<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Leadership Philosophies</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/leadership/leadership-philosophies/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN</title>
		<link>http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan</link>
		<comments>http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 21:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Books]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2031</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini membahas tentang intisari buku berjudul "Strengths Based Leadership". Buku setebal 256 halaman terbitan Gallup Press tahun 2008 itu  ditulis oleh Tom Rath dan Barry Conchie, penulis laris. Isi tulisan merupakan hasil studi panjang dalam aspek kepemimpinan yang dilakukan oleh para ilmuwan Gallup.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA'>PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA</a> <small>Meningkatnya keragaman karyawan, misalnya, seharusnya lebih dipandang secara kritis lagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/program-orientasi-berbasis-kompetensi' rel='bookmark' title='PROGRAM ORIENTASI BERBASIS KOMPETENSI'>PROGRAM ORIENTASI BERBASIS KOMPETENSI</a> <small>Walaupun karyawan baru sudah berhasil melalui proses rekrutmen dan seleksi...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2032" style="margin: 10px; float: left;" title="strengths_based_leadership" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/strengths_based_leadership.jpg" alt="strengths_based_leadership" width="200" height="199" />Siang ini saya mendapat sebuah buku berjudul &#8220;Strengths Based Leadership&#8221; dari Bung Sadikin, bimbingan saya, mahasiswa program doktor manajemen bisnis IPB. Buku setebal 256 halaman terbitan Gallup Press tahun 2008 itu  ditulis oleh Tom Rath dan Barry Conchie, penulis laris. Isi tulisan merupakan hasil studi panjang dalam aspek kepemimpinan yang dilakukan oleh para ilmuwan Gallup. Tidak kurang terhadap sejuta tim kerja dilakukan studi dan kemudian wawancara secara mendalam terhadap lebih dari 20 ribu pemimpin terkenal di dunia. Selain itu wawancara juga dilakukan terhadap sekitar 10 ribu anggota di seluruh dunia untuk menggali alasan mengapa mereka menilai amat penting menjadi pengikut dari pemimpin dalam kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Secara ringkas terdapat tiga temuan penting dari riset yang dilakukan yakni:</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>(</strong></em><strong>1).      Pemimpin yang paling efektif adalah selalu menginvestasikan sisi kekuatan</strong><em><strong>.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat kerja, ketika kepemimpinan organisasi gagal untuk fokus pada kekuatan individu, kesempatan karyawan untuk berkembang menjadi kecil (9%). Namun ketika kepemimpinan organisasi berfokus pada kekuatan individu maka kesempatan karyawan untuk berkembang menjadi melonjak pesat (73%). Dengan demikian ketika pemimpin semakin fokus dan investasi pada kekuatan individu akan semakin tinggi kesempatan karyawan untuk berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>(2).   Pemimpin yang paling efektif dikelilingi orang-orang yang tepat dan memaksimumkannya</strong><em><strong>.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Para pemimpin tim kerja yang unggul memiliki kekuatan-kekuatan spesifik dalam melaksanakan, memengaruhi, membangun hubungan, dan berpikir strategis. Juga bagaimana CEO memaksimumkan timnya dan mempelajari elemen-elemen yang membangun keunggulan tim.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>(3).  Pemimpin yang paling efektif memaksimumkan kebutuhan para anggotanya.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para karyawan mengikuti pemimpinnya karena beberapa alasan. Ada empat kebutuhan dasar karyawan sebagai pengikut yakni kepercayaan, perasaan simpati, stabilitas, dan harapan. Karena itu pemimpin harus mampu memenuhi kebutuhan karyawan semaksimum mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kalau kita menginvestasikan sumberdaya finansial dalam dunia bisnis riil atau dalam bentuk tabungan/deposito maka yang diharapkan adalah diperolehnya penghasilan atau nilai tambah. Begitu pula kalau menginvestasikan sumberdaya manusia (SDM) maka yang diharapkan adalah potensi karyawan semakin berkembang. Potensi SDM karyawan yang semakin berkembang maka semakin berkembang pula kinerjanya. Pada gilirannya kinerja perusahaan akan semakin meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Telaahan terhadap isi buku ini sebenarnya bisa dikembangkan kalau melihat dari sisi keragaman sektor usaha, tipe organisasi, siklus organisasi, dan sisi aliansi bisnis internasional. Selain itu juga akan lebih menarik lagi kalau dihubungkan antara lain dengan keragaman manajemen, tipe dan gaya kepemimpinan; budaya perusahaan; dan etika kerja. Dan semua dianalisis kaitannya dengan bagaimana menginvestasikan kekuatan pemimpin dan individu, memaksimumkan tim kerja, dan memahami mengapa para karyawan mau menjadi pengikut sang pemimpin.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan Asli artikel ini dan artikel menarik lainnya tentang kepimpinan dan MSDM dapat juga diakses langsung melalui: <a title="KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN  " href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/23/kepemimpinan-berbasis-kekuatan/">KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="../wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kualitas-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">KUALITAS PEMIMPIN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/respek-karyawan-kepada-manajer" rel="bookmark" class="wherego_title">RESPEK KARYAWAN KEPADA MANAJER</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">Etika dalam Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/seleksi-karyawan-berbasis-kompetensi" rel="bookmark" class="wherego_title">SELEKSI KARYAWAN BERBASIS KOMPETENSI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2031&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengembangan-kepemimpinan-myopia' rel='bookmark' title='PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA'>PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN : MYOPIA</a> <small>Meningkatnya keragaman karyawan, misalnya, seharusnya lebih dipandang secara kritis lagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/program-orientasi-berbasis-kompetensi' rel='bookmark' title='PROGRAM ORIENTASI BERBASIS KOMPETENSI'>PROGRAM ORIENTASI BERBASIS KOMPETENSI</a> <small>Walaupun karyawan baru sudah berhasil melalui proses rekrutmen dan seleksi...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin sebagai Role Model</title>
		<link>http://indosdm.com/pemimpin-sebagai-role-model</link>
		<comments>http://indosdm.com/pemimpin-sebagai-role-model#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 03:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[role model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1759</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari seorang guru atau pemimpin tanpa dia menjadikan dirinya contoh soal atau panutan. Jangan mengaku menjadi pemimpin jika anda termasuk orang yang hanya mau cari selamat. Kegagalan suatu pekerjaan adalah kegagalan kita sebagai seorang pemimpin, bukan hanya kegagalan anak buah.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kualitas-pemimpin' rel='bookmark' title='KUALITAS PEMIMPIN'>KUALITAS PEMIMPIN</a> <small>Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa klien...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya' rel='bookmark' title='Pemimpin yang seharusnya'>Pemimpin yang seharusnya</a> <small>Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1760" style="margin: 10px; float: left;" title="leader" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/leader.jpg" alt="leader" width="200" height="207" />Jika kita baru saja mengikuti suatu pelatihan yang sifatnya pencerahan atau berupa membangun kecerdasan spiritual, biasanya kita akan ikut terbawa semangat atau merenungkan kembali apa tujuan hidup kita di dunia. Sang instruktur begitu meyakinkan kita dengan cara pandangnya dan nilai-nilai hidup yang diajarkannya. Pulang dari sana kita akan mencoba menerapkan nilai-nilai baik yang telah diingatkan kembali kepada kita. Misalnya nilai &#8220;intergrity&#8221;, bagaimana pergaulan kita selama ini di pekerjaan, apakah kita mencapai kedudukan yang sekarang dengan mengambil jalan yang lurus, tanpa menjilat atasan, tanpa menyikut kiri kanan. Dalam berusaha apakan tender yang kita menangkan adalah hasil kerja keras dan profesionalisme bukan hasil KKN dan pemberian amplop dibawah meja kepada ketua proyek.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa jadinya jika kita ternyata mengetahui bahwa sang intruktur tadi hanya &#8220;Omdo atau omong doing&#8221;, demi melariskan modul pelatihannya. Dari beberapa sumber yang dipercaya kita mengetahui bahwa nilai yang diajarkan tidak lebih hanyalah slogan belaka. Seorang instruktur atau guru atau dosen bukan hanya cukup menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan tertentu, tapi dia juga harus mampu berperan sebagai pendidik yang mengamalkan nilai-nilai baik itu sebelum diajarkan kepada orang lain. Dia adalah <em>role model </em>atau panutan yang meyakini kebenaran nilai baik yang diajarkannya sehingga mampu menerapkannya dalam prilaku sehari-hari. Pendidik bukan saja bertanggung jawab atas kecerdasan anak didiknya tapi juga memastikan nilai baik tertanam dibenak dan dihati anak didiknya.kalau dia mengajarkan kejujuran, maka dia harus berlaku jujur terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari seorang guru atau pemimpin tanpa dia menjadikan dirinya contoh soal atau panutan. Kalau kita melihat film perang atau membaca cerita kepahlawan zaman dahulu, maka kita akan melihat dan membaca bagaimana seseorang dipilih menjadi panglima perang. Panglima perang sudah pasti adalah orang yang terberani, terpandai, ahli strategi dan yang pasti memimpin didepan. Sang panglima memberikan perintah langsung dan berhasil mengalahkan lawannya lebih banyak dibandingkan prajurit manapun dipasukannya. Bukan perang zaman sekarang yang hanya menerjunkan prajurit didepan dan para jenderal dibelakang layar.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan mengaku menjadi pemimpin jika anda termasuk orang yang hanya mau cari selamat. Kegagalan suatu pekerjaan adalah kegagalan kita sebagai seorang pemimpin, bukan hanya kegagalan anak buah. Jika kita mau bawahan kita bersemangat maka pemimpin harus lebih semangat dari mereka. Jika kita menginginkan anak buah memiliki rasa bangga terhadap perusahaan, maka kita harus menunjukan rasa bangga itu terlebih dahulu baru menularkannya pada mereka. Jika meminta karyawan untuk disiplin, kerja keras, dan tepat waktu, tunjukan dahulu kita adalah orang yang lebih disiplin, lebih kerja keras dan sangat menghargai waktu. Hanya dengan contoh&#8230;.contoh.. contoh&#8230;.dan melakukan serta menyelaraskan antara ucapan dengan perbuatan, maka kita akan membangun sebuah kepercayaan yang hebat dari anak didik, dari bawahan, dan dari karyawan. Dengan kepercayaan itu akan terbentuk sebuat tim yang hebat</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang MSDM dan pengembangan diri, dapat juga diakses melalui link: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/role-model.html">Role Model</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya" rel="bookmark" class="wherego_title">Pemimpin yang seharusnya</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit" rel="bookmark" class="wherego_title">MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kualitas-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">KUALITAS PEMIMPIN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">Mindset  Human Capital Management untuk Pemimpin</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1759&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kualitas-pemimpin' rel='bookmark' title='KUALITAS PEMIMPIN'>KUALITAS PEMIMPIN</a> <small>Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa klien...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya' rel='bookmark' title='Pemimpin yang seharusnya'>Pemimpin yang seharusnya</a> <small>Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/pemimpin-sebagai-role-model/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manager vs Leader</title>
		<link>http://indosdm.com/manager-vs-leader</link>
		<comments>http://indosdm.com/manager-vs-leader#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 23:46:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[lead and manage]]></category>
		<category><![CDATA[leader]]></category>
		<category><![CDATA[manager]]></category>
		<category><![CDATA[manajer dan pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[manajer ideal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Ideal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1707</guid>
		<description><![CDATA[Manajer artinya adalah orangyang mengelola. Sedangkan leader berasal dari " Lead" yang artinya memimpin. Jadi leader adalah orang yang memimpin. Bagaimana kita bisa membedakannya keduanya dalam gambaran aktivitas?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-kepemimpinan' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan</a> <small>KEPEMIMPINAN diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan kegiatan anggota tim...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kepemimpinan-kelompok-team-leadership' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)'>Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)</a> <small>Kepemimpinan Kelompok adalah keinginan untuk mengambil peran sebagai pemimpin dalam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1708" style="margin: 10px; float: left;" title="leader-manager" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/leader-manager.jpg" alt="leader-manager" width="200" height="204" />Apakah anda bisa membedakan antara manajer dan leader? Dua kata yang lingkup kerjanya berkecimpung dalam sebuah manajemen. Manajer berasal dari kata &#8220;<em>manage&#8221;</em> yang artinya mengelola. Manajer artinya adalah orangyang mengelola. Sedangkan leader berasal dari &#8221; <em>Lead&#8221;</em> yang artinya memimpin. Jadi leader adalah orang yang memimpin. Bagaimana kita bisa membedakannya keduanya dalam gambaran aktivitas? Kalau kita akan menilai seseorang : apakah dia pemimpin yang baik, kepada siapa kita akan bertanya? Kalau kita akan menilai apakah dia manajer yang baik, kepada siapa pertanyaan itu dilontarkan?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pernahkan anda melihat seorang atasan yang dipindahtugaskan dan semua anak buahnya merasa keberatan? Mereka merasa atasannya selama ini sangat peduli dan memperjuangkan banyak hal untuk mereka. Tetapi pihak top manajemen memindahkan ke divisi lain atau bahkan tidak memberikan lagi jabatan apapun? Pernahkan anda melihat atasan yang mempunyai kesan buruk di mata bawahannya tetapi selalu mendapat pujian dari atasannya? Dua fenomena yang bertolak belakang karena dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang satunya dari sudut pandang bawahan dan satunya dari sudut pandang atasan.Bagaimana hal itu bisa terjadi?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam ilmu manajemen di kenal fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan oleh seorang manajer yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut yang dalam sering di kenal dengan PDCA (<em>Plan, do, check, action</em>). Artinya, berbicara tentang manajemen adalah bagaimana merencanakan hasil dan mencapainya. Manajemen adalah bagaimana mendapatkan sumber daya dan mendayagunakan agar melaksanakan pekerjaan dengan dengan efektiv dan efisien. Manajemen adalah bagaimana kita menyelesaikan masalah yang ada dan mencegah tidak terulang kembali atau agar tidak muncul sejak awal. Manajer adalah orang yang diberi tugas untuk melakukan hal-hal tersebut, merencanakan hasil, berusaha mencapai target dan melaporkannya kepada atasan. Dalam hal ini, atasanlah yang tahu persis, apakah seseorang bisa menjadi manajer yang baik atau tidak. Atasanlah yang bisa menilai apakah kinerja seorang manajer baik atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kepemimpinan merupakan unsur seni dalam manajemen. Kepemimpinan berkecimpung dalam sisi manusia yang tidak terstruktur dalam sebuah tugas-tugas menyelesaikan pekerjaan. Kalau dalam manajemen ada bidang garap sumber daya manusia, adalah bagaimana mengelola kompetensi dan ketrampilan agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Dalam kepemimpinan ini adalah bagaimana kita memupuk semangat sumber daya manusia kita agar bisa bekerja dengan baik. Kepemimpinan adalah bagaimana kita menggerakkan bawahan kita agar sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Kepemimpinan adalah bagaimana kita memberikan tauladan, bagaimana memahami bawahan, menghormati setiap individu dan bisa <em>ngemong.</em> Kepemimpinan adalah bagaimana memberikan dampak positif terhadap cara berpikir , perilaku dan kinerja bawahan. Efek dari kepemimpinan ini bisa dirasakan terutama oleh bawahan. Sehingga bawahanlah yang tahu, kita ini pemimpin yang baik atau bukan. Dan pertanyaan yang tepat apakah kita pemimpin yang baik atau bukan lebih tepatnya dilontarkan kepada bawahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah manajer yang baik selalu menjadi pimpinan yang baik? Belum tentu. Fenomena di atas telah menunjukkan bahwa bisa jadi seseorang bisa menjadi manajer yang baik dimata atasan karena target-target pekerjaan bisa tercapai, karena laporan bisa dikirimkan tepat waktu dan masalah-masalah bisa di selesaikan dengan baik. Tetapi bisa jadi dia bukan pemimpin yang baik karena mencapaian hasil tersebut dilakukan dengan kepemimpinan yang otoriter, tidak memahami dan mengerti kondisi bawahan, memandang bawahan sebagai alat untuk bekerja bukan sebagai manusia. Sehingga memberikan kesan buruk dimata bawahan dan bahkan berharap pimpinannya segera dipindahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jadi manajer dan pemimpin yang baik adalah yang mempunyai nilai yang baik dimata atasan maupun bawahannya. Manajer yang juga pemimpin adalah yang tidak memandang manusia sebagai alat untuk bekerja tetapi sebagai sebuah potensi yang perlu digali dan dikembangkan agar lebih bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan perusahaan. Manajer yang juga pemimpin adalah yang mengangkat dan mengakui sisi-sisi kemanusiaan di tempat kerja. Manajer yang juga pemimpin adalah yang tidak hanya terfokus pada target semata tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk mencapainya. Apakah anda seorang manajer dan pemimpin yang baik? Tanyakan hal ini kepada atasan dan bawahan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan-organisasi-od-manager" rel="bookmark" class="wherego_title">Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-training-handout-kepemimpinan" rel="bookmark" class="wherego_title">TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/6-cara-mengasah-kemampuan-berfikir-stratejik" rel="bookmark" class="wherego_title">6 Cara mengasah kemampuan berfikir stratejik</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor" rel="bookmark" class="wherego_title">Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya" rel="bookmark" class="wherego_title">Pemimpin yang seharusnya</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1707&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/perbedaan-karateristik-dan-lingkup-kerja-manager-dan-supervisor' rel='bookmark' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</a> <small>Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-kepemimpinan' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Kepemimpinan</a> <small>KEPEMIMPINAN diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan kegiatan anggota tim...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-kepemimpinan-kelompok-team-leadership' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)'>Kamus Kompetensi: Kepemimpinan Kelompok (Team Leadership)</a> <small>Kepemimpinan Kelompok adalah keinginan untuk mengambil peran sebagai pemimpin dalam...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/manager-vs-leader/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mindset  Human Capital Management untuk Pemimpin</title>
		<link>http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin</link>
		<comments>http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 00:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foundations of HR]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[HCM]]></category>
		<category><![CDATA[Human Capital Management]]></category>
		<category><![CDATA[Human Capital Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[Mindset Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Diakuinya, saat ini banyak pemimpin yang mempunyai paradigma bahwa ketika mereka berhasil membuat strategi bisnis dan mampu menganalisisnya secara mendalam, mereka merasa telah menjadi seorang business leader yang hebat. "Setelah perusahaan berhasil membuat strategi yang memukau, sang business leader menarik napas lega. Dia bangga karena berhasil menyusun strategi yang tampak hebat dan memukau semua orang di perusahaan," ujarnya mencontohkan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kualitas-pemimpin' rel='bookmark' title='KUALITAS PEMIMPIN'>KUALITAS PEMIMPIN</a> <small>Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa klien...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya' rel='bookmark' title='Pemimpin yang seharusnya'>Pemimpin yang seharusnya</a> <small>Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan</a> <small>PENDAHULUAN 1 dari 11 tulisan Panduan ini ditujukan untuk para...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan menarik ini saya dapatkan pada <a title="Website IPB" href="http://www.ipb.ac.id">Situs Institute Pertanian Bogor</a> dalam liputan mereka tentang Pelatihan  &#8221;Human Capital Management in The Knowledge Era&#8221;. Pelatihan ini digelar oleh Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM) IPB kerjasama dengan Dunamis Organization Services. Berikut tulisan selengkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/ghandi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-367" style="margin: 10px; float: left;" title="Leadership Mindset in Human Capital Management" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/ghandi.jpg" alt="" width="200" height="219" /></a>Diakuinya, saat ini banyak pemimpin yang mempunyai paradigma bahwa ketika mereka berhasil membuat strategi bisnis dan mampu menganalisisnya secara mendalam, mereka merasa telah menjadi seorang business leader yang hebat. &#8220;Setelah perusahaan berhasil membuat strategi yang memukau, sang business leader menarik napas lega. Dia bangga karena berhasil menyusun strategi yang tampak hebat dan memukau semua orang di perusahaan,&#8221; ujarnya mencontohkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya filosofi dasar dari Human Capital Management adalah meyakini bahwa pegawai bukan hanya sumberdaya tapi merupakan aset yang berharga, yakni skill, pengetahuan dan pengalamannya. &#8220;People bukan sekadar sumber daya, melainkan aset perusahaan yang sangat berharga,&#8221; ujar Associate Partner Dunamis Organization Services Alex Denni, yang juga alumnus Teknologi Industri Pertanian IPB dengan konsentrasi Teknik Manajemen Industri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap tahun perusahaan selalu membuat perencanaan dan strategi. Selanjutnya, perencanaan dan strategi tersebut disosialisasikan ke karyawan untuk dieksekusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar dapat mengeksekusi dengan cepat dan tepat, peran seorang business leader sangat dibutuhkan. Alex menegaskan, strategi yang tidak mencapai hasil optimal, besar kemungkinan disebabkan oleh satu dari dua hal berikut ini: strategi yang salah, atau eksekusi strategi tersebut yang tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, lanjutnya, itu belum apa-apa. Masih ada langkah berikutnya yang seharusnya dia kerjakan. Apakah itu? Langkah selanjutnya adalah mendorong anak buah untuk mewujudkan strategi tersebut menjadi hasil yang nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik, riset yang dilakukan Franklin Covey menemukan bahwa saat perencanaan dan strategi itu dikomunikasikan, hanya separuh dari karyawan di perusahaan yang diteliti mendengarkan dengan sungguh-sungguh. &#8220;Menarik sekali, ternyata tidak sampai 50% karyawan yang mendengarkan saat sosialisasi dilakukan,&#8221; ungkap Alex.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, dalam upaya memilih talent yang bagus, Alex berpendapat, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, lihat masa lalu orang yang bersangkutan atau disebut performance. Kedua, memprediksi masa depannya atau disebut kompetensi. Bila keduanya bagus, pantaslah dimasukkan ke dalam kotak yang namanya talent pool. &#8220;Siapa yang tahu informasi ini, siapa yang meng-approach orang ini, dialah yang akan memenangkan war for talent,&#8221; tuturnya mantap.</p>
<p style="text-align: justify;">Alex melihat, ada empat kebutuhan dasar yang diperlukan para talent. Pertama, kebutuhan untuk hidup (to life). Kedua, kebutuhan untuk dicintai (to love). Ketiga, kebutuhan untuk berkembang (to learn). Dan terakhir, kebutuhan untuk berkontribusi atau meninggalkan sesuatu yang berharga. &#8220;Intinya body, heart, mind, dan spirit,&#8221; ungkapnya. Alex menjelaskan, body ditentukan dengan gaji dan fasilitas. Selain itu, mereka butuh hubungan yang lebih baik. Kemudian, mereka butuh untuk mengembangkan potensi dan karier. Jika salah satu kebutuhan itu tidak terpenuhi, tidak tertutup kemungkinan sang talent akan pergi.</p>
<p>Sumber: <a title="Pimpinan IPB Ikuti Pelatihan Human Capital Management" href="http://www.ipb.ac.id/id/index.php?b=860"><span class="judulBerita">Pimpinan IPB Ikuti Pelatihan Human Capital Management</span></a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/training-of-trainer-bahasa-tubuh" rel="bookmark" class="wherego_title">Training of Trainer &#8211; Bahasa Tubuh</a></li><li><a href="http://indosdm.com/empat-mindset-dalam-proses-manajemen-kinerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Empat Mindset Dalam Proses Manajemen Kinerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kualitas-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">KUALITAS PEMIMPIN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/impression-management" rel="bookmark" class="wherego_title">Impression Management</a></li><li><a href="http://indosdm.com/jabatan-bidang-kerja-human-resource-di-perusahaan" rel="bookmark" class="wherego_title">Jabatan Bidang Kerja Human Resource di Perusahaan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/key-performance-indicators-bidang-human-resource" rel="bookmark" class="wherego_title">Key Performance Indicators bidang Human Resource</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=366&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kualitas-pemimpin' rel='bookmark' title='KUALITAS PEMIMPIN'>KUALITAS PEMIMPIN</a> <small>Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa klien...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya' rel='bookmark' title='Pemimpin yang seharusnya'>Pemimpin yang seharusnya</a> <small>Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: Pendahuluan</a> <small>PENDAHULUAN 1 dari 11 tulisan Panduan ini ditujukan untuk para...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin yang seharusnya</title>
		<link>http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya</link>
		<comments>http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 20:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership Philosophies]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Keteladanan]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Ideal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk melihat melampaui horison atas berita utama hari ini”, “mengamati masa depan”, dan “menjelaskan tugas yang paling berat yang akan dihadapi CEO di masa depan”. Saya pun diminta untuk melakukan hal yang sama.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/about' rel='bookmark' title='About'>About</a> <small>Indosdm.com: Sebuah komunitas terbuka pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong> </strong></p>
<p align="justify">Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk melihat melampaui horison atas berita utama hari ini&#8221;, &#8220;mengamati masa depan&#8221;, dan &#8220;menjelaskan tugas yang paling berat yang akan dihadapi CEO di masa depan&#8221;. Saya pun diminta untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p align="justify">Dalam tanggapan saya, saya menulis, &#8220;Tiga tantangan utama yang akan dihadapi pemimpin puncak tidak banyak kaitannya dengan mengelola harta berwujud milik perusahaan; semua yang dilakukannya berkaitan dengan pemantauan kualitas: kepemimpinan, tenaga kerja dan hubungan. Setelah majalah itu terbit, seorang pemimpin perusahaan menulis surat kepada saya dan mengatakan, &#8220;Tanggapan anda sangat berarti bagi saya. Saya menganggap bahwa ketiga tantangan yang anda gambarkan  adalah seperti kaki kursi. Sayangnya saya melihat pemimpin hanya menempatkan perhatian pada satu, atau mungkin dua dari kaki itu.&#8221;</p>
<p align="justify">Beberapa tahun terakhir ini, perbandingan umum, tonggak penunjuk jalan dan batu peringatan akan segera berubah secepat waktu, tetapi satu hal yang tetap di pusat pusaran adalah sang pemimpin. Pemimpin masa depan bukanlah pemimpin yang telah belajar bagaimana mengerjakan sesuatu berdasarkan buku manual. Pemimpin masa kini dan masa depan akan diarahkan pada yang seharusnya, yaitu bagaimana mengembangkan mutu, karakter, pola pikir, nilai,prinsip, dan keberanian.</p>
<p align="justify">Pemimpin yang seharusnya tahu bahwa orang adalah harta terbesar organisasi. Sebagai pemimpin ia harus menunjukkan kekuatan filosofi ini dalam istilah, perilaku, dan hubungan. Para pemimpin seperti ini sudah lama membuang hieraki, dan banyak melibatkan otak dan tangan membangun jenis struktur baru. Rancangan baru tersebut mengeluarkan orang-orang dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih memutar, fleksibel, dan lancar, yang mencuatkan pembebasan semangat dan upaya manusia.</p>
<p align="justify">Pemimpin yang seharusnya mengembangkan kepemimpinan yang terpencar dan beragam &#8211; membagi kepemimpinan pada sudut terjauh dari lingkaran untuk mengungkapkan kekuatan tanggung jawab bersama. Pemimpin membangun tenaga kerja, dewan, dan staf yang mencerminkan banyaknya ragam masyarakat dan lingkungan sehingga para pelanggan dan mereka yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat organisasi yang sangat beraneka ragam di masa depan.</p>
<p align="justify">Pemimpin yang seharusnya akan mempertahankan visi masa depan organisasi dan setengah memaksa mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk mebangun perusahaan. Pemimpin memobilisasi orang-orang di sekitar misi organisasi,</p>
<p>memantapkan suatu kekuatan dalam masa yang tidak menentu di masa depan. Koordinasi sekitar misi ini menggerakkan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, di mana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas saat mereka mengelola misi. Melalui suatu fokus yang tetap pada misi, pemimpin seharusnya memberi kepada pemimpin perusahaan yang tersebar dan beraneka ragam seuatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.</p>
<p align="justify">Pememimpin seharusnya tahu bahwa mendengarkan pelanggan dan belajar apa yang ia beri nilai akan merupakan komponen penting, bahkan lebih penting di masa depan ketimbang masa kini. Persaingan global dan lokal semakin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan makin kuat.</p>
<p align="justify">Makna sosial terpenting dari pemimpin masa depan adalah cara mereka menghayati totalitas kepemimpinan, tidak sekedar memasukkan &#8220;organisasi saya&#8221; tetapi juga menjangkau ke luar dinding organisasi. Pemimpin yang baik apakah ia pria atau wanita, bekerja di sektor swasta, pemerintah, atau sosial, menyadari arti penting mereka yang membangun perusahaan, nilai dari tempat kerja yang mengembangkan orang-orang untuk berprestasi adalah penting untuk kelanjutan misi, serta perlunya suatu masyarakat yang sehat untuk untuk tercapainya sukses organisasi. Pemimpin yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalanm lingkaran yang mengitari perusahaan, organisasi, orang, kepemimpinan dan masyarakat.</p>
<p align="justify">Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan semangat sebagai tugas yang paling penting di dalam organisasi. Pemimpin masa depan akan mengatakan &#8220;Hal ini tidak dapat dibiarkan&#8221; saat nmereka melihat sekolah, kesehatan anak-anak &#8211; yang merupakan tenaga kerja di masa depan &#8211; persiapan untuk hidup dan kerja yang tidak mencukup dalam banyak keluarga, dan orang-orang yang kehilangan kepercayaan terhadap lembaga mereka. Pemimpin baru akan membangun masyarakat yang sehat dengan semangat yang sama dengan semangat saat mereka membangun perusahaan yang sehat, produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika perusahaan tersebut mengecewakan orang-orangnya dan hidup dalam suatu masyarakat yang sakit.</p>
<p align="justify">Dewasa ini kepedulian tentang langkanya kesetiaan karyawan kepada perusahaan dan berkurangnya kepercayaan perusahaan kepada karyawan merupakan pesan yang jelas bagi pemimpin masa depan. Kerasnya dunia bisnis mungkin mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi mereka, seperti juga semangat dari orang-orang mereka. Pada akhirnya, jika organisasi sampai mengurangi tenaga kerja mereka, akankah pemimpin di masa depan akan angkat kaki atau akankah ada pemimpin baru yang mampu memandu visi, prinsip, dan nilai yang membangun kepercayaan dan meningkatkan semangat dan kreativitas karyawannya?</p>
<p align="justify">Pengamat yang cermat tidak hanya akan meramalkan masa-masa menguntungkan, tetapi juga tentang masa kekacauan yang ada di hadapan pemimpin, peluang yang menakjubkan yang terbentang bagi mereka yang akan memimpin perusahaan dan negara ini ke dalam suatu jenis masyarakat baru &#8211; suatu masyarakat yang memiliki anak-anak sehat, keluarga sejahtera, dan pekerjaan yang bisa memberikan harga diri kepada setiap orang. Dalam arena inilah pemimpin dengan pola pikir dan visi baru mempererat hubungan yang melintasi ketiga sektor untuk membangun kemitraan dan masyarakat. Hal ini memerlukan suatu kelompok manusia yang berbeda, yang terdiri atas pemimpin yang berani melihat kehidupan dan masyarakat secara menyeluruh, yang memandang kerja sebagai peluang menyenangkan untuk mewujudkan apa pun yang ada di dalamnya. Pemimpin tersebut juga mampu memberi semangat dan sinar kehidupan serta mempunyai keberanian memimpin di depan mengenai isu, prinsip, visi, misi, dan yang menjadi bintang untuk mengendalikannya. Pemimpin masa depan hanya dapat berspekulasi pada sesuatu hal yang terwujud yang akan mendefiniskan tantangan yang dihadapi di masa depan. Tetapi kualitas tak berwujud dari kepemimpinan yang diperkukan sama tetapnya seperti bintang kejora di langit. Kualitas kepemimpinan yang tak berwujud ini dinyakatakan dalam karakter, kekuatan yang ada di dalamnya, dan tentang bagaimana seharusnya pemimpin melewati masa depan.</p>
<p align="justify">(Diadaptasi dari &#8220;Pemimpin Yang Seharusnya&#8221;, Frances Hesselbein, &#8220;The Leaderof The Future&#8221;, The Drucker Foundation&#8221;)</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kepemimpinan-berbasis-kekuatan" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/mindset-human-capital-management-untuk-pemimpin" rel="bookmark" class="wherego_title">Mindset  Human Capital Management untuk Pemimpin</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pemimpin-sebagai-role-model" rel="bookmark" class="wherego_title">Pemimpin sebagai Role Model</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manager-vs-leader" rel="bookmark" class="wherego_title">Manager vs Leader</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/about' rel='bookmark' title='About'>About</a> <small>Indosdm.com: Sebuah komunitas terbuka pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/pemimpin-yang-seharusnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

