<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Safety</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/labor-relations/safety/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 23:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[hse]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[LK3]]></category>
		<category><![CDATA[MK3]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi K3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[Setiap perusahaan sewajarnya memiliki strategi memperkecil dan bahkan menghilangkan kejadian kecelakaan kerja di kalangan karyawan sesuai dengan kondisi perusahaan. Untuk menerapkan strategi dan program diatas maka ada beberapa pendekatan sistematis yang dilakukan secara terintegrasi agar manajemen program kesehatan dan keselamatan kerja berjalan efektif.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia' rel='bookmark' title='SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA'>SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a> <small>Proses pengubahan strategi manajemen suatu organisasi bersifat dinamis. Misalnya ketika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1949" style="margin: 10px; float: left;" title="safety" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/safety.jpg" alt="safety" width="200" height="202" />Tidak jarang karyawan yang mengalami kecelakaan kerja bukan karena kelalaian dari dirinya saja tetapi juga karena perusahaan kurang memahami dan tidak melindungi karyawan dengan alat pengaman ketika mereka bekerja. Kalau ini dibiarkan maka motivasi dan kinerja karyawan bakal semakin menurun. Karena itu setiap perusahaan sewajarnya memiliki strategi memperkecil dan bahkan menghilangkan kejadian kecelakaan kerja di kalangan karyawan sesuai dengan kondisi perusahaan. Strategi yang perlu diterapkan perusahaan meliputi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Pihak manajemen perlu menetapkan bentuk perlindungan bagi karyawan dalam menghadapi kejadian kecelakaan kerja. Misalnya karena alasan finansial, kesadaran karyawan tentang keselamatan kerja dan tanggung jawab perusahaan dan karyawan maka perusahaan bisa jadi memiliki tingkat perlindungan yang minimum bahkan maksimum.</li>
<li>Pihak manajemen dapat menentukan apakah peraturan tentang keselamatan kerja bersifat formal ataukah informal. Secara formal dimaksudkan setiap aturan dinyatakan secara tertulis, dilaksanakan dan dikontrol sesuai dengan aturan. Sementara secara informal dinyatakan tidak tertulis atau konvensi dan dilakukan melalui pelatihan dan kesepakatan-kesepakatan.</li>
<li>Pihak manajemen perlu proaktif dan reaktif dalam pengembangan prosedur dan rencana tentang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Proaktif berarti pihak manajemen perlu memperbaiki terus menerus prosedur dan rencana sesuai kebutuhan perusahaan dan karyawan. Sementara arti reaktif, pihak manajemen perlu segera mengatasi masalah keselamatan dan kesehatan kerja setelah suatu kejadian timbul.</li>
<li>Pihak manajemen dapat menggunakan tingkat derajad keselamatan dan kesehatan kerja yang rendah sebagai faktor promosi perusahaan ke khalayak luas. Artinya perusahaan sangat peduli dengan keselamatan dan kesehatan kerja.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan strategi di atas maka program yang diterapkan untuk menterjemahkan strategi itu diantara perusahaan biasanya dengan pendekatan  yang berbeda. Hal ini sangat bergantung pada kondisi perusahaan. Secara umum program memperkecil dan  menghilangkan kejadian kecelakaan kerja dapat dikelompokkan : telaahan personal, pelatihan keselamatan kerja, sistem insentif, dan pembuatan aturan penyelamatan kerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Telaahan Personal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Telaahan personal dimaksudkan untuk menentukan karakteristik karyawan tertentu yang diperkirakan potensial berhubungan dengan kejadian  keselamatan kerja:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>faktor usia; apakah karyawan yang berusia lebih tua cenderung lebih lebih aman dibanding yang lebih muda ataukah sebaliknya,</li>
<li>ciri-ciri fisik karyawan seperti potensi pendengaran dan penglihatan cenderung berhubungan derajad kecelakaan karyawan yang kritis, dan</li>
<li>tingkat pengetahuan dan kesadaran karyawan tentang pentingnya pencegahan dan penyelamatan dari kecelakaan kerja. Dengan mengetahui ciri-ciri personal itu maka perusahaan dapat memprediksi siapa saja karyawan yang potensial untuk mengalami kecelakaan kerja. Lalu sejak dini perusahaan dapat menyiapkan upaya-upaya pencegahannya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sistem Insentif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Insentif yang diberikan kepada karyawan dapat berupa uang dan bahkan karir. Dalam bentuk uang dapat dilakukan melalui kompetisi antarunit tentang keselamatan kerja paling rendah dalam kurun waktu tertentu, misalnya selama enam bulan sekali. Siapa yang mampu menekan kecelakaan kerja sampai titik terendah akan diberikan penghargaan.  Bentuk lain adalah berupa peluang karir bagi para karyawan yang mampu menekan kecelakaan kerja bagi dirinya atau bagi kelompok karyawan di unitnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pelatihan Keselamatan Kerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pelatihan keselamatan kerja bagi karyawan biasa dilakukan oleh perusahaan. Fokus pelatihan umumnya pada segi-segi bahaya atau resiko dari pekerjaan, aturan dan peraturan keselamatan kerja, dan perilaku kerja yang aman dan berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peraturan Keselamatan Kerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan perlu memiliki semacam panduan yang berisi peraturan dan aturan yang menyangkut  apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh karyawan di tempat kerja. Isinya harus spesifik yang memberi petunjuk bagaimana suatu pekerjaan dilakukan dengan hati-hati untuk mencapai keselamatan kerja maksimum. Sekaligus dijelaskan beberapa kelalaian kerja yang dapat menimbulkan bahaya individu dan kelompok karyawan serta tempat kerja. Dalam pelaksanaannya perlu dilakukan melalui pemantauan, penumbuhan kedisiplinan dan tindakan tegas kepada karyawan yang cenderung melakukan kelalaian berulang-ulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menerapkan strategi dan program di atas maka ada beberapa pendekatan sistematis yang dilakukan secara terintegrasi agar manajemen program kesehatan dan keselamatan kerja berjalan efektif  berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendekatan Keorganisasian</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Merancang pekerjaan,</li>
<li>Mengembangkan dan melaksanakan kebijakan program,</li>
<li>Menggunakan komisi kesehatan dan keselamatan kerja,</li>
<li>Mengkoordinasi investigasi kecelakaan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendekatan Teknis</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Merancang kerja dan peralatan kerja,</li>
<li>Memeriksa peralatan kerja,</li>
<li>Menerapkan prinsip-prinsip ergonomi.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendekatan Individu</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memperkuat sikap dan motivasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja,</li>
<li>Menyediakan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja,</li>
<li>Memberikan penghargaan kepada karyawan dalam bentuk program insentif.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Adaptasi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis.2007. Manajemen Mutu SDM. PT Ghalia Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan menarik lain seputar MSDM dapat juga diakses langsung melalui link: <a title="Permalink for : STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/17/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja/">STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia" rel="bookmark" class="wherego_title">SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/nomor-se140-men-ppk-kk-ii-2004-pemenuhan-kewajiban-syarat-syarat-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-industri-kimia-dengan-potensi-bahaya-besar" rel="bookmark" class="wherego_title">SE.140 /MEN /PPK-KK /II / 2004 &#8211; PEMENUHAN KEWAJIBAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI KIMIA DENGAN POTENSI BAHAYA BESAR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-1-tahun-1970-keselamatan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 1 TAHUN 1970 &#8211; KESELAMATAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1946&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia' rel='bookmark' title='SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA'>SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a> <small>Proses pengubahan strategi manajemen suatu organisasi bersifat dinamis. Misalnya ketika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/mempersiapkan-program-orientasi-karyawan-baru' rel='bookmark' title='Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru'>Mempersiapkan Program Orientasi Karyawan Baru</a> <small>Tujuan dari program orientasi karyawan baru adalah menyiapkan mental bagi...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPPRES NOMOR 51 TAHUN 1989 &#8211; PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 28 TAHUN 1988</title>
		<link>http://indosdm.com/keppres-nomor-51-tahun-1989-perubahan-keputusan-presiden-nomor-28-tahun-1988</link>
		<comments>http://indosdm.com/keppres-nomor-51-tahun-1989-perubahan-keputusan-presiden-nomor-28-tahun-1988#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 13:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[KEPPRES NOMOR 51 TAHUN 1989]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[NOMOR 28 TAHUN 1988]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1989 TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 28 TAHUN 1988 TENTANG BESARNYA JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN. ASURANSI SOSIAL TENAGA KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a.       bahwa besarnya uang Jaminan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977, yang telah beberapa kali [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">NOMOR 51 TAHUN 1989</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">TENTANG</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 28 TAHUN 1988</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>TENTANG</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>BESARNYA JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN. ASURANSI SOSIAL TENAGA KERJA</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menimbang</p>
<p style="text-align: justify;">a.       bahwa besarnya uang Jaminan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977, yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1988 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, maka perlu diadakan perubahan dan penetapan kembali;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      bahwa sesuai dengan hal-hal tersebut pada huruf a dan tersedianya biaya untuk peningkatan Jaminan Kematian Asuransi Sosial Tenaga Kerja, maka besarnya jaminan kematian perlu ditetapkan dengan Keputusan Presiden;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengingat</p>
<ol>
<li>Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;</li>
<li>Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Tahun 1977. Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3112);</li>
<li>Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1977 tentang Pendirian Perusahaan Umum Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 55 ) ;</li>
<li>Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1988 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Asuransi Sosial Tenaga Kerja;</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">MEMUTUSKAN :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menetapkan:</p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 28 TAHUN 1988 TENTANG BESARNYA JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN ASURANSI SOSIAL TENAGA KERJA..</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">Pasal I</p>
<p style="text-align: justify;">Mengubah ketentuan Pasal 1 Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1988 sehingga berbunyi sebagai berikut</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pasal 1 Besarnya uang jaminan kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 diubah menjadi Rp 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah).&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;">Pasal II</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Oktober 1989</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">ttd.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">SOEHARTO</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keppres-nomor-83-tahun-1998-pengesahan-konvensi-nomor-87-tentang-kebebasan-berserikat-dan-perlindungan-hak-untuk-berorganisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">Keppres NOMOR 83 TAHUN 1998 &#8211; PENGESAHAN KONVENSI NOMOR 87 TENTANG KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK UNTUK BERORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang" rel="bookmark" class="wherego_title">PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-21-tahun-1999-pengesahan-konvensi-ilo-mengenai-diskriminasi-dalam-pekerjaan-dan-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 21 TAHUN 1999 &#8211; PENGESAHAN KONVENSI ILO MENGENAI DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-20-tahun-1999-pengesahan-konvensi-ilo-mengenai-usia-minimum-untuk-diperbolehkan-bekerja" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 20 TAHUN 1999 &#8211;  PENGESAHAN KONVENSI ILO MENGENAI USIA MINIMUM UNTUK DIPERBOLEHKAN BEKERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1655&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja' rel='bookmark' title='UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA'>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/keppres-nomor-51-tahun-1989-perubahan-keputusan-presiden-nomor-28-tahun-1988/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 13:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[hse]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Keppres]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[NOMOR 34 TAHUN 1990]]></category>
		<category><![CDATA[UU K3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1650</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1990 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.       bahwa untuk dapat lebih menciptakan ketenangan kerja dan meningkatkan produktifitas, perlu diberikan tambahan santunan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia dan mengalami cacat total [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/per-02menxii2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING'>PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">NOMOR 34 TAHUN 1990</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">Menimbang:</p>
<p style="text-align: justify;">a.       bahwa untuk dapat lebih menciptakan ketenangan kerja dan meningkatkan produktifitas, perlu diberikan tambahan santunan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia dan mengalami cacat total tetap karena kecelakaan kerja sehingga tidak dapat lagi bekerja;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      bahwa tambahan santunan tersebut dimaksudkan sebagai pengganti penghasilan sehingga dapat membantu tenaga kerja atau keluarganya selama waktu tertentu, sesuai dengan kemampuan program Asuransi Sosial Tenaga Kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       bahwa sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu menetapkan pemberian tambahan santunan tersebut dengan Keputusan Presiden;</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat:</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Pasal 4 ayat (1) Undang Undang Dasar 1945;</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3112) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1990 (Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 22);</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1988 tentang Besarnya Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Assuransi Sosial Tenaga Kerja, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 51 Tahun 1989;</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">MEMUTUSKAN:</p>
<p style="text-align: justify;">Menetapkan:</p>
<p style="text-align: justify;">KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA.</p>
<p style="text-align: center;">Pasal 1</p>
<p style="text-align: justify;">Selain mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja, tenaga kerja yang dipertanggungkan dalam program Asuransi Sosial Tenaga Kerja apabila meninggal dunia atau mengalami</p>
<p style="text-align: justify;">cacat total tetap karena kecelakaan kerja kepada tenaga kerja yang bersangkutan atau keluarganya juga diberi tambahan santunan.</p>
<p style="text-align: center;">Pasal 2</p>
<p style="text-align: justify;">Tambahan santunan diberikan untuk jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dan dibayarkan setiap bulan sebesar Rp. 25.000,-(dua puluh lima ribu rupiah).</p>
<p style="text-align: center;">Pasal 3</p>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Keputusan Presiden ini, diatur oleh Menteri Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align: center;">Pasal 4</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.</p>
<p align="center">
<p align="center">Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 1990</p>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">ttd.</p>
<p align="center">
<p align="center">SOEHARTO</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keppres-nomor-29-tahun-1999-badan-koordinasi-penempatan-tenaga-kerja-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KepPres NOMOR 29 TAHUN 1999: BADAN KOORDINASI  PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-64-tahun-2005-perubahan-keempat-atas-pp-no-14-th-1993-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">PERATURAN PEMERINTAH NOMOR : 64 TAHUN 2005 &#8211; PERUBAHAN KEEMPAT  ATAS  PP NO. 14 TH 1993  TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM  JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1650&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/per-02menxii2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING'>PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SE.140 /MEN /PPK-KK /II / 2004 &#8211; PEMENUHAN KEWAJIBAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI KIMIA DENGAN POTENSI BAHAYA BESAR</title>
		<link>http://indosdm.com/nomor-se140-men-ppk-kk-ii-2004-pemenuhan-kewajiban-syarat-syarat-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-industri-kimia-dengan-potensi-bahaya-besar</link>
		<comments>http://indosdm.com/nomor-se140-men-ppk-kk-ii-2004-pemenuhan-kewajiban-syarat-syarat-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-industri-kimia-dengan-potensi-bahaya-besar#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 13:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[UU K3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1647</guid>
		<description><![CDATA[SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI  REPUBLIK INDONESIA NOMOR : SE.140 /MEN /PPK-KK /II / 2004 TENTANG PEMENUHAN KEWAJIBAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI KIMIA DENGAN POTENSI BAHAYA BESAR ( MAJOR HAZARD INSTALLATION )
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak' rel='bookmark' title='KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK'>KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/per-02menxii2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING'>PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta,  24 Pebruari 2004</p>
<p>MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA</p>
<p>Kepada Yth. :</p>
<p>1.      Para Gubernur;</p>
<p>2.      Para Bupati / Walikota.</p>
<p>3.      Para pimpinan perusahaan industri kimia</p>
<p style="padding-left: 30px;">di -</p>
<p style="padding-left: 30px;">Seluruh Indonesia</p>
<p align="center">SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI  REPUBLIK INDONESIA</p>
<p align="center">
<p align="center">NOMOR : SE.140 /MEN /PPK-KK /II / 2004</p>
<p align="center">
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>PEMENUHAN KEWAJIBAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI INDUSTRI KIMIA DENGAN POTENSI BAHAYA BESAR</strong></p>
<p align="center"><strong>( MAJOR HAZARD INSTALLATION )</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Telah diketahui bersama bahwa bencana industri (major accident) yang menimpa PT. Petrowidada di Gresik Jawa Timur telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit baik tenaga kerja, moril dan material.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Guna mengantisipasi terulangnya  kembali bencana  industri tersebut dipandang perlu mengambil langkah-langkah segera dan sistimatis untuk mengendalikan potensi bahaya industri kimia baik potensi bahaya berskala kecil, sedang maupun potensi bahaya besar ( major hazard installation ).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengingat urgensi dan besarnya masalah K3  di industri kimia terutama yang berskala nasional, maka dengan ini diminta bantuan kepada semua Gubernur, Bupati &amp; Walikota untuk :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">1.      Melaporkan dan mendata semua perusahaan yang menggunakan , menyimpan, memakai, memproduksi dan mengangkut bahan kimia berbahaya yang ada di wilayah Saudara terutama yang tergolong industri kimia dengan potensi bahaya besar ( major hazard installation ) sesuai dengan Kepmenaker No. Kep. 187/Men/1999 kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI cq. Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Mewajibkan           perusahaan untuk melaksanakan prinsip-prinsip Sistem Manajemen K3 (SMK3) khususnya manajemen resiko terhadap bahan kimia berbahaya yang digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Membentuk tim tanggap darurat (emergency response team) bencana industri di perusahaan yang tergolong industri kimia dengan potensi bahaya besar ( major hazard installation ).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kepada pimpinan perusahaan-perusahaan yang menggunakan, menyimpan, memakai, memproduksi dan mengangkut bahan kimia berbahaya diinstruksikan untuk segera :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Melaksanakan        secara utuh ketentuan dalam Kepmenaker No. Kep. 186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja meliputi :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a.       Pengendalian setiap bentuk energi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b.      Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">c.       Pengendalian penyebaran asap, panas  dan gas;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">d.      Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">e.       Menyelenggarakan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">f.        Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">g.       Memiliki             Ahli K3 Kebakaran, koordinator unit penanggulangan kebakaran dan petugas peran kebakaran;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">2.      Melakukan pembinaan &amp; pengawasan terhadap dilaksanakannya secara utuh ketentuan dalam Kepmenaker No. Kep. 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja, meliputi :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a.       Penyediaan Lembar Data Keselamatan Bahan  (Material Safety Data Sheet ) dan label;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b.      Memiliki Ahli K3 Kimia dan Petugas K3 Kimia;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">c.       Menyampaikan daftar nama dan sifat kimia serta kuantitas bahan kimia berbahaya (Formulir Lampiran II Kep. 187/Men/1999)  kepada Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan  ;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">d.      Membuat Dokumen Pengendalian Instalasi Potensi Bahaya Besar / Menengah yang berisi sekurang-kurangnya :</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">e.       Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">f.        Kegiatan teknis, rancang bangun, konstruksi, pemilihan bahan kimia, serta pengoperasian dan pemeliharaan instalasi</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">g.       Kegiatan pembinaan tenaga kerja di tempat kerja;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">h.       Rencana dan prosedur tanggap darurat</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">i.         Prosedur kerja aman</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">j.        Melakukan pemeriksaan dan pengujian  faktor kimia sekurang-kurangnya 6 bulan sekali;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">k.      Melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi sekurang-kurangnya 2 tahun sekali;</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">l.         Melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">3.      Review sistem tanggap darurat ( emergency response ) bagi perusahaan yang sudah memiliki sistem tersebut. Kajian ulang  akan SEGERA dilakukan oleh tim dari Departemen Tenaga Kerja &amp; Transmigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Bagi perusahaan yang belum memiliki sistim tanggap darurat ( emergency response ) untuk segera membuat sistem tersebut dan berkoordinasi dengan Tim Depnakertrans.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Segala beban biaya yang timbul dari kegiatan tersebut dibebankan pada perusahaan yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Demikian, agar Saudara memperhatikan dan melaksanakan Surat Edaran ini sebagaimana mestinya.</p>
<p align="center">Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia</p>
<p align="center">
<p align="center">Ttd /cap</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">Jacob Nuwa Wea</p>
<p>Tembusan :</p>
<p>1          Presiden Republik Indonesia ( sebagai laporan );</p>
<p>2          Wakil Presiden Republik Indonesia ( sebagai laporan );</p>
<p>3          Para Menteri Kabinet Gotong Royong.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-20meniii2004-tata-cara-memperoleh-ijin-mempekerjakan-tenaga-kerja-asing" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP- 20/MEN/III/2004 &#8211; TATA CARA MEMPEROLEH IJIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keppres-nomor-25-tahun-2004-tunjangan-jabatan-fungsional-pengawas-ketenagakerjaan-perantara-hubungan-industrial-dan-pengantar-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Keppres NOMOR 25 TAHUN 2004 &#8211; TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL  PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, PERANTARA HUBUNGAN  INDUSTRIAL DAN PENGANTAR KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-102menvi2004-tentang-waktu-kerja-lembur-dan-upah-kerja-lembur" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 102/MEN/VI/2004 &#8211; TENTANG  WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-1-tahun-1970-keselamatan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 1 TAHUN 1970 &#8211; KESELAMATAN KERJA</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1647&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak' rel='bookmark' title='KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK'>KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-67meniv2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING'>KEP-67/MEN/IV/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/per-02menxii2004-pelaksanaan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja-bagi-tenaga-kerja-asing' rel='bookmark' title='PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING'>PER. 02/MEN/XII/2004 &#8211; PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA  BAGI TENAGA KERJA ASING</a> <small>PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/nomor-se140-men-ppk-kk-ii-2004-pemenuhan-kewajiban-syarat-syarat-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-industri-kimia-dengan-potensi-bahaya-besar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INPRES NOMOR 6 TAHUN 2006: KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGAKERJA INDONESIA</title>
		<link>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia</link>
		<comments>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 07:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environmental]]></category>
		<category><![CDATA[Law - Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Privacy and Security]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Workplace Regulations]]></category>
		<category><![CDATA[inpres]]></category>
		<category><![CDATA[Inpres ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan tenaga kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR  6 TAHUN  2006 TENTANG KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK  INDONESIA<br />
NOMOR  6 TAHUN  2006</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center"><strong><br />
KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka reformasi sistem penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, dipandang perlu mengeluarkan Instruksi Presiden tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kepada         : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">1.   Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Menteri Luar Negeri</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Menteri Dalam Negeri</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Menteri Keuangan</p>
<p style="text-align: justify;">6.      Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi</p>
<p style="text-align: justify;">7.      Menteri Perhubungan</p>
<p style="text-align: justify;">8.      Menteri Hukum dan Hak.Asasi Manusia</p>
<p style="text-align: justify;">9.      Menteri Kesehatan</p>
<p style="text-align: justify;">10.  Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara</p>
<p style="text-align: justify;">11.  Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas</p>
<p style="text-align: justify;">12.  Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">13.  Para Gubernur</p>
<p style="text-align: justify;">14.  Para Bupali/Walikota</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Untuk            :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">PERTAMA                :   Mengambil Iangkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, dalam rangka pelaksanaan Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEDUA               :  Dalam mengambil Iangkah-langkah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, berpedoman          kepada program-program sebagaimana tercantum dalam Lampiran Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KETIGA              :  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bertugas :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Membentuk Tim Koordinasi dan Pemantau Pelaksanaan Instruksi Presiden ini dan kelompok kerja sesuai kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menetapkan keanggotaan, susunan organisasi, tugas, tata kerja dan kesekretariatan Tim Koordinasi dan Pemantau Pelaksanaan Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEEMPAT          :  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan Instruksi Presiden sesuai bidang tugasnya, serta melaporkan secara berkala pelaksanaan Instruksi Presiden ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KELIMA              :  Segala biaya sebagai akibat dikeluarkannya Instruksi Presiden ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">KEENAM            :  Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">lnstruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.</p>
<p style="text-align: center;">Dikeluarkan di Jakarta</p>
<p style="text-align: center;">pada tanggal 2 Agustus 2006</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p align="center"><strong>ttd.</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO</strong></p>
<hr style="width: 400px;" />
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>LAMPIRAN</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA</strong></p>
<p style="text-align: center;">NOMOR       :   6 Tahun 2006</p>
<p style="text-align: center;"><strong>TANGGAL  :</strong><strong> 2 Agustus 2006</strong></p>
<h3 style="text-align: center;">KEBIJAKAN REFORMASI SISTEM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA</h3>
<p><strong> </strong></p>
<table style="height: 1713px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="747">
<tbody>
<tr>
<td width="11%">
<p align="center"><strong>Kebijakan</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Program</strong></p>
</td>
<td width="18%">
<p align="center"><strong>Tindakan</strong></p>
</td>
<td width="21%">
<p align="center"><strong>Keluaran</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Sasaran Waktu</strong></p>
</td>
<td width="15%">
<p align="center"><strong>Penanggu</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="11%" valign="top">A. Penempatan TKI</td>
<td rowspan="4" width="15%" valign="top">1.   Penyederhanaan dan   Desentralisasi pelayanan penempatan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Pengesahan permintaan nyata TKI (Job order/   Demand Letter) oleh KBRI /KJRI secara on-line system</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah dan kualifikasi Calon TKI dapat segera   diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan (Pemerintah Pusat, Pemerintah   Daerah,</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans,   Mendagri</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">b.   Penerbitan Surat Izin Pengerahan (SIP)</td>
<td width="21%" valign="top">SIP terbit dalam waktu 1   hari kerja<em></em></td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">c.   Penyuluhan, seleksi dan   penandatanganan Perjanjian Penempatan</td>
<td width="21%" valign="top">Pelaksanaan dalam waktu 3 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI, Bupati/Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top">d    Penerbitan Paspor TKI di   Daerah</td>
<td width="21%" valign="top">Biaya   pengurusan Paspor menjadi murah dengan pengaman biometric dalam waktu 3 hari   kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.   Penerbitan Kartu Tenaga   Kerja Luar Negeri (KTKLN)</td>
<td width="21%" valign="top">Biaya   Murah dan Waktu Penerbitan 1 hari kerja</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top">2.  Peningkatan Kualitas dan   Kuantitas Calon TKI.</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Peningkatan fungsi market intelegence dari   Perwakilan RI.</td>
<td width="21%" valign="top">Roadshow /promosi   jasa Tenaga Kerja Indonesia di negara penerima TKI.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans, BNP2TKI,</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.   Pemeriksaan awal kesehatan Calon TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil pemeriksaan selesai dalam 1 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkes, BNP2TKI, PPTKIS</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.  Peningkatan mutu   penyelenggaraan pelatihan</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah TKI berketrampilan meningkat.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI</p>
<p>Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.   Calon TKI melakukan uji kompetensi oleh   Lembaga yang terakreditasi.</td>
<td width="21%" valign="top">Pelaksanaan   dan hasil uji kompetensi 1 hari kerja.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans,   BNP2TKI, Kepala Lembaga Uji Kompetensi</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.   Pemeriksaan lanjutan   kesehatan (khusus sesuai permintaan negara penempatan) Calon TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil   pemeriksaan selesai tidak lebih dari 14 hari kerja</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkes, BNP2TKI, PPTKIS</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">f.   Peningkatan perjanjian   kerja sama dengan Negara Penerima TKI berketrampilan</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah MOU /MCN (mandatory counsular notification)   dengan Negara Penerima TKI meningkat dari 5 menjadi 17 buah.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juli 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">g.   Optimalisasi Bursa Kerja   Kabupaten/Kota</td>
<td width="21%" valign="top">Calon TKI terdaftar pada Dinas Kabupaten /Kota   yang membidangi ketenagakerjaan</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, BNP2TKI, Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td rowspan="2" width="15%" valign="top">3.   Pelayanan TKI di embarkasi   dan debarkasi dengan Sistem One Roof Services</td>
<td width="18%" valign="top">a.   Penghapusan verifikasi   dokumen keberangkatan TKI di embarkasi</td>
<td width="21%" valign="top">Proses   embarkasi mudah dan cepat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham, Menhub, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.   Konter khusus TKI untuk   pelayanan Imigrasi</td>
<td width="21%" valign="top">Pelayanan   keimigrasian mudah dan cepat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkumham, Menhub, BNP2TKI, Direktur Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II, Direktur Utama Pelindo I, II, III</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.   Penyediaan lounge   kedatangan TKI di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda</td>
<td width="21%" valign="top">Kenyamanan dan keamanan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menhub, Meneg BUMN, BNP2TKI, Direktur Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II</td>
</tr>
<tr>
<td width="11%" valign="top"></td>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.    Peningkatan kelancaran arus kedatangan   barang milik TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Kemudahan pengurusan barang milik TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">September 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menkeu, Menhub, Menakertrans, BNP2TKI, Direktur   Utama PT. (Persero) Angkasa Pura I dan II</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">B.  Perlindungan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Advokasi dan Pembelaan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Fasilitasi   penyediaan bantuan hukum bagi TKI</td>
<td width="21%" valign="top">1.      Fasilitasi penyediaan   lembaga bantuan hukum di Provinsi sumber utama TKI.</p>
<p>2.    Kerja sama perwakilan RI (termasuk perwakilan dagang RI di Taiwan)   dengan law firm setempat di 11 negara penempatan TKI.</p>
<p>3.    Penugasan pejabat POLRI pada negara penempatan TKI sesuai kebutuhan.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juli 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu, Kapolri, Menakertrans, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Penguatan fungsi Perwakilan RI dalam   perlindungan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Pembentukan Citizen Service/ Atase   Ketenagakerjaan di negara Penerima TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Terbentuk Citizen Service /Atase Ketenaga- kerjaan   di 6 Negara yaitu Korea Selatan, Brunei Darussalam, Singapura, Jordania,   Syria, Qatar.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Juni 2007</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menlu</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">C.  Pemberantasan Calo/Sponsor   TKI</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Pemberantasan praktek percaloan/ sponsor   TKI di daerah</td>
<td width="18%" valign="top">Pencegahan dan penindakan praktek percaloan/ sponsor   TKI</td>
<td width="21%" valign="top">1.     Biaya   penempatan Calon TKI turun</p>
<p>2.   Penempatan TKI secara legal meningkat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans. Mendagri, Menkumham, BNP2TKI,   Kapolri, Gubernur, Bupati/ Walikota</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Pemberantasan tindakan   premanisme dan percaloan terhadap TKI di embarkasi/ debarkasi</td>
<td width="18%" valign="top">Tindakan   preventif dan represif bagi calo dan premanisme</td>
<td width="21%" valign="top">Penurunan   kasus percaloan dan premanisme</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkumham, Menhub, Menkeu, BNP2TKI,   Kapolri</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="5" width="11%" valign="top">D.  Lembaga Penempatan TKI</td>
<td width="15%" valign="top">Peningkatan   profesionalitas lembaga Penempatan TKI</td>
<td width="18%" valign="top">a.  Registrasi Ulang PPTKIS</td>
<td width="21%" valign="top">Jumlah dan kualitas PPTKIS sesuai persyaratan   Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Oktober 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">b.  Evaluasi Kinerja PPTKIS</td>
<td width="21%" valign="top">Pencabutan izin PPTKIS yang tidak memenuhi   persyaratan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans. Mendagri, Menlu, BNP2TKI, Kapolri.</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">c.   Penerbitan Surat Ijin Pelaksana Penempatan   Tenaga Kerja Indonesia (SIPPTKI) untuk PPTKIS yang badan hukumnya   berkedudukan di Daerah</td>
<td width="21%" valign="top">SIPPTKIS terbit paling lama dalam waktu 30 hari   kerja setelah permohonan diajukan</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans,</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">d.   Penataan Lembaga Asuransi   Perlindungan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Polis Asuransi langsung bagi setiap TKI</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkeu, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top"></td>
<td width="18%" valign="top">e.  Penataan lembaga Sarana   Kesehatan dan Psikologi TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi TKI   yang dapat dipertanggung- jawaban.</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Menkes, BNP2TKI</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="11%" valign="top">E. Dukungan Lembaga   Perbankan</td>
<td width="15%" valign="top">1.   Fasilitasi Kredit untuk Calon TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Meningkat   kerja sama dengan lembaga perbankan dalam pembiayaan penempatan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Peningkatan realisasi kredit bagi Calon TKI yang   pasti dan murah</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Agustus 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top">Menakertrans, Gubernur, Direktur Utama Perbankan</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" valign="top">2.   Pengelolaan Remitansi TKI</td>
<td width="18%" valign="top">Meningkat   kerja sama dengan perbankan Nasional dengan bank koresponden negara   penempatan TKI</td>
<td width="21%" valign="top">Volume Remitansi melalui bank meningkat</td>
<td width="15%" valign="top">
<p align="center">Desember 2006</p>
</td>
<td width="15%" valign="top"><span style="font-size: xx-small;">Menakertrans, Direktur Utama Perbankan</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center">
<p align="center">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p align="center">
<p align="center">ttd.</p>
<p align="center">
<p align="center">DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO</p>
<p align="center">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kep-226men2003-tata-cara-perizinan-penyelenggaraan-program-pemagangan-di-luar-wilayah-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 226/MEN/2003 &#8211; TATA CARA PERIZINAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN DI LUAR WILAYAH INDONESIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/strategi-dan-program-pendekatan-keselamatan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">STRATEGI DAN PROGRAM PENDEKATAN KESELAMATAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-bersama-tiga-menteri-tentang-hari-hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2009" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN BERSAMA TIGA MENTERI: TENTANG HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2009</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-no-83-tahun-1998-pengesahan-konvensi-ilo-no-87-mengenai-kebebasan-berserikat-dan-perlindungan-hak-untuk-berorganisasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN NO. 83 TAHUN 1998 &#8211; PENGESAHAN KONVENSI ILO NO. 87  MENGENAI  KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK  UNTUK BERORGANISASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peraturan-ketenagakerjaan-non-peraturan-pelaksana-uu-no-13-2003" rel="bookmark" class="wherego_title">Peraturan Ketenagakerjaan Non Peraturan Pelaksana UU No. 13 / 2003</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=949&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-230men2003-golongan-dan-jabatan-tertentu-yang-dapat-dipungut-biaya-penempatan-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA'>KEP. 230/MEN/2003 &#8211; GOLONGAN DAN JABATAN TERTENTU  YANG DAPAT DIPUNGUT BIAYA PENEMPATAN TENAGA KERJA</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/inpres-nomor-6-tahun-2006-kebijakan-reformasi-sistem-penempatan-dan-perlindungan-tenagakerja-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UU NOMOR 1 TAHUN 1970 &#8211; KESELAMATAN KERJA</title>
		<link>http://indosdm.com/uu-nomor-1-tahun-1970-keselamatan-kerja</link>
		<comments>http://indosdm.com/uu-nomor-1-tahun-1970-keselamatan-kerja#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 12:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Law - Legislation]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[K3]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-Undang]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU K3]]></category>
		<category><![CDATA[UU keselamatan kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">NOMOR 1 TAHUN 1970</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">TENTANG</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>KESELAMATAN KERJA</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: justify;">Menimbang :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien;</p>
<p style="text-align: justify;">d.      bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">e.       bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi;</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Pasal-pasal 5, 20 dan 27 Undang-Undang Dasar 1945;</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Pasal-pasal 9 dan 10 Undang-undang No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 No. 55, Tambahan Lembaran Negara No. 2912);</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong.</p>
<p style="text-align: center;">MEMUTUSKAN :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Mencabut : Veiligheidsreglement Tahun 1910 (Stbl. No. 406),</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG KESELAMATAN KERJA.</p>
<p style="text-align: center;">BAB I.</p>
<p style="text-align: center;">TENTANG ISTILAH-ISTILAH</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 1 </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">(1)   &#8220;tempat kerja&#8221; ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut;</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   &#8220;pengurus&#8221; ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   &#8220;pengusaha&#8221; ialah :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha  milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili  orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">(4)   &#8220;direktur&#8221; ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini;</p>
<p style="text-align: justify;">(5)   &#8220;pegawai pengawas&#8221; ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">(6)   &#8220;ahli keselamatan kerja&#8221; ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.</p>
<p style="text-align: center;">BAB II.</p>
<p style="text-align: center;">RUANG LINGKUP</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 2. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)      Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)      Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, mekanik. perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut            atau disimpan bahan atau barang yang : dapat meledak, mudah  terbakar, menggigit, beracun, menimbulkan infeksi, bersuh tinggi;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan   atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya, termasuk bangunan pengairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan;</p>
<p style="text-align: justify;">d.      dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan, pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;</p>
<p style="text-align: justify;">e.       edilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, logam atau bijih logam lainnya, batu-batuan, gas, minyak atau mineral lainnya, baik di permukaan atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan;</p>
<p style="text-align: justify;">f.        dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan, melalui terowongan, di permukaan air, dalam air maupun di udara;</p>
<p style="text-align: justify;">g.       dikerjakan bongkar-muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok, stasiun atau gudang;</p>
<p style="text-align: justify;">h.       dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air;</p>
<p style="text-align: justify;">i.         dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan;</p>
<p style="text-align: justify;">j.        dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;</p>
<p style="text-align: justify;">k.      dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting;</p>
<p style="text-align: justify;">l.         dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lobang;</p>
<p style="text-align: justify;">m.     terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran;</p>
<p style="text-align: justify;">n.       dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah;</p>
<p style="text-align: justify;">o.      dilakukan pemancaran, penyiaran atau penerimaan radio, radar, televisi atau telepon;</p>
<p style="text-align: justify;">p.      dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis;</p>
<p style="text-align: justify;">q.      dibangkitkan, dirubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan listrik, gas, minyak atau air;</p>
<p style="text-align: justify;">r.        diputar film, dipertunjukkan sandiwara atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan, instalasi listrik atau</p>
<p style="text-align: justify;">(3) Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja, ruangan-ruangan atau lapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (2).</p>
<p style="text-align: center;">BAB III.</p>
<p style="text-align: center;">SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 3</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">(1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       mencegah dan mengurangi kecelakaan;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;</p>
<p style="text-align: justify;">d.      memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;</p>
<p style="text-align: justify;">e.       memberi pertolongan pada kecelakaan;</p>
<p style="text-align: justify;">f.        memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;</p>
<p style="text-align: justify;">g.       mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran;</p>
<p style="text-align: justify;">h.       mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan;</p>
<p style="text-align: justify;">i.         memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;</p>
<p style="text-align: justify;">j.        menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;</p>
<p style="text-align: justify;">k.      menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;</p>
<p style="text-align: justify;">l.         memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;</p>
<p style="text-align: justify;">m.     memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya;</p>
<p style="text-align: justify;">n.       mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang;</p>
<p style="text-align: justify;">o.      mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;</p>
<p style="text-align: justify;">p.      mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan dan penyimpanan barang;</p>
<p style="text-align: justify;">q.      mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;</p>
<p style="text-align: justify;">r.        menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)       Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 4. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang, produk teknik dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknik ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur,jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesyahan, pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2) : dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;">BAB IV.</p>
<p style="text-align: center;">PENGAWASAN</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 5. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">a.       Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang-undang ini, sedangkan para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Wewenang dan kewajiban direktur, pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan Undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 6. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Barangsiapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada Panitia Banding.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Tata-cara permohonan banding, susunan Panitia Banding, tugas Panitia Banding dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Pasal 7. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pengawasan berdasarkan Undang-undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 8. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Pengurus diwajibkan memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Norma-norma mengenai pengujian keselamatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.</p>
<p style="text-align: center;">BAB V.</p>
<p style="text-align: center;">PEMBINAAN.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 9. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan;</p>
<p style="text-align: justify;">d.      Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syaratsyarat tersebut di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.</p>
<p style="text-align: justify;">(4)   Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankannya.</p>
<p style="text-align: center;">BAB VI.</p>
<p style="text-align: center;">PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 10. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja-sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Susunan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tugas dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align: center;">BAB VII.</p>
<p style="text-align: center;">KECELAKAAN.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 11. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Tata-cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan.</p>
<p style="text-align: justify;">BAB VIII.</p>
<p style="text-align: justify;">KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 12. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan;</p>
<p style="text-align: justify;">d.      Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan;</p>
<p style="text-align: justify;">e.       Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p style="text-align: center;">BAB IX.</p>
<p style="text-align: center;">KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 13. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barangsiapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.</p>
<p style="text-align: center;">BAB X.</p>
<p style="text-align: center;">KEWAJIBAN PENGURUS.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 14. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengurus diwajibkan :</p>
<p style="text-align: justify;">a.       a.Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, sehelai Undang       undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">b.      b.Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar  keselamatan kerja yang diwajibkan dan  semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut        petunjuk pegawai pengawas atau ahli Keselamatan Kerja;</p>
<p style="text-align: justify;">c.       Menyediakan secara cuma-cuma, semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.</p>
<p style="text-align: center;">BAB XI.</p>
<p style="text-align: center;">KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 15. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">(1)   Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan.</p>
<p style="text-align: justify;">(2)   Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).</p>
<p style="text-align: justify;">(3)   Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 16. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengusaha yang mempergunakan tempat-tempat kerja yang sudah ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku wajib mengusahakan di didalam satu tahun sesudah Undang-undang ini mulai berlaku, untuk memenuhi ketentuan-ketentuan menurut atau berdasarkan Undang-undang ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 17. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selama peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-undang ini belum dikeluarkan, maka peraturan dalam bidang keselamatan kerja yang ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku, tetapi berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 18. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Undang-undang ini disebut &#8220;UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA&#8221; dan mulai berlaku pada hari diundangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;">Disahkan di Jakarta</p>
<p style="text-align: center;">Pada tanggal 12 Januari 1970.</p>
<p style="text-align: center;">PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: center;">SOEHARTO.</p>
<p style="text-align: center;">Jenderal T.N.I.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970.</p>
<p style="text-align: center;">SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,</p>
<p style="text-align: center;">ALAMSJAH</p>
<p style="text-align: center;">Mayor Jenderal T.N.I.</p>
<p style="text-align: center;">
<hr style="width: 1px; text-align: center;" />
<hr style="width: 400px;" />
<p align="center">
<p align="center">PENJELASAN</p>
<p align="center">ATAS</p>
<p align="center">UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970</p>
<p align="center">TENTANG</p>
<p align="center"><strong>KESELAMATAN KERJA.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">PENJELASAN UMUM</p>
<p style="text-align: justify;">Veiligheidsreglement yang ada sekarang dan berlaku mulai 1910 (Stbl. No. 406) dan semenjak itu di sana-sini mengalami perobahan mengenai soal-soal yang tidak begitu berarti, ternyata dalam banyak hal sudah terbelakang dan perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan peraturan perlindungan tenaga kerja lainnya dan perkembangan serta kemajuan teknik, teknologi dan industrialisasi di Negara kita dewasa ini dan untuk selanjutnya. Mesin-mesin, alat-alat, pesawat-pesawat baru dan sebagainya yang serba pesik banyak dipakai sekarang ini, bahan-bahan tehnis baru banyak diolah dan dipergunakan, sedangkan mekanisasi dan elektrifikasi diperluas di mana-mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan majunya industrialisasi, mekanisasi, elektrifikasi dan modernisasi, maka dalam kebanyakan hal berlangsung pulalah peningkatan intensitet kerja operasionil dan tempo kerja para pekerja. Hal-hal ini memerlukan pengerahan tenaga secara intensief pula dari para pekerja. Kelelahan, kurang perhatian akan hal-hal lain, kehilangan keseimbangan dan lain-lain merupakan akibat dari padanya dan menjadi sebab terjadinya kecelakaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahan-bahan yang mengandung racun, mesin-mesin, alat-alat, pesawatpesawat dan sebagainya yang serba pelik serta cara-cara kerja yang buruk, kekurangan ketrampilan dan latihan kerja, tidak adanya pengetahuan tentang sumber bahaya yang baru, senantiasa merupakan sumber-sumber bahaya dan penyakit-penyakit akibat kerja. Maka dapatlah difahami perlu adanya pengetahuan keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang maju dan tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya dengan peraturan yang maju akan dicapai keamanan yang baik dan realistis yang merupakan faktor sangat penting dalam memberikan rasa tentram, kegiatan dan kegairahan bekerja pada tenaga-kerja yang bersangkutan dan hal ini dapat mempertinggi mutu pekerjaan, meningkatkan produksi dan produktivitas kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengawasan berdasarkan Veiligheidsreglement seluruhnya bersifat repressief.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Undang-undang ini diadakan perobahan prinsipiil dengan merobahnya menjadi lebih diarahkan pada sifat preventief.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam praktek dan pengalaman dirasakan perlu adanya pengaturan yang baik sebelum perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik atau bengkel-bengkel didirikan, karena amatlah sukar untuk merobah atau merombak kembali apa yang telah dibangun dan terpasang di dalamnya guna memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Peraturan baru ini dibandingkan dengan yang lama, banyak mendapatkan perobahan-perobahan yang penting, baik dalam isi, maupun bentuk dan sistimatikanya. Pembaruan dan perluasannya adalah mengenai :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Perluasan ruang lingkup.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Perobahan pengawasan repressief menjadi preventief.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Perumusan teknis yang lebih tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Penyesuaian tata-usaha sebagaimana diperlukan bagi pelaksanaan pengawasan.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Tambahan pengaturan pembinaan Keselamatan Kerja bagi management dan Tenaga Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">6.      Tambahan pengaturan mendirikan Panitya Pembina Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">7.      Tambahan pengaturan pemungutan retribusi tahunan.</p>
<p style="text-align: justify;">PENJELASAN PASAL DEMI PASAL.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 1.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perumusan ini ruang lingkup bagi berlakunya Undang undang ini jelas ditentukan oleh tiga unsur:</p>
<p style="text-align: justify;">1        Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi sesuatu usaha,</p>
<p style="text-align: justify;">2        Adanya tenaga kerja yang bekerja disana,</p>
<p style="text-align: justify;">3        Adanya bahaya kerja ditempat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak selalu tenaga kerja harus sehari-hari bekerja dalam sesuatu tempat kerja. Sering pula mereka untuk waktu-waktu tertentu harus memasuki ruangan-ruangan untuk mengontrol, menyetel, menjalankan instalasi-instalasi, setelah mana mereka keluar dan bekerja selanjutnya di lain tempat. Instalasi-instalasi itu dapat merupakan sumber-sumber bahaya dan dengan demikian haruslah memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja yang berlaku baginya, agar setiap orang termasuk tenaga kerja yang memasukinya dan atau untuk mengerjakan sesuatu disana, walaupun untuk jangka waktu pendek, terjamin keselamatannya. Instalasi-instalasi demikian itu misalnya rumah-rumah, transformator, instalasi pompa air yang setelah dihidupkan berjalan otomatis, ruangan-ruangan instalasi radio, listrik tegangan tinggi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber berbahaya adakalanya mempunyai daerah pengaruh yang meluas. Dengan ketentuan dalam ayat ini praktis daerah pengaruh ini tercakup dan dapatlah diambil tindakan-tindakan penyelamatan yang diperlukan. Hal ini sekaligus menjamin kepentingan umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya suatu pabrik dimana diolah bahan-bahan kimia yang berbahaya dan dipakai serta dibuang banyak air yang mengandung zat-zat yang berbahaya. Bila air buangan demikian itu dialirkan atau dibuang begitu saja ke dalam sungai maka air sungai itu menjadi berbahaya, akan dapat mengganggu kesehatan manusia, ternak ikan dan pertumbuhan tanam-tanaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu untuk air bungan itu harus diadakan penampungannya tersendiri atau dikerjakan pengolahan terdahulu, dimana zat-zat kimia di dalamnya dihilangkan atau dinetraliseer, sehingga airnya itu tidak berbahaya lagi dan dapat dialirkan kedalam sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan Undang-undang ini dipakai pengertian tentang tenaga kerja sebagaimana dimuat dalam Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja, maka dipandang tidak perlu di muat definisi itu dalam Undang-undang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha-usaha yang dimaksud dalam Undang-undang ini tidak harus selalu mempunyai motif ekonomi atau motif keuntungan, tapi dapat merupakan usaha-usaha sosial seperti perbengkelan di Sekolah-sekolah teknik, usaha rekreasi-rekreasi dan di rumah-rumah sakit, di mana dipergunakan instalasi-instalasi listrik dan atau mekanik yang berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2) Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (3) Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (4) Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (5) Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (6).</p>
<p style="text-align: justify;">Guna pelaksanaan Undang-undang ini diperlukan pengawasan dan untuk ini diperlukan staf-staf tenaga-tenaga pengawas yang kuantitatief cukup besar serta bermutu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak saja diperlukan keahlian dan penguasaan teoritis bidang-bidang spesialisasi yang beraneka ragam, tapi mereka harus pula mempunyai banyak pengalaman di bidangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Staf demikian itu tidak didapatkan dan sukar dihasilkan di Departemen Tenaga Kerja saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu dengan ketentuan dalam ayat ini Menteri Tenaga Kerja dapat menunjuk tenaga-tenaga ahli dimaksud yang berada di Instansi-instansi Pemerintah dan atau Swasta untuk dapat memformeer Personalia operasionil yang tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dengan demikian Menteri Tenaga Kerja dapat mendesentralisir pelaksanaan pengawasan atas ditaatinya Undang-undang ini secara meluas, sedangkan POLICY NASIONALNYA tetap menjadi TANGGUNG-JAWABNYA dan berada di tangannya, sehingga terjamin pelaksanaannya secara SERAGAM dan SERASI bagi seluruh Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">Materi yang diatur dalam Undang-undang ini mengikuti perkembangan masyarakat dan kemajuan teknik, teknologi serta senantiasa akan dapat sesuai dengan perkembangan proses industrialisasi Negara kita dalam rangka Pembangunan Nasional  Selanjutnya akan dikeluarkan peraturan-peraturan organiknya, terbagi baik atas dasar pembidangan teknis maupun atas dasar pembidangan industri secara sektoral. Setelah Undang-undang ini, diadakanlah Peraturan-peraturan perundangan Keselamatan Kerja bidang Listrik, Uap, Radiasi dan sebagainya, pula peraturan perundangan Keselamatan Kerja sektoral, baik di darat, di laut maupun di udara.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat ini diperinci sumber-sumber bahaya yang dikenal dewasa ini yang bertalian dengan:</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Keadaan mesin-mesin, pesawat-pesawat, alat-alat kerja serta peralatan lainnya, bahan-bahan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Sifat pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Cara kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      Proses produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (3).</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ketentuan dalam ayat ini dimungkinkan diadakan perubahan-perobahan atas perincian yang dimaksud sesuai dengan pendapatan-pendapatan baru kelak kemudian hari, sehingga Undang-undang ini, dalam pelaksanaannya tetap berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 3.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat ini dicantumkan arah dan sasaran-sasaran secara konkrit yang harus dipenuhi oleh syarat-syarat keselamatan kerja yang akan dikeluarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2).   Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 4.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">Syarat-syarat keselamatan kerja yang menyangkut perencanaan dan pembuatan diberikan pertama-tama pada perusahaan pembuata atau produsen dari barang-barang tersebut, sehingga kelak dalam pengangkutan dan sebagainya itu barang-barang itu sendiri tidak berbahaya bagi tenaga kerja yang bersangkutan dan bagi umum, kemudian pada perusahaan-perusahaan yang memperlakukannya selanjutnya yakni yang mengangkutnya, yang mengedarkannya, memperdagangkannya, memasangnya, memakainya atau mempergunakannya, memeliharanya dan menyimpannya. Syarat-syarat tersebut di atas berlaku pula bagi barang-barang yang didatangkan dari luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2). Dalam ayat ini ditetapkan secara konkrit ketentuan-ketentuan</p>
<p style="text-align: justify;">yang harus dipenuhi oleh syarat-syarat yang dimaksud.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (3).   Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 5  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 6.  Cukup jelas. Panitia Banding ialah Panitia Teknis, yang anggota-anggotanya terdiri dari ahli-ahli dalam bidang yang diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 7.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 8.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 9.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 10.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (1).</p>
<p style="text-align: justify;">Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertugas memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan dalam,perusahaan yang bersangkutan serta dapat memberikan penjelasan dan penerangan efektif pada para pekerja yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat (2).</p>
<p style="text-align: justify;">Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu Badan yang terdiri dari unsur-unsur penerima kerja, pemberi kerja</p>
<p style="text-align: justify;">dan pemerintah (tripartite).</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 11.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 12.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 13.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan barang siapa ialah setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan di tempat kerja itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 14.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 15.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 16.  Cukup jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 17.</p>
<p style="text-align: justify;">Peraturan-peraturan Keselamatan Kerja yang ditetapkan berdasarkan veiligheidsreglement 1910 dianggap ditetapkan berdasarkan Undang-undang ini sepanjang tidak bertentangan dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 18.  Cukup jelas.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s-pendahuluan" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S: PENDAHULUAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-226men2000-perubahan-pasal-1-pasal-3-pasal-4-pasal-8-pasal11-pasal20-dan-pasal-21-peraturan-menteri-tenaga-kerja-nomor-per-01men1999-tentang-upah-minimum" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP-226/MEN/2000 &#8211; PERUBAHAN PASAL 1,  PASAL 3, PASAL 4, PASAL 8, PASAL,11, PASAL20, DAN PASAL 21 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA &#8211; NOMOR PER-01/MEN/1999 TENTANG UPAH MINIMUM</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-235men2003-jenis-jenis-pekerjaan-yang-membahayakan-kesehatan-keselamatan-atau-moral-anak" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 235/MEN/2003 &#8211; JENIS-JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN  KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL ANAK</a></li><li><a href="http://indosdm.com/uu-nomor-34-tahun-1990-pemberian-tambahan-santunan-bagi-tenaga-kerja-yang-meninggal-dunia-dan-mengalami-cacat-total-tetap-karena-kecelakaan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">UU NOMOR 34 TAHUN 1990 &#8211;  PEMBERIAN TAMBAHAN SANTUNAN BAGI TENAGA KERJA YANG MENINGGAL DUNIA DAN MENGALAMI CACAT TOTAL TETAP KARENA KECELAKAAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang" rel="bookmark" class="wherego_title">KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a></li><li><a href="http://indosdm.com/persiapan-wawancara-pekerjaan" rel="bookmark" class="wherego_title">PERSIAPAN WAWANCARA PEKERJAAN</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=934&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-nomor-79-tahun-1998-tentang-penyelenggaraan-program-jaminan-sosial-tenaga-kerja' rel='bookmark' title='PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA'>PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 79 TAHUN 1998 &#8211; TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/keputusan-presiden-nomor-75-tahun-1995-penggunaan-tenaga-kerja-warga-negara-asing-pendatang' rel='bookmark' title='KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG'>KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 1995 &#8211; PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG</a> <small>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peraturan-pemerintah-pengganti-undang-undang' rel='bookmark' title='PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL'>PERPEPU NOMOR 1 TAHUN 2005  &#8211; PENANGGUHAN MULAI BERLAKUNYA  UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG  PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL</a> <small>PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/uu-nomor-1-tahun-1970-keselamatan-kerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

