<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Vision &#8211; Values &#8211; Mission</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/leadership/vision-values-mission/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>MANAJER: MEMBANGUN PERSAINGAN ATAU KEBERSAMAAN?</title>
		<link>http://indosdm.com/manajer-membangun-persaingan-atau-kebersamaan</link>
		<comments>http://indosdm.com/manajer-membangun-persaingan-atau-kebersamaan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 00:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Decision Making]]></category>
		<category><![CDATA[Vision - Values - Mission]]></category>
		<category><![CDATA[corporate value]]></category>
		<category><![CDATA[Visi misi manajer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2142</guid>
		<description><![CDATA[Timbulnya rasa persaingan di antara manajer merupakan fenomena psikologis akibat  ada stimulus dari luar. Secara sugestif rasa tersebut tumbuh pada seseorang untuk menunjukkan identitas dirinya. Dalam prakteknya, proses tumbuhnya rasa persaingan bisa sembunyi-sembunyi dan bisa terang-terangan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/membangun-soft-competency-sdm-upaya-memenangkan-persaingan-rumah-sakit' rel='bookmark' title='Membangun Soft Competency SDM:  Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit'>Membangun Soft Competency SDM:  Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit</a> <small>Beberapa ahli menyatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan merupakan hard competency...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer' rel='bookmark' title='APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?'>APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a> <small>Dalam prakteknya ketika manajer menjalankan misi perusahaan di atas tidaklah...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-manajer-berjiwa-entrepreneur' rel='bookmark' title='Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR'>Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR</a> <small>Seorang manajer toko sambil lalu mendengar salah seorang karyawannya berbicara...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2143" style="margin: 10px; float: left;" title="kompetisi" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/05/kompetisi.jpg" alt="kompetisi" width="200" height="200" />Keunggulan bersaing suatu perusahaan dicirikan oleh kemampuan tampil beda atau keunikan  ketimbang pesaingnya. Keungulannya dilihat dari sistem manajemen efektif, mutu produk (barang dan jasa), bentuk dan kemasan produk, harga, sistem pelayanan, sumberdaya manusia, dan teknologi. Selama ini ada kesan keunggulan bersaing perusahaan  sama saja artinya dengan keberhasilan perusahaan untuk mematikan kelangsungan hidup para pesaingnya. Tepatkah kesan seperti itu? Tidak juga. Keunggulan bersaing tidak harus berarti perusahaan berperilaku organisasi  negative. Biarlah perusahaan masuk dan keluar pasar terjadi secara alami. Justru keunggulan bersaing bisa berupa kemampuan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lain yang kurang maju. Contohnya adalah  dalam kerjasama mengembangkan sumberdaya manusia dan teknologi serta jejaring pasar. Jadi intinya bagaimana keunggulan bersaing diraih tanpa harus adanya penggusuran terhadap perusahaan lainnya. Bagaimana dengan keunggulan bersaing seorang manajer?</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor penentu lainnya dari keunggulan bersaing perusahaan adalah  mutu sumberdaya manusia (SDM). Semakin bermutu SDM karyawan semakin tinggi kemampuan bersaing suatu perusahaan. Salah satu unsur yang sangat penting untuk menciptakan kemampuan bersaing tersebut  adalah mutu SDM manajer. Ia berperan untuk mengkoordinasi dan menggerakkan orang-orang di dalam unit kerjanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan stimulus dalam bentuk pengembangan karir dari manajemen puncak, para manajer berlomba untuk meningkatkan kinerjanya. Karena itu ada sugesti atau desakan psikologis diantara manajer untuk berupaya tampil paling prima. Ada dorongan persaingan yang dicirikan keinginannya lebih performa ketimbang manajer lain. Tiap manajer termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap serta kemampuan mengkoordinasi karyawannya. Ketika proses itu terjadi maka apakah antarmanajer akan terjadi persaingan tidak sehat?</p>
<p style="text-align: justify;">Persaingan tidak sehat antarmanajer bisa saja terjadi. Ketika ketersediaan  karir lebih sedikit ketimbang yang membutuhkannya maka ada saja manajer yang main sikut atau tidak sportif. Antara lain dalam bentuk menyebar gosip keburukan seseorang, ketidakbersediaan bekerjasama, angkuh, dan konflik pribadi. Perilaku  seperti itu  akan menimbulkan kontra produktif. Kerugian itu tidak saja bakal terjadi pada manajer yang berperilaku kurang sehat tetapi juga pada unit kerja dan perusahaan. Manajer yang bersangkutan akan kurang mendapat simpati dari rekan kerja lainnya. Sementara secara bertahap pihak manajemen akan mengetahui siapa saja manajer yang berperilaku  kurang sehat tersebut. Dan tentu saja itu akan merupakan rekam jejak kinerja manajer yang negatif dan akan memerkecil peluang meraih karir sang manajernya. Di sisi lain suasana kerja  di unit kerja akan kurang nyaman. Pada gilirannya akan memengaruhi kinerja karyawan, unit dan perusahaan. Kalau demikian apa yang sebaiknya manajer sikapi?</p>
<p style="text-align: justify;">Seharusnya tiap manajer memiliki idealisme untuk menjadikan dirinya sebagai seorang yang professional. Seseorang yang memiliki kompetensi tidak saja di bidang ketrampilan manajerial dan teknis tetapi juga ketrampilan dalam bidang humaniora dan bahkan bidang politik. Selain itu manajer professional pada dasarnya juga sebagai seorang pemimpin. Karena itu walaupun dalam suasana persaingan apapun yang dilakukannya tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi untuk lingkungan kerja dan perusahaan. Dalam hal ini sebaiknya para manajer memiliki peran-peran yang selalu diliputi suasana kebersamaan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Melakukan pengambilan keputusan melalui analisis permasalahan eksternal dan internal perusahaan. Ini dilakukan sebagai langkah yang bisa dilakukan atas inisiatif sendiri, bersama manajer lain, dan bisa bersama direksi.</li>
<li>Membangun suatu sinergitas pekerjaan perusahaan. Untuk itu manajer perlu mengembangkan komunikasi  multiarah secara efektif yang dicirikan oleh kemampuannya dalam memotivasi, mengkoordinasi, dan membangun kebersamaan karyawan dalam suatu tim kerja yang kompak. Komunikasi juga dilakukan dengan rekan manajer lain dalam suasana kesetaraan.</li>
<li>Menempatkan dirinya bukan sebagai orang yang eksklusif. Karena dalam konteks mencapai tujuan perusahaan maka seorang manajer haruslah bersikap inklusif dalam suatu mekanisme organisasi dan pekerjaan yang sistemik.</li>
<li>Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan karyawan dan sesama manajer lain. Hal ini penting dalam kerangka menjadikan perusahaan sebagai organisasi pembelajaran. Tiap individu dirangsang untuk memiliki rasa ingin tahu, mau belajar, dan sikap berbagi kebajikan ilmu pengetahuan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Timbulnya rasa persaingan di antara manajer merupakan fenomena psikologis akibat  ada stimulus dari luar. Secara sugestif rasa tersebut tumbuh pada seseorang untuk menunjukkan identitas dirinya. Dalam prakteknya, proses tumbuhnya rasa persaingan bisa sembunyi-sembunyi dan bisa terang-terangan. Apapun bentuknya, rasa persaingan tidaklah harus menjadikan manajer angkuh kalau dia jadi &#8220;pesaing unggul&#8221; dan merasa rendah diri kalau dia menjadi &#8220;pecundang&#8221;. Kedua perilaku itu sama-sama buruknya karena akan berakibat munculnya perilaku eksklusif dan kontra produktif. Kemudian  kerjasama dengan sesama rekan kerja atau manajer lain akan terhambat. Karena itulah di balik persaingan, sebenarnya ada kandungan filosofis yakni bagaimana menjadikan keunggulan diri sendiri sebagai potensi membangun kebersamaan dan berbagi dengan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan artikel-artikel menarik lainnya tentang leadership dan MSDM dapat juga diakses melalui: <a href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/29/manajer-membangun-persaingan-atau-kebersamaan/">MANAJER: MEMBANGUN PERSAINGAN ATAU KEBERSAMAAN?</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/manajer-pentingnya-kedekatan-dengan-bawahan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-memperkecil-paradoksial-potensi-diri-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-pengembangan-sdm-roi-atau-roe" rel="bookmark" class="wherego_title">EVALUASI PENGEMBANGAN SDM : ROI ATAU ROE?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-pentingnya-mendengarkan-bawahan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2142&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/membangun-soft-competency-sdm-upaya-memenangkan-persaingan-rumah-sakit' rel='bookmark' title='Membangun Soft Competency SDM:  Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit'>Membangun Soft Competency SDM:  Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit</a> <small>Beberapa ahli menyatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan merupakan hard competency...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer' rel='bookmark' title='APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?'>APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a> <small>Dalam prakteknya ketika manajer menjalankan misi perusahaan di atas tidaklah...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-manajer-berjiwa-entrepreneur' rel='bookmark' title='Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR'>Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR</a> <small>Seorang manajer toko sambil lalu mendengar salah seorang karyawannya berbicara...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/manajer-membangun-persaingan-atau-kebersamaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</title>
		<link>http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer</link>
		<comments>http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 03:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Governance]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Vision - Values - Mission]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja manajer]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab manajer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[Dalam prakteknya ketika manajer  menjalankan misi perusahaan di atas  tidaklah selalu lancar. Tantangan terbesar justru dari pihak manajer itu sendiri yakni dalam hal ketaatasasan. Manajer kerap belum sepenuhnya memahami apa isi tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-perusahaan-dengan-benefit-scheme-yang-baik' rel='bookmark' title='Humor: Perusahaan dengan Benefit Scheme yang baik'>Humor: Perusahaan dengan Benefit Scheme yang baik</a> <small>Seorang calon karyawan bertanya kepada Manajer HRD di perusahaan tempat...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/ketaatasasan-manajer' rel='bookmark' title='KETAATASASAN MANAJER'>KETAATASASAN MANAJER</a> <small>Posisi manajer sebenarnya merupakan ujung tombak dari semua koordinasi kegiatan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/negaholic-tips-perusahaan-menghadapi-manajer-sulit' rel='bookmark' title='Negaholic: Tips perusahaan menghadapi manajer sulit'>Negaholic: Tips perusahaan menghadapi manajer sulit</a> <small>Perilaku manajer negaholic jelas akan mempengaruhi lingkungan kerja. Bisa-bisa para...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1807" style="margin: 10px; float: left;" title="manager" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/manager.jpg" alt="manager" width="200" height="215" />Perusahaan, dalam hal ini manajemen puncak, tidak  saja hanya berharap dari semua karyawan untuk berkinerja tinggi. Tetapi juga berharap dari manajer. Mengapa demikian? Karena kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan ketrampilan manjerial dari manajer. Pihak manajerlah yang paling tahu kondisi para karyawan atau subordinasinya di lapangan. Karena pengetahuannya sedemikian rupa maka pihak manajer selalu diminta manajemen puncak agar memberi umpan balik apa saja yang terjadi di setiap unitnya. Dengan demikian manajemen puncak memiliki dasar ketika perusahaan akan merencanakan dan  mengembangkan usahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Manajer dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kinerja karyawan di unit kerjanya. Manajerlah yang memiliki posisi terdepan tentang keberhasilan karyawannya. Dia merupakan representasi manajemen puncak dalam hal  strategi dan kebijakan perusahaan yang perlu disampaikan ke dan dilaksanakan semua karyawannya. Untuk itu pihak manajer seharusnya melakukan beberapa hal yakni</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>merefleksikan dan mendukung  strategi dan kebijakan tujuan dan sasaran perusahaan;</li>
<li>merefleksikan dan mendukung kebijakan umum dan kebijakan operasional serta metode untuk mencapai tujuan perusahaan;</li>
<li>menyampaikan dan menguraikan semua kebutuhan perusahaan dalam bentuk rincian kegiatan agar dilaksanakan oleh karyawan;</li>
<li>melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang bagaimana persepsi dan sikap karyawan terhadap setiap tujuan dan kebijakan perusahaan; dan</li>
<li>melakukan umpan balik kepada manajemen puncak tentang apa kekuatan dan kelemahan sumberdaya dan proses pekerjaan di tingkat unit.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam prakteknya ketika manajer  menjalankan misi perusahaan di atas  tidaklah selalu lancar. Tantangan terbesar justru dari pihak manajer itu sendiri yakni dalam hal ketaatasasan. Manajer kerap belum sepenuhnya memahami apa isi tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Keragu-raguan tidak jarang ditemui manajer yang antara lain disebabkan faktor-faktor kekurang-percayaan pada potensi diri sendiri, .kurangnya panduan teknis dari perusahaan sedang otonomi yang diberikan kepada manajer belum sepenuhnya diberikan manajemen puncak. Kurangnya pengalaman manajer dalam menterjemahkan setiap kebijakan ke dalam rincian program juga akan menambah ketidak-taatasasan posisi manajer sebagai representasi manajemen pucak. Dalam keadaan seperti itu manajer kerap mengalami kesulitan mengkoordinasi karyawannya dengan efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengatasi masalah ketidak-taatasasan manajer itu maka seharusnya pihak manajemen puncak mengkondisikan lingkungan kerja yang dinamis. Artinya  setiap manajer merasa nyaman sekali untuk memberi pandangan, kepedulian, dan menyampaikan gagasan kepada manajemen puncak. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti dialog atau komunikasi bisnis internal perusahaan. Dari proses itu manajer  akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk bekerja secara konsisten atau taatasas. Sementara itu di tingkat unit pihak manajer harus berperan dalam memfasilitasi kebutuhan karyawan dalam proses pekerjaan dengan taatasas. Namun hal itu tidak mungkin berhasil kalau manajer tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi dengan para karyawannya. Lambat laun yang diharapkan manajemen puncak dari manajer akan terpenuhi yakni manajer yang kompeten dan konsisten dalam menterjemahkan setiap kebijakan dan strategi perusahaan menjadi program terinci di tiap unit. Untuk mendukung program maka manajer berinisiatif membentuk dinamika kelompok dan kegiatan resolusi konflik. Keberhasilan itu akan mempengaruhi pencapaian kinerja perusahaan sesuai harapan manajemen puncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang MSDM dapat juga diakses secara langsung melalui: <a title="Permalink for : APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/19/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer/">APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/negaholic-tips-perusahaan-menghadapi-manajer-sulit" rel="bookmark" class="wherego_title">Negaholic: Tips perusahaan menghadapi manajer sulit</a></li><li><a href="http://indosdm.com/humor-perusahaan-dengan-benefit-scheme-yang-baik" rel="bookmark" class="wherego_title">Humor: Perusahaan dengan Benefit Scheme yang baik</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bagaimana-seharusnya-seorang-manajer-menghargai-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">BAGAIMANA SEHARUSNYA SEORANG MANAJER MENGHARGAI KARYAWAN?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pelatihan-dan-pengembangan-training-development-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan (Training &#038; Development Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/ketaatasasan-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">KETAATASASAN MANAJER</a></li><li><a href="http://indosdm.com/respek-karyawan-kepada-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">RESPEK KARYAWAN KEPADA MANAJER</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1806&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-perusahaan-dengan-benefit-scheme-yang-baik' rel='bookmark' title='Humor: Perusahaan dengan Benefit Scheme yang baik'>Humor: Perusahaan dengan Benefit Scheme yang baik</a> <small>Seorang calon karyawan bertanya kepada Manajer HRD di perusahaan tempat...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/ketaatasasan-manajer' rel='bookmark' title='KETAATASASAN MANAJER'>KETAATASASAN MANAJER</a> <small>Posisi manajer sebenarnya merupakan ujung tombak dari semua koordinasi kegiatan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/negaholic-tips-perusahaan-menghadapi-manajer-sulit' rel='bookmark' title='Negaholic: Tips perusahaan menghadapi manajer sulit'>Negaholic: Tips perusahaan menghadapi manajer sulit</a> <small>Perilaku manajer negaholic jelas akan mempengaruhi lingkungan kerja. Bisa-bisa para...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

