<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Public Sector and Non-Profit</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/human-resources-management/public-sector-and-non-profit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membangun Soft Competency SDM:  Upaya Memenangkan Persaingan Rumah Sakit</title>
		<link>http://indosdm.com/membangun-soft-competency-sdm-upaya-memenangkan-persaingan-rumah-sakit</link>
		<comments>http://indosdm.com/membangun-soft-competency-sdm-upaya-memenangkan-persaingan-rumah-sakit#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 06:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Public Sector and Non-Profit]]></category>
		<category><![CDATA[hard competency]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Soft competency]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1460</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa ahli menyatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan merupakan hard competency sedangkan sikap dan perilaku sebagai soft competency. Lalu sisi mana dari kompetensi SDM ini yang merupakan peluang sebagai keunggulan kompetitif bagi rumah sakit?
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit' rel='bookmark' title='MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT'>MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</a> <small>Ada sebuah model manajemen SDM yang di kenal yaitu model...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN</a> <small>Bagian 1 dari 3 tulisan Dua sumber daya yang paling...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1461" style="margin: 10px; float: left;" title="pelayan_rs" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/pelayan_rs.jpg" alt="pelayan_rs" width="200" height="212" />Istilah keunggulan kompetitif  (<em>competitive advantage</em>) sudah sering kita dengarkan di era penuh persaingan ini.  Bahwa untuk bisa memenangkan persaingan, maka organisasi/perusahaan  harus mempunyai keunggulan kompetitif dibanding perusahaan lain. Konsep inipun berlaku bagi  rumah sakit. Dengan makin banyaknya rumah sakit-rumah sakit yang bermunculan, maka tentu saja tingkat persaingan semakin ketat. Kalau dulu kita ibaratkan, pasienlah yang membutuhkan rumah-sakit, tetapi sekarang ini, rumah sakitlah yang membutuhkan pasien. Nah, untuk bisa memenangkan pilihan pasien, maka rumah sakit harus mempunyai keunggulan dibanding rumah sakit lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah sakit merupakan perusahaan pelayanan jasa, dimana produk yang dihasilkan sifatnya tidak berujud (<em>intangible</em>) dan berasal dari pemberi pelayanan tersebut yang dalam hal ini adalah  petugas atau kita sebut SDM. SDM merupakan unsur penting baik dalam produksi maupun penyampaian jasa. SDM menjadi bagian diferensiasi yang mana perusahaan jasa menciptakan nilai tambah dan memperoleh keunggulan kompetitifnya. Sumber daya alat dan prasarana yang lain memungkinkan untuk ditiru dan juga dipunyai oleh rumah sakit lain, tetapi tidak demikian dengan SDM.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara masalah SDM tentu saja terkait dengan kompetensi. Kompetensi pada umumnya didefinisikan sebagai kombinasi antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap/perilaku (<em>attitude</em>) seorang karyawan sehingga mampu melaksanakan pekerjaannya. Beberapa ahli menyatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan merupakan hard competency sedangkan sikap dan perilaku sebagai <em>soft competency</em>. Lalu sisi mana dari kompetensi SDM ini yang merupakan peluang sebagai keunggulan kompetitif bagi rumah sakit?</p>
<p style="text-align: justify;">Pengetahuan merupakan output dari pendidikan formal yang diperoleh. Dalam standar minimal pelayanan rumah sakit jenis dan tingkat pendidikan SDM sudah ditentukan sesuai dengan tipe rumah sakit. Misalnya rumah sakit tipe C, maka minimal harus mempunyai 4 dokter spesialis yaitu spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan spesialis kandungan. Karena ini merupakan standar minimal, maka rumah sakit tipe C lainpun akan memenuhinya. Contoh lain, tenaga keperawatan adalah dengan tingkat penddikan D3. Maka rumah sakit manapun standar pendidikan perawat adalah D3. Ketrampilan merupakan wujud dari perjalanan pengalaman seseorang dan seringnya melakukan ketrampilan tersebut. Semakin lama dan semakin sering SDM melakukan tindakan maka semakin trampil. Keahlian melakukan tindakan, misalnya memasang infuse, pada awal sebagai karyawan, mungkin masih belum trampil, tetapi setelah sering melakukan tindakan memasang infuse maka lama-lama pasti makin trampil. Untuk meningkatkan ketrampilan inipun bisa dilakukan dengan pelatihan. Sehingga ketrampilan SDM di rumah sakit bisa dengan mudah ditiru oleh rumah sakit lain<em>. Hard competency</em> baik pengetahuan dan ketrampilan biasanya lebih mudah untuk dikembangkan dan tidak memerlukan biaya pelatihan yang besar untuk menguasainya dan rumah sakit manapun bisa melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap/perilaku (<em>attitude</em>) merupakan refleksi dari konsep nilai yang diyakini, karakteristik pribadi dan motivasi karyawan. Konsep nilai bahwa bekerja adalah ibadah, menolong orang lain adalah kewajiban, bersikap baik dan tersenyum pada semua orang adalah sebuah keharusan akan menumbuhkan kinerja yang baik pada karyawan. Motivasi untuk selalu semangat bekerja, belajar dan meningkatkan kompetensi diri adalah sesuatu yang mahal dan tidak dipunyai oleh semua orang. Apalagi customer rumah sakit sangat berbeda dengan customer perusahaan jasa yang lain. Bayangkan anda memasuki rumah sakit dengan peralatan yang lengkap dan canggih tetapi karyawannya tidak bersikap ramah, judes dan tidak bersahabat, anda pasti ingin segera meninggalkan tempat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pemberi pelayanan jasa, sikap dan perilaku inilah yang akan bisa dirasakan oleh customer/pasien. Siapapun karyawan , yang berpendidikan tinggi atau tidak, yang trampil menyuntik atau tidak, kalau sikap dan perilaku kepada pasien tidak baik maka tetap saja pelayanan jasa yang diterima juga tidak baik. <em>Soft competency</em> ini sifatnya tersembunyi dan untuk mengembangkannya memerlukan waktu yang panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau rumah sakit bisa mengembangkan <em>soft competency</em> dengan  menumbuhkan sikap dan perilaku positif pada semua karyawannya, menciptakan lingkungan yang kondusif dan memacu motivasi semua karyawannya untuk berkembang dan maju, maka ini merupakan sesuatu keunggulan yang bisa bersaing dengan  rumah sakit lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit" rel="bookmark" class="wherego_title">MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/komunikasi-dan-soft-skills" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMUNIKASI DAN SOFT SKILLS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-upaya-untuk-bisa-terlibat-aktif-dalam-six-sigma" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran Profesional HR dalam Six Sigma &#8211; Upaya untuk bisa terlibat aktif dalam Six Sigma</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1460&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit' rel='bookmark' title='MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT'>MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</a> <small>Ada sebuah model manajemen SDM yang di kenal yaitu model...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-tugas-dan-proses' rel='bookmark' title='TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES'>TEAMWORK: TUGAS DAN PROSES</a> <small>Kapanpun orang-orang bekerjasa bersama, mereka menggunakan dua jenis keterampilan. Pertama,...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN</a> <small>Bagian 1 dari 3 tulisan Dua sumber daya yang paling...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/membangun-soft-competency-sdm-upaya-memenangkan-persaingan-rumah-sakit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</title>
		<link>http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit</link>
		<comments>http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 02:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Public Sector and Non-Profit]]></category>
		<category><![CDATA[MSDM Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Specified HRM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah model manajemen SDM yang di kenal yaitu model 7P yang merupakan kependekan dari Perencanaan - Penerimaan - Pengembangan - Pembudayaan - Pendayagunaan - Pemeliharaan - Pensiun yang keseluruhannya menggambarkan siklus kegiatan manajemen SDM mulai dari perencanaan SDM sampai karyawan memasuki masa pensiun. Bagaimana Aplikasinya di rumah sakit? Kita simak ulasannya.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN</a> <small>Bagian 1 dari 3 tulisan Dua sumber daya yang paling...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan' rel='bookmark' title='MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN'>MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a> <small>Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sumber daya manusia merupakan elemen organisasi yang sangat penting. Sumber daya manusia merupakan pilar utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Karenanya harus dipastikan sumber daya ini dikelola dengan sebaik mungkin agar mampu member kontribusi secara optimal. Maka diperlukanlah sebuah pengelolaan secara sistematis dan terencana agar tujuan yang diinginkan dimasa sekarang dan masa depan bisa tercapai yang sering disebut sebagai manajemen sumber daya manusia. Tujuan manajemen sumberdaya manusia adalah mengelola atau mengembangkan kompetensi personil agar mampu merealisasikan misi organisasi dalam rangka mewujudkan visi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan dalam hal SDM, sarana prasarana dan peralatan yang dipakai. Sering rumah sakit dikatakan sebagai organisasi yang padat modal, padat sumber daya manusia, padat tehnologi dan ilmu pengetahuan serta padat regulasi. Padat modal karena rumah sakit memerlukan investasi yang tinggi untuk memenuhi persyaratan yang ada. Padat sumberdaya manusia karena didalam rumah sakit pasti terdapat berbagai profesi dan jumlah karyawan yang banyak. Padat tehnologi dan ilmu pengetahuan karena di dalam rumah sakit terdapat peralatan-peralatan canggih dan mahal serta kebutuhan berbagai disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat. Padat regulasi karena banyak regulasi/peraturan-peraturan yang mengikat berkenaan dengan syarat-syarat pelaksanaan pelayanan di rumah sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber daya manusia yang ada di rumah sakit terdiri dari : 1) Tenaga kesehatan yang meliputi medis (dokter), paramedis(perawat) dan paramedis non keperawatan yaitu apoteker, analis kesehatan, asisten apoteker, ahli gizi, fisioterapis, radiographer, perekam medis. 2) Tenaga non kesehatan yaitu bagian keuangan, administrasi, personalia dll.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah model manajemen SDM yang di kenal yaitu model 7P yang merupakan kependekan dari Perencanaan &#8211; Penerimaan &#8211; Pengembangan &#8211; Pembudayaan &#8211; Pendayagunaan &#8211; Pemeliharaan &#8211; Pensiun yang keseluruhannya menggambarkan siklus kegiatan manajemen SDM mulai dari perencanaan SDM sampai karyawan memasuki masa pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;">Penerapan model 7P di rumah sakit meliputi :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">1.      <strong>Perencanaan</strong>. Perencanaan merupakan aktivitas proses penetapan apa yang ingin dicapai dan pengorganisasian sumberdaya untuk mencapainya. Perencanaan sumber daya manusia meliputi jenis tenaga yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya yang disesuaikan dengan lingkup pelayanan yang akan dilaksanakan. berapa jumlah dokternya, perawatnya dan tenaga lainnya serta apakah perlu fisioterapis atau tenaga yang lain tergantung lingkup pelayanannya. Lingkup pelayanan ini biasanya ditentukan berdasarkan tipe rumah sakitnya. Lingkup pelayanan rumah rumah sakit (tipe A/B/C/D) mempunyai standar minimal. Misalnya untuk rumah sakit tipe C minimal pelayanan medisnya adalah 4 besar spesialistik yaitu spesialis obsgyn, anak, bedah dan dalam. Dengan adanya ketentuan tersebut maka tentu saja perencanaan SDM di rumah sakit tipe C akan berbeda dengan tipe yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">2.      <strong>Penerimaan.</strong> Penerimaan karyawan merupakan tahap yang sangat kritis dalam manajemen SDM. Bukan saja karena biaya proses penerimaan karyawan sangat mahal tetapi merekrut orang yang tidak tepat ibarat menanam benih yang buruk. Ia akan menghasilkan buah yang dapat merusak tatanan sebuah organisasi secara keseluruhan. Rumah sakit perupakan sebuah organisasi pelayanan jasa yang sifat produknya <em>intangible</em> (tidak bisa dilihat) tetapi bisa dirasakan. Dan pelayanan ini hampir mutlak langsung diberikan oleh karyawan (bukan oleh mesin/atau alat). Sehingga sikap, perilaku dan karakter karyawan sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Oleh karena itu, proses penerimaan SDM rumah sakit harus memperhatikan sikap, perilaku dan karakter calon karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">3.      <strong>Pengembangan.</strong> Kompetensi SDM tidak terbentuk dengan otomatis. Kompetensi harus dikembangkan secara terencana sesuai dengan pengembangan usaha agar menjadi kekuatan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Di rumah sakit diperlukan karyawan yang selalu meningkat kompetensinya karena tehnologi, ilmu pengetahuan tentang pelayanan kesehatan berkembang sangat pesat dari waktu kewaktu. Adanya peralatan baru, metode perawatan yang berubah merupakan contoh betapa perlunya pengembangan kompetensi. Kegiatan pengembangan kompetensi ini antara lain pendidikan dan pelatihan, pemagangan di rumah sakit lain, rotasi, mutasi.</p>
<p style="text-align: justify;">4.      <strong>Pembudayaan.</strong> Budaya perusahaan merupakan pondasi bagi organisasi dan pijakan bagi pelaku yang ada didalamnya. Budaya organisasi adalah norma-norma dan nilai-nilai positif yang telah dipilih menjadi pedoman dan ukuran kepatutan perilaku para anggota organisai. Anggota organisasi boleh pintar secara rasional, tetapi kalau tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kebiasaan positif maka intelektual semata akan dapat menimbulkan masalah bagi organisasi. Pembentukan budaya organisasi merupakan salah satu lingkup dalam manajemen SDM.</p>
<p style="text-align: justify;">5.      <strong>Pendayagunaan.</strong> <em>The right person in the right place</em> merupakan salah satu prinsip pendayagunaan. Bagaimana kita menempatkan SDM yang ada pada tempat atau tugas yang sebaik-baiknya sehingga SDM tersebut bisa bekerja secara optimal. Ada SDM yang mudah bergaul, luwes, sabar tetapi tidak telaten dalam hal keadministrasian. Mungkin SDM ini cocok di bagian yang melayani publik daripada bekerja di kantor sebagai administrator. Lingkup pendayagunaan ini adalah mutasi, promosi, rotasi, perluasan tugas dan tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">6.      <strong>Pemeliharaan.</strong> SDM merupakan manusia yang memiliki hak asasi yang dilindungi dengan hukum. Sehingga SDM tidak bisa diperlakukan semaunya oleh perusahaan karena bisa mengancam organisasi bila tidak dikelola dengan baik. SDM perlu dipelihara dengan cara misalnya pemberian gaji sesuai standar, jamisan kesehatan, kepastian masa depan, membangun iklim kerja yang kondusif, memberikan penghargaan atas prestasi dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">7.      <strong>Pensiun.</strong> Dengan berjalannya waktu SDM akan memasuki masa pensiun. Rumah sakit harus menghindari kesan &#8221; habis manis sepah dibuang&#8221;, dimana ketika karyawannya sudah masa pensiun kemudian di keluarkan begitu saja. Karena itu sepatutnya rumah sakit mempersiapkan karyawannya agar siap memasuki dunia purna waktu dengan keyakinan. Ada banyak hal yang bisa disiapkan yaitu pemberikan tunjangan hari tua yang akan diberikan pada saat karyawan pensiun, pemberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk membekali calon purnakarya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">Melamun dan Bisnis</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-234men2003-waktu-kerja-dan-istirahat-pada-sektor-usaha-energi-dan-sumber-daya-mineral-pada-daerah-tertentu" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 234/MEN/2003 &#8211; WAKTU KERJA DAN ISTIRAHAT PADA SEKTOR USAHA  ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PADA DAERAH TERTENTU</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajemen-perubahan-vs-krisis-moneter-global" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJEMEN PERUBAHAN VS KRISIS MONETER GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/memanfaatkan-games-pada-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Memanfaatkan Games Pada Training</a></li><li><a href="http://indosdm.com/manajemen-phk-vs-krisis-finansial-global" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJEMEN PHK VS KRISIS FINANSIAL GLOBAL</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1439&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-pendahuluan' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; PENDAHULUAN</a> <small>Bagian 1 dari 3 tulisan Dua sumber daya yang paling...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan' rel='bookmark' title='Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan'>Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a> <small>Penelitian Ilmiah yang dilakukan kepada 250 responden dari 2 perusahaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/model-pengembangan-dinamika-kelompok-karyawan' rel='bookmark' title='MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN'>MODEL PENGEMBANGAN DINAMIKA KELOMPOK KARYAWAN</a> <small>Inti dari semua pendekatan itu adalah mengembangkan pemahaman siapa diri...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah-sakit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

