<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Leading Self</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/leadership/leading-self/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>MANAJER: MENGELOLA EMOSI DIRI SENDIRI</title>
		<link>http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri</link>
		<comments>http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 02:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[leadership skill]]></category>
		<category><![CDATA[self control]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Jenis emosi manajer tidaklah selalu sama derajadnya. Misalnya amarah yang meledak asalkan beralasan ternyata dapat memotivasi orang-orang sekitar untuk bekerja lebih giat lagi. Apalagi kalau kemarahan manajer terjadi karena faktor kelalaian karyawan dalam bekerja.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-memperkecil-paradoksial-potensi-diri-karyawan' rel='bookmark' title='MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN'>MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN</a> <small>Sebagai manajer, anda jangan cepat puas kalau tingkat pengetahuan karyawan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-pentingnya-kedekatan-dengan-bawahan' rel='bookmark' title='MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN'>MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN</a> <small>Ketika ada perasaan yang kurang nyaman di kalangan karyawan, berarti...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-pentingnya-mendengarkan-bawahan' rel='bookmark' title='MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN'>MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN</a> <small>Mengapa instruksi dari seorang manajer/pemimpin unit kerja belum tentu dipahami...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2103" style="margin: 10px; float: left;" title="self_emotion" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/04/self_emotion.jpg" alt="self_emotion" width="200" height="203" />Amarah, kekecewaan, keputusasaan, stres, dan kebencian berkepanjangan merupakan bentuk emosi berlebihan dari seseorang. Penyebabnya adalah karena ekspektasi terhadap sesuatu yang tidak mencapai kenyataan. Akibatnya  emosi tersebut tidak pandang bulu meyerang siapapun termasuk manajer. Ketika semua itu terjadi, enerji positif yang dimiliki manajer seolah tak berdaya. Artinya enerji negatif sangat mendominasi perilakunya. Kalau sudah begitu bukan saja manajer yang merana tetapi juga mengganggu lingkungan kerjanya seperti karyawan dan atasannya. Termasuk  klien kerjanya seperti konsumen, pelanggan, dan mitra bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis emosi manajer tidaklah selalu sama derajadnya. Misalnya amarah yang meledak asalkan beralasan ternyata dapat memotivasi orang-orang sekitar untuk bekerja lebih giat lagi. Apalagi kalau kemarahan manajer terjadi karena faktor kelalaian karyawan dalam bekerja. Jadi kemarahan manajer sangat penting dalam suasana suatu keputusan yang segera dan penting dibuat. Sementara kalau kekecewaan, keputusasaan, stres, dan kebencian lebih banyak merugikan diri sang manajer dan bawahannya. Misalnya karena ketidakpastiaan dan ketidak-taatasasan suatu kebijakan yang dibuat atasan bisa menimbulkan jenis-jenis emosi tersebut. Kalau tidak bisa diatasi, bakal terjadi fenomena demotivasi. Baik itu terjadi pada diri manajer maupun bawahannya. Lalu bagaimana sebaiknya?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengelola emosi dirinya, manajer sebaiknya melakukan langkah-langkah berikut ini:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Melakukan pemahaman diri tentang untung ruginya suatu emosi. Ada dua kemungkinan yang muncul ketika emosi terjadi. Pertama, karyawan akan berespon untuk berempati kepada manajer. Dengan demikian manajer akan mencoba mengendalikan diri Yang kedua adalah lingkungan cenderung tidak merespon apalagi kalau emosi terjadi dalam waktu tidak pendek. Ditambah lagi manajer sendiri tidak menggubris masukan-masukan dari bawahannya.</li>
<li>Melakukan evaluasi mengapa emosi itu terjadi dan apa akibat-akibat yang mengkin muncul. Yang jelas kalau dibiarkan, emosi dapat menghambat atau bahkan membelokkan manajer jauh dari arah yang tepat dan benar.</li>
<li>Secara bertahap manajer perlu melakukan perbaikan dalam hal cara berpikir, mengendalikan perasaan, cara berinteraksi dengan orang lain dan memiliki kegigihan untuk mengembangkan kinerja terbaiknya.</li>
<li>Manajer tidak segan-segan untuk berkomunikasi multiarah dalam rangka menenangkan diri dan jiwa. Dengan empati dan simpati yang diterima dari lingkungan kerjanya, manajer diharapkan dapat mengambil suatu keputusan terbaik walau dalam kondisi sesulit apapun. Tentunya tanpa kekhawatiran dan keraguan secara berlebihan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang pemimpin, manajer tidak mungkin mengkoordinasi dan  mengarahkan para karyawannya dengan baik ketika ia sendiri dalam kondisi yang sedang labil emosinya. Dengan kata lain justru sang manajerlah yang perlu diarahkan untuk menjadi normal kembali. Karena itu idealnya, manajer harus mampu mengkalkulasi akibat-akibat yang terjadi dari kondisi emosi yang berlebihan. Dalam hal ini remedi untuk mengatasi emosi itu haruslah datang dari dirinya sendiri. Dan harus dilatih berulang-ulang.  Ia harus mampu menahan kesabaran yang menumpuk yang dapat menguras enerjinya. Disinilah manajer dengan enerji dan pemikiran positif harus mampu membangun hasrat untuk mau berubah didukung dengan ketenangan jiwanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lainnya tentang leadership dan MSDM, dapat juga langsung diakses melalui:  <a title="Permalink for : MANAJER : BAGAIMANA MENGELOLA EMOSI DIRINYA?" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/18/manajer-bagaimana-mengelola-emosi-dirinya/">MANAJER : BAGAIMANA MENGELOLA EMOSI DIRINYA?</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/manajer-dan-karyawan-berbagi-pujian" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER DAN KARYAWAN BERBAGI PUJIAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mengelola-rapat-yang-efektif-effective-meeting" rel="bookmark" class="wherego_title">Mengelola rapat yang efektif (Effective Meeting)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/apa-yang-diharapkan-perusahaan-dari-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">APA YANG DIHARAPKAN PERUSAHAAN DARI MANAJER?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajer-pentingnya-mendengarkan-bawahan" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2102&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-memperkecil-paradoksial-potensi-diri-karyawan' rel='bookmark' title='MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN'>MANAJER: MEMPERKECIL PARADOKSIAL POTENSI DIRI KARYAWAN</a> <small>Sebagai manajer, anda jangan cepat puas kalau tingkat pengetahuan karyawan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-pentingnya-kedekatan-dengan-bawahan' rel='bookmark' title='MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN'>MANAJER: PENTINGNYA KEDEKATAN DENGAN BAWAHAN</a> <small>Ketika ada perasaan yang kurang nyaman di kalangan karyawan, berarti...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/manajer-pentingnya-mendengarkan-bawahan' rel='bookmark' title='MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN'>MANAJER: PENTINGNYA MENDENGARKAN BAWAHAN</a> <small>Mengapa instruksi dari seorang manajer/pemimpin unit kerja belum tentu dipahami...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/manajer-mengelola-emosi-diri-sendiri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS: Kunci Kesuksesan Manager</title>
		<link>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager</link>
		<comments>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 00:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Competencies]]></category>
		<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[fokus kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[self management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1954</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda melihat  seseorang bekerja bagai seekor gurita? Arti kiasan semua pekerjaan dilaksanakannya. Bagai seorang super yang punya banyak tangan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut' rel='bookmark' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut'>PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a> <small>Penilaian unjuk kerja: bagian pertama dari lima sub bahasan FOKUS...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan' rel='bookmark' title='Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan'>Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a> <small>Bagian 1: Kesalahan teknis umum yang musti dihindari dalam dalam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda melihat  seseorang bekerja bagai seekor gurita? Arti kiasan semua pekerjaan dilaksanakannya. Bagai seorang super yang punya banyak tangan. Dapatkah Anda membayangkan dengan posisi seperti itu sang &#8220;superman&#8221; mengalami kesulitan dan kerumitan mengelola waktu, mentertiban administrasi kantor, dan menyelia karyawan? Mulai dari membuat ide, menampung ide orang lain, menterjemahkan ide dalam suatu rencana, dan  mengimplementasikannya? Lalu apakah pula dengan posisi pekerjaan seperti itu  serta merta sang super bakal sukses menuju tangga CEO?  Di sisi lain mungkin hanya sekedar memperoleh kebanggaan sudah dipercaya untuk menangani beragam pekerjaan? Namun dengan performa di bawah standar?</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa jadi yang terbanyak dari mereka  berjalan terseok-seok akibat terlalu banyaknya pikiran dan tenaga untuk pekerjaan yang seabreg. Tidak fokus karena pikirannya bercabang-cabang. Karena itu pengetahuan tentang substansi dan jenis pekerjaannya cuma apa adanya. Ekstremnya, cuma mengetahui bidang pekerjaan sekedar kulitnya saja. Para CEO dunia, misalnya yang telah menduduki posisi puncak pada Fortune 500 hampir-hampir tidak melakukan tugas rangkap. Bahkan konon Bill Gates pun kalau sedang menikmati olahraga sepeda stasioner tidak pernah mau membaca surat-surat kantornya. Resepnya konon relatif sederhana: berfokuslah pada hal-hal yang strategis dan tepat, buatlah prioritas efektif, dan akhirnya tuailah  performa istimewa.</p>
<p>Tulisan asli editorial ini dan tulisan menarik lainnya tentang MSDM dan Leadership Development dapat juga diakses melalui link: <a title="Permalink for : FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS" href="http://ronawajah.wordpress.com/2007/08/07/fokus-fokus-dan-fokus/">FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/coaching-and-counseling-tips-memberi-umpan-balik-efektif-kata-kunci" rel="bookmark" class="wherego_title">Coaching and Counseling: Tips Memberi Umpan Balik Efektif &#038; kata kunci</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1954&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/performance-appraisal-fokus-kriteria-dan-atribut' rel='bookmark' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut'>PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</a> <small>Penilaian unjuk kerja: bagian pertama dari lima sub bahasan FOKUS...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan' rel='bookmark' title='Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan'>Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a> <small>Bagian 1: Kesalahan teknis umum yang musti dihindari dalam dalam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/fokus-fokus-dan-fokus-kunci-kesuksesan-manager/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Managerial Skill: Belajar dari kesalahan</title>
		<link>http://indosdm.com/managerial-skill-belajar-dari-kesalahan</link>
		<comments>http://indosdm.com/managerial-skill-belajar-dari-kesalahan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 21:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan mangerial]]></category>
		<category><![CDATA[managerial skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1862</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pepatah cina kuno yang mengatakan " katakan padaku, maka aku akan mengingatnya satu jam; tunjukkanlah padaku, maka aku akan mengingatnya sehari; tetapi biarkanlah aku mengerjakannya, maka aku akan mengingatnya selamanya" 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-barack-obama' rel='bookmark' title='Belajar dari Barack Obama'>Belajar dari Barack Obama</a> <small>Belajar dari Obama, semestinya latar belakang kita tak perlu menjadi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/managerial-skill-5-cara-praktis-untuk-menyampaikan-pesan-yang-komunikatif' rel='bookmark' title='MANAGERIAL SKILL: 5 CARA PRAKTIS UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN YANG KOMUNIKATIF'>MANAGERIAL SKILL: 5 CARA PRAKTIS UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN YANG KOMUNIKATIF</a> <small>Sampai saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa kemampuan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1863" style="margin: 10px; float: left;" title="mistake" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/mistake.jpg" alt="mistake" width="200" height="193" />Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kita tidak akan menjadi manajer yang kreatif dan inovatif apabila tidak pernah melakukannya. Tetapi apakah itu berarti bahwa kita harus membuat kesalahan untuk menjadi lebih baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Manajemen adalah ilmu dan seni. Ribuan buku dan teks yang mengulas tentang bagaimana menjalankan menajemen dengan baik. Banyak pelatihan yang diadakan untuk membentuk kita menjadi manajer yang baik. Tetapi sesungguhnya menjadi manajer itu sendiri merupakan pengalaman belajar yang terus menerus. Kita tidak akan diam berhenti  dan berpikir bahwa kita telah tahu semuanya. Dalam menjalankan peran sebagai manajer, dalam menghadapi berbagai permasalahan itu adalah proses pembelajaran yang sangat luar biasa. Termasuk ketika kita melakukan kesalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian manajer menyembunyikan setiap kesalahan yang mereka lakukan, menutupinya , memendam dan kemudian melupakannya. Sebagai manajer pembelajar hal itu tidak baik untuk dilakukan. Kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena kesalahan tersebut atau bersembunyi menyesalinya, tetapi kita perlu menganalisis apa yang salah, membahasnya dengan kolega dan membuat rencana pencegahan agar tidak terjadi kembali. Jadi yang terpenting adalah menemukan cara yang tepat agar kesalahan tidak terulang kembali. Kesalahan adalah sesuatu yang brilian karena tidak hanya mengajarkan di mana letak kesalahan tetapi juga bagaimana memperbaikinya. Kita semua mungkin melakukan kesalahan, belajar darinya dan terus melangkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana jika staf kita yang melakukan kesalahan? Haruskah kita memarahinya dan menjatuhkan hukuman atau bagaimana?  Karyawan yang dimarahi atau dikritik karena membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan yang mungkin berbeda dengan atasan akan enggan melakukannya lagi di kemudian hari. Keraguan dan ketakutan dalam pengambilan keputusan akan muncul. Bukan berarti karyawan tidak boleh dikoreksi mengenai bagaimana menangani situasi dan membiarkan mereka melakukan kesalahan yang sama. Tetapi yang penting adalah perlu di berikan pujian atas inisiatif dalam pengambilan keputusan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah pepatah cina kuno yang mengatakan &#8221; <em>katakan padaku, maka aku akan mengingatnya satu jam; tunjukkanlah padaku, maka aku akan mengingatnya sehari; tetapi biarkanlah aku mengerjakannya, maka aku akan mengingatnya selamanya&#8221; </em> kalau kita memberi orang  kesempatan untuk mengerjakannya, maka mereka akan mengerjakan di awal dengan buruk atau bahkan membuat kesalahan. Namun mereka akan belajar dan mengingatnya di kemudian hari sehingga kesalahan tidak akan terulang kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari kesalahan ini bisa kita dapatkan dari gambaran kehidupan sehari-hari. Sebagai orang tua, kita akan tahu  betapa sulitnya seorang anak berumur dua tahun memaksa untuk menuangkan minumannya sendiri? Kemudian dia akan menumpahkannya di meja, dan kita telah bersiap dengan kain lap di balik punggung . Karena kita tahu,</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li> Anak itu akan menumpahkan minuman di meja</li>
<li> kita yang harus siap mengelapnya tanpa si anak tahu kain lap di tangan kita.</li>
<li> Proses menumpahkan ini penting maka biarkanlah mereka menumpahkannya. Karena dengan begitu lama-lama mereka akan bisa menuang minumannya sendiri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebagai orang tua, kita akan melakukan tindakan yang menakjubkan, siap meraih gelas apabila tumpahnya terlalu banyak, siap meraih gelas apabila akan jatuh ke lantai atau bahkan siap meraih anak kita apabila nampaknya akan jatuh dari kursi karena sedang konsentrasi menuang minuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti ilustrasi diatas, pada kesempatan pertama seorang karyawan atau staf ada kemungkinan melakukan sebuah kesalahan. Biarkan itu terjadi dan jangan marahi mereka karena dengan begitu mereka akan belajar menjadi lebih baik. Maka menjadi tugas seorang manajer untuk menyiapkan sebuah system yang siap mem-<em>back up</em> kesalahkan tersebut. Kita sudah menyiapkan kain lap apabila mereka menumpahkan minumannya. Jadi biarkanlah mereka membuat kesalahan dan mereka akan menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan bisa saja dilakukan baik oleh manajer atau staf. Dua-duanya bisa belajar dari kesalahan agar bisa menjadi lebih baik dan tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-barack-obama" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari Barack Obama</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan" rel="bookmark" class="wherego_title">Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari dunia bisnis Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/change-management-belajar-dari-obama" rel="bookmark" class="wherego_title">CHANGE MANAGEMENT: BELAJAR DARI OBAMA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/performance-appraisal-kontrol-untuk-mencegah-terjadinya-kesalahan-dalam-penilai" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: Kontrol untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penilai</a></li><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-orang-orang-luar-biasa" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar Dari Orang-Orang Luar Biasa</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1862&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-barack-obama' rel='bookmark' title='Belajar dari Barack Obama'>Belajar dari Barack Obama</a> <small>Belajar dari Obama, semestinya latar belakang kita tak perlu menjadi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/managerial-skill-5-cara-praktis-untuk-menyampaikan-pesan-yang-komunikatif' rel='bookmark' title='MANAGERIAL SKILL: 5 CARA PRAKTIS UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN YANG KOMUNIKATIF'>MANAGERIAL SKILL: 5 CARA PRAKTIS UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN YANG KOMUNIKATIF</a> <small>Sampai saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa kemampuan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/managerial-skill-belajar-dari-kesalahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stress Management: Menentukan prioritas tugas</title>
		<link>http://indosdm.com/stress-management-menentukan-prioritas-tugas</link>
		<comments>http://indosdm.com/stress-management-menentukan-prioritas-tugas#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 06:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen stress]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[work flow priority]]></category>
		<category><![CDATA[work management]]></category>
		<category><![CDATA[workflow management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[Stress, lesu, lelah membayang dengan jelas diwajah kita ketika banyak pekerjaan yang belum selesai. Pekerjaan yang lama belum selesai sudah datang pekerjaan baru, rasanya otak mau pecah, kepala pusing, coba satu hari lebih dari dua puluh empat jam, pasti pekerjaan yang menumpuk ini akan selesai.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/management-stress' rel='bookmark' title='MANAGEMENT STRESS'>MANAGEMENT STRESS</a> <small>Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menentukan-prioritas' rel='bookmark' title='Bagaimana Menentukan Prioritas?'>Bagaimana Menentukan Prioritas?</a> <small>Ringkasan: Beradaptasi secara cepat terhadap prioritas yang berubah Deskripsikan konteksnya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-success-criteria' rel='bookmark' title='TEAMWORK: SUCCESS CRITERIA'>TEAMWORK: SUCCESS CRITERIA</a> <small>Kriteria keberhasilan (standard)  adalah bagian dari area umum dari tujuan....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1732" style="margin: 10px; float: left;" title="stress_at_work" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/stress_at_work.jpg" alt="stress_at_work" width="200" height="207" />Stress, lesu, lelah membayang dengan jelas diwajah kita ketika banyak pekerjaan yang belum selesai. Pekerjaan yang lama belum selesai sudah datang pekerjaan baru, rasanya otak mau pecah, kepala pusing, coba satu hari lebih dari dua puluh empat jam, pasti pekerjaan yang menumpuk ini akan selesai. Jika saja bos berbaik hati memberikan asisten kepada kita pasti pekerjaan ini selesai pada waktunya. Kelihatannya teman sebelah meja kok tenang-tenang saja dalam menyelesaikan pekerjaan, mungkin dia pekerjaannya lebih ringan dari kita jadi pekerjaannya cepat selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu dulu, jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan diluar diri kita sendiri. Coba analisa keadaan kita satu persatu. Dimulai dengan bagaimana cara kita mengerjakan pekerjaan, apakah langsung dikerjakan atau kita tunda sampai tenggat waktu mengejar kita. Perhatikan juga apakah kita mampu membedakan mana yang penting tapi mendesak, atau penting tidak mendesak,  atau sebaliknya mendesak tapi tidak penting dan yang terakhir tidak penting dan juga tidak mendesak. Kerjakan dahulu yang penting dan mendesak, kerjakan ini sendiri tanpa mendelegasikan kepada orang lain. Jika memang dapat di delegasikan, pastikan bahwa pekerjaan itu dikerjakan sesuai perintah dan tepat waktu. Kerjakan yang lainnya satu persatu sesuai dengan skala prioritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mungkin kita mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, ini akan membuat kita tidak fokus dan bingung memilih mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Jika begitu banyak hal yang harus dikerjakan, buat suatu daftar pekerjaan beserta tenggat waktunya dan periksa kembali mana yang harus didahulukan dan mana yang harus ditunda. Biasakan menuliskan dalam suatu kertas kerja agar kita dapat melihat dengan jernih apakah memang pekerjaannya banyak atau hanya bayangan kita saja yang mengatakan bahwa kita mempunyai banyak pekerjaan. Dengan menuliskannya terlihat nanti mana yang harus kita lakukan sendiri dan mana yang bisa didelegasikan kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa juga daftar pekerjaan tadi kita pisahkan mana yang pekerjaan kantor, mana yang urusan pribadi. Dapat juga kita mendiskusikan dengan teman, atasan atau bawahan untuk mendapatkan pencerahan atau wawasan atau bantuan pemikiran, karena mungkin saja saking paniknya kita menjadi buntu untuk berfikir. Fokus untuk mengerjakannya satu demi satu bagaimanapun beratnya masalah yang kita hadapi..Kita akan memetik manfaatnya dan melihat bahwa ternyata semua dapat dikerjakan dengan mengerjakannya secara displin satu demi satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau masih stress juga dan tetap merasa &#8220;Over load&#8221; coba lihat kembali kapan terakhir kali anda tertawa, menikmati hidup, bepergian bersama keluarga atau teman. Jika itu sudah lama sekali mungkin memang benar anda butuh istirahat dan berlibur agar dapat cerah kembali dan focus terhadap pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang MSDM dan self development, dapat pula diakses melalui link: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/lakukan-pekerjaan-satu-persatu.html">Lakukan pekerjaan satu persatu</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/management-stress" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAGEMENT STRESS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-diri-menjadi-profesional-yang-diburu-di-pasar-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengembangan diri menjadi profesional yang diburu di pasar kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/impression-management" rel="bookmark" class="wherego_title">Impression Management</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bagaimana-menentukan-prioritas" rel="bookmark" class="wherego_title">Bagaimana Menentukan Prioritas?</a></li><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-direktur-sdm-human-resources-head-hr-director" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Direktur SDM (Human Resources Head / HR Director)</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1731&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/management-stress' rel='bookmark' title='MANAGEMENT STRESS'>MANAGEMENT STRESS</a> <small>Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menentukan-prioritas' rel='bookmark' title='Bagaimana Menentukan Prioritas?'>Bagaimana Menentukan Prioritas?</a> <small>Ringkasan: Beradaptasi secara cepat terhadap prioritas yang berubah Deskripsikan konteksnya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-success-criteria' rel='bookmark' title='TEAMWORK: SUCCESS CRITERIA'>TEAMWORK: SUCCESS CRITERIA</a> <small>Kriteria keberhasilan (standard)  adalah bagian dari area umum dari tujuan....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/stress-management-menentukan-prioritas-tugas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keterampilan Mendengar</title>
		<link>http://indosdm.com/keterampilan-mendengar</link>
		<comments>http://indosdm.com/keterampilan-mendengar#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 00:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Self]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Kuesioner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuesioner Keterampilan mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[Listening Skills]]></category>
		<category><![CDATA[questionnaire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda merasa lawan bicara Anda tidak mendengarkan pembicaraan? Pernahkah juga Anda dikira tidak mendengarkan lawan bicara Anda? Mendengarkan tidak mudah. Mendengar adalah ketrampilan yang dapat dipelajari kapan saja dan diperbaiki sepanjang hidup. Pelajari kemampuan mendengar Anda melalui pertanyaan di bawah ini.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/public-speaking-pedoman-berbicara-di-depan-publik' rel='bookmark' title='Public Speaking &#8211; Pedoman Berbicara di Depan Publik'>Public Speaking &#8211; Pedoman Berbicara di Depan Publik</a> <small>Public Speaking - Pedoman Berbicara di Depan Publik Kondisi Umum...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/10-kesalahan-utama-dalam-presentasi' rel='bookmark' title='10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi'>10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi</a> <small>10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi Tidak tepat waktu Materi tidak...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pertanyaan-dasar-untuk-mengetahui-kemampuan-menjual-seorang-calon-salesman' rel='bookmark' title='Pertanyaan dasar untuk mengetahui kemampuan menjual seorang calon salesman'>Pertanyaan dasar untuk mengetahui kemampuan menjual seorang calon salesman</a> <small>Interview Questions: Sales Ability Can you sell in this (region/territory)?...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seberapa Mampukah Anda Dalam Mendengar?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/listening.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-248" style="margin: 10px; float: left;" title="listening" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/listening.jpg" alt="Listening Skills" width="157" height="161" /></a>Pernahkah Anda merasa lawan bicara Anda tidak mendengarkan pembicaraan? Pernahkah juga Anda dikira tidak mendengarkan lawan bicara Anda? Mendengarkan tidak mudah. Mendengar adalah ketrampilan yang dapat dipelajari kapan saja dan diperbaiki sepanjang hidup. Pelajari kemampuan mendengar Anda melalui pertanyaan di bawah ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Instruksi</strong> Setiap pertanyaan di bawah ini mewakili aspek-aspek mendengar efektif. Bayangkan pengalaman sulit yang Anda alami dengan rekan kerja pada dua minggu terakir. Pikirkan situasi sulit itu, nilailah diri Anda berdasarkan skala penilaian di bawah ini. Tuliskan jawaban Anda didepan setiap pertanyaan.</p>
<p>1          =          tidak sama sekali                                  4          =          kebanyakan</p>
<p>2          =          jarang                                                   5          =          selalu</p>
<p>3          =          sekitar 50%</p>
<p>___      1. Saya berhadapan dengan lawan bicara selama pembicaraan</p>
<p>___      2. Saya tidak memotong pembicaraan</p>
<p>___      3. Saya tidak menyela selama rekan saya berbicara</p>
<p>___      4. Saya mendengarkan pokok pembicaraan dan konsepnya</p>
<p>___      5. Saya mendengarkan nada pembicaraan</p>
<p>___      6. Saya memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara saya</p>
<p>___      7. Saya tetap berusaha &#8220;terbuka&#8221;</p>
<p>___      8. Saya tidak menggunakan saat jeda lawan bicara sebagai saat untuk bicara</p>
<p>___      9. Saya gunakan respon mendengar seperti &#8220;ya, saya mengerti&#8221;</p>
<p>___      10. Saya bertanya untuk memperjelas makna pembicaraan</p>
<p>___      11. Saya tidak merencanakan jawaban saya pada saat rekan saya sedang bicara</p>
<p>___      12. Saya tetap menjaga bahasa tubuh saya</p>
<p>___      13. Saya menjaga ekspresi</p>
<p>___      14. Saya mengontrol suara saya</p>
<p>___      15. Saya tidak menunjukkan senyum palsu</p>
<h3>Penilaian dan Interpretasi</h3>
<p><strong>Instruksi</strong> Jumlah nilai Anda</p>
<p style="text-align: justify;">60 sampai 75    Anda menggunakan ketrampilan mendengar dengan baik sekali meskipun Anda sedang menghadapi situasi sulit. Ketika berkonsentrasi mendengar, hal itu selalu dilakukan dengan baik. Bukan tidak mungkin rekan kerja Anda menilai bahwa Anda seorang pendengar yang baik.</p>
<p>45 sampai 59    Anda dapat mempelajari teknik mendengar dengan lebih baik lagi, terutama pada saat menghadapi situasi sulit. Pilih salah satu aspek mendengar efektif sebagai latihan Anda hari ini.</p>
<p>Dibawah 45      Lawan bicara Anda yakin Anda tidak mendengarkannya. Lihat kembali ke 15 pertanyaan sebelumnya, dapatkah Anda pilih dua aspek yang paling sulit? Sampai akhir minggu ini, fokuskan usaha Anda untuk memperbaiki kemampuan mendengar berdasarkan ke 15 aspek tersebut.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pertanyaan-dasar-untuk-mengetahui-kemampuan-menjual-seorang-calon-salesman" rel="bookmark" class="wherego_title">Pertanyaan dasar untuk mengetahui kemampuan menjual seorang calon salesman</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/public-speaking-pedoman-berbicara-di-depan-publik" rel="bookmark" class="wherego_title">Public Speaking &#8211; Pedoman Berbicara di Depan Publik</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor" rel="bookmark" class="wherego_title">Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a></li><li><a href="http://indosdm.com/key-performance-indicators-kpi-bidang-riset-dan-pengembangan-r-d" rel="bookmark" class="wherego_title">Key Performance Indicators (KPI) bidang Riset dan Pengembangan (R &#038; D)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=233&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/public-speaking-pedoman-berbicara-di-depan-publik' rel='bookmark' title='Public Speaking &#8211; Pedoman Berbicara di Depan Publik'>Public Speaking &#8211; Pedoman Berbicara di Depan Publik</a> <small>Public Speaking - Pedoman Berbicara di Depan Publik Kondisi Umum...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/10-kesalahan-utama-dalam-presentasi' rel='bookmark' title='10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi'>10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi</a> <small>10 Kesalahan Utama Dalam Presentasi Tidak tepat waktu Materi tidak...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pertanyaan-dasar-untuk-mengetahui-kemampuan-menjual-seorang-calon-salesman' rel='bookmark' title='Pertanyaan dasar untuk mengetahui kemampuan menjual seorang calon salesman'>Pertanyaan dasar untuk mengetahui kemampuan menjual seorang calon salesman</a> <small>Interview Questions: Sales Ability Can you sell in this (region/territory)?...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/keterampilan-mendengar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

