3vii2009-kesiapsiagaan-dalam-menghadapi-pandemi-influenza-di-tempat-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 00:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental]]></category>
		<category><![CDATA[Law - Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Aturan kesehatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[INFLUENZA DI TEMPAT KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[PANDEMI DI TEMPAT KERJA]]></category>
		<category><![CDATA[PANDEMI INFLUENZA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2314</guid>
		<description><![CDATA[SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR SE. 280/MEN/PPK-PNK3/VII/2009
TENTANG
KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA DI TEMPAT KERJA
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="right">30 Juli 2009</p>
<p>Yth:</p>
<ol type="1">
<li>Para Gubernur</li>
<li>Para Bupati/ Walikota</li>
<li>Para Kepala Dinas Yang Membidangi Ketenagakerjaan      Provinsi/Kabupaten/Kota</li>
<li>Para      Pimpinan Perusahaan di Seluruh Indonesia</li>
</ol>
<p align="center">SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">NOMOR SE. 280/MEN/PPK-PNK3/VII/2009</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA DI TEMPAT KERJA</p>
<p style="text-align: justify;">Telah diketahui bersama bahwa telah terjadi wabah Flu Baru H1N1 (swine flu/flu babi) di beberapa negara yang menimbulkan dampak yang bermakna terhadap dunia usaha dan ketenagakerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit influenza ini mempuyai kemampuan menyebar dengan cepat antarmanusia ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengingat perpindahan /mobilitas manusia pada saat ini tidak terbatas dan sangat cepat, baik melalui transportasi darat. laut, maupun udara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tangga! 11 Juni 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pandemi Influenza. Pandemi influenza adalah pandemi/wabah raya yang disebabkan oleh virus influenza yang baru dan menyebar ke seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan kondisi tersebut, sektor ketenagakerjaan harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya pandemi influenza di Indonesia secara serius dan tepat serta  meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit influenza tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Guna mengantisipasi dan meminimalisasi dampak akibat pandemi influenza di tempat kerja, dipandang perlu mengambil langkah-langkah segera  sistematis dan efektif sebagai tindakan kesiapsiagaan terhadap terjadinya pandemi</p>
<p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan hal tersebut di atas, diminta bantuan para Gubernur, Bupati dan Walikota serta Kepala Dinas Yang Membidangi Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia untuk :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap dilaksanakannya peraturan perundangan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, khususnya dalam upaya pencegahan pandemi influenza.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menyebarluaskan informasi kepada semua jajaran organisasi dan pihak terkait yang berada dalam wilayah pembinaan dan pengawasan Saudara tentang pandemi  influenza   dan   dampaknya   terhadap   sektor ketenagakerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Mendata dan melaporkan kepada instansi terkait setiap kasus / yang patut diduga kasus penyakit Flu Burung dan / atau Flu Baru H1N1 di tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Mewajibkan kepada setiap Pimpinan Perusahaan untuk melakukan antisipasi terjadinya pandemi influenza di Indonesia dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti perilaku hidup bersih dan sehat (cuci tangan. etika batuk. dan lain-lain) dan terintegrasi dalam program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pemberdayaan Panitia Pembina K3 dan optimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Mendorong kepada setiap Pimpinan Perusahaan untuk segera membuat rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi influenza di tempat kerja   dengan   tujuan  memperkecil risiko terhadap pekerja  dan Keberlangsungan usaha dengan melakukan tindakan-tindakan antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>peningkatan kesadaran level manajer      agar menerapkan kesiapsiagaan terhaoap kemungkinan terjadinya pandemi;</li>
<li>mengantisipasi terjadinya tingkat      absensi sebesar 30% untuk perlode minimal 3 (tiga) bulan dengan      menyelesaikan matriks persentase absensi untuk menentukan titik-titik      rawan.</li>
<li>menentukan pihak-pihak terpenting      serta kegiatan usaha yang vital dalam rangka menjaga kelangsungan usaha      dalam kondisi pandemi;</li>
<li>mempersiapkan proses pendelegasian      sederhana dalam pemberian persetujuan di perusahaan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">6.      Mendata   perusahaan   yang   telah   meiakukan   tindakan-tindakan sebagaimana dimaksud pada angka 4 dan 5.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kepada setiap pimpinan perusahaan dimintakan perhatian untuk:</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Melaksanakan ketentuan dalam Permennakertans No. PER. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja Dan Permennakertrans No. PER. 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja sebagai bagian dari Penerapan Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Membina kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan Flu baru H1N1, dengan:</p>
<p style="text-align: justify;">a.       a  cuci tangan pakai sabun dan air bersih sesering mungkin b  jagalah kebersihan diri dan lingkungan</p>
<p style="text-align: justify;">b.      bila bersin.atau batuk. tutup hidung dan mulut dengan tisu dan buang tisu di tempat sampan</p>
<p style="text-align: justify;">c.       jaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain terutama jika sakit flu</p>
<p style="text-align: justify;">d.      jangan meludah di sembarang tempat</p>
<p style="text-align: justify;">e.       jika mengalami gejala flu segera ke dokter, puskesmas, rumah sakit</p>
<p style="text-align: justify;">f.        atau klinik terdekat</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Membuat rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi influenza di tempat kerja</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Memberikan informasi kepada pekerja/buruh tentang pandemi influenza dan rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi influenza yang telah dibuat oleh pengurus perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit flu burung atau Flu Baru H1N1 dan kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi influenza khususnya di tempat kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p align="center">Menteri</p>
<p align="center">Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia</p>
<p align="center">
<p align="center">Dr. Ir. Erman Suparno, MBA, MSi</p>
<p>Tembusan :</p>
<ol>
<li>Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia</li>
<li>Menteri Kesehatan Republik Indonesia</li>
<li>Komisi Nasional Flu Burung dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Pandemi Influenza</li>
</ol>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-seiri-seiton-seiso-seiketsu-shitsuke" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Seiri &#8211; Seiton &#8211; Seiso &#8211; Seiketsu &#8211; Shitsuke</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-21-tahun-1999-pengesahan-konvensi-ilo-mengenai-diskriminasi-dalam-pekerjaan-dan-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 21 TAHUN 1999 &#8211; PENGESAHAN KONVENSI ILO MENGENAI DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior" rel="bookmark" class="wherego_title">9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep12dphiiv2005-mekanisme-dan-waktu-pelaksanaan-pendataan-dan-verifikasi-keanggotaan-serikat-pekerjaserikat-buruh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.12/DPHI/IV/2005 &#8211; MEKANISME DAN WAKTU PELAKSANAAN PENDATAAN DAN VERIFIKASI KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">INPRES NOMOR 6 TAHUN 2006: KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGAKERJA INDONESIA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2314&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengantar-5s-di-tempat-kerja-tips-menerapkan-5s' rel='bookmark' title='Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S'>Pengantar 5S di Tempat Kerja &#8211; Tips Menerapkan 5S</a> <small>Tips Menerapkan 5S Tanggung jawab akhir ada pada Pimpinan Tertinggi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/nomor-se-280menppk-pnk3vii2009-kesiapsiagaan-dalam-menghadapi-pandemi-influenza-di-tempat-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INPRES NOMOR 6 TAHUN 2006: KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGAKERJA INDONESIA</title>
		<link>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia</link>
		<comments>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 07:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental]]></category>
		<category><![CDATA[Law - Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Privacy and Security]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[inpres]]></category>
		<category><![CDATA[Inpres ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan tenaga kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR  6 TAHUN  2006 TENTANG KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK  INDONESIA<br />
NOMOR  6 TAHUN  2006</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center"><strong><br />
KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka reformasi sistem penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, dipandang perlu mengeluarkan Instruksi Presiden tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kepada         : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.   Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Menteri Luar Negeri</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Menteri Dalam Negeri</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Menteri Keuangan</p>
<p style="text-align: justify;">6.      Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi</p>
<p style="text-align: justify;">7.      Menteri Perhubungan</p>
<p style="text-align: justify;">8.      Menteri Hukum dan Hak.Asasi Manusia</p>
<p style="text-align: justify;">9.      Menteri Kesehatan</p>
<p style="text-align: justify;">10.  Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara</p>
<p style="text-align: justify;">11.  Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas</p>
<p style="text-align: justify;">12.  Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">13.  Para Gubernur</p>
<p style="text-align: justify;">14.  Para Bupali/Walikota</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Untuk            :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">PERTAMA                :   Mengambil Iangkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, dalam rangka pelaksanaan Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEDUA               :  Dalam mengambil Iangkah-langkah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, berpedoman          kepada program-program sebagaimana tercantum dalam Lampiran Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KETIGA              :  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bertugas :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Membentuk Tim Koordinasi dan Pemantau Pelaksanaan Instruksi Presiden ini dan kelompok kerja sesuai kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menetapkan keanggotaan, susunan organisasi, tugas, tata kerja dan kesekretariatan Tim Koordinasi dan Pemantau Pelaksanaan Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEEMPAT          :  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan Instruksi Presiden sesuai bidang tugasnya, serta melaporkan secara berkala pelaksanaan Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KELIMA              :  Segala biaya sebagai akibat dikeluarkannya Instruksi Presiden ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEENAM            :  Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">lnstruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.</p>
<p style="text-align: center;">Dikeluarkan di Jakarta</p>
<p style="text-align: center;">pada tanggal 2 Agustus 2006</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p align="center"><strong>ttd.</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO</strong></p>
<hr style="width: 400px;" />
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>LAMPIRAN</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA</strong></p>
<p style="text-align: center;">NOMOR       :   6 Tahun 2006</p>
<p style="text-align: center;"><strong>TANGGAL  :</strong><strong> 2 Agustus 2006</strong></p>
<h3 style="text-align: center;">KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA</h3>
<p><strong> </strong></p>
<table style="height: 1713px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="747">
<tbody>
<tr>
<td width="11%">
<p align="center"><strong>Kebijakan</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Program</strong></p>
</td>
<td width="18%">
<p align="center"><strong>Tindakan</strong></p>
</td>
<td width="21%">
<p align="center"><strong>Keluaran</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Sasaran Waktu</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Penanggu</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="11%" valign="top">A. Penempatan TKI</td>
<td rowspan="4" width="15%" valign="top">1.   Penyederhanaan dan   Desentralisasi pelayanan penempatan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Pengesahan permintaan nyata TKI (Job order/   Demand Letter) oleh KBRI /KJRI secara on-line system</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah dan kualifikasi Calon TKI dapat segera   diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan (Pemerintah Pusat, Pemerintah   Daerah,</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans,   Mendagri</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">b.   Penerbitan Surat Izin Pengerahan (SIP)</td>
<td width="21%" valign="top">SIP terbit dalam waktu 1   hari kerja<em></em></td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">c.   Penyuluhan, seleksi dan   penandatanganan Perjanjian Penempatan</td>
<td width="21%" valign="top">Pelaksanaan dalam waktu 3 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI, Bupati/Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">d    Penerbitan Paspor TKI di   Daerah</td>
<td width="21%" valign="top">Biaya   pengurusan Paspor menjadi murah dengan pengaman biometric dalam waktu 3 hari   kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.   Penerbitan Kartu Tenaga   Kerja Luar Negeri (KTKLN)</td>
<td width="21%" valign="top">Biaya   Murah dan Waktu Penerbitan 1 hari kerja</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top">2.  Peningkatan Kualitas dan   Kuantitas Calon TKI.</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Peningkatan fungsi market intelegence dari   Perwakilan RI.</td>
<td width="21%" valign="top">Roadshow /promosi   jasa Tenaga Kerja Indonesia di negara penerima TKI.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans, BNP2TKI,</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.   Pemeriksaan awal kesehatan Calon TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil pemeriksaan selesai dalam 1 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkes, BNP2TKI, PPTKIS</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.  Peningkatan mutu   penyelenggaraan pelatihan</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah TKI berketrampilan meningkat.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI</p>
<p>Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.   Calon TKI melakukan uji kompetensi oleh   Lembaga yang terakreditasi.</td>
<td width="21%" valign="top">Pelaksanaan   dan hasil uji kompetensi 1 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans,   BNP2TKI, Kepala Lembaga Uji Kompetensi</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.   Pemeriksaan lanjutan   kesehatan (khusus sesuai permintaan negara penempatan) Calon TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil   pemeriksaan selesai tidak lebih dari 14 hari kerja</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkes, BNP2TKI, PPTKIS</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">f.   Peningkatan perjanjian   kerja sama dengan Negara Penerima TKI berketrampilan</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah MOU /MCN (mandatory counsular notification)   dengan Negara Penerima TKI meningkat dari 5 menjadi 17 buah.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juli 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">g.   Optimalisasi Bursa Kerja   Kabupaten/Kota</td>
<td width="21%" valign="top">Calon TKI terdaftar pada Dinas Kabupaten /Kota   yang membidangi ketenagakerjaan</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI, Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td rowspan="2" width="15%" valign="top">3.   Pelayanan TKI di embarkasi   dan debarkasi dengan Sistem One Roof Services</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Penghapusan verifikasi   dokumen keberangkatan TKI di embarkasi</td>
<td width="21%" valign="top">Proses   embarkasi mudah dan cepat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham, Menhub, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.   Konter khusus TKI untuk   pelayanan Imigrasi</td>
<td width="21%" valign="top">Pelayanan   keimigrasian mudah dan cepat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham, Menhub, BNP2TKI, Direktur Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II, Direktur Utama Pelindo I, II, III</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.   Penyediaan lounge   kedatangan TKI di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda</td>
<td width="21%" valign="top">Kenyamanan dan keamanan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menhub, Meneg BUMN, BNP2TKI, Direktur Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.    Peningkatan kelancaran arus kedatangan   barang milik TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Kemudahan pengurusan barang milik TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkeu, Menhub, Menakertrans, BNP2TKI, Direktur   Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">B.  Perlindungan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Advokasi dan Pembelaan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Fasilitasi   penyediaan bantuan hukum bagi TKI</td>
<td width="21%" valign="top">1.      Fasilitasi penyediaan   lembaga bantuan hukum di Provinsi sumber utama TKI.</p>
<p>2.    Kerja sama perwakilan RI (termasuk perwakilan dagang RI di Taiwan)   dengan law firm setempat di 11 negara penempatan TKI.</p>
<p>3.    Penugasan pejabat POLRI pada negara penempatan TKI sesuai kebutuhan.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juli 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Kapolri, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Penguatan fungsi Perwakilan RI dalam   perlindungan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Pembentukan Citizen Service/ Atase   Ketenagakerjaan di negara Penerima TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Terbentuk Citizen Service /Atase Ketenaga- kerjaan   di 6 Negara yaitu Korea Selatan, Brunei Darussalam, Singapura, Jordania,   Syria, Qatar.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juni 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">C.  Pemberantasan Calo/Sponsor   TKI</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Pemberantasan praktek percaloan/ sponsor   TKI di daerah</td>
<td width="18%" valign="top">Pencegahan dan penindakan praktek percaloan/ sponsor   TKI</td>
<td width="21%" valign="top">1.     Biaya   penempatan Calon TKI turun</p>
<p>2.   Penempatan TKI secara legal meningkat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans. Mendagri, Menkumham, BNP2TKI,   Kapolri, Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Pemberantasan tindakan   premanisme dan percaloan terhadap TKI di embarkasi/ debarkasi</td>
<td width="18%" valign="top">Tindakan   preventif dan represif bagi calo dan premanisme</td>
<td width="21%" valign="top">Penurunan   kasus percaloan dan premanisme</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkumham, Menhub, Menkeu, BNP2TKI,   Kapolri</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="5" width="11%" valign="top">D.  Lembaga Penempatan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">Peningkatan   profesionalitas lembaga Penempatan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">a.  Registrasi Ulang PPTKIS</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah dan kualitas PPTKIS sesuai persyaratan   Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.  Evaluasi Kinerja PPTKIS</td>
<td width="21%" valign="top">Pencabutan izin PPTKIS yang tidak memenuhi   persyaratan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans. Mendagri, Menlu, BNP2TKI, Kapolri.</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.   Penerbitan Surat Ijin Pelaksana Penempatan   Tenaga Kerja Indonesia (SIPPTKI) untuk PPTKIS yang badan hukumnya   berkedudukan di Daerah</td>
<td width="21%" valign="top">SIPPTKIS terbit paling lama dalam waktu 30 hari   kerja setelah permohonan diajukan</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans,</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.   Penataan Lembaga Asuransi   Perlindungan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Polis Asuransi langsung bagi setiap TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkeu, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.  Penataan lembaga Sarana   Kesehatan dan Psikologi TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi TKI   yang dapat dipertanggung- jawaban.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkes, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">E. Dukungan Lembaga   Perbankan</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Fasilitasi Kredit untuk Calon TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Meningkat   kerja sama dengan lembaga perbankan dalam pembiayaan penempatan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Peningkatan realisasi kredit bagi Calon TKI yang   pasti dan murah</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Gubernur, Direktur Utama Perbankan</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Pengelolaan Remitansi TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Meningkat   kerja sama dengan perbankan Nasional dengan bank koresponden negara   penempatan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Volume Remitansi melalui bank meningkat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top"><span style="font-size: xx-small;">Menakertrans, Direktur Utama Perbankan</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">ttd.</p>
<p align="center">
<p align="center">DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO</p>
<p align="center">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-226men2003-tata-cara-perizinan-penyelenggaraan-program-pemagangan-di-luar-wilayah-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 226/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PERIZINAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN DI LUAR WILAYAH INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN BERSAMA TIGA MENTERI: TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-no-83-tahun-1998-pengesahan-konvensi-ilo-no-87-mengenai-kebebasan-berserikat-dan-perlindungan-hak-untuk-berorganisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN NO. 83 TAHUN 1998 &#8211; PENGESAHAN KONVENSI ILO NO. 87  MENGENAI  KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK  UNTUK BERORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-ketenagakerjaan-non-peraturan-pelaksana-uu-no-13-2003" rel="bookmark" class="wherego_title">Peraturan Ketenagakerjaan Non Peraturan Pelaksana UU No. 13 / 2003</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=949&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPUTUSAN BERSAMA TIGA MENTERI: TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</title>
		<link>http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009</link>
		<comments>http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 10:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[SKB]]></category>
		<category><![CDATA[SKB 3 Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Keputusan Bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA, MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI, 
DAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 4 TAHUN 2008 NOMOR : KEP. 115/ MEN/VI/2008 NOMOR : SKB/06/M. PAN/6/2008 TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-227men2003-tata-cara-penetapan-standard-kompetensi-kerja-nasional-indonesia' rel='bookmark' title='KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA'>KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">KEPUTUSAN BERSAMA</p>
<p style="text-align: center;">MENTERI AGAMA,</p>
<p style="text-align: center;">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI,</p>
<p style="text-align: center;">DAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA</p>
<p style="text-align: center;">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">NOMOR : 4 TAHUN 2008</p>
<p style="text-align: center;">NOMOR : KEP. 115/ MEN/VI/2008</p>
<p style="text-align: center;">NOMOR : SKB/06/M. PAN/6/2008</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA</p>
<p style="text-align: center;">MENTERI AGAMA,</p>
<p style="text-align: center;">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI,</p>
<p style="text-align: center;">DAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menimbang :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a.      bahwa dalam rangka efisiensi dan efektivitas pemanfaatan hari-hari kerja, hari-hari libur, dan cuti bersama dipandang perlu menata pelaksanaan hari-hari libur nasional dan mengatur cuti bersama tahun 2009;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b.      bahwa penataan hari-hari libur dan pengaturan cuti bersama tahun 2009 sebagaimana tersebut pada huruf a diharapkan menjadi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">c.       bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b di atas, perlu ditetapkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengingat :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 tentang Hari-hari Libur sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 1971;</li>
<li>Keputusan Presiden RI Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hari Tahun Baru Imlek;</li>
<li style="text-align: justify;">Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006;</li>
<li style="text-align: justify;">Keputusan Menteri Agama RI Nomor 331 Tahun 2002 tentang Penetapan Hari Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>MEMUTUSKAN:</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="649">
<tbody>
<tr>
<td width="94" valign="top">Menetapkan</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536" valign="top"><strong>KEPUTUSAN   BERSAMA MENTERI AGAMA, MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI, DAN MENTERI   NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN   CUTI BERSAMA TAHUN 2009.</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top"></td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">
</td>
<td width="536" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top">Kesatu</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536">Menetapkan   Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2009 sebagaimana tersebut   dalam lampiran Keputusan ini.</td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top">Kedua</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536">Untuk   kepentingan pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha   bagi umat Islam, maka tanggal 1 Ramadhan 1430 H, 1 Syawal 1430 H, dan 10   Dzulhijjah 1430 H ditetapkan kemudian dengan Keputusan Menteri Agama.</td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top">Ketiga</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536" valign="top">Unit   kerja/satuan organisasi yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada   masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah yang mencakup kepentingan masyarakat   luas, seperti: rumah sakit/puskesmas, unit kerja yang memberikan pelayanan   telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan   ketertiban, perbankan, perhubungan, pajak, bea cukai, dan unit kerja   pelayanan lainnya yang sejenis agar mengatur penugasan pegawai dan   pekerja/buruh pada hari-hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan,   sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top">Keempat</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536">Pelaksanaan   cuti bersama sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu mengurangi hak cuti   tahunan pegawai sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang   berlaku pada masing-masing instansi/lembaga/perusahaan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="94" valign="top">Kelima</td>
<td width="19" valign="top">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536">Pelaksanaan   cuti bersama di kalangan dunia usaha sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu   diatur oleh lembaga atau perusahaan yang bersangkutan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="94">Keenam</td>
<td width="19" valign="bottom">
<p align="center">:</p>
</td>
<td width="536">Keputusan   ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal :  9 Juni 2008</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MENTERI AGAMA</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">MUHAMMAD M. BASYUNI</p>
<p style="text-align: center;">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">ERMAN SUPARNO</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">TAUFIQ EFFENDI</p>
<p style="text-align: center;">
<hr style="width: 400px;" />
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>LAMPIRAN KEPUTUSAN BERSAMAMENTERI AGAMA, </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI, </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>DAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>REPUBLIK INDONESIA</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>NOMOR : </strong>4 TAHUN 2008</p>
<p style="text-align: center;"><strong>NOMOR : </strong>KEP. 115/ MEN/VI/2008</p>
<p style="text-align: center;"><strong>NOMOR : </strong>SKB/06/M.PAN/6/2008</p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>A. HARI LIBUR TAHUN 2009 </strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="565">
<tbody>
<tr>
<td width="40">
<p align="center"><strong>No </strong></p>
</td>
<td width="116"><strong>Tanggal </strong></td>
<td width="116">
<p align="center"><strong>Hari </strong></p>
</td>
<td width="294"><strong>Keterangan </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">1.</p>
</td>
<td width="116">1 Januari</td>
<td width="116">
<p align="center">Kamis</p>
</td>
<td width="294">Tahun Baru Masehi</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">2.</p>
</td>
<td width="116">26 Januari</td>
<td width="116">
<p align="center">Senin</p>
</td>
<td width="294">Tahun Baru Imlek 2560</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">3.</p>
</td>
<td width="116">9 Maret</td>
<td width="116">
<p align="center">Senin</p>
</td>
<td width="294">Maulid Nabi Muhammad SAW</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">4.</p>
</td>
<td width="116">26 Maret</td>
<td width="116">
<p align="center">Kamis</p>
</td>
<td width="294">Hari Raya Nyepi Tahun Baru   Saka 1931</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">5.</p>
</td>
<td width="116">10 April</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Wafat Yesus Kristus</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">6.</p>
</td>
<td width="116">9 Mei</td>
<td width="116">
<p align="center">Sabtu</p>
</td>
<td width="294">Hari Raya Waisak Tahun 2553</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">7.</p>
</td>
<td width="116">21 Mei</td>
<td width="116">
<p align="center">Kamis</p>
</td>
<td width="294">Kenaikan Yesus Kristus</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">8.</p>
</td>
<td width="116">20 Juli</td>
<td width="116">
<p align="center">Senin</p>
</td>
<td width="294">Isra&#8217; Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">9.</p>
</td>
<td width="116">17 Agustus</td>
<td width="116">
<p align="center">Senin</p>
</td>
<td width="294">Hari Kemerdekaan RI</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">10.</p>
</td>
<td width="116">21-22 September</td>
<td width="116">
<p align="center">Senin-Selasa</p>
</td>
<td width="294">Idul Fitri 1 Syawal 1430   Hijriyah</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">11.</p>
</td>
<td width="116">27 November</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Idul Adha 1430 Hijriyah</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">12.</p>
</td>
<td width="116">18 Desember</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Tahun Baru 1431 Hijriyah</td>
</tr>
<tr>
<td width="40">
<p align="center">13.</p>
</td>
<td width="116">25 Desember</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Hari Raya Natal</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>B. CUTI BERSAMA TAHUN 2009 </strong></p>
<table style="text-align: justify;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="561">
<tbody>
<tr>
<td width="152"><strong>Tanggal </strong></td>
<td width="116">
<p align="center"><strong>Hari </strong></p>
</td>
<td width="294"><strong>Keterangan </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="152">2 Januari</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Cuti Bersama Tahun Baru Masehi</td>
</tr>
<tr>
<td width="152">18 September</td>
<td width="116">
<p align="center">Jum&#8217;at</p>
</td>
<td width="294">Cuti Bersama Idul Fitri</td>
</tr>
<tr>
<td width="152">23 September</td>
<td width="116">
<p align="center">Rabu</p>
</td>
<td width="294">Cuti Bersama Idul Fitri</td>
</tr>
<tr>
<td width="152">24 Desember</td>
<td width="116">
<p align="center">Kamis</p>
</td>
<td width="294">Cuti Bersama Natal</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : 9 Juni 2008</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MENTERI AGAMA</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">MUHAMMAD M. BASYUNI</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MENTERI TENAGA KERJA DANTRANSMIGRASI</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">ERMAN SUPARNO</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA</p>
<p style="text-align: center;"><em>ttd</em></p>
<p style="text-align: center;">TAUFIQ EFFENDI</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-227men2003-tata-cara-penetapan-standard-kompetensi-kerja-nasional-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang" rel="bookmark" class="wherego_title">PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-menteri-peraturan-pelaksanaan-uu-no132003" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-ketenagakerjaan-non-peraturan-pelaksana-uu-no-13-2003" rel="bookmark" class="wherego_title">Peraturan Ketenagakerjaan Non Peraturan Pelaksana UU No. 13 / 2003</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=869&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-227men2003-tata-cara-penetapan-standard-kompetensi-kerja-nasional-indonesia' rel='bookmark' title='KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA'>KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</title>
		<link>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan</link>
		<comments>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[High Performing Teams]]></category>
		<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[group dynamic]]></category>
		<category><![CDATA[Role Play]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri masing-masing, siapa anda (teman-teman kerja), dan siapa kita sebagai satu tim. Kalau  pemahaman yang solid terjadi maka itulah yang namanya dinamika kelompok. Idealnya terjadi kekompakan dan bukan keegoan sentris.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/11/group_dinamic.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-738" style="margin: 10px; float: left;" title="group_dinamic" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/11/group_dinamic.jpg" alt="Dinamika Kelompok" width="200" height="214" /></a>Pengembangan sumbedaya manusia karyawan secara umum dapat dilakukan melalui jalur pelatihan dan non-pelatihan. Salah satu model pelatihan adalah dengan permainan peran. Permainan peran adalah sebuah cara yang menempatkan para peserta pelatihan dengan anggapan berada pada posisi indentitas berbeda dengan kondisi sebenarnya. Sebagai contoh, peserta laki-laki dapat diasumsikan sebagai  wanita penyelia dan seorang wanita penyelia bermain peran sebagai pekerja pria. Kemudian keduanya diberikan semacam situasi pekerjaan tipikal dan meminta mereka merespon karena mengharapkan pekerjaan lain yang dikerjakan. Apa hasilnya? Para peserta mungkin melebih-lebihkan perilaku mereka masing-masing. Idealnya, mereka seharusnya memahami diri masing-masing, seperti halnya yang lain memahami mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman dapat menciptakan empati yang semakin besar dan toleransi dari perbedaan-perbedaan individual. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat cocok untuk menciptakan lingkungan kerja kondusif dalam situasi para pekerja yang identitasnya beragam. Teknik ini digunakan untuk mengubah sikap, misalnya memperbaiki pemahaman tentang budaya setiap rekan kerja. Hal itu juga mampu mengembangkan keterampilan antarpersonal. Meskipun adanya partisipasi dan umpan balik, pencantuman prinsip-prinsip pelatihan lain bergantung pada imajinasi atau partisipasi simpatik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat dekat dengan permainan peran dan magang adalah pemodelan perilaku yang digambarkan sebagai berikut. Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri masing-masing, siapa anda (teman-teman kerja), dan siapa kita sebagai satu tim. Kalau  pemahaman yang solid terjadi maka itulah yang namanya dinamika kelompok. Idealnya terjadi kekompakan dan bukan keegoan sentris.  Pemodelan perilaku adalah salah satu pendekatannya. Ia merupakan sebuah proses psikologis fundamental yang merupakan pola baru perilaku yang dapat diperoleh, dan menciptakan pola yang dapat diubah. Karakteristik pokok dari pemodelan adalah bahwa pembelajaran mengambil alih tidak melalui pengalaman aktual, tetapi melalui observasi atau imajinasi dari pengalaman orang lain. Pemodelan merupakan proses yang beragam yang berarti terjadinya pembagian pengalaman orang lain melalui imajinasi atau partisipasi simpatik.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah pemodelan perilaku dinyatakan sebagai kesepadanan atau peniruan atau belajar secara observasi atau imitasi, semua istilah itu mengandung arti bahwa sebuah perilaku dipelajari dan dimodifikasi melalui pengamatan terhadap beberapa individu. Para karyawan dapat memelajari perilaku baru melalui pemodelan dengan mengamati perilaku baru dan kemudian menirunya. Kreasi baru dari perilaku mungkin direkam ke dalam video sehingga pelatih dan peserta pelatihan dapat menelaah dan memberi kritiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika memerhatikan perilaku ideal, peserta juga menemukan konsekuensi negatif yang menimpa seseorang yang tidak menggunakannya, seperti yang direkomendasikan. Dengan mangamati konsekuensi positif dan negatif, karyawan menerima penguatan seolah mengalami sendiri yang mendorong ke arah perilaku yang benar. Bidang di mana pendekatan ini pernah dilakukan secara berhasil adalah dalam mengajar penyelia bagaimana mendisiplinkan karyawan. Manajemen dinamika kelompok yang dilakukan secara terarah akan mampu meningkatkan kekompakan, suasana kerja yang nyaman dan motivasi kerja yang tinggi. Pada gilirannya  kinerja individu karyawan sekaligus kinerja tim kerja akan meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dan buah pikiran menarik lainya dapat diakses di: <a title="Permalink for : MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN" href="http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/18/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan/">MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pelatihan-dan-pengembangan-training-development-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan (Training &#038; Development Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/menilai-mutu-pendidikan-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Menilai Mutu Pendidikan di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit" rel="bookmark" class="wherego_title">PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe" rel="bookmark" class="wherego_title">EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=736&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe' rel='bookmark' title='EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?'>EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a> <small>Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/penempatan-karyawan-antarunit' rel='bookmark' title='PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT'>PENEMPATAN KARYAWAN ANTARUNIT</a> <small>Sering terjadi penugasan kembali karyawan yang ada untuk menempati posisi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 00:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEP. 224 /MEN/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 224 /MEN/2003 TENTANG KEWAJIBAN PENGUSAHA YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN
ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah' rel='bookmark' title='KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH'>KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus' rel='bookmark' title='KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS'>KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</a> <small>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN</p>
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : KEP. 224 /MEN/2003</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>KEWAJIBAN PENGUSAHA</strong></p>
<p align="center"><strong>YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN</strong></p>
<p align="center"><strong>ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menimbang : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">a.       bahwa sebagai pelaksanaan pasal 76 ayat (3) dan (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan perlu diatur kewajiban pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengingat : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.      Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang &#8211; undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 Dari Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1951 Nomor 4);</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memperhatikan : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.      Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 31 Agustus 2003;</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Kesepakatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 9 September 2003.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MEMUTUSKAN :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menetapkan : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TE NTANG KEWAJIBAN PENGUSAHA YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 1</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pengusaha adalah :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a.        orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b.        orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">c.        orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia;</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Perusahaan adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,      milik persekutuan atau badan hukum baik milik swasta maupun milik negara      yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam      bentuk lain.</li>
<li>Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang      mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau      imbalan dalam bentuk lain.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">4. Menteri adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00 berkewajiban untuk :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>memberikan makanan dan minuman bergizi;</li>
<li>menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat      kerja.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">(2) Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja/buruh perempuan yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan 05.00.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)     Makanan dan minuman yang bergizi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a harus sekurang-kurangnya memenuhi 1.400 kalori dan diberikan pada waktu istirahat antara jam kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)     Makanan dan minuman tidak dapat diganti dengan uang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 4</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)     Penyediaan makanan dan minuman, peralatan, dan ruangan makan harus layak serta memenuhi syarat higiene dan sanitasi.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)     Penyajian menu makanan dan minuman yang diberikan kepada pekerja/buruh harus secara bervariasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengusaha wajib menjaga keamanan dan kesusilaan pekerja/buruh perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b dengan :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>menyediakan petugas keamanan di tempat kerja;</li>
<li>menyediakan kamar mandi/wc yang layak dengan      penerangan yang memadai serta terpisah antara pekerja/buruh perempuan dan      laki-laki.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 6</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)      Pengusaha wajib menyediakan antar jemput dimulai dari tempat penjemputan ke tempat kerja dan sebaliknya;</p>
<p style="text-align: justify;">(2)      Penjemputan dilakukan dari tempat penjemputan ke tempat kerja dan sebaliknya antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 05.00.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 7</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)     Pengusaha harus menetapkan tempat penjemputan dan pengantaran pada lokasi yang mudah dijangkau dan aman bagi pekerja/buruh perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)     Kendaraan antar jemput harus dalam kondisi yang layak dan harus terdaftar di perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 8</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan pemberian makanan dan minuman bergizi, penjagaan kesusilaan, dan keamanan selama di tempat kerja serta penyediaan angkutan antar jemput sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 9</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p>
<p align="center">
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-223men2003-jabatan-jabatan-di-lembaga-pendidikan-yang-dikecualikan-dari-kewajiban-membayar-kompensasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 223/MEN/2003 &#8211; JABATAN-JABATAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN  YANG DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN MEMBAYAR KOMPENSASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-231men2003-tata-cara-penangguhan-pelaksanaan-upah-minimum" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 231/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENANGGUHAN PELAKSANAAN UPAH MINIMUM</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-226men2003-tata-cara-perizinan-penyelenggaraan-program-pemagangan-di-luar-wilayah-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 226/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PERIZINAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN DI LUAR WILAYAH INDONESIA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=690&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah' rel='bookmark' title='KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH'>KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus' rel='bookmark' title='KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS'>KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</a> <small>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 231/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENANGGUHAN PELAKSANAAN UPAH MINIMUM</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-231men2003-tata-cara-penangguhan-pelaksanaan-upah-minimum</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-231men2003-tata-cara-penangguhan-pelaksanaan-upah-minimum#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 20:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEP. 231/MEN/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Upah Minimum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 231 /MEN/2003 TENTANG TATA CARA PENANGGUHAN PELAKSANAAN UPAH MINIMUM
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit' rel='bookmark' title='KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT'>KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah' rel='bookmark' title='KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH'>KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN</p>
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : KEP. 231 /MEN/2003</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>TATA CARA PENANGGUHAN PELAKSANAAN UPAH MINIMUM</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p><strong>Menimbang:</strong></p>
<ol type="a">
<li>bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 90 ayat (2) dan (3)      Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perlu diatur      mengenai tata cara penangguhan pelaksanaan upah minimum;</li>
<li>bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut      pada huruf a, perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri;</li>
</ol>
<p><strong>Mengingat:</strong></p>
<p>1.      Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1951 Nomor 4);</p>
<p>2.      Undang-undang Nomor 80 Tahun 1957 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 100 mengenai Pengupahan yang Sama Bagi Buruh Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 171 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2153);</p>
<p>3.      Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3201);</p>
<p>4.      Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839);</p>
<p>5.      Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3989);</p>
<p>6.      Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);</p>
<p>7.      Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54);</p>
<p>8.      Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong.</p>
<p><strong>Memperhatikan:</strong></p>
<ol type="1">
<li>Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama      Tripartit Nasional tanggal 31 Juli 2003;</li>
<li>Kesepakatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit      Nasional tanggal 9 Oktober 2003;</li>
</ol>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">MEMUTUSKAN:</p>
<p><strong>Menetapkan</strong>:</p>
<p>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PENANGGUHAN PELAKSANAAN UPAH MINIMUM.</p>
<p><strong>Pasal 1</strong></p>
<p>Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :</p>
<p>1.      Upah minimum adalah upah minimum yang ditetapkan oleh Gubernur.</p>
<p>2.      Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p>3.      Pengusaha adalah :</p>
<ol type="a">
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang      secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan atau badan hukum yang      berada di Indonesia      mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang      berkedudukan di luar wilayah Indonesia.</li>
</ol>
<p>4. Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.</p>
<p><strong>Pasal 2</strong></p>
<p>(1) Pengusaha dilarang membayar upah pekerja lebih rendah dari upah minimum.</p>
<p>(2) Dalam hal pengusaha tidak mampu membayar upah minimum, maka pengusaha dapat mengajukan penangguhan pelaksanaan upah minimum.</p>
<p><strong>Pasal 3</strong></p>
<p>(1)     Permohonan penangguhan pelaksanaan upah minimum sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) diajukan oleh pengusaha kepada Gubernur melalui Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Provinsi paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum.</p>
<p>(2)     Permohonan penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan atas kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat.</p>
<p>(3)     Dalam hal di perusahaan terdapat 1 (satu) Serikat Pekerja /Serikat Buruh yang memiliki anggota lebih 50 % dari seluruh pekerja di perusahaan , maka serikat pekerja/serikat buruh dapat mewakili pekerja/buruh dalam perundingan untuk menyepakati penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).</p>
<p>(4)     Dalam hal di satu perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu) Serikat Pekerja/Serikat Buruh, maka yang berhak mewakili pekerja/buruh melakukan perundingan untuk menyepakati penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang memiliki anggota lebih dari 50 % (lima puluh perseratus) dari seluruh jumlah pekerja/buruh di perusahaan tersebut.</p>
<p>(5)     Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak terpenuhi, maka serikat pekerja /serikat buruh dapat melakukan koalisi sehingga tercapai jumlah lebih dari 50 % (lima puluh perseratus) dari seluruh jumlah pekerja / buruh di perusahaan tersebut untuk mewakili perundingan dalam menyepakati penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).</p>
<p>(6)     Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) atau ayat (5) tidak terpenuhi, maka para pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh membentuk tim perunding yang keanggotaannya ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah pekerja/buruh dan anggota masing masing serikat pekerja/serikat buruh.</p>
<p>(7)     Dalam hal di perusahaan belum terbentuk serikat pekerja/serikat buruh, maka perundingan untuk menyepakati penangguhan pelaksanaan upah minimum dibuat antara pengusaha dengan pekerja/buruh yang mendapat mandat untuk mewakili lebih dari 50 % (lima puluh perseratus) penerima upah minimum di perusahaan.</p>
<p>(8)     Kesepakatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), dilakukan melalui perundingan secara mendalam, jujur, dan terbuka.</p>
<p><strong>Pasal 4</strong></p>
<p>(1) Permohonan penangguhan pelaksanaan upah minimum harus disertai dengan :</p>
<ol type="a">
<li>naskah asli kesepakatan tertulis antara pengusaha      dengan serikat pekerja/serikat buruh atau pekerja/buruh perusahaan yang      bersangkutan;</li>
<li>laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca,      perhitungan rugi/laba beserta penjelasan-penjelasan untuk 2 (dua) tahun      terakhir;</li>
<li>salinan akte pendirian perusahaan;</li>
<li>data upah menurut jabatan pekerja/buruh;</li>
<li>jumlah pekerja/buruh seluruhnya dan jumlah      pekerja/buruh yang dimohonkan penangguhan pelaksanaan upah minimum;</li>
<li>perkembangan produksi dan pemasaran selama 2 (dua)      tahun terakhir, serta rencana produksi dan pemasaran untuk 2 (dua) tahun      yang akan datang;</li>
</ol>
<p>(2)     Dalam hal perusahaan berbadan hukum laporan keuangan perusahaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b harus sudah diaudit oleh akuntan publik.</p>
<p>(3)     Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), apabila diperlukan Gubernur dapat meminta Akuntan Publik untuk memeriksa keadaan keuangan guna pembuktian ketidakmampuan perusahaan.</p>
<p>(4)     Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Gubernur menetapkan penolakan atau persetujuan penangguhan pelaksanaan upah minimum setelah menerima saran dan pertimbangan dari Dewan Pengupahan Provinsi.</p>
<p><strong>Pasal 5</strong></p>
<p>(1)     Persetujuan penangguhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) ditetapkan oleh Gubernur untuk jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan.</p>
<p>(2)     Penangguhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan dengan :</p>
<ol type="a">
<li>membayar upah minimum sesuai upah minimum yang lama,      atau;</li>
<li>membayar upah minimum lebih tinggi dari upah minimum      lama tetapi lebih rendah dari upah minimum baru, atau;</li>
<li>menaikkan upah minimum secara bertahap.</li>
</ol>
<p>(3) Setelah berakhirnya izin penangguhan, maka pengusaha wajib melaksanakan ketentuan upah minimum yang baru.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pasal 6</strong></p>
<p>(1)       Penolakan atau persetujuan atas permohonan penangguhan yang diajukan oleh pengusaha, diberikan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan terhitung sejak diterimanya permohonan penangguhan secara lengkap oleh Gubernur.</p>
<p>(2)       Dalam hal jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berakhir dan belum ada keputusan dari Gubernur, permohonan penangguhan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), maka permohonan penangguhan dianggap telah disetujui.</p>
<p><strong>Pasal 7</strong></p>
<p>(1)     Selama permohonan penangguhan masih dalam proses penyelesaian, pengusaha yang bersangkutan tetap membayar upah sebesar upah yang biasa diterima pekerja/buruh.</p>
<p>(2)     Dalam hal permohonan penangguhan ditolak Gubernur, maka upah yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh, sekurang-kurangnya sama dengan upah minimum yang berlaku terhitung mulai tanggal berlakunya ketentuan upah minimum yang baru.</p>
<p><strong>Pasal 8</strong></p>
<p>Dengan ditetapkannya keputusan ini, maka segala peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan keputusan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.</p>
<p><strong>Pasal 9</strong></p>
<p>Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p>
<p align="center">
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI</p>
<p align="center">
<p align="center">TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">ttd</p>
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">INPRES NOMOR 6 TAHUN 2006: KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGAKERJA INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-102menvi2004-tentang-waktu-kerja-lembur-dan-upah-kerja-lembur" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 102/MEN/VI/2004 &#8211; TENTANG  WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=625&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit' rel='bookmark' title='KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT'>KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah' rel='bookmark' title='KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH'>KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-231men2003-tata-cara-penangguhan-pelaksanaan-upah-minimum/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEP. 232/MEN/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 232/MEN/2003 TENTANG AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus' rel='bookmark' title='KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS'>KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</a> <small>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU'>KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN</p>
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : KEP. 232/MEN/2003</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">Menimbang :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 142 ayat (2)      Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan perlu diatur      akibat hukum mogok kerja yang tidak sah;</li>
<li>bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan      Menteri;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Mengingat :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan      Berlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari      Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Republik      Indonesia Tahun 1951 Nomor 4);</li>
<li>Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang      Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39,      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);</li>
<li>Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang      Pembentukan Kabinet Gotong Royong;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Memperhatikan:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama      Tripartit Nasional tanggal 31 Agustus 2003;</li>
<li>Kesepakatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit      Nasional tanggal 25 September 2003;</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">MEMUTUSKAN :</p>
<p style="text-align: justify;">Menetapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 1</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Mogok kerja adalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama dan/atau oleh serikat pekerja/serikat buruh untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Pengusaha adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang berada di Indonesia      mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang      berkedudukan diluar wilayah Indonesia.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">4. Perusahaan adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,      milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik      milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan      membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;</li>
<li>usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang      mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau      imbalan dalam bentuk lain.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pasal 2</p>
<p style="text-align: justify;">Mogok kerja merupakan hak dasar pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh yang dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 3</p>
<p style="text-align: justify;">Mogok kerja tidak sah apabila dilakukan :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>bukan akibat gagalnya perundingan; dan/atau</li>
<li>tanpa pemberitahuan kepada pengusaha dan instansi      yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan; dan/atau</li>
<li>dengan pemberitahuan kurang dari 7 (tujuh) hari      sebelum pelaksanaan mogok kerja; dan/atau</li>
<li>isi pemberitahuan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal      140 ayat (2) huruf a, b, c, dan d Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003      tentang Ketenagakerjaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pasal 4</p>
<p style="text-align: justify;">Gagalnya perundingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a adalah tidak tercapainya kesepakatan penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang dapat disebabkan karena pengusaha tidak mau melakukan perundingan walaupun serikat pekerja/serikat buruh atau pekerja/buruh telah meminta secara tertulis kepada pengusaha 2 (dua) kali dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari kerja atau perundingan-perundingan yang dilakukan mengalami jalan buntu yang dinyatakan oleh para pihak dalam risalah perundingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 5</p>
<p style="text-align: justify;">Mogok kerja pada perusahaan yang melayani kepentingan umum dan/atau perusahaan yang jenis kegiatannya membahayakan keselamatan jiwa manusia, yang dilakukan oleh pekerja/buruh yang sedang bertugas dikualifikasikan sebagai mogok kerja yang tidak sah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 6</p>
<p style="text-align: justify;">(1)    Mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dikualifikasikan sebagai mangkir.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)    Pemanggilan untuk kembali bekerja bagi pelaku mogok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh pengusaha 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari dalam bentuk pemanggilan secara patut dan tertulis.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)    Pekerja/buruh yang tidak memenuhi panggilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) maka dianggap mengundurkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 7</p>
<p style="text-align: justify;">(1)    Mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dikualifikasikan sebagai mangkir.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)    Dalam hal mogok kerja yang dilakukan secara tidak sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia yang berhubungan dengan pekerjaannya dikualifikasikan sebagai kesalahan berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 8</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-220menx2004-outsourcing-ketenagakerjaan" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 220/MEN/X/2004 (Outsourcing Ketenagakerjaan)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">INPRES NOMOR 6 TAHUN 2006: KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGAKERJA INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=623&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus' rel='bookmark' title='KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS'>KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</a> <small>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP....</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU'>KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 233/MEN/2003 &#8211; JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN  YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEP. 233/MEN/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 233 /MEN/2003 TENTANG JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak' rel='bookmark' title='KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK'>KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit' rel='bookmark' title='KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT'>KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : KEP. 233 /MEN/2003</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN</strong></p>
<p align="center"><strong>YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p>Menimbang :</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 85 ayat (4)      Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perlu      ditetapkan mengenai jenis dan sifat pekerjaan yang dijalankan secara terus      menerus;</li>
<li style="text-align: justify;">bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan      Menteri.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengingat :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan      Berlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari      Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Republik      Indonesia Tahun 1951 Nomor 4);</li>
<li>Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang      Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39,      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);</li>
<li>Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang      Pembentukan Kabinet Gotong Royong.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Memperhatikan :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="1">
<li>Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama      Tripartit Nasional tanggal 31 Agustus 2003;</li>
<li>Kesepakatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit      Nasional tanggal 25 September 2003;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">MEMUTUSKAN :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menetapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG JENIS DAN SIFAT PEKERJAAN YANG DIJALANKAN SECARA TERUS MENERUS.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 1</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus adalah pekerjaan yang menurut jenis dan sifatnya harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus menerus atau dalam keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Perusahaan adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,      milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik      milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan      membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;</li>
<li>usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang      mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau      imbalan dalam bentuk lain.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">4. Pengusaha adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;</li>
<li>orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang berada di Indonesia      mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang      berkedudukan di luar wilayah Indonesia.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">5. Menteri adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifatnya harus dilaksanakan dan dijalankan secara terus menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yakni :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a.       pekerjaan di bidang pelayanan jasa kesehatan;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b.      pekerjaan di bidang pelayanan jasa transportasi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">c.       pekerjaan di bidang jasa perbaikan alat transportasi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">d.      pekerjaan di bidang usaha pariwisata;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">e.       pekerjaan di bidang jasa pos dan telekomunikasi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">f.        pekerjaan di bidang penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih (PAM), dan penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">g.       pekerjaan di usaha swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">h.       pekerjaan di bidang media masa;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">i.         pekerjaan di bidang pengamanan;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">j.        pekerjaan di lembaga konservasi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">k.      pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan/perbaikan alat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Menteri dapat mengubah jenis pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 4</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan tertentu pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 4 wajib membayar upah kerja lembur kepada pekerja/buruh.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 6</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p>
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-232men2003-akibat-hukum-mogok-kerja-yang-tidak-sah" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 232/MEN/2003 &#8211; AKIBAT HUKUM MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-102menvi2004-tentang-waktu-kerja-lembur-dan-upah-kerja-lembur" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 102/MEN/VI/2004 &#8211; TENTANG  WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN BERSAMA TIGA MENTERI: TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=621&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak' rel='bookmark' title='KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK'>KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit' rel='bookmark' title='KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT'>KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-233men2003-jenis-dan-sifat-pekerjaan-yang-dijalankan-secara-terus-menerus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 08:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEP.234 /MEN/2003]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA 
NOMOR : KEP.234 /MEN/2003 TENTANG WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu' rel='bookmark' title='KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU'>KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-menteri-peraturan-pelaksanaan-uu-no132003' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003'>KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003</a> <small>NO NOMOR DAN SUBSTANSI PENGATURAN CATATAN KETERANGAN TGL. KEPUTUSAN kesepakatan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>NOMOR : KEP.234 /MEN/2003</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA</strong></p>
<p align="center"><strong>ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p>Menimbang :</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 77 ayat (4) dan Pasal      78 ayat (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan      dipandang perlu diatur mengenai waktu kerja dan istirahat pada sektor      usaha energi dan sumber daya mineral pada daerah tertentu;</li>
<li style="text-align: justify;">bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan      Menteri;</li>
</ol>
<p>Mengingat :</p>
<ol type="1">
<li style="text-align: justify;">Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan      Berlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari      Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Republik      Indonesia Tahun 1951 Nomor 4);</li>
<li style="text-align: justify;">Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang      Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39;      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);</li>
<li style="text-align: justify;">Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M      Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;</li>
</ol>
<p>Memperhatikan :</p>
<ol type="1">
<li style="text-align: justify;">Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama      Tripartit Nasional tanggal 31 Agustus 2003;</li>
<li style="text-align: justify;">Kesepakatan      Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 9 Oktober 2003.</li>
</ol>
<p align="center">MEMUTUSKAN :</p>
<p>Menetapkan :</p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU .</p>
<p><strong>Pasal 1</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan:</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Waktu Kerja adalah waktu yang digunakan untuk melakukan pekerjaan pada satu periode tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Waktu Kerja Lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja atau 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Upah Kerja Lembur adalah upah yang harus dibayar kepada pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan lebih dari 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja atau 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Periode Kerja adalah waktu tertentu bagi pekerja/buruh untuk melakukan pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Daerah tertentu adalah daerah operasi kegiatan perusahaan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di daerah terpencil dan atau lepas pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">6.      Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain .</p>
<p style="text-align: justify;">7.      Perusahaan adalah :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,      milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik      milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan      membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain;<br />
b. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang      mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau      imbalan dalam bentuk lain.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a"></ol>
<p style="text-align: justify;">8. Pengusaha adalah :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;<br />
b. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;<br />
c. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum      yang berada di Indonesia      mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang      berkedudukan di luar wilayah Indonesia.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a"></ol>
<p style="text-align: justify;">9. Menteri adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Perusahaan di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral termasuk perusahaan jasa penunjang yang melakukan kegiatan di daerah operasi tertentu dapat memilih dan menetapkan salah satu dan atau beberapa waktu kerja sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a.       7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk waktu kerja 6 (enam) hari dalam 1 (satu) minggu;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b.      8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk waktu kerja 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">c.       9 (sembilan) jam 1 (satu) hari dan maksimum 45 (empat puluh lima) jam dalam 5 (lima) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">d.      10 (sepuluh) jam 1 (satu) hari dan maksimum 50 (lima puluh) jam dalam 5 (lima) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">e.       11 (sebelas) jam 1 (satu) hari dan maksimum 55 (lima puluh lima) jam dalam 5 (lima) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">f.        9 (sembilan) jam 1 (satu) hari dan maksimum 63 (enam puluh tiga) jam dalam 7 (tujuh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">g.       10 (sepuluh) jam 1 (satu) hari dan maksimum 70 (tujuh puluh) jam dalam 7 (tujuh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">h.       11 (sebelas) jam 1 (satu) hari dan maksimum 77 (tujuh puluh tujuh) jam dalam 7 (tujuh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">i.         9 (sembilan) jam 1 (satu) hari dan maksimum 90 (sembilan puluh) jam dalam 10 (sepuluh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">j.        10 (sepuluh) jam 1 (satu) hari dan maksimum 100 (seratus) jam dalam 10 (sepuluh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">k.      11 (sebelas) jam 1 (satu) hari dan maksimum 110 (seratus sepuluh) jam dalam 10 (sepuluh) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">l.         9 (sembilan) jam 1 (satu) hari dan maksimum 126 (seratus dua puluh enam) jam dalam 14 (empat belas) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">m.     10 (sepuluh) jam 1 (satu) hari dan maksimum 140 (seratus empat puluh) jam dalam 14 (empat belas) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">n.       11 (sebelas) jam 1 (satu) hari dan maksimum 154 (seratus lima puluh empat) jam dalam 14 (empat belas) hari kerja untuk satu periode kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n, tidak termasuk waktu istirahat sekurang-kurangnya selama 1 (satu) jam.</p>
<p style="text-align: justify;">(3) Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sampai dengan huruf n, sudah termasuk waktu kerja lembur tetap sebagai kelebihan 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan waktu istirahat diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama sesuai dengan kebutuhan perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 4</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Perusahaan dapat melakukan pergantian dan atau perubahan waktu kerja dengan memilih dan menetapkan kembali waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Pergantian dan atau perubahan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib diberitahukan terlebih dahulu oleh Pengusaha kepada pekerja/buruh sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal perubahan dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">(3) Dalam hal perusahaan akan melakukan perubahan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka Pengusaha memberitahukan secara tertulis atas perubahan tersebut kepada Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di Kabupaten/Kota.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Perusahaan yang menggunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a dan b, wajib memberikan waktu istirahat sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>setelah pekerja/buruh bekerja secara terus menerus      selama 6 (enam) hari dalam 1 (satu) minggu atau 7 (tujuh) jam 1 (satu)      hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, maka kepada pekerja/buruh      wajib diberikan 1 (satu) hari istirahat.</li>
</ol>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>setelah pekerja/buruh bekerja secara terus menerus      selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam 1 (satu)      hari dan 40 (empat puluh) jam 1(satu) minggu, maka kepada pekerja/buruh      wajib diberikan 2 (dua) hari istirahat.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">(2) Perusahaan yang menggunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c sampai dengan huruf n, harus menggunakan perbandingan waktu kerja dengan waktu istirahat 2 (dua) banding 1 (satu) untuk 1 (satu) periode kerja dengan ketentuan maksimum 14 (empat belas) hari terus menerus dan istirahat minimum 5 (lima) hari dengan upah tetap dibayar.</p>
<p style="text-align: justify;">(3) Waktu yang dipergunakan pekerja/buruh dalam perjalanan dari tempat tinggal yang diakui oleh Perusahaan ke tempat kerja adalah termasuk waktu kerja apabila perjalanan memerlukan waktu 24 (dua puluh empat) jam atau lebih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 6</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal perusahaan telah memilih dan menetapkan salah satu dan atau beberapa waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan ternyata pekerja/buruh dipekerjakan kurang dari waktu kerja tersebut, maka perusahaan wajib membayar upah sesuai dengan waktu kerja yang dipilih dan ditetapkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 7</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal perusahaan memilih dan menetapkan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a dan b, dan mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi, maka perusahaan wajib membayar upah kerja lembur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 8</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal hari libur resmi jatuh pada satu periode kerja yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Perusahaan berdasarkan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c sampai dengan huruf n, maka hari libur resmi tersebut dianggap hari kerja biasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 9</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan yang menggunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a dan b wajib membayar upah kerja lembur sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">a. apabila kerja lembur dilakukan pada hari biasa, maka :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a.1. Untuk jam kerja lembur pertama selebihnya 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja atau 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja wajib dibayar upah kerja lembur sebesar 1,5 (satu setengah) x upah sejam.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a.2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya, wajib dibayar upah kerja lembur sebesar 2 (dua) X upah sejam.</p>
<p style="text-align: justify;">b. apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi, maka:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b.1. untuk setiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam, wajib dibayar upah kerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) x upah sejam;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b.2. untuk jam kerja pertama selebihnya 7 (tujuh) jam, wajib dibayar upah kerja lembur sebesar 3 (tiga) x upah sejam;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b.3. untuk jam kerja kedua selebihnya 7 (tujuh) jam dan seterusnya, wajib dibayar upah kerja lembur sebesar 4 (empat) x upah sejam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 10</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Perhitungan upah kerja lembur didasarkan pada upah bulanan.</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Upah sejam dihitung 1/173 (satu perseratus tujuh puluh tiga) dari upah sebulan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 11</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka dasar perhitungan upah kerja lembur adalah 100 % (seratus perseratus) dari upah.</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Dalam hal upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, maka perhitungan upah kerja lembur didasarkan pada hasil perhitungan yang lebih besar antara 100% (seratus perseratus) upah pokok ditambah tunjangan tetap, atau 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari upah keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 12</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan yang menggunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c sampai dengan huruf n, wajib membayar upah kerja lembur setelah 7 (tujuh) jam kerja dengan perhitungan sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li>untuk waktu kerja 9 (sembilan) jam 1 (satu) hari,      wajib membayar upah kerja lembur untuk setiap hari kerja sebesar 3 ½ (tiga      setengah) x upah sejam;</li>
<li>untuk waktu kerja 10 (sepuluh) jam 1 (satu) hari,      wajib membayar upah kerja lembur untuk setiap hari kerja sebesar 5 ½ (lima setengah) x      upah sejam;</li>
<li>untuk waktu kerja 11 (sebelas) jam 1 (satu) hari,      wajib membayar upah kerja lembur untuk setiap hari kerja sebesar 7 ½      (tujuh setengah) x upah sejam.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 13</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1) Perusahaan yang mengunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, harus melaporkan pelaksanaannya 3 (tiga) bulan sekali kepada Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Menteri.</p>
<p style="text-align: justify;">(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a. waktu kerja yang dipilih dan ditetapkan serta waktu istirahat;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b. jumlah pekerja/buruh yang dipekerjakan;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">c. daftar upah kerja lembur tetap;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">d. perubahan pelaksanaan waktu kerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 14</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini, maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP-64/MEN/1997 tentang Waktu Kerja Waktu Istirahat dan Perhitungan Upah Lembur Pada Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi di Daerah Lepas Pantai atau Daerah Operasi Tertentu dinyatakan tidak berlaku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 15</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p>
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/nomor-se-280menppk-pnk3vii2009-kesiapsiagaan-dalam-menghadapi-pandemi-influenza-di-tempat-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">NOMOR SE. 280/MEN/PPK-PNK3/VII/2009: KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI INFLUENZA DI TEMPAT KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/teamwork-observasi-pada-kerja-kelompok" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAMWORK: OBSERVASI PADA KERJA KELOMPOK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia" rel="bookmark" class="wherego_title">SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=619&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu' rel='bookmark' title='KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU'>KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-menteri-peraturan-pelaksanaan-uu-no132003' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003'>KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003</a> <small>NO NOMOR DAN SUBSTANSI PENGATURAN CATATAN KETERANGAN TGL. KEPUTUSAN kesepakatan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEP. 255/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN  LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</title>
		<link>http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit</link>
		<comments>http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 07:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[Kep Men Tenaga Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kepmen Depnakertrans]]></category>
		<category><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003]]></category>
		<category><![CDATA[LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 255/MEN/2003 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama' rel='bookmark' title='KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA'>KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : KEP. 255/MEN/2003</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center">TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN</p>
<p align="center">LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p>Menimbang :</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">bahwa      sebagai pelaksanaan Pasal 106 ayat (4) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003      tentang Ketenagakerjaan, maka perlu ditetapkan tata cara pembentukan dan      susunan keanggotaan lembaga kerjasama bipartit;</li>
<li style="text-align: justify;">bahwa      untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri;</li>
</ol>
<p>Mengingat :</p>
<ol type="1">
<li style="text-align: justify;">Undang-undang      Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Lembaran Negara      Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 121; Tambahan Lembaran Negara Republik      Indonesia Nomor 3989);</li>
<li style="text-align: justify;">Undang-undang      Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik      Indonesia Tahun 2003 Nomor 39; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia      Nomor 4279);</li>
<li style="text-align: justify;">Keputusan      Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;</li>
</ol>
<p>Memperhatikan :</p>
<ol type="1">
<li style="text-align: justify;">Pokok-pokok      Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 31      Agustus 2003;</li>
<li style="text-align: justify;">Kesepakatan      Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 25 September      2003;</li>
</ol>
<p align="center">MEMUTUSKAN :</p>
<p>Menetapkan :</p>
<p>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT.</p>
<p align="center">
<p align="center">BAB I</p>
<p align="center">KETENTUAN UMUM</p>
<p>Pasal 1</p>
<p>Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Lembaga kerjasama bipartit yang selanjutnya disebut LKS Bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh.</p>
<p>2.      Pengusaha adalah:</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">orang      perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu      perusahaan milik sendiri;</li>
<li style="text-align: justify;">orang      perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri      menjalankan perusahaan bukan miliknya;</li>
<li style="text-align: justify;">orang perseorangan,      persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia      mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang      berkedudukan di luar wilayah Indonesia.</li>
</ol>
<p>3. Perusahaan adalah:</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,      milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik      milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan      membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.</li>
<li style="text-align: justify;">Usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang      mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau      imbalan dalam bentuk lain.</li>
</ol>
<p>4. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.</p>
<p>6. Menteri adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.</p>
<p align="center">
<p align="center">BAB II</p>
<p align="center">FUNGSI DAN TUGAS</p>
<p>Pasal 2</p>
<p>Fungsi LKS Bipartit adalah :</p>
<ol type="a">
<li>sebagai forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah      antara pengusaha dan wakil serikat pekerja/serikat buruh atau      pekerja/buruh pada tingkat perusahaan;</li>
</ol>
<ol type="a">
<li>sebagai forum untuk membahas masalah hubungan      industrial di perusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja dan      kesejahteraan pekerja/buruh yang menjamin kelangsungan usaha dan      menciptakan ketenangan kerja.</li>
</ol>
<p>Pasal 3</p>
<p>Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 LKS Bipartit mempunyai tugas :</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">melakukan pertemuan secara periodik dan/atau      sewaktu-waktu apabila diperlukan;</li>
<li>mengkomunikasikan kebijakan pengusaha dan aspirasi      pekerja/buruh berkaitan dengan kesejahteraan pekerja/buruh dan      kelangsungan usaha;</li>
<li>melakukan deteksi dini dan menampung permasalahan      hubungan industrial di perusahaan;</li>
<li>menyampaikan saran dan pertimbangan kepada pengusaha      dalam penetapan kebijakan perusahaan;</li>
<li>menyampaikan saran dan pendapat kepada pekerja/buruh      dan/atau serikat pekerja/serikat buruh.</li>
</ol>
<p align="center">BAB III</p>
<p align="center">TATA CARA PEMBENTUKAN</p>
<p>Pasal 4</p>
<p>(1)   Setiap perusahaan yang mempekerjakan 50 (lima puluh) orang pekerja/buruh atau lebih wajib membentuk LKS Bipartit.</p>
<p>(2)   LKS Bipartit sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibentuk oleh unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh.</p>
<p>Pasal 5</p>
<p>Anggota LKS Bipartit dari unsur pekerja/buruh ditentukan sebagai berikut:</p>
<ol type="1">
<li style="text-align: justify;">Dalam hal di perusahaan terdapat 1 (satu) serikat      pekerja/serikat buruh dan semua pekerja/buruh menjadi anggota serikat      pekerja/serikat buruh tersebut, maka secara otomatis pengurus serikat      pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal di perusahaan belum terbentuk serikat      pekerja/serikat buruh, maka yang mewakili pekerja/buruh dalam LKS Bipartit      adalah pekerja/buruh yang dipilih secara demokratis.</li>
<li>Dalam hal di perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu)      serikat pekerja/serikat buruh dan seluruh pekerja/buruh menjadi anggota      serikat pekerja/serikat buruh, maka yang mewakili pekerja/buruh dalam LKS      Bipartit adalah wakil masing-masing serikat pekerja/serikat buruh yang      perwakilannya ditentukan secara proporsional.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal di perusahaan terdapat 1 (satu) serikat      pekerja/serikat buruh dan ada pekerja/buruh yang tidak menjadi anggota      serikat pekerja/serikat buruh, maka serikat pekerja/serikat buruh tersebut      menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit dan pekerja/buruh yang tidak menjadi      anggota serikat pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya yang dipilih      secara demokratis.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal di perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu)      serikat pekerja/serikat buruh dan ada pekerja/buruh yang tidak menjadi      anggota serikat pekerja/serikat buruh, maka masing-masing serikat      pekerja/serikat buruh, menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit secara      proporsional dan pekerja/buruh yang tidak menjadi anggota serikat      pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya yang dipilih secara demokratis.</li>
</ol>
<p>Pasal 6</p>
<p>Pengusaha dan wakil serikat pekerja/serikat buruh atau wakil pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 melaksanakan pertemuan untuk :</p>
<ol type="a">
<li>membentuk      LKS Bipartit;</li>
<li>menetapkan      anggota LKS Bipartit.</li>
</ol>
<p>Pasal 7</p>
<p>Tata cara pembentukan LKS Bipartit dilaksanakan sebagai berikut:</p>
<ol type="a">
<li style="text-align: justify;">pengusaha dan wakil serikat pekerja/serikat buruh      dan/atau wakil pekerja/buruh mengadakan musyawarah untuk membentuk,      menunjuk, dan menetapkan anggota LKS Bipartit di perusahaan sebagaimana      dimaksud dalam Pasal 6;</li>
<li style="text-align: justify;">anggota lembaga sebagaimana dimaksud dalam huruf a      menyepakati dan menetapkan susunan pengurus LKS Bipartit;</li>
<li style="text-align: justify;">pembentukan dan susunan pengurus LKS Bipartit      dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh pengusaha dan wakil      serikat pekerja/serikat buruh atau wakil pekerja/buruh di perusahaan.</li>
</ol>
<p>Pasal 8</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   LKS Bipartit yang sudah terbentuk harus dicatatkan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah pembentukan.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Untuk dapat dicatat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pengurus LKS Bipartit menyampaikan pemberitahuan tertulis baik langsung maupun tidak langsung dengan dilampiri berita acara pembentukan, susunan pengurus, dan alamat perusahaan.</p>
<p>(3)   Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah menerima pemberitahuan, instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan memberikan nomor bukti pencatatan.</p>
<p align="center">BAB V</p>
<p align="center">KEANGGOTAAN</p>
<p>Pasal 9</p>
<p style="text-align: justify;">Keanggotaan LKS Bipartit ditetapkan dari unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh dengan komposisi perbandingan 1 : 1 yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam) orang dan paling banyak 20 (dua puluh) orang.</p>
<p>Pasal 10</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Susunan pengurus LKS Bipartit sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan anggota.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Jabatan ketua LKS Bipartit dapat dijabat secara bergantian antara wakil pengusaha dan wakil pekerja/buruh.</p>
<p>Pasal 11</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Masa kerja keanggotaan LKS Bipartit 2 (dua) tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Pergantian keanggotaan LKS Bipartit sebelum berakhirnya masa jabatan dapat dilakukan atas usul dari unsur yang diwakilinya.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Pergantian keanggotaan LKS Bipartit diberitahukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota.</p>
<p>Pasal 12</p>
<p>Masa jabatan keanggotaan LKS Bipartit berakhir apabila:</p>
<ol type="a">
<li>meninggal dunia;</li>
<li>mutasi atau keluar dari perusahaan;</li>
<li>mengundurkan diri sebagai anggota lembaga;</li>
<li>diganti atas usul dari unsur yang diwakilinya;</li>
<li style="text-align: justify;">sebab-sebab lain yang menghalangi tugas-tugas dalam      keanggotaan lembaga.</li>
</ol>
<p align="center">BAB VI</p>
<p align="center">MEKANISME KERJA</p>
<p>Pasal 13</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   LKS Bipartit mengadakan pertemuan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan atau setiap kali dipandang perlu.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Materi pertemuan dapat berasal dari unsur pengusaha, unsur pekerja/buruh atau dari pengurus LKS Bipartit.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   LKS Bipartit menetapkan dan membahas agenda pertemuan sesuai kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">(4)   Hubungan kerja LKS Bipartit dengan lembaga lainnya di perusahaan bersifat koordinatif, konsultatif, dan komunikatif.</p>
<p align="center">BAB VII</p>
<p align="center">P E M B I N A A N</p>
<p>Pasal 14</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota bersama dengan organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh mengadakan pembinaan terhadap LKS Bipartit.</p>
<p>(2)   Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:</p>
<p style="text-align: justify;">a.       sosialisasi kepada pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau pekerja/buruh dalam rangka pembentukan LKS Bipartit;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      memberikan bimbingan dalam rangka pembentukan dan pengembangan LKS Bipartit.</p>
<p align="center">BAB VIII</p>
<p align="center">PEMBIAYAAN DAN PELAPORAN</p>
<p>Pasal 15</p>
<p style="text-align: justify;">Segala biaya yang diperlukan untuk pembentukan dan pelaksanaan kegiatan LKS Bipartit dibebankan kepada pengusaha.</p>
<p>Pasal 16</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan LKS Bipartit secara berkala setiap 6 (enam) bulan dilaporkan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota.</p>
<p align="center">BAB IX</p>
<p align="center">P E N U T U P</p>
<p>Pasal 17</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, maka Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep-328/MEN/1986 tentang Lembaga Kerjasama Bipartit dinyatakan tidak berlaku lagi.</p>
<p>Pasal 18</p>
<p>Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan</p>
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2003</p>
<p align="center">
<p align="center">MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI</p>
<p align="center">REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">JACOB NUWA WEA</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep100menvi2004-ketentuan-pelaksanaan-perjanjian-kerja-waktu-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.100/MEN/VI/2004 &#8211; KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN BERSAMA TIGA MENTERI: TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</a></li><li><a href="http://indosdm.com/per-04men1994-tunjangan-hari-raya-keagamaan-bagi-pekerja-di-perusahaan" rel="bookmark" class="wherego_title">PER-04/MEN/1994 &#8211; TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DI PERUSAHAAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-peraturan-pelaksanaan-uu-no132003" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-menteri-peraturan-pelaksanaan-uu-no132003" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN MENTERI PERATURAN PELAKSANAAN UU NO.13/2003</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=616&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama' rel='bookmark' title='KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA'>KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-51men2004-tentang-istirahat-panjang-pada-perusahaan-tertentu' rel='bookmark' title='KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU'>KEP. 51/MEN/2004 &#8211;  Tentang ISTIRAHAT PANJANG PADA PERUSAHAAN TERTENTU</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kep-255men2003-tata-cara-pembentukan-dan-susunan-keanggotaan-lembaga-kerjasama-bipartit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

