<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; HR As Consultant</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/human-resources-management/hr-as-consultant/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Peran Profesional HR dalam Six Sigma &#8211; Upaya untuk bisa terlibat aktif dalam Six Sigma</title>
		<link>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-upaya-untuk-bisa-terlibat-aktif-dalam-six-sigma</link>
		<comments>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-upaya-untuk-bisa-terlibat-aktif-dalam-six-sigma#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 18:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[HR As Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Re-Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[hr roles]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi HR dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran HR dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran-Peran dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Six Sigma Roles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[HRD memiliki peranan substansial untuk kesuksesan inisiatif Six Sigma. Tapi kesempatan untuk memberikan kontribusi hanya akan didapat jika para professionalnya memiliki skill dan ilmu yang tepat dan mampu menunjukkan kepada para eksekutif keuntungan apa yang dapat mereka berikan. Raihlah kemampuan tersebut sekarang dan pastikan para pimpinan senior menyadari bahwa HRD dapat menunjang keberhasilan inisiatif Six Sigma. Niscaya mereka akan menyadari bahwa Six Sigma tidak akan berhasil tanpa anda!
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab' rel='bookmark' title='Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &amp; Tanggung Jawab'>Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &#038; Tanggung Jawab</a> <small>Seiring dengan inisiatif Six sigma pada organisasi utama, masih banyak...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma' rel='bookmark' title='Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &amp; Peran-Peran Dalam Six Sigma'>Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a> <small>Agar dapat memahami peranan penting HR dalam Six Sigma, penting...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Mary Federico dan  Tom Thomson</p>
<p><strong>Bagian 3  dari 3 Tulisan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hanya karena para HR professional memiliki  peran dalam kesuksesan Six Sigma, hal ini tidak otomatis berarti bahwa mereka lalu  akan diminta berpartisipasi.  Kecuali jika  anda bekerja di sebuah perusahaan yang menganggap HRD adalah partner dalam semua  inisiatif bisnis. Karena itu, anda mungkin harus berusaha untuk dilibatkan  didalam Six Sigma.<strong> </strong></p>
<p>HRD dapat dengan pesat memperbesar  kesempatan untuk dilibatkan di Six Sigma dengan:</p>
<ul type="disc">
<li>Menunjukkan       bahwa HR professional memiliki skill dan pengetahuan yang tepat</li>
<li style="text-align: justify;">Melakukan       marketing untuk potensi kontribusinya di awal inisiatif</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Mendapatkan Skil dan ilmu yang tepat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai tambahan untuk hal yang  berhubungan dengan HR/organizational development, HR professional harus merasa  familiar dengan konsep Six Sigma itu sendiri. Tanpa pengetahuan dasar tentang  metode DMAIC, alat penunjang, peran, jargon, dan bahkan tentang metode-metode  statistik sederhana, HR tidak akan dianggap memiliki kredibilitas untuk menjadi  seorang kontributor potensial.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang adalah waktu yang tepat  untuk menggali ilmu tersebut. Bahkan jika perusahaan anda tidak sedang  menjalankan atau bahkan tidak sedang mempertimbangkan tentang Six Sigma. Ada dua alasan mengapa  seorang HR Professional perlu meluangkan waktu sekarang untuk mengenal konsep  Six Sigma. Pertama, jika pada suatu hari perusahaan anda memutuskan untuk  mengimplementasikan Six Sigma, tidak akan ada waktu untuk menyusul  ketertinggalan. HRD harus terlibat dari awal. Selain itu, ada banyak aplikasi  Six Sigma untuk bidang HRD sendiri, contohnya: proses payroll, benefits  administration, selection, recruitment.   HRD harus berfikir untuk menjadi contoh bagi perusahaan dengan  mengadopsi teknik-teknik Six Sigma untuk meningkatkan kinerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan Marketing untuk Kontribusi  Potensial HRD</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tantangan marketing ini ada dua.  Pertama para eksekutif senior mungkin tidak percaya bahwa masalah SDM (<em>people issue</em>) sama pentingnya dengan  komponen teknis, dalam kesuksesan Six Sigma. Dalam kasus ini, HR perlu menjual pentingnya  sisi SDM. Kedua, para eksekutif harus menganggap HRD mampu memberikan  kontribusi yang signifikan dari sudut pandang kepentingan SDM Six Sigma. Di samping  dengan meyakinkan bahwa HRD memiliki skill dan ilmu seperti yang dipaparkan  diatas, HRD juga dapat menjawab tantangan tersebut dengan:<strong></strong></p>
<ul type="disc">
<li style="text-align: justify;">Mengumpulkan       data penunjang yang perlu diperhatikan untuk kepentingan SDM dari Six       Sigma. Sumber-sumber potensial tersebut diantaranya dapat berupa buku,       studi kasus dan konferensi tentang Six Sigma atau para eksekutif dari       perusahaan yang sudah lebih dulu menerapkan Six Sigma</li>
<li style="text-align: justify;">Menarik       pelajaran dari inisiatif perusahaan yang sebelumnya di mana isu SDM       dan/atau aksi HRD terbukti memainkan peran penting dalam sebuah kesuksesan       atau kegagalan.</li>
<li style="text-align: justify;">Mengadakan       pertemuan dengan para eksekutif untuk membahas goal-goal Six Sigma kemudian       mengidentifikasi wilayah di mana HRD dapat memberikan bantuan yang       spesifik dan terukur</li>
<li style="text-align: justify;">Berbicara       dengan Six Sigma Leaders and Champions dalam bahasa Six Sigma, bukan dalam       bahasa HR. Para eksekutif ini biasanya tertarik untuk meningkatkan       efisiensi  (mis; biaya internal) dan       efektifitas (mis: apa yang dianggap sebagai ”defektan” oleh customer). HR       perlu memahami cara berpikir para eksekutif tersebut dan menyesuaikannya       dengan servis HRD</li>
<li style="text-align: justify;">Mulai       memberi contoh dan mengaplikasikan Six Sigma didalam fungsi HR</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">HRD memiliki peranan substansial  untuk kesuksesan inisiatif Six Sigma. Tapi kesempatan untuk memberikan  kontribusi hanya akan didapat jika para professionalnya memiliki skill dan ilmu  yang tepat dan mampu menunjukkan kepada para eksekutif keuntungan apa yang  dapat mereka berikan. Raihlah kemampuan tersebut sekarang dan pastikan para pimpinan  senior menyadari bahwa HRD dapat menunjang keberhasilan inisiatif Six Sigma. Niscaya  mereka akan menyadari bahwa Six Sigma tidak akan berhasil tanpa anda!</p>
<p><strong>About The Authors</strong></p>
<p>Vice president Mary Federico dan  Senior Vice President Tom Thomson dari Aon Management Consulting/Rath &amp;  Strong dapat dihubungi di <a href="mailto:rathstrong_info@aoncons.com">rathstrong_info@aoncons.com</a> untuk komentar atau diskusi mengenai artikel ini. Untuk keterangan lebih lanjut  kunjungi <a href="http://www.rathstrong.com">http://www.rathstrong.com</a>.</p>
<p><strong>Kontributor Penterjemah:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-329" style="margin: 10px; float: left;" title="mega" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega-150x150.jpg" alt="Mega V. White" width="150" height="150" /></a><strong>Mega V. White.</strong> Mega menamatkan pendidikan sebagai sarjana Humaniora (B.A) Program Sastra Inggris dari Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk melengkapi keahlian berbahasa Asing, dia telah melengkapi gelar kesarjaanaannya dengan mengikuti pendidikan intensive bahasa Madarin di Beijing Language and Culture University, China.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam posisinya sebagai Program and Communication Coodinator di International Chamber of Commerce &#8211; Indonesia National Committee (Kamar Dagang dan Industri Internasional) saat ini, ia  masih menyempatkan diri untuk  menulis, menterjemahkan berbagai literature bahasa asing.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain aktivtas-aktivitas tersebut kecintaannya pada bidang-bidang pengembangan SDM pernah dilaluinya dengan menjadi instruktur lepas untuk training-training “Building leadership and teamwork skills through outbound programs” di OBI Outward Bound Indonesia Jakarta dan PT. Boogieadvindo Bandung.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/aplikasi-six-sigma-program-efisiensi-fungsi-hrd" rel="bookmark" class="wherego_title">APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD</a></li><li><a href="http://indosdm.com/performance-appraisal-kontrol-untuk-mencegah-terjadinya-kesalahan-dalam-penilai" rel="bookmark" class="wherego_title">PERFORMANCE APPRAISAL: Kontrol untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penilai</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &#038; Tanggung Jawab</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a></li><li><a href="http://indosdm.com/perkembangan-dan-evolusi-teori-balanced-scorecard" rel="bookmark" class="wherego_title">Perkembangan dan Evolusi Teori Balanced Scorecard</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=356&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab' rel='bookmark' title='Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &amp; Tanggung Jawab'>Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &#038; Tanggung Jawab</a> <small>Seiring dengan inisiatif Six sigma pada organisasi utama, masih banyak...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma' rel='bookmark' title='Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &amp; Peran-Peran Dalam Six Sigma'>Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a> <small>Agar dapat memahami peranan penting HR dalam Six Sigma, penting...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-upaya-untuk-bisa-terlibat-aktif-dalam-six-sigma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Profesional HR dalam Six Sigma – Wilayah Kontribusi &amp; Tanggung Jawab</title>
		<link>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab</link>
		<comments>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 18:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[HR As Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Re-Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[hr roles]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi HR dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran HR dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran-Peran dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Six Sigma Roles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan inisiatif Six sigma pada organisasi utama, masih banyak faktor yang menentukan kesuksesan anda. Beberapa diantaranya akan berada di wilayah tanggung jawab HRD, seperti yang akan dibahas berikut ini.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma' rel='bookmark' title='Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &amp; Peran-Peran Dalam Six Sigma'>Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a> <small>Agar dapat memahami peranan penting HR dalam Six Sigma, penting...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-observasi-pada-kerja-kelompok' rel='bookmark' title='TEAMWORK: OBSERVASI PADA KERJA KELOMPOK'>TEAMWORK: OBSERVASI PADA KERJA KELOMPOK</a> <small>Selama mengerjakan setiap tugas, semua anggota harus mencoba memperhatikan setiap...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh Mary Federico dan  Tom Thomson</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian 2  dari 3 Tulisan</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Seiring dengan inisiatif Six sigma pada organisasi utama,  masih banyak faktor yang menentukan kesuksesan anda. Beberapa diantaranya akan berada  di wilayah tanggung jawab HRD, seperti yang akan dibahas berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Seleksi dan Retensi untuk Black Belt</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memilih orang yang tepat untuk peran  Black Belt sangat penting artinya bagi keberhasilan sebuah inisiatif Six Sigma.  Investasi training adalah hal yang substansial untuk peran inti ini. Black Belt  adalah “wajah” dari Six Sigma. Para Black Belt membantu membentuk image perusahaan  atau organisasi, dan akibatnya, kemauan orang untuk mendukung inisiatif  tersebut. Inilah sebabnya mengapa seorang Black Belt harus dipilih dengan  sangat hati-hati. (Beberapa perusahaan hanya memilih Black Belt dari  orang-orang yang sudah dikenal sebagai orang-orang “berpotensi tinggi.”)</p>
<p style="text-align: justify;">Para professional HR lah yang membantu  Six Sigma leaders untuk memilih orang-orang yang akan memegang peranan sebagai  Black Belt dan memastikan bahwa mereka tetap berada di posisi tersebut untuk  rotasi dua-tahunan. Kontribusi yang dapat diberikan HRD untuk area ini  mencakup:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li style="text-align: justify;">Membangun       model kompetensi yang akan membantu mengenali kandidat mana yang memiliki       perpaduan yang tepat untuk leadership skill, team skill, dan technical       skill.</li>
<li style="text-align: justify;">Membuat <em>job-description</em> yang membantu       para kandidat memahami posisi dan ekspektasi yang diberikan padanya       sebelum mulai direkrut.</li>
<li style="text-align: justify;">Mengembangkan       strategi retensi untuk memastikan agar para Black Belt menuntaskan rotasi tersebut       dengan baik dan perusahaan mendapatkan keuntungan dalam investasi training       dan development</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penghargaan dan Kenang-kenangan<em> (Reward</em> dan <em>Recognition)</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian penghargaan berupa reward  dan recognition untuk Black Belt dan tim Six Sigma tidak semudah kelihatannya. Para black Belt memiliki latar belakang yang berbeda  dalam perusahaan, dan level perkerjaan dan rancangan kompensasi mereka pun berbeda-beda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerumitan semacam ini biasa terjadi  di level project team. Proyek-proyek Six Sigma yang dipimpin oleh para Black  belt biasanya akan menghasilkan penghematan finansial hingga beberapa ratus  ribu dolar. Untuk menentukan hal-hal seperti siapa orang yang tepat untuk suatu  posisi dan bagaimana cara memberikan <span style="text-decoration: underline;">reward/recognition</span> kepada tim  tersebut bukanlah pekerjaan mudah. Mengabaikan masalah ini dapat membuat orang  cenderung tidak menyukai dan mengabaikan konsep Six Sigma dan akan berdampak  pada kegagalan inisiatif Six Sigma secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Para professional HR dapat membantu Six  Sigma Leaders untuk memberikan penghargaan berupa reward/recognition dengan  tepat. Hal-hal yang dapat dikontribusikan oleh seorang professional HR mencakup:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Menganalisis       rancangan kompensasi yang ada untuk menidentifikasi sampai dimana       rancangan tersebut dapat mendukung inisiatif Six Sigma</li>
<li>Merancang       rencana kompensasi strategis yang akan mendukung Six Sigma dengan lebih       efektif</li>
<li>Mengembangkan       program penghargaan non keuangan (<em>non-monetary       reward)</em> untuk tim Six Sigma</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efektifitas Project Team</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Six Sigma  kebanyakan dikerjakan dalam level tim, dipimpin oleh seorang Black Belt yang memimpin  sebuah tim kecil dengan langkah-langkah dari metode DMAIC. Jika tim tersebut  tidak berfungsi dengan baik atau tidak dapat berinteraksi secara efektif dengan  pihak lain yang memiliki peran penting dalam mendukung dan menjalankan  perubahan dalam perusahaan, proyek tersebut kemungkinan besar tidak akan  berhasil. Berdasarkan tipikal <em>potential  payback</em> dari suatu proyek, sebuah kegalalan bisa menjadi pengeluaran yang  sangat mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">Para professional HR dapat membantu tim agar dapat bekerjasama  dengan lebih efektif, diantaranya dengan:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li style="text-align: justify;">Meyakinkan       para team leader dan team member untuk melaksanakan training dan/atau       coaching tentang teamwork, conflict management, komunikasi, menghadapi       team member yang sulit, dan efektifitas skill teamwork lainnya</li>
<li style="text-align: justify;">Melengkapi       tim dengan alat-alat yang dapat membantu mereka mendiagnosa performa       mereka sendiri dan mengidentifikasi dimana dan kapan mereka membutuhkan bantuan</li>
<li style="text-align: justify;">Berperan       sebagai sebuah sumber daya bagi Black Belt yang dapat membantu menjawab       tantangan-tantangan yang tidak dapat teratasi yang berhubungan dengan       kerja tim.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menciptakan Budaya Six Sigma</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak Six Sigma Sponsor, Champion  dan Leader melihat konsep Six Sigma sebagai sebuah cara merubah budaya perusahaan  menjadi budaya yang lebih berbasis data atau <em>data-driven</em>, lebih proaktif, dan berorientasi pada pelanggan (<em>customer-oriented)</em>. Tapi jarang yang  mengetahui bagaimana cara menciptakan perubahan budaya yang sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Para professional HR dapat membantu pihak  eksekutif melakukan pendekatan perubahan budaya (<em>culture change</em>) dengan lebih terfokus kepada tujuan bisnis (<em>business goals) </em>tanpa menimbulkan resistensi.  Misalnya dengan cara:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li style="text-align: justify;">Bekerja       dengan para Six Sigma Sponsors, Leaders, and Champions untuk       mengidentifikasi elemen-elemen budaya yang dapat menghambat tercapainya       goal Six Sigma</li>
<li style="text-align: justify;">Memberi       masukan untuk rencana perubahan yang menargetkan elemen-elemen budaya yang       spesifik tersebut.</li>
<li style="text-align: justify;">Mengidentifikasi       cara yang dapat digunakan untuk menciptakan konsep Six Sigma yang sejalan,       dan bukan bertentangan, dengan budaya yang ada.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komunikasi dan Managemen Perubahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memperkenalkan Six Sigma kepada  sebuah perusahaan atau organisasi berarti membuat sebuah perubahan besar dan  akan menimbulkan efek yang signifikan untuk kelompok pemegang saham. Para manager dan staff dalam level yang berbeda-beda akan  diminta untuk merubah kebiasaannya. Banyak pihak yang akan merasa bingung  bagaimana konsep Six Sigma ini dapat sejalan dengan sejumlah besar inisiatif  lain yang saat itu sedang berlangsung.</p>
<p style="text-align: justify;">HR professional dapat membantu  mengurangi ketidakpastian dan kepanikan disekitar Six Sigma dan meningkatkan level  penerimaan dan kooperasi dalam perusahaan, diantaranya dengan cara:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="disc">
<li>Menyusun       draft sebuah perencanaan change management/ communications yang mengacu       kepada sisi SDM dari Six Sigma.</li>
<li>Membantu       menyusun sebuah “<em>case for change</em>”       yang mendeskripsikan:
<ul type="circle">
<li>Alasan        dan keuntungan dari Six Sigma</li>
<li style="text-align: justify;">Cara        perusahaan membantu staffnya menjalankan cara kerja baru</li>
<li>Bagaimana        Six Sigma dapat berjalan beriringan dengan inisiatif lain yang sedang berlangsung</li>
</ul>
</li>
<li style="text-align: justify;">Mengadakan       konseling untuk Six Sigma Leaders and Champions yang membahas bagaimana       sikap mereka dapat membantu atau menghambat penerimaan konsep Six Sigma dalam       perusahaan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>About The Authors</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Vice president Mary Federico dan  Senior Vice President Tom Thomson dari Aon Management Consulting/Rath &amp;  Strong dapat dihubungi di <a href="mailto:rathstrong_info@aoncons.com">rathstrong_info@aoncons.com</a> untuk komentar atau diskusi mengenai artikel ini. Untuk keterangan lebih lanjut  kunjungi <a href="http://www.rathstrong.com">http://www.rathstrong.com</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor Penterjemah:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-329" style="margin: 10px; float: left;" title="mega" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega-150x150.jpg" alt="Mega V. White" width="150" height="150" /></a><strong>Mega V. White.</strong> Mega menamatkan pendidikan sebagai sarjana Humaniora (B.A) Program Sastra Inggris dari Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk melengkapi keahlian berbahasa Asing, dia telah melengkapi gelar kesarjaanaannya dengan mengikuti pendidikan intensive bahasa Madarin di Beijing Language and Culture University, China.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam posisinya sebagai Program and Communication Coodinator di International Chamber of Commerce &#8211; Indonesia National Committee (Kamar Dagang dan Industri Internasional) saat ini, ia  masih menyempatkan diri untuk  menulis, menterjemahkan berbagai literature bahasa asing.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain aktivtas-aktivitas tersebut kecintaannya pada bidang-bidang pengembangan SDM pernah dilaluinya dengan menjadi instruktur lepas untuk training-training “Building leadership and teamwork skills through outbound programs” di OBI Outward Bound Indonesia Jakarta dan PT. Boogieadvindo Bandung.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a></li><li><a href="http://indosdm.com/aplikasi-six-sigma-program-efisiensi-fungsi-hrd" rel="bookmark" class="wherego_title">APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD</a></li><li><a href="http://indosdm.com/human-sigma-five-new-rules-for-management" rel="bookmark" class="wherego_title">HUMAN SIGMA: FIVE NEW RULES FOR MANAGEMENT</a></li><li><a href="http://indosdm.com/peran-ihk-dalam-membangun-kompetensi" rel="bookmark" class="wherego_title">PERAN IHK*) DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengembangan-diri-menjadi-profesional-yang-diburu-di-pasar-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengembangan diri menjadi profesional yang diburu di pasar kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keuntungan-six-sigma" rel="bookmark" class="wherego_title">Keuntungan Six Sigma</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=354&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma' rel='bookmark' title='Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &amp; Peran-Peran Dalam Six Sigma'>Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &#038; Peran-Peran Dalam Six Sigma</a> <small>Agar dapat memahami peranan penting HR dalam Six Sigma, penting...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/teamwork-observasi-pada-kerja-kelompok' rel='bookmark' title='TEAMWORK: OBSERVASI PADA KERJA KELOMPOK'>TEAMWORK: OBSERVASI PADA KERJA KELOMPOK</a> <small>Selama mengerjakan setiap tugas, semua anggota harus mencoba memperhatikan setiap...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/peran-profesional-hr-dalam-six-sigma-%e2%80%93-wilayah-kontribusi-tanggung-jawab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran HR Professional dalam Six Sigma &#8211; Definisi &amp; Peran-Peran Dalam Six Sigma</title>
		<link>http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma</link>
		<comments>http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 00:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[HR As Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[Re-Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran HR]]></category>
		<category><![CDATA[Peran HR dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Peran-Peran dalam Six Sigma]]></category>
		<category><![CDATA[six sigma]]></category>
		<category><![CDATA[Six Sigma Roles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Agar dapat memahami  peranan penting HR dalam Six Sigma, penting rasanya untuk memulai diskusi ini dengan memahami terlebih dahulu apakah yang disebut Six Sigma itu, peran apa saja yang ada dalam implementasi Six Sigma, dan semua faktor penting yang dibutuhkan dari sebuah implementasi yang sukses.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/aplikasi-six-sigma-program-efisiensi-fungsi-hrd' rel='bookmark' title='APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD'>APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD</a> <small>TREN BARU APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Mary Federico dan  Tom Thomson</p>
<p>Bagian 1  dari 3 Tulisan</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin anda pernah  mendengar tentang Six Sigma, mungkin pada saat berhubungan dengan General  Electric, perusahaan yang mempopulerkan istilah tersebut pada tahun 1990-an. bahkan  anda juga mungkin sudah mengetahui bahwa Six Sigma mempergunakan teknik-teknik  statistik untuk meningkatkan proses-proses yang terjadi dalam industry manufakturing  maupun jasa. Tapi tahukah anda bahwa Bagian SDM / Human Resources Department (HRD)  memiliki peranan penting dalam pendekatan pengembangan proses canggih ini? Atau  bahwa inisiatif Six Sigma ini sebenarnya tidak akan berhasil tanpa campur  tangan orang HRD?</p>
<p style="text-align: justify;">Para HR professional dengan  skil tertentu dapat memberikan kontribusi untuk inisiatif Six Sigma dalam level  taktis dan strategis. Artikel ini akan menunjukkan area-area tertentu dimana  HRD dapat memainkan peran dalam Six Sigma dan juga membahas bagaimana caranya  agar para HR professional meningkatkan kesempatan untuk terlibat dalam  pembuatan keputusan dan implementasi Six Sigma.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar dapat memahami  peranan penting HR dalam Six Sigma, penting  rasanya untuk memulai diskusi ini dengan memahami terlebih dahulu apakah yang  disebut Six Sigma itu, peran apa saja yang ada dalam implementasi Six Sigma,  dan semua faktor penting yang dibutuhkan dari sebuah implementasi yang sukses.</p>
<p><strong>Definisi Six Sigma</strong></p>
<p>Istilah &#8220;Six  Sigma&#8221; secara luas digunakan untuk mengacu pada konsep-konsep berikut:<strong> </strong></p>
<ul type="disc">
<li style="text-align: justify;">Sebuah       metode terstruktur untuk mengembangkan proses-proses bisnis. Metode ini,       yang dinamakan DMAIC (define, measure, analyze, improve, and control), didukung       oleh sekumpulan alat statistik sebagai penunjang</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Sebuah ukuran statistik untuk mengukur sebaik apa sebuah proses  bisnis berjalan. Sebuah proses dalam “Six Sigma” hanya memproduksi 3,4 (produk)  cacat (defektan) dalam satu juta product yang diproduksi. Beberapa proses dalam  level sigma yang lebih rendah (seperti dalam konsep One sigma dan Four sigma) terbukti  menghasilkan lebih banyak jumlah defektan dalam setiap satu juta kesempatan. Bisa  saja suatu proses dijalankan dalam level sigma yang lebih tinggi (yang akan menghasilkan  defektan yang lebih sedikit), tetapi Six Sigma sudah banyak dikenal sebagai  standar untuk suatu performa yang baik.</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li style="text-align: justify;">Sebuah       pola pikir yang terorganisir di mana orang membuat keputusan berdasarkan       data yang ada, pencarian akar permasalahan, mendefinisikan suatu defektan       lebih berdasarkan kepentingan pelanggan daripada kepentingan internal, adanya       kontrol variasi, track leading indicator untuk mencegah terjadinya sebuah       masalah, dll.</li>
</ul>
<p><strong>Peran-peran dalam Six Sigma</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Six Sigma menggunakan istilah-istilah  dari dunia bela diri untuk menamakan berbagai peran professional dalam konsep Six  Sigma. Tabel di bawah ini adalah gambaran umum bagaimana peranan-peranan  tersebut didefinisikan.</p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="588">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="588">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Table 1:</strong> Peran-Peran dan Tanggung          Jawab dalam Six Sigma</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sponsor</strong></td>
<td width="463">Senior executive yang mendukung Inisiatif Six        Sigma secara keseluruhan.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Leader</strong></td>
<td width="463">Senior-level executive yang bertanggung jawab        untuk implementasi Six Sigma dalam bisnis.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Champion</strong></td>
<td width="463">Middle- atau senior-level executive yang        menunjang suatu proyek Six Sigma yang lebih spesifik, memastikan bahwa        sumber daya sudah tersedia dan masalah lintas fungsi (cross-functional issues)        dapat dipecahkan.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Black Belt</strong></td>
<td width="463">Full-time professional yang bertindak sebagai team        leader dalam proyek Six Sigma. Biasanya  menjalankan empat sampai lima minggu kelas        training tentang metode, alat statistik, dan (kadang) team skill.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Master Black Belt</strong></td>
<td width="463">Black Belt yang berpengalaman dan sukses yang        telah me-manage beberapa proyek dan merupakan ekspert dalam Six Sigma        metode/tools. Bertanggung jawab untuk acara coaching/mentoring/training untuk        para Black Belt dan untuk membantu para leaders dan Champions menjaga inisiatif        Six Sigma tetap berjalan sesuai jalurnya.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Green Belt</strong></td>
<td width="463">Part-time professional yang berpartisipasi        dalam tim Black Belt project atau memimpin proyek yang lebih kecil. Biasanya        punya dua minggu kelas training mengenai metode dan basic statistical        tools.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Team Member</strong></td>
<td width="463">Para professional yang memiliki kesadaran        umum mengenai Six Sigma (tanpa melalui training formal) dan yang membawa        pengalaman atau keahlian yang relevan kedalam proyek tertentu.</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Process Owner</strong></td>
<td width="463">Seorang professional yang bertanggung jawab        atas proses bisnis yang menjadi target proyek Six Sigma tesebut.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align: justify;">Para Leaders dan Champion biasanya  akan diberikan training tingkat tinggi mengenai aspek-aspek teknis dalam Six  Sigma dan juga training spesifik tentang cara memimpin sebuah inisiatif. Pada  level “Belt”, tiap kandidat akan mendapatkan sebuah proyek (training project) yang  harus dikerjakan selama masa training formal. Para  kandidat akan menghadiri kelas training selama seminggu, mengerjakan proyek  selama tiga minggu, lalu kembali ke kelas selama seminggu, dan seterusnya  hingga mereka meraih semua skill untuk menjalankan peran mereka.</p>
<p><strong>About The Authors</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Vice president Mary Federico dan  Senior Vice President Tom Thomson dari Aon Management Consulting/Rath &amp;  Strong dapat dihubungi di <a href="mailto:rathstrong_info@aoncons.com">rathstrong_info@aoncons.com</a> untuk komentar atau diskusi mengenai artikel ini. Untuk keterangan lebih lanjut  kunjungi <a href="http://www.rathstrong.com">http://www.rathstrong.com</a>.</p>
<p><strong>Kontributor Penterjemah:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-329" style="margin: 10px; float: left;" title="mega" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/mega-150x150.jpg" alt="Mega V. White" width="150" height="150" /></a><strong>Mega V. White.</strong> Mega menamatkan pendidikan sebagai sarjana Humaniora (B.A) Program Sastra Inggris dari Universitas Padjadjaran Bandung. Untuk melengkapi keahlian berbahasa Asing, dia telah melengkapi gelar kesarjaanaannya dengan mengikuti pendidikan intensive bahasa Madarin di Beijing Language and Culture University, China.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam posisinya sebagai Program and Communication Coodinator di International Chamber of Commerce &#8211; Indonesia National Committee (Kamar Dagang dan Industri Internasional) saat ini, ia  masih menyempatkan diri untuk  menulis, menterjemahkan berbagai literature bahasa asing.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain aktivtas-aktivitas tersebut kecintaannya pada bidang-bidang pengembangan SDM pernah dilaluinya dengan menjadi instruktur lepas untuk training-training “Building leadership and teamwork skills through outbound programs” di OBI Outward Bound Indonesia Jakarta dan PT. Boogieadvindo Bandung.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/evaluasi-efektivitas-training" rel="bookmark" class="wherego_title">Evaluasi Efektivitas Training</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/aplikasi-six-sigma-program-efisiensi-fungsi-hrd" rel="bookmark" class="wherego_title">APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-contoh-subyek-yang-dapat-dimasukkan-dalam-team-briefing" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: CONTOH SUBYEK YANG DAPAT DIMASUKKAN DALAM TEAM BRIEFING</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengalaman-penglamaan-dan-proses-pembelajaran" rel="bookmark" class="wherego_title">PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=349&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-team-briefing-untuk-pemberi-briefing-peran-manajemen-dalam-komunikasi' rel='bookmark' title='PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI'>PANDUAN TEAM BRIEFING UNTUK PEMBERI BRIEFING: PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI</a> <small>PERAN MANAJEMEN DALAM KOMUNIKASI 2  dari 11 tulisan Sebagai manajer...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/aplikasi-six-sigma-program-efisiensi-fungsi-hrd' rel='bookmark' title='APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD'>APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD</a> <small>TREN BARU APLIKASI SIX SIGMA &#8211; PROGRAM EFISIENSI FUNGSI HRD...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/etika-dalam-kepemimpinan' rel='bookmark' title='Etika dalam Kepemimpinan'>Etika dalam Kepemimpinan</a> <small>1&#8211;Apakah &#8220;Etika&#8221; itu? Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/peran-hr-professional-dalam-six-sigma-definisi-peran-peran-dalam-six-sigma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

