<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Training On Compliance</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/legal/training-on-compliance/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PP NOMOR  23  TAHUN  2004 &#8211; BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI</title>
		<link>http://indosdm.com/pp-nomor-23-tahun-2004-badan-nasional-sertifikasi-profesi</link>
		<comments>http://indosdm.com/pp-nomor-23-tahun-2004-badan-nasional-sertifikasi-profesi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 09:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Training On Compliance]]></category>
		<category><![CDATA[PERATURAN PEMERINTAH]]></category>
		<category><![CDATA[PP 23  TAHUN  2004]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi Profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR  23  TAHUN  2004 TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keppres-nomor-25-tahun-2004-tunjangan-jabatan-fungsional-pengawas-ketenagakerjaan-perantara-hubungan-industrial-dan-pengantar-kerja' rel='bookmark' title='Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA'>Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG TUNJANGAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">PERATURAN  PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">NOMOR  23   TAHUN  2004</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">BADAN  NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI</p>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN  REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<table id="AutoNumber1" style="width: 100%; height: 1658px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td width="12%" height="67" valign="top">
<p align="justify"><strong> Menimbang</strong></p>
</td>
<td width="2%" height="67" valign="top">
<p align="justify">:</p>
</td>
<td colspan="2" width="86%" height="67" valign="top">
<p align="justify">bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5)        Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dipandang perlu        menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi;</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="411" valign="top"><strong> Mengingat</strong></td>
<td width="2%" height="411" valign="top">:</td>
<td colspan="2" width="86%" height="411" valign="top">
<ol>
<li>Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;</li>
<li>Undang-undang          Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984          Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (Lembaran Negara          Tahun 1987 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3346);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Tahun 1999          Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3833);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Tahun          2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4152);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Tahun          2002 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4226);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Tahun 2003          Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279);</li>
<li>Undang-undang          Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara          Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);</li>
</ol>
<p align="center"><strong> MEMUTUSKAN :</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="488" valign="top"><strong> Menetapkan</strong></td>
<td width="2%" height="488" valign="top">:</td>
<td colspan="2" width="86%" height="488" valign="top"><strong>PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI        PROFESI. </strong><strong> </strong></p>
<p align="center">BAB I</p>
<p align="center">KETENTUAN UMUM</p>
<p align="center">Pasal        1</p>
<p align="center">
<p align="justify">Dalam        Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan :</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Sertifikasi kompetensi kerja adalah proses pemberian sertifikat          kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji          kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional          Indonesia dan/atau internasional.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan          kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian          serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat          jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan          perundang-undangan yang berlaku.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.</p>
</li>
</ol>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong> BAB II</strong></p>
<p align="center"><strong> PEMBENTUKAN DAN TUGAS</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        2</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="110" valign="top"></td>
<td width="2%" height="110" valign="top"></td>
<td width="3%" height="110" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(2)</p>
</td>
<td width="83%" height="110" valign="top">
<p align="justify">Membentuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang        selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah ini disebut dengan BNSP.</p>
<p align="justify">BNSP        merupakan lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya dan        bertanggung jawab kepada Presiden.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="120" valign="top"></td>
<td width="2%" height="120" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="86%" height="120" valign="top">
<p align="center"><strong> Pasal        3</strong></p>
<p align="justify">BNSP        mempunyai tugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        4</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="129" valign="top"></td>
<td width="2%" height="129" valign="top"></td>
<td width="3%" height="129" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">(2)</p>
</td>
<td width="83%" height="129" valign="top">
<p align="justify">Guna terlaksananya tugas sertifikasi kompetensi kerja        sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, BNSP dapat memberikan lisensi kepada        lembaga sertifikasi profesi yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan        untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.</p>
<p align="justify">Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pemberian lisensi lembaga        sertifikasi profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan lebih        lanjut oleh BNSP.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="288" valign="top"></td>
<td width="2%" height="288" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="86%" height="288" valign="top">
<p align="center"><strong> BAB        III</strong></p>
<p align="center"><strong> ORGANISASI</strong></p>
<p align="center"><strong> Bagian Pertama</strong></p>
<p align="center"><strong> Keanggotaan</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        5</strong></p>
<p align="justify">Susunan keanggotaan BNSP terdiri dari :</p>
<p align="justify">a.   Seorang        Ketua merangkap anggota;</p>
<p align="justify">b.          Seorang Wakil Ketua merangkap anggota;</p>
<p align="justify">c.          Sebanyak-banyaknya 23 (dua puluh tiga) orang anggota.</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong> Pasal        6</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td width="3%" height="45" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">(2)</p>
</td>
<td width="83%" height="45" valign="top">
<p align="justify">Keanggotaan BNSP terdiri dari unsur Pemerintah dan unsur masyarakat.</p>
<p align="justify">Keanggotaan dari unsur Pemerintah sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="86%" height="45" valign="top">
<p align="center"><strong> Pasal        7</strong></p>
<p align="center">
<p align="justify">Untuk        dapat menjadi Anggota BNSP, Calon Anggota BNSP harus memenuhi persyaratan        :</p>
<p align="justify">a.      Warga Negara Indonesia;</p>
<p align="justify">b.      bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;</p>
<p align="justify">c.      sehat jasmani dan rohani;</p>
<p align="justify">d.      sanggup bekerja penuh waktu;</p>
<p align="justify">e.      tidak pernah dijatuhi hukuman pidana minimal 5 (lima) tahun;</p>
<p align="justify">f.       memiliki tingkat pendidikan sekurang-kurangnya S1 atau yang        setara;</p>
<p align="justify">g.      memiliki pengalaman kerja di bidang profesi tertentu minimal     5        (lima) tahun;</p>
<p align="justify">h.      menguasai bahasa asing secara aktif minimal bahasa Inggris.</p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Bagian Kedua</strong></p>
<p align="center"><strong> Komisi</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        8</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td width="3%" height="45" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(2)</p>
</td>
<td width="83%" height="45" valign="top">
<p align="justify">Untuk        menunjang pelaksanaan tugas, BNSP dapat membentuk Komisi sesuai dengan        kebutuhan yang keanggotaannya berasal dari anggota BNSP.</p>
<p align="justify">Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan, susunan keanggotaan, tugas,        dan tata kerja Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur oleh        BNSP.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Bagian Ketiga</strong></p>
<p align="center"><strong> Sekretariat</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        9</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td width="3%" height="45" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">(2)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(3)</p>
</td>
<td width="83%" height="45" valign="top">
<p align="justify">Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas BNSP dibentuk        Sekretariat BNSP.</p>
<p align="justify">Sekretariat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh Kepala        Sekretariat BNSP yang dalam melaksanakan tugasnya secara fungsional        bertanggung jawab kepada BNSP.</p>
<p align="justify">Kepala        Sekretariat BNSP sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dijabat oleh Pejabat        Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural Eselon IIa.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        10</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td width="3%" height="45" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(2)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(3)</p>
</td>
<td width="83%" height="45" valign="top">
<p align="justify">Sekretariat BNSP dibentuk dan berada di lingkungan instansi Pemerintah        yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.</p>
<p align="justify">Sekretariat BNSP terdiri dari sebanyak-banyaknya 4 (empat) Bagian dan        masing-masing Bagian terdiri dari 2 (dua) Sub Bagian.</p>
<p align="justify">Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi dan tata kerja        Sekretariat BNSP sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2)        ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan dari Menteri yang        bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="86%" height="45" valign="top">
<p align="center"><strong> BAB IV</strong></p>
<p align="center"><strong> PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        11</strong></p>
<p align="center">
<p align="justify">Ketua,        Wakil Ketua, dan Anggota BNSP diangkat dan diberhentikan oleh Presiden        atas usul Menteri.</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong> Pasal        12</strong></p>
<p align="justify">Ketua,        Wakil Ketua, dan Anggota BNSP diangkat untuk 1 (satu) kali masa jabatan        selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa        jabatan berikutnya.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        13</strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td width="3%" height="45" valign="top">
<p align="justify">(1)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(2)</p>
<p align="justify">
<p align="justify">(3)</p>
</td>
<td width="83%" height="45" valign="top">
<p align="justify">Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai Ketua, Wakil        Ketua, dan Anggota BNSP diberhentikan dari jabatan organiknya.</p>
<p align="justify">Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dinaikkan        pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi, sesuai dengan ketentuan        peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p align="justify">Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberhentikan        dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil apabila telah mencapai batas        usia pensiun dan diberikan hak-hak kepegawaiannya sesuai dengan ketentuan        peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="12%" height="45" valign="top"></td>
<td width="2%" height="45" valign="top"></td>
<td colspan="2" width="86%" height="45" valign="top">
<p align="center"><strong> Pasal        14</strong></p>
<p align="justify">Selain        karena berakhirnya masa jabatan, Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BNSP        diberhentikan apabila yang bersangkutan :</p>
<p align="justify">
<p align="justify">a.   meninggal        dunia;</p>
<p align="justify">b.   mengundurkan        diri;</p>
<p align="justify">c.   melakukan        tindak pidana kejahatan yang telah mendapat putusan pengadilan yang        berkekuatan hukum tetap;</p>
<p align="justify">d.   sakit        yang berkepanjangan lebih dari 6 (enam) bulan dan/atau tidak mampu lagi        melaksanakan tugas; atau</p>
<p align="justify">e.   tidak        melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya.</p>
<p align="justify">
<p align="center"><strong> BAB V </strong></p>
<p align="center"><strong> TATA        KERJA</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        15</strong></p>
<p align="justify">Dalam        melaksanakan tugas, Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BNSP wajib menerapkan        prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan transparansi, baik secara        internal maupun eksternal.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        16</strong></p>
<p align="justify">Ketentuan lebih lanjut mengenai tata kerja BNSP diatur oleh BNSP.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> BAB VI</strong></p>
<p align="center"><strong> PEMBIAYAAN</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        17</strong></p>
<p align="justify">Segala        pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas BNSP dibebankan kepada        Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong> BAB        VII</strong></p>
<p align="center"><strong> KETENTUAN LAIN-LAIN</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        18</strong></p>
<p align="justify">Pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja yang telah dilakukan oleh Lembaga        Sertifikasi Profesi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku        dan/atau telah diakui oleh lembaga internasional tetap dilaksanakan oleh        Lembaga Sertifikasi Profesi yang bersangkutan.</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong> BAB        VIII</strong></p>
<p align="center"><strong> KETENTUAN PENUTUP</strong></p>
<p align="center"><strong> Pasal        19</strong></p>
<p align="justify">Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal        diundangkan.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Agar        setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan        Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik        Indonesia.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center">
<p align="justify">Ditetapkan di Jakarta</p>
<p align="justify">pada tanggal 5 Agustus 2004</p>
<p>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">ttd.</p>
<p align="center">MEGAWATI SOEKARNOPUTRI</p>
<p align="center">
<p>Diundangkan di Jakarta</p>
<p>pada tanggal 5 Agustus  2004</p>
<p>SEKRETARIS NEGARA  REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">ttd.</p>
<p>BAMBANG KESOWO</p>
<p align="center">LEMBARAN NEGARA REPUBLIK  INDONESIA TAHUN 2004 NOMOR 78</p>
<p align="center">Salinan sesuai  dengan aslinya</p>
<p align="center">SEKRETARIAT KABINET RI</p>
<p align="center">Kepala Biro  Peraturan Perundang-undangan II</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">Edy Sudibyo</p>
<hr />
<p align="center">P E N J E L A S A N</p>
<p align="center">A T A S</p>
<p align="center">PERATURAN  PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">NOMOR  23   TAHUN  2004</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">BADAN NASIONAL SERTIFIKASI  PROFESI</p>
<p align="center">
<p style="text-align: justify;">I.    UMUM</p>
<p style="text-align: justify;">Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengamanatkan  pembentukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang independen untuk  melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga kerja, baik yang berasal  dari lulusan pelatihan kerja dan/atau tenaga kerja yang telah berpengalaman.  Badan Nasional Sertifikasi Profesi tersebut sangat diperlukan sebagai lembaga  yang mempunyai otoritas dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan sertifikasi  kompetensi kerja secara nasional. Dengan demikian, maka akan dapat dibangun  suatu sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional yang diakui oleh semua pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan  Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagaimana dimaksud di atas juga sangat  penting dalam kaitannya dengan penyiapan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif  menghadapi persaingan di pasar kerja global. Disamping itu, dengan adanya Badan  Nasional Sertifikasi Profesi akan memudahkan kerja sama dengan  institusi-institusi sejenis di negara-negara lain dalam rangka membangun saling  pengakuan <em>(mutual recognition) </em>terhadap kompetensi tenaga kerja  masing-masing negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehubungan  dengan hal tersebut di atas, maka Peraturan Pemerintah ini mengatur hal-hal yang  berkaitan dengan tugas, organisasi, keanggotaan, tata kerja, dan pembiayaan  Badan Nasional Sertifikasi Profesi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> II.  PASAL DEMI  PASAL</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 1</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 2</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 3</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 4</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1)</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun sertifikasi kompetensi kerja dilaksanakan dan menjadi tanggung jawab  Badan Nasional Sertifikasi Profesi, namun karena ruang lingkup kompetensi kerja  sangat luas dan tersebar di berbagai sektor, maka diperlukan adanya lembaga  sertifikasi profesi yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari Badan  Nasional Sertifikasi Profesi dalam melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2)</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup  jelas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 5</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Pasal 6</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 7</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 8</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 9</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1)</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2)</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun secara fungsional Sekretariat BNSP bertanggung jawab  kepada BNSP, namun secara struktural dan administratif merupakan unit organisasi  di bawah unit Eselon I di lingkungan instansi Pemerintah yang bertanggung jawab  di bidang ketenagakerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (3)</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Pasal 10</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 11</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 12</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 13</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 14</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 15</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 16</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 17</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 18</p>
<p style="text-align: justify;">Lembaga  Sertifikasi Profesi yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja berdasarkan  peraturan perundang-undangan dan/atau telah diakui oleh Lembaga Internasional  misalnya Asosiasi-asosiasi Profesi atau Lembaga Sertifikasi Profesi milik  Pemerintah dan swasta yang telah diakui keberadaannya oleh Lembaga  Internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Lembaga  Sertifikasi Profesi tersebut tetap melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja  sesuai dengan bidangnya tanpa harus mendapatkan lisensi untuk melaksanakan  sertifikasi kompetensi kerja dari BNSP.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun  demikian, dalam pelaksanaannya Lembaga Sertifikasi Profesi disini berkoordinasi  dengan BNSP.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 19</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup jelas</p>
<p style="text-align: justify;">TAMBAHAN  LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4408</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/teknik-pengisian-form-penilaian-unjuk-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: TEKNIK PENGISIAN FORM PENILAIAN UNJUK KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keppres-nomor-29-tahun-1999-badan-koordinasi-penempatan-tenaga-kerja-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KepPres NOMOR 29 TAHUN 1999: BADAN KOORDINASI  PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-64-tahun-2005-perubahan-keempat-atas-pp-no-14-th-1993-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERATURAN PEMERINTAH NOMOR : 64 TAHUN 2005 &#8211; PERUBAHAN KEEMPAT  ATAS  PP NO. 14 TH 1993  TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM  JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keppres-nomor-25-tahun-2004-tunjangan-jabatan-fungsional-pengawas-ketenagakerjaan-perantara-hubungan-industrial-dan-pengantar-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang" rel="bookmark" class="wherego_title">PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-227men2003-tata-cara-penetapan-standard-kompetensi-kerja-nasional-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 227/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PENETAPAN  STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1465&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keppres-nomor-25-tahun-2004-tunjangan-jabatan-fungsional-pengawas-ketenagakerjaan-perantara-hubungan-industrial-dan-pengantar-kerja' rel='bookmark' title='Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA'>Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG TUNJANGAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/pp-nomor-23-tahun-2004-badan-nasional-sertifikasi-profesi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

