<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indosdm.com &#187; Sharing Articles</title>
	<atom:link href="http://indosdm.com/category/community/sharing-articles/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indosdm.com</link>
	<description>Portal HR &#124; HR Direktori &#124; Artikel MSDM &#124; Diskusi HRD</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Melamun dan Bisnis</title>
		<link>http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis</link>
		<comments>http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 23:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[melamun]]></category>
		<category><![CDATA[Melamun dalam bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[thinking proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2330</guid>
		<description><![CDATA[Apakah melamun itu perbuatan negatif? Ya bisa jadi seperti itu kalau melamun dipandang sebagai pekerjaan yang sia-sia atau perilaku malas. Padahal dalam prakteknya kebanyakan tidak seperti itu. Bagaimana melamun di dunia bisnis? Pada prinsipnya sama saja dengan di dunia non-bisnis. 
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/debat-dalam-dunia-bisnis' rel='bookmark' title='DEBAT DALAM DUNIA BISNIS'>DEBAT DALAM DUNIA BISNIS</a> <small>Dalam prakteknya, tidak seperti debat politik, maka debat di dunia...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia' rel='bookmark' title='SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA'>SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a> <small>Proses pengubahan strategi manajemen suatu organisasi bersifat dinamis. Misalnya ketika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis' rel='bookmark' title='PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS'>PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a> <small>Semakin dituntutnya etika bisnis, perusahaan yang berhasil pada era global...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2331" style="margin: 10px; float: left;" title="melamun" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/10/melamun.jpg" alt="melamun" width="200" height="205" /></p>
<p align="justify">Tiada hari tanpa melamun. Itulah yang terjadi pada setiap manusia di bumi ini. Apakah itu melamunkan suatu kejadian yang telah berlangsung, masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah politik, masalah nasib, masalah ekonomi dsb. Bisa melamunkan hal-hal positif dan bisa juga negative. Tentunya fokus dan bobot yang dilamunkan oleh setiap orang akan berbeda sesuai dengan status sosialnya. Politikus melamun tentang bagaimana memenangkan pemilu, dokter melamun tentang cara-cara pengobatan, dosen atau peneliti melamun tentang metodologi penelitian, militer melamun tentang peperangan dan perdamaian, polisi melamun tentang tertib masyarakat, pebisnis melamun tentang keuntungan dan ekspansi perusahaan, orangtua melamun tentang kesejahteraan keluarga, anak muda melamun tentang cita-cita masa depan atau tentang pacarnya, dsb. Ada kecenderungan semakin banyak masalah yang dihadapi seseorang semakin banyak melamun. Kalau sudah begitu dengan lamunannya,seseorang terkadang tidak sadar ada orang lain yang menegurnya. Semacam sementara waktu kehilangan kendali akan keadaan dirinya.</p>
<p align="justify">Apakah melamun itu perbuatan negatif? Ya bisa jadi seperti itu kalau melamun dipandang sebagai pekerjaan yang sia-sia atau perilaku malas. Padahal dalam prakteknya kebanyakan tidak seperti itu. Seorang peneliti menghasilkan temuan mutakhir diawali dari melamun atau menghayal. Seorang dosen mampu membuat buku-buku ilmiah juga didasarkan pada lamunannya. Seorang pebisnis menemukan suatu komoditi yang layak pasar ketika dia selesai melamun tentang ekspansi bisnis masa depan. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya betapa melamun potensial sebagai salah satu sentra kreatifitas. Hasil studi Kalina Christoff, ketua tim penelitian,, ahli psikologi dari University of British Columbia (UBC) menunjukkan otak akan bekerja aktif pada saat seseorang melamun. Bahkan lebih aktif dibandingkan pada saat kita fokus mengerjakan pekerjaan rutin,&#8221; katanya. Selanjutnya dia mengungkapkan, pada saat melamun, kita tidak bisa segera mencapai apa yang diinginkan. Namun pikiran kita akan memanfaatkan saat itu untuk menyampaikan pertanyaan terpenting dalam hidup kita.</p>
<p align="justify">Bagaimana melamun di dunia bisnis? Pada prinsipnya sama saja dengan di dunia non-bisnis. Misalnya bagaimana perusahaan tertentu dilamunkan oleh segenap unsur manajemen dan bahkan oleh semua karyawannya bahwa akan mampu menjadi bisnis yang bersaing di tengah-tengah era global. Lamunannya atau semacam mimpi/cita-cita itu lalu dibahas dalam suatu rapat manajemen. Disitu disusun langkah-langkah perencanaan strategis dan operasional yang matang. Kemudian disosialisasikan ke seluruh unsur perusahaan. Semua sumberdaya disiapkan dengan terencana dan solid. Dan mulailah bergerak untuk memenuhi lamunannya.</p>
<p align="justify">Lamunan bisa berbentuk hal-hal yang tak masuk di akal, konyol dan dekat dengan sesuatu yang &#8220;gila&#8221;. Namun dengan lamunan, gagasan aneh seperti itu diolah dan  bisa berubah menjadi  sesuatu yang diakui khalayak luas dan tak terduga nilainya. Syaratnya adalah harus dilakukan dalam kondisi rileks. Dengan kata lain gagasan cemerlang tidak mungkin diperoleh ketika suasana hati sedang tegang. Mengapa? Karena ketegangan akan menimbulkan kondisi otak tidak dalam keadaan nyaman dan gagal bekerja secara optimum untuk menghasilkan ide-ide cemerlang dan orisinil. Karena itu banyak hal yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang baru dengan cara melamun dalam suasana santai. Entah ketika masa reses pekerjaan, berlibur, menjelang tidur, dan bahkan di kamar mandi.</p>
<p>Tulisan Asli dari artikel ini, dan artikel lainnya tentang Manajemen SDM dapat juga diakses melalui link:<a rel="bookmark" href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/30/melamun-why-not/"> MELAMUN: WHY NOT?</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong><br />
<img style="margin: 10px; float: left;" title="Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira" src="../wp-content/uploads/2008/10/sjafri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira</strong> seorang blogger yang produktif, beliau adalah Guru Besar di Institut Pertanian Bogor yang mengasuh berbagai mata kuliah di tingkat S1 sampai S3 untuk mata kuliah, di antaranya: MSDM Strategik, Ekonomi Sumberdaya Manusia, Teori Organisasi Lanjutan, Perencanaan SDM, Manajemen Kinerja, Manajemen Pelatihan, Manajemen Program Komunikasi. MSDM Internasional, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan,</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya Program Doctor bidang Bisnis dan dan saat ini masih aktif berbagi ilmu di Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB).<br />
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang diri dan pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi Blog beliau di <a href="http://ronawajah.wordpress.com/tentang-tb-sjafri-mangkuprawira/">Rona Wajah</a></p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/kesalahan-dalam-mengirim-cv-dan-surat-lamaran-pekerjaaan" rel="bookmark" class="wherego_title">Kesalahan Dalam Mengirim CV dan Surat Lamaran Pekerjaaan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/masalah-pokok-dalam-etika-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/team-building-games-hands-knot" rel="bookmark" class="wherego_title">Team Building Games: Hands Knot</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia" rel="bookmark" class="wherego_title">SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari dunia bisnis Jepang</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2330&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/debat-dalam-dunia-bisnis' rel='bookmark' title='DEBAT DALAM DUNIA BISNIS'>DEBAT DALAM DUNIA BISNIS</a> <small>Dalam prakteknya, tidak seperti debat politik, maka debat di dunia...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/siklus-tujuan-strategi-bisnis-dan-strategi-manajemen-mutu-sumber-daya-manusia' rel='bookmark' title='SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA'>SIKLUS TUJUAN, STRATEGI BISNIS, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA</a> <small>Proses pengubahan strategi manajemen suatu organisasi bersifat dinamis. Misalnya ketika...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis' rel='bookmark' title='PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS'>PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a> <small>Semakin dituntutnya etika bisnis, perusahaan yang berhasil pada era global...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/melamun-dan-bisnis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate Responsibility dan Sikap Ramah lingkungan Ala Jepang</title>
		<link>http://indosdm.com/corporate-responsibility-dan-sikap-ramah-lingkungan-ala-jepang</link>
		<comments>http://indosdm.com/corporate-responsibility-dan-sikap-ramah-lingkungan-ala-jepang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 06:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggung jawab perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2211</guid>
		<description><![CDATA[Inovasinya untuk lebih akrab dengan alam di Jepang, tidak saja dipelopori oleh NGO-NGO tetapi telah disepakati oleh pemerintah, dilaksanakan oleh bisnis dan industri, dan tentu saja diamini oleh masyarakat Jepang kebanyakan.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang' rel='bookmark' title='Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang'>Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang</a> <small>Lingkungan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan di Pabrik-pabrik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha' rel='bookmark' title='Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha'>Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha</a> <small>Seperti sudah menjadi rahasia umum di Indonesia pekerja dan pengusaha...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja' rel='bookmark' title='Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja'>Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a> <small>Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2212" style="margin: 10px; float: left;" title="corporate_responsibility" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/05/corporate_responsibility.jpg" alt="corporate_responsibility" width="200" height="213" />Kebanyakan sabun yang kita pakai sehari-hari, di label kemasannya selalu ada peringatan untuk hati-hati jika terkena mata atau tertelan. Terutama untuk anak-anak.</p>
<div class="entry" style="text-align: justify;">
<div class="snap_preview">
<p>Sabtu lalu sebuah dokumenter tentang perusahaan sabun ditampilkan di salah satu channel TV Jepang. Sebenarnya bukan produknya yang ingin diperkenalkan dalam program TV tersebut tetapi direkturnya yang masih muda tetapi sangat bersahaja.</p>
<p>Barangkali yang tinggal di Jepang sering mendapati sabun dengan merek “syabon dama sekken” dalam kanji ditulis <a href="http://www.shabon.com/about">しゃぼん玉石鹸</a>. Perusahaan ini didirikan 1910 di kota Kitakyuusyuu, prefektur Fukuoka. Pendirinya bernama 森田光典（Morita Mitsunori）. Yang ditayangkan dalam program TV Sabtu lalu adalah direktur generasi ketiga, <a href="http://www.shabon.com/about/item_11.html">森田 隼人</a>(Morita Hayato) yang lahir pada tahun 1976.</p>
<p>Pak direktur Morita selalu datang jam 7.00, lebih pagi daripada bawahannya, dan yang dia lakukan pertama kali setibanya di kantor adalah mengepel lantai kantor, tanpa menggunakan gagang pengepel, tapi langsung membungkuk dan mengepel dengan tangan. Tentu saja menggunakan sabun pembersih lantai buatan pabriknya. Saat stafnya mulai berdatangan, dia mengucapkan selamat pagi dan mempersilahkan mereka melewatinya sambil berdiri memberi jalan. Sebagian stafnya adalah pekerja yang bekerja bersama ayahnya, jadi dari segi usia tergolong sudah lanjut.</p>
<p>Sabun dan beberapa produk shampoo yang diproduksi perusahaan ini berkonsep aman lingkungan dan aman untuk kesehatan. Untuk memastikan bahwa sabun tersebut aman ditelan, Pak Direktur setiap hari akan mendatangi tangki/drum untuk mengadon sabun dan memasukkan telunjuknya untuk mencicipi rasa adonan tersebut. Rasanya tentu saja getir, tetapi aman jika tertelan.Pembuatan adonan dipercayakan kepada seorang staf yang sudah bekerja puluhan tahun.</p>
<p>Perusahaan mempekerjakan peneliti-peneliti muda lulusan berbagai universitas di Jepang untuk melakukan terobosan baru dalam produksi sabun. Sabun-sabun produksi Syabon dama sekken tergolong mahal dibandingkan sabun produksi yang lain. Tapi ini bisa dipahami dengan menyaksikan proses dan materi pembuatan sabunnya. Bahan utama yang banyak dipergunakan adalah susu. Barangkali ini yang menyebabkan sabun syabon dama aman untuk ditelan.</p>
<p>Digambarkan pula bahwa perusahaan pun mendapatkan order untuk membuat busa pemadam api yang aman bagi lingkungan. Biasanya yang dipergunakan untuk memadamkan kebakaran adalah air, tetapi busa lebih efektif dan ekonomis untuk pemadaman api di saat sumber air sulit untuk didapatkan.Pada saat uji coba penggunaan busa tersebut, direktur mendatangi pusat pemadaman dan seperti biasa mencicipi busa yang menumpuk, untuk memastikan keamanannya bagi kesehatan.</p>
<p>Apa yang dilakukan oleh direktur Morita dan misi perusahaannya untuk membuat produk yang aman bagi lingkungan adalah sebuah respon baik terhadap keinginan manusia saat ini untuk lebih ramah terhadap lingkungan. Inovasinya untuk lebih akrab dengan alam adalah juga ditempuh oleh beberapa industri mobil yang berlomba untuk memproduksi mobil hybrid. Gerakan ramah lingkungan (Eco-life) semakin berkibar di Jepang. Gerakan ini tidak saja dipelopori oleh NGO-NGO tetapi telah disepakati oleh pemerintah, dilaksanakan oleh bisnis dan industri, dan tentu saja diamini oleh masyarakat Jepang kebanyakan.</p>
<p>Sebuah kasus menarik yang pernah saya jumpai adalah saat berkunjung ke vila seorang sensei di daerah Nagano, kami mencuci piring dengan menggunakan sabun yang tidak berbusa. Menurut sensei ini adalah salah satu langkah untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan air daerah sekitar villa, yang merupakan wilayah yang masih sangat alami di pegunungan sekitar Ontake.</p>
<p>Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang pendidikan dan dunia korporasi di Jepang, dapat juga diakses melalui link: <a title="Corporate Responsibility Ala Jepang" href="http://murniramli.wordpress.com/2009/04/28/sabun-yang-aman-ditelan/">Sabun yang aman ditelan</a></p>
<p><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-396" style="margin: 10px; float: left;" title="murniramli" src="../wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg" alt="Murni Ramli" width="150" height="150" /></a><strong>Murni Ramli. </strong>Lulusan Institut Pertanian Bogor ini pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik di dua sekolah berasrama (boarding school) di Bogor. Dalam kesibukannya saat ini sebagai Kandidat Doctor (PhD) di bidang Manajemen Sekolah di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan, Beliau sangat aktif menulis tentang informasi dan pandangannya seputar manajemen &amp; dunia pendidikan serta berbagai informasi menarik tentang negeri, budaya dan pandangan orang-orang Jepang. Pemilik blog “<a title="Berguru - Murni Ramli" href="http://murniramli.wordpress.com/">Berguru</a>” ini juga sangat menyenangi dunia Penelitian dan Pengembangan serta mempelajari berbagai bahasa sehingga bisa menguasainya dengan cukup baik, di antaranya: Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Jawa, Bugis dan sedikit Bahasa Sunda.</p>
</div>
</div>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/humor-di-lingkungan-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">HUMOR DI LINGKUNGAN KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kuesioner-wawancara-analisa-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/konsep-pembaharuan-kurikulum-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Konsep Pembaharuan Kurikulum di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha" rel="bookmark" class="wherego_title">Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha</a></li><li><a href="http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/dibalik-sopan-santun-bangsa-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Dibalik Sopan Santun Bangsa Jepang</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2211&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/pengaturan-lingkungan-kerja-yang-nyaman-ala-jepang' rel='bookmark' title='Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang'>Pengaturan lingkungan kerja yang nyaman ala Jepang</a> <small>Lingkungan menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan di Pabrik-pabrik...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha' rel='bookmark' title='Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha'>Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha</a> <small>Seperti sudah menjadi rahasia umum di Indonesia pekerja dan pengusaha...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja' rel='bookmark' title='Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja'>Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a> <small>Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Direktur Ryoei adalah bagaimana dia...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/corporate-responsibility-dan-sikap-ramah-lingkungan-ala-jepang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha</title>
		<link>http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha</link>
		<comments>http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 01:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conflict - Dispute Resolution]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Governance]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate Social Responsibility]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2076</guid>
		<description><![CDATA[Seperti sudah menjadi rahasia umum di Indonesia pekerja dan pengusaha sering kali gagal memperoleh titik temu mengenai kepentingan bersama yang harus dijaga. Masalah kritis yang sering terjadi adalah sulitnya mencari equilibrium antara hak-hak dasar pekerja yang harus dipenuhi dan kepentingan pemilik modal yang tidak boleh gagal.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700' rel='bookmark' title='KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00'>KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/studi-baru-menunjukkan-pekerja-lebih-tua-hidup-paling-sehat-sedangkan-para-pekerja-di-usia-30-tahunan-paling-beresiko-terhadap-penyakit' rel='bookmark' title='Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit'>Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit</a> <small>Suatu studi yang baru oleh ComPsych Corporation mengungkapkan lebih dari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep187men-ix2004-iuran-anggota-serikat-pekerjaserikat-buruh' rel='bookmark' title='KEP.187/MEN IX/2004 &#8211; IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH'>KEP.187/MEN IX/2004 &#8211; IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP.187/MEN...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Buruh Unjuk Rasa, Perusahaan Kerahkan Preman&#8221;, begitu judul berita dari sebuah media masa di Jakarta beberapa bulan lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama beberapa minggu hampir di seluruh kota di Indonesia muncul gelombang unjuk rasa yang dilakukan oleh para pekerja dalam rangka menolak Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Mereka menilai SKB tidak berpihak pada kepentingan pekerja yang saat ini tengah terhimpit hidupnya akibat harga-harga yang melambung tinggi hingga jauh di luar jangkauan daya beli yang dimiliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat yang sama media juga memberitakan ribuan karyawan yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Imbas krisis global dianggap telah mempersulit gerak para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya sehingga merasa perlu untuk melakukan pengetatan. Termasuk efisiensi dengan merencanakan PHK.</p>
<p style="text-align: justify;">Desakan para pekerja yang menginginkan kenaikan upah di tengah krisis dinilai semakin menjepit pengusaha. Restrukturisasi yang berimplikasi pada pengurangan jumlah tenaga kerja dianggap sebagai kata kunci yang cukup sakti untuk mempertahankan eksistensi organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti sudah menjadi rahasia umum di Indonesia pekerja dan pengusaha sering kali gagal memperoleh titik temu mengenai kepentingan bersama yang harus dijaga. Masalah kritis yang sering terjadi adalah sulitnya mencari equilibrium antara hak-hak dasar pekerja yang harus dipenuhi dan kepentingan pemilik modal yang tidak boleh gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya intervensi pemerintah tidak mampu menyelesaikan masalah. Malah sering kali menjadi bahan penyulut konflik antara pekerja dan pengusaha. Seperti yang terjadi pada SKB 4 menteri.</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif Kapitalis yang menjadikan pemilik modal sebagai pemegang kedaulatan tertinggi perusahaan sering kali menghadapi dilema ketika dihadapkan pada tuntutan akan kesejahteraan para pekerja. Di satu sisi Kapitalisme mengajarkan pengusaha untuk berfikir bagaimana memaksimumkan profit di sisi lain pekerja berfikir bagaimana memaksimumkan kesejahteraan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi sulit bertemu karena dalam perspektif Kapitalis pekerja adalah alat produksi yang harus dimaksimalkan penggunaannya dengan maintenance cost yang serendah mungkin. Agar tujuan memaksimumkan keuntungan dapat dicapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontradiksi orientasi antara pekerja dan pengusaha yang dibiarkan berlarut-larut dapat membawa perusahaan pada situasi declining performance (David, 2001). Pada titik ini konsep Corporate Social Responsibility (CSR) sedianya dapat membantu menciptakan harmonisasi pekerja dan pengusaha dalam rangka menemukan dan mencapai tujuan-tujuan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Persoalannya selama ini CSR dipahami hanya sebatas alat untuk membangun corporate image. Atau sekedar memenuhi tuntutan kewajiban undang-undang sehingga pelaksanaan CSR seakan kehilangan ruh yang melekat pada kata dasarnya yakni sebuah pertanggungjawaban sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Praktek CSR sebatas alat &#8220;manipulasi&#8221; image pernah dipraktekkan oleh produsen sepatu terkenal. Pada pertengahan tahun 1990-an buruh Reebok di Indonesia hanya dibayar 1,5 dolar per hari. Di tahun 2002, upah mereka merangkak naik menjadi 75 dolar per bulan. Namun, jumlah itu nyaris tak cukup untuk membeli kebutuhan pokok yang melejit tiga kali lipat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya, CEO Reebok Paul Fireman, pada tahun 2000, menerima gaji tahunan sekitar 3,2 juta dolar. Ia tinggal di rumah senilai 12 juta dolar, dan kerap<br />
berlayar dengan yacht seharga 35 juta dolar. Seorang jurnalis menulis, &#8220;jika bos perusahaan sepatu itu menjual kapal pesiarnya, Ia bisa membayar gaji seluruh pekerjanya di Indonesia yang berjumlah 30 ribu selama setahun lebih&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain setiap tahun Reebok menganugerahkan penghargaan bagi para pejuang hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia sebagai salah satu bentuk CSR. Inilah contoh manipulasi CSR yang telah mendorong ribuan buruhnya tidak berhenti berdemonstrasi.</p>
<p><strong>Corporate Social Responsibility, Pekerja, dan Pengusaha</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal perkembangannya korporasi hanya mengenal istilah pemilik (owner). Saat ini konsep korporasi telah berkembang. Keberadaan organisasi harus dipandang dari kepentingan dua kelompok yaitu shareholder dan stakeholder.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah stakeholder pertama kali diperkenalkan dalam Stanford Research Institute Internal Report pada 1963 dan kemudian pada era 1980-an mulai dielaborasi secara sistematis dalam diskursus corporate governance. Khususnya sejak RE Freeman (1984) menerbitkan bukunya &#8220;Strategic Management: A Stakeholder Approach&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bukunya Freeman mendefiniskan stakeholder sebagai &#8220;any group or individual who can affect or is affected by the achievement of the organisation&#8217;s objectives&#8221;. Dalam konteks perusahaan pihak yang paling berperan mempengaruhi tercapainya tujuan pokok perusahaan tentunya dalam urutan hirarkis di posisi puncak adalah para pekerja (eksekutif dan non-eksekutif).</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa mereka perusahaan sama sekali tak akan dapat melakukan fungsinya dan otomatis tujuan perusahaan tak akan dapat dioperasionalisasikan. Pekerja, khususnya non-eksekutif, dalam realitas empirik saat ini sering kali hanya<br />
menjadi kelompok marginal yang jauh dari posisi ideal sebagai stakeholders di mata pengusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengusaha lebih banyak menjaga jarak dan menjauhkan pekerjanya dari ikatan langsung berkesinambungan dengan mengkreasi ikatan-ikatan sesaat (kontrak batas waktu), mengalihkan hubungan kontraktual langsung pekerjanya ke perusahaan lain (outsourcing) dan sebagainya. Dengan berbagai mekanisme yang dilegitimasi oleh regulasi pro kapitalis posisi pekerja non-eksekutif dihilangkan eksistensinya sebagai pemangku kepentingan utama dalam perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi di atas menyebabkan perusahaan tumbuh dalam situasi keterasingan dengan para pekerjanya. Pemilik modal semakin makmur. Sementara pekerja tidak mengalami pertumbuhan yang sejalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterasingan ini semakin menjadi ketika perusahaan lebih memprioritaskan pengembangan program-program CSR yang ditujukan pada stakeholders luar. Mereka menjadi perusahaan terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat terkena bencana, membantu mensponsori program-program sosial pemerintah, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Model CSR yang lebih memprioritaskan tanggungjawab pada stakeholders yang jauh (masyarakat) dan melupakan stakeholder yang dekat (pekerja) adalah sebuah ironi. Apa yang dilakukan Reebok tidak mustahil dilakukan juga oleh perusahaan lainnya di Indonesia. Di mana para eksekutifnya asyik menebar senyum atas segala pujian terhadap program CSR-nya sementara para pekerjanya menangis karena tidak mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Seperti pakaian, perumahan, kesehatan, dan kebutuhan sekolah untuk anak-anak nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Islam dan Kesejahteraan Pekerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika dicermati lebih teliti secara umum ahli-ahli ekonomi sependapat bahwa tenaga kerjalah pangkal produktivitas dari semua faktor produksi yang ada. Teknologi secanggih apa pun takkan menghasilkan sesuatu tanpa tenaga kerja. Namun, bukan berarti pekerja adalah segalanya sehingga dapat menuntut apa saja pada pengusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Islam menempatkan pengusaha dan pekerja dalam kedudukan yang setara. Keduanya adalah mitra dalam bekerja di mana pengusaha adalah pemilik dana yang membutuhkan tenaga pekerja. Sementara pekerja adalah pemilik tenaga yang memerlukan dana. Keduanya saling membutuhkan karenanya harus diatur agar masing-masing dari keduanya menjalankan tugasnya dengan baik dan mendapatkan bagiannya secara benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah swt berfirman: &#8220;Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan&#8221; (QS. al-Zukhruf/43: 32).</p>
<p style="text-align: justify;">CSR dalam perspektif Islam harus dapat menjadi konsep yang menawarkan keseimbangan kepentingan antara shareholders dan stakeholders. Secara teoretik CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral perusahaan terhadap strategic-stakeholdersnya. Termasuk para pekerja. Dengan atau tanpa aturan hukum sebuah perusahaan harus menjunjung tinggi moralitas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ukuran keberhasilan perusahaan dalam pandangan CSR adalah pengedepanan prinsip moral dan etis, yakni menggapai suatu hasil terbaik, dengan paling sedikit merugikan kelompok lainnya. Salah satu prinsip moral yang harus digunakan adalah golden-rules, yang mengajarkan agar seseorang atau suatu pihak memperlakukan orang lain sama seperti apa yang mereka ingin diperlakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip CSR yang seperti ini sesungguhnya sejalan dengan Islam. Rasulullah saw mengatakan &#8220;Kepada pekerja, berilah makan mereka dari apa yang kalian makan; berilah pakaian mereka dengan pakaian seperti yang kalian pakai; janganlah kalian membebani mereka sesuatu yang tidak mampu dijalankan oleh mereka. Jika kalian terpaksa membebani mereka sesuatu yang memberatkan mereka maka bantulah mereka&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p style="text-align: justify;">Hadits Rosulullah di atas memberikan penegasan mengenai keberpihakan Islam terhadap kesejahteraan pekerja. Pekerja sesungguhnya adalah bagian terdekat dari perusahaan di mana hak-hak mereka akan kesejahteraan harus menjadi prioritas utama sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Program CSR untuk lingkungan luas tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan harus terus dilakukan. Namun, agar hal itu tidak sekedar menjadi kamuflase dari sebuah praktek penindasan, maka alangkah lebih etisnya jika perusahaan memulai tanggung jawab sosialnya dengan mensejahterakan pekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan Asli dari artikel in pernah dimuat di http://suratpembaca.detik.com <span class="date">pada Jumat, 27/03/2009 16:24 WIB</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2072 aligncenter" style="margin: 10px; float: left;" title="Mukhamad Najib" src="../wp-content/uploads/2008/10/mnajib.jpg" alt="Mukhamad Najib" width="150" height="161" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mukhamad Najib </strong>adalah Staff Pengajar pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah meraih gelar sarjana dari IPB, melanjutkan ke Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI). Dalam dunia pendidikan ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Manajemen STEI TAZKIA, Wakil Ketua STEI TAZKIA dan Ketua Komisi Kerjasama Departemen Manajemen IPB. Dalam dunia praktis ia pernah menjabat antara lain sebagai Corporate Planning Manager PT Multi Utama Internasional, Redaktur Ahli The Jakarta City Magazine dan konsultan PT Multi Utama Consultindo. Sebagai dosen, berpengalaman mengajar di UI, Univ. Negeri Jakarta, STEI TAZKIA, Univ. Mercu Buana, Univ. Indonusa Esa Unggul, STIAMI, LP3N dan Program Magister Manajemen STIE Kampus Ungu Jakarta. Selain aktif mengajar dan meneliti, ia juga aktif memberikan training dan seminar untuk departemen, badan-badan pemerintah, BUMN, kampus dan praktisi bisnis swasta. Saat ini tengah melanjutkan studi S3 di The University of Tokyo, dan bersama istri serta kedua putranya tinggal di Tokyo.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/studi-baru-menunjukkan-pekerja-lebih-tua-hidup-paling-sehat-sedangkan-para-pekerja-di-usia-30-tahunan-paling-beresiko-terhadap-penyakit" rel="bookmark" class="wherego_title">Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep16men2001-tata-cara-pencatatan-serikat-pekerjaserikat-buruh" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP.16/MEN/2001 &#8211; TATA CARA PENCATATAN SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/per-04men1994-tunjangan-hari-raya-keagamaan-bagi-pekerja-di-perusahaan" rel="bookmark" class="wherego_title">PER-04/MEN/1994 &#8211; TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DI PERUSAHAAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/sumberdaya-manusia-dan-good-corporate-governance" rel="bookmark" class="wherego_title">SUMBERDAYA MANUSIA DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</a></li><li><a href="http://indosdm.com/model-negosiasi-antara-pekerja-dan-pengusaha-dalam-menyelesaikan-perselisihan-industrial-di-sektor-industri" rel="bookmark" class="wherego_title">Model Negosiasi Antara Pekerja Dan Pengusaha Dalam Menyelesaikan Perselisihan Industrial Di Sektor Industri</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2076&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kep-224men2003-kewajiban-pengusaha-yang-mempekerjakan-pekerjaburuh-perempuan-antara-pukul-2300-sampai-dengan-0700' rel='bookmark' title='KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00'>KEP. 224/MEN/2003 &#8211;  KEWAJIBAN PENGUSAHA  YANG MEMPEKERJAKAN PEKERJA/BURUH PEREMPUAN  ANTARA PUKUL 23.00 SAMPAI DENGAN 07.00</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/studi-baru-menunjukkan-pekerja-lebih-tua-hidup-paling-sehat-sedangkan-para-pekerja-di-usia-30-tahunan-paling-beresiko-terhadap-penyakit' rel='bookmark' title='Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit'>Studi Baru Menunjukkan Pekerja Lebih Tua Hidup Paling sehat, Sedangkan Para Pekerja di usia 30 tahunan Paling Beresiko Terhadap Penyakit</a> <small>Suatu studi yang baru oleh ComPsych Corporation mengungkapkan lebih dari...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep187men-ix2004-iuran-anggota-serikat-pekerjaserikat-buruh' rel='bookmark' title='KEP.187/MEN IX/2004 &#8211; IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH'>KEP.187/MEN IX/2004 &#8211; IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP.187/MEN...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/corporate-social-responsibility-pekerja-dan-pengusaha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Sopan Santun Bangsa Jepang</title>
		<link>http://indosdm.com/dibalik-sopan-santun-bangsa-jepang</link>
		<comments>http://indosdm.com/dibalik-sopan-santun-bangsa-jepang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 01:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[japanese manner]]></category>
		<category><![CDATA[keramahtamahan orang jepang]]></category>
		<category><![CDATA[sopan santun jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=2016</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang dikenal khalayak umum, orang Jepang tak biasa berbicara terus terang. Mereka seperti selalu tersenyum,dalam keadaan senang maupun tak senang. Orang non Jepang harus pandai-pandai memahami sikap-sikap tak terbuka seperti ini.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/masa-mencari-kerja-di-jepang' rel='bookmark' title='Masa mencari kerja di Jepang'>Masa mencari kerja di Jepang</a> <small>Bila Anda ingin tahu pengalaman orang Indonesia dalam mencari pekerjaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang' rel='bookmark' title='Belajar dari dunia bisnis Jepang'>Belajar dari dunia bisnis Jepang</a> <small>Atmosfer bekerja yang berbeda sangat saya rasakan di kedua tempat...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sistem-evaluasi-formal-dan-nonformal-terhadap-pengajar-di-jepang' rel='bookmark' title='Sistem evaluasi formal dan nonformal terhadap pengajar di Jepang'>Sistem evaluasi formal dan nonformal terhadap pengajar di Jepang</a> <small>Di semua universitas di Jepang telah diberlakukan sistem evaluasi terhadap...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2017" style="margin: 10px; float: left;" title="japanese_manner" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/03/japanese_manner.jpg" alt="japanese_manner" width="200" height="199" />Seperti yang dikenal khalayak umum, orang Jepang tak biasa berbicara terus terang. Mereka seperti selalu tersenyum,dalam keadaan senang maupun tak senang. Orang non Jepang harus pandai-pandai memahami sikap-sikap tak terbuka seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak bisa disimpulkan bahwa semua orang Jepang demikian, sebab saya banyak juga menjumpai orang-orang yang secara tegas menyebutkan setuju atau tidak setuju, tapi ini sangat jarang <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berkali-kali menjadi interpreter tamu-tamu professor di sini, saya mulai bisa membaca karakter-karakter tersebut.  Dan lucunya saya mengetahui itu melalui acara makan malam bersama yang biasanya mereka dalam keadaan mabuk, dan secara tak sadar berbicara seperti ngelantur tetapi sebenarnya itulah <em>honne</em> (kata hati).</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai misal : Dari beberapa kali kunjungan tamu dari luar negeri yang berdekatan jaraknya, tampaknya para professor mulai bosan dan merasa terbebani dengan tugas-tugas melayani tamu-tamu tersebut. Beberapa mengeluhkan kegiatan penelitian yang tak bisa berlanjut, beberapa lagi mengkritik kegiatannya tak bermakna apa-apa, tanpa hasil dan hanya menyebabkan capek. Oleh karena itu atas keluhan tersebut, saya mengusulkan bagaimana kalau anda menolak saja permintaan berkunjung tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawabannya ternyata tak mudah. Sebagai contoh seorang tamu (tamu B) hendak datang berkunjung pada bulan Januari. Para professor mengatakan tidak bisa sebab ada tamu (tamu A) lain yang akan berkunjung. Maka tamu B kemudian menanyakan bagaimana kalau bulan Februari ? Professor menjawab bahwa bulan tersebut mereka sibuk. Lalu tamu B kembali menawarkan bagaimana jika bulan Maret ? Maka&#8230;dengan sangat terpaksa para professor menerimanya, sebab pantang bagi mereka untuk menolak yang ketiga kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya baru mengetahui bahwa apabila orang Jepang sudah menyatakan keberatan (penolakan dua kali) maka itu artinya mereka benar-benar tidak bisa (menolak, enggan), setelah salah seorang professor menjelaskannya. Tetapi orang asing (tamu) kadang-kadang tidak memahami ini dan tetap menggebu-gebu ingin berkunjung. Sedangkan bagi orang Jepang, tamu harus dihormati seperti raja. Mereka harus dijamu dengan makanan yang serba enak, disiapkan penginapan yang layak, dan diajak plesir. Inilah yang menyita waktu. Tugas-tugas mengerjakan penelitian dan mempersiapkan paper-paper menjadi terhambat karena harus menemani tamu wawancara dan mengunjungi sekolah-sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasakan perbedaannya dengan Indonesia. Di Indonesia dulu, biasanya tamu-tamu yang akan berkunjung ke sekolah akan diltemani oleh dosen-dosen muda (asisten dosen), tetapi di Jepang, mengunjungi sekolah bukanlah pekerjaan yang gampang dengan hanya menelepon kepala sekolah kemudian menyatakan ingin berkunjung. Untuk sekolah-sekolah publik/negeri diperlukan prosedural dan birokrasi yang cukup panjang dan ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh dosen-dosen senior yang pernah berhubungan langsung dengan sekolah tersebut (misalnya memberikan kuliah di sana) atau mengenal salah satu personal di educational board. Saya pikir prosedural ini sama dengan Indonesia atau negara lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, tidak hanya acara berkunjung yang harus mematuhi unggah-ungguh Japanese, tetapi servis yang menurut orang Jepang harus diberikan kepada tamu hingga makan malam. Dan biasanya professor harus merogoh kocek pribadinya termasuk untuk saya dan teman yang bertugas sebagai interpreter <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> Ini yang membuat professor-professor bisa bangkrut jika setiap bulan ada saja tamu yang berkunjung.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menggelikan lagi terkait dengan masalah jamuan di restoran adalah kebiasaan makan orang Jepang yang tidak dipahami oleh tamu asing. Biasanya professor akan menanyakan apa yang bisa dan mau kita makan, terkait dengan kehalalannya. Dan karena bagi sebagian orang asing, ikan mentah dan sushi adalah makanan khas Jepang, maka biasanya jamuan makan malam akan berlangsung di restoran sushi atau ikan yang lumayan memuaskan makanannya. Tetapi seperti biasa, porsi makanan yang disajikan tidak sebanding dengan harganya, seperti misalnya sashimi. Biasanya hanya 10-15 irisan ikan, atau menu-menu ikan yang disajikan dalam cawan-cawan kecil yang dipesan hanya 2-3, dengan maksud dimakan bersama-sama. Makanan-makanan ini harus dinikmati sambil minum dan dimakan pelan-pelan, karena diselingi dengan percakapan. Lalu, setelah ini habis datanglah menu kedua, ketiga, dan seterusnya hingga menu nasi secawan kecil dan terakhir makanan penutup.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang asing yang terbiasa makan cepat dan segera ingin cepat bersendawa tanda kekenyangan <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> biasanya agak sulit mengikuti ritme ini, sehingga kadang-kadang dalam percakapan bahasa Jepang yang tidak dipahami oleh si tamu, para professor tersebut menyindir pola makan tersebut, dan tentu saja mereka agak bingung untuk memesan makanan lagi sebab semakin akan menguras isi dompet <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></p>
<p style="text-align: justify;">Yang kedua, makan sambil mengecap (bunyi cap-cap dan mulut tidak tertutup) adalah tidak sopan bagi orang Jepang, sehingga usahakan ketika mengunyah makanan mulut harus tertutup, dan jika hendak bicara jangan sambil makan. Habiskan dulu makanan di dalam mulut kemudian berbicaralah. Minum sup atau menyeruput soba/udon (mie Jepang) perlu dengan mengeluarkan bunyi. Bisanya orang Jepang memahami orang asing yang tidak bisa melakukan ini (saya termasuk).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya biasanya punya trik supaya bisa mengikuti ritme makan orang Jepang. Pertama, saya akan menanyakan jenis makanan yang disajikan, apa namanya, bahannya apa dan terkenal di daerah mana ? Ini akan memperpanjang waktu bercakap dan membuat kita juga perlu makan pelan-pelan sebab sambil mendengarkan pembicaraan. Lalu, setelah sendokan pertama, ucapkanlah &#8220;oishii&#8221; (enak). Tetapi karena sekarang makin banyak perbendaharaan makanan yang saya ketahui, maka trik ini jarang saya pakai lagi <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> Lalu,sebagai gantinya saya minum banyak kali, atau memutar-mutar mangkuk/cawan dan mencoba membaca-baca tulisan kanji yang ada di situ (kurang kerjaan hehehe&#8230;).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya perhatikan pula orang Jepang tak terbiasa mengingatkan kalau seorang asing melakukan kesalahan atau hal yang menurut mereka tak baik. Juga sangat sulit untuk menyuruh kita dengan kata &#8220;tolong&#8221; apabila kita sama-sama repot. Saya berkali-kali merasakan hal ini ketika professor hendak meminta tolong tetapi saya tidak bisa menangkap jelas bahwa dia benar-benar mengucapkan kata tolong (kudasai, onegai). Maka saya biasanya membaca kondisi ini dengan menyimak penjelasannya tentang skedulnya hari itu, dan kemudian menyodorkan diri kalau-kalau saya diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang juga merupakan penyakit dan tidak hanya bagi orang Jepang barangkali adalah membalas budi. Sudah menjadi hal yang universal bahwa apabila kita sudah mendapat kebaikan dari orang lain, maka sangat sulit untuk menolak permintaan orang tersebut. Demikianlah yang dialami oleh professor-professor saya. Sehingga seperti sebuah hubungan yang timbal balik yang berlaku alami, kedua belah pihak saling berinteraksi. Perbedaannya adalah, orang Jepang merasa sangat tertekan dengan kedatangan tamu sebab mereka beranggapan harus melayaninya dengan pelayanan yang sempurna, dan merasa sangat malu jika tak dapat melakukan hal itu, sementara orang Indonesia atau bangsa lain menganggap tamu akan membawa keberkahan, dan lebih cenderung melayani tamu Jepang dengan apa adanya (apa yang ada di rumah). Ini bisa kita amati bahwa orang Indonesia dengan mudahnya menawarkan penginapan di rumahnya dan orang Jepang sangat jarang yang menawarkan hal serupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan menarik lainnya tentang budaya Jepang dapat pula diakses secara langsung melalui link berikut ini: <a title="Dibalik sopan Santun orang Jepang" href="http://murniramli.wordpress.com/2009/03/15/susahnya-memahami-maksud-orang-jepang/">Susahnya memahami maksud orang Jepang</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-396" style="margin: 10px; float: left;" title="murniramli" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg" alt="Murni Ramli" width="150" height="150" /></a><strong>Murni Ramli. </strong>Lulusan Institut Pertanian Bogor ini pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik di dua sekolah berasrama (boarding school) di Bogor. Dalam kesibukannya saat ini sebagai Kandidat Doctor (PhD) di bidang Manajemen Sekolah di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan, Beliau sangat aktif menulis tentang informasi dan pandangannya seputar manajemen &amp; dunia pendidikan serta berbagai informasi menarik tentang negeri, budaya dan pandangan orang-orang Jepang. Pemilik blog &#8220;<a title="Berguru - Murni Ramli" href="http://murniramli.wordpress.com">Berguru</a>&#8221; ini juga sangat menyenangi dunia Penelitian dan Pengembangan serta mempelajari berbagai bahasa sehingga bisa menguasainya dengan cukup baik, di antaranya: Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Jawa, Bugis dan sedikit Bahasa Sunda.</p>
<p style="text-align: justify;">.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/peran-konsultan-sekolah-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Peran Konsultan Sekolah di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/cara-perusahaan-jepang-mempertahankan-kesetiaan-karyawan-dan-meningkatkan-komitmen-kerja" rel="bookmark" class="wherego_title">Cara Perusahaan Jepang mempertahankan kesetiaan karyawan dan meningkatkan komitmen kerja</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendidikan-masyarakat-di-tv-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Pendidikan masyarakat di TV Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/sekolah-berstandar-internasional-vs-sekolah-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Sekolah berstandar internasional  vs sekolah Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/masa-mencari-kerja-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Masa mencari kerja di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Belajar dari dunia bisnis Jepang</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=2016&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/masa-mencari-kerja-di-jepang' rel='bookmark' title='Masa mencari kerja di Jepang'>Masa mencari kerja di Jepang</a> <small>Bila Anda ingin tahu pengalaman orang Indonesia dalam mencari pekerjaan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/belajar-dari-dunia-bisnis-jepang' rel='bookmark' title='Belajar dari dunia bisnis Jepang'>Belajar dari dunia bisnis Jepang</a> <small>Atmosfer bekerja yang berbeda sangat saya rasakan di kedua tempat...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sistem-evaluasi-formal-dan-nonformal-terhadap-pengajar-di-jepang' rel='bookmark' title='Sistem evaluasi formal dan nonformal terhadap pengajar di Jepang'>Sistem evaluasi formal dan nonformal terhadap pengajar di Jepang</a> <small>Di semua universitas di Jepang telah diberlakukan sistem evaluasi terhadap...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/dibalik-sopan-santun-bangsa-jepang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda termasuk GADEN INSUI?</title>
		<link>http://indosdm.com/apakah-anda-termasuk-gaden-insui</link>
		<comments>http://indosdm.com/apakah-anda-termasuk-gaden-insui#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 03:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[gaden insui]]></category>
		<category><![CDATA[pribahasa Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1973</guid>
		<description><![CDATA[Ya, orang-orang yang "gaden insui" bagi warga kampungnya, dia akan dielu-elukan, tetapi akan dicibir oleh orang-orang yang ada di luar kampungnya. Permasalahannya tidak akan mengerucut jika apa yang diberikannya kepada kampungnya itu bukan menjadi hak bersama penduduk kampung yang lain.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-aspek-aspek-yang-termasuk-dalam-perencanaan-suksesi' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; ASPEK-ASPEK YANG TERMASUK DALAM PERENCANAAN SUKSESI'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; ASPEK-ASPEK YANG TERMASUK DALAM PERENCANAAN SUKSESI</a> <small>Dalam bagian kedua ini akan dibahas aspek-aspek kunci yang akan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/tips-praktis-presentasi-bahasa-tubuh' rel='bookmark' title='Tips Praktis Presentasi:  Bahasa Tubuh'>Tips Praktis Presentasi:  Bahasa Tubuh</a> <small>Kunci untuk tampil dan berbicara secara wajar adalah dengan berusaha...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-integritas-integrity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)'>Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)</a> <small>Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya mendapatkan kosa kata baru beberapa hari yang lalu dari seorang professor yang gemar menggunakan peribahasa untuk menggambarkan karakter orang. Kosa kata tersebut adalah <em>gaden insui</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata gaden insui yang dalam bahasa Jepang ditulis seperti ini 我田引水 adalah perkataan untuk menggambarkan orang yang hanya melakukan sesuatu untuk hak miliknya, keluarganya, kampungnya saja. Kata <em>&#8220;gaden</em>&#8221; artinya &#8220;<em>sawah kita&#8221;</em>, sedangkan kata <em>&#8220;insui&#8221;</em> adalah <em>&#8220;mengalirkan air&#8221;</em>. Jadi secara gampangnya artinya adalah<em> &#8220;mengalirkan air hanya ke sawah kita</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Professor menceritakan seseorang yang dikenalnya bahwa orang tersebut hanya menyalurkan semua bantuan dan menggiring tamu-tamu Jepang agar bekunjung ke daerahnya saja, padahal dia bertugas untuk menangani pendidikan se-provinsi. Professor mulai tidak suka dengan tindakan tersebut dan menyatakan keinginannya untuk melihat daerah-daerah lain, tapi dia tak bisa menyatakannya dengan terus terang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, orang-orang yang gaden insui bagi warga kampungnya, dia akan dielu-elukan, tetapi akan dicibir oleh orang-orang yang ada di luar kampungnya. Permasalahannya tidak akan mengerucut jika apa yang diberikannya kepada kampungnya itu bukan menjadi hak bersama penduduk kampung yang lain. Apabila misalnya seorang yang sudah berhasil di kota membawa pulang uangnya ke desa, lalu membangun sekolah dengan uang tersebut, maka tidak akan ada yang merasa sakit hati. Tetapi apabila seseorang membawa harta/dana milik rakyat banyak, khusus ke desanya maka sama saja dia sedang menanam kebencian baru di antara rakyat yang dipimpinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggambaran lain adalah sama seperti petani-petani yang memiliki petak-petak sawah yang dialiri air irigasi. Jika dia tak dewasa, maka air tersebut akan dialirkannya ke sawahnya saja, dan membuat sawah-sawah sekitar kekurangan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Tindakan ini tidak akan membawa kesuburan padi di petakan sawah yang dimilikinya, sebab sawah yang kekeringan akan menyebabkan munculnya penyakit padi yang baru yang bisa menyerang padi di petak yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama saja,  bantuan yang hanya diberikan kepada kampung halaman saja akan membuat kecemburuan sosial dan merupakan bibit-bibit konflik antar daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka lebih baik tidak menjadi gaden insui, lalu mempertajam kompetisi antar daerah, tetapi mari menjadi orang yang dewasa berfikir untuk kemajuan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel Asli: <a title="Gaden Insui" href="http://murniramli.wordpress.com/2009/03/15/apakah-anda-termasuk-gaden-insui/">Apakah anda termasuk GADEN INSUI?</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="../wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-396" style="margin: 10px; float: left;" title="murniramli" src="../wp-content/uploads/2008/10/murniramli.jpg" alt="Murni Ramli" width="150" height="150" /></a><strong>Murni Ramli. </strong>Lulusan Institut Pertanian Bogor ini pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik di dua sekolah berasrama (boarding school) di Bogor. Dalam kesibukannya saat ini sebagai Kandidat Doctor (PhD) di bidang Manajemen Sekolah di Graduate School of Education and Human Development, Nagoya University, Japan, Beliau sangat aktif menulis tentang informasi dan pandangannya seputar manajemen &amp; dunia pendidikan serta berbagai informasi menarik tentang negeri, budaya dan pandangan orang-orang Jepang. Pemilik blog “<a title="Berguru - Murni Ramli" href="http://murniramli.wordpress.com/">Berguru</a>” ini juga sangat menyenangi dunia Penelitian dan Pengembangan serta mempelajari berbagai bahasa sehingga bisa menguasainya dengan cukup baik, di antaranya: Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Jawa, Bugis dan sedikit Bahasa Sunda.</p>
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/manajer-dapatkan-kekuatan-kepemimpinan-anda" rel="bookmark" class="wherego_title">MANAJER: DAPATKAN KEKUATAN KEPEMIMPINAN ANDA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/subordinasi-ketika-menghadapi-bos-yang-%e2%80%9cberkuasa%e2%80%9d" rel="bookmark" class="wherego_title">SUBORDINASI: KETIKA MENGHADAPI BOS YANG “BERKUASA”</a></li><li><a href="http://indosdm.com/sebelum-menyalahkan-bawahan-anda" rel="bookmark" class="wherego_title">Sebelum menyalahkan bawahan Anda</a></li><li><a href="http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-aspek-aspek-yang-termasuk-dalam-perencanaan-suksesi" rel="bookmark" class="wherego_title">PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; ASPEK-ASPEK YANG TERMASUK DALAM PERENCANAAN SUKSESI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1973&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/panduan-penyusunan-succession-planning-aspek-aspek-yang-termasuk-dalam-perencanaan-suksesi' rel='bookmark' title='PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; ASPEK-ASPEK YANG TERMASUK DALAM PERENCANAAN SUKSESI'>PANDUAN PENYUSUNAN SUCCESSION PLANNING &#8211; ASPEK-ASPEK YANG TERMASUK DALAM PERENCANAAN SUKSESI</a> <small>Dalam bagian kedua ini akan dibahas aspek-aspek kunci yang akan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/tips-praktis-presentasi-bahasa-tubuh' rel='bookmark' title='Tips Praktis Presentasi:  Bahasa Tubuh'>Tips Praktis Presentasi:  Bahasa Tubuh</a> <small>Kunci untuk tampil dan berbicara secara wajar adalah dengan berusaha...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-integritas-integrity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)'>Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)</a> <small>Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/apakah-anda-termasuk-gaden-insui/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelayanan publik: What can I do for You?</title>
		<link>http://indosdm.com/pelayanan-publik-what-can-i-do-for-you</link>
		<comments>http://indosdm.com/pelayanan-publik-what-can-i-do-for-you#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 00:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[customer orientation]]></category>
		<category><![CDATA[layanan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[layanan umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1766</guid>
		<description><![CDATA[Ada kalimat dalam sebuah iklan yang sangat tepat menggambarkan bagaimana buruknya pelayanan publik dinegeri ini. "Jika bisa dibuat susah, kenapa harus dibuat gampang?. Bukankah mereka seharusnya sebagai pelayan masyarakat yang dibayar dengan uang yang berasal dari pajak rakyat memebrikan pelayanan yang mengacu kepada kepentingan masyarakat.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pelayanan-prima-sulitnya-berbisnis' rel='bookmark' title='PELAYANAN PRIMA: SULITNYA BERBISNIS'>PELAYANAN PRIMA: SULITNYA BERBISNIS</a> <small>Dalam survei Doing Business 2009 yang dibuat oleh International Finance...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada kalimat dalam sebuah iklan yang sangat tepat menggambarkan bagaimana buruknya pelayanan publik dinegeri ini. &#8220;Jika bisa dibuat susah, kenapa harus dibuat gampang?. Bukankah mereka seharusnya sebagai pelayan masyarakat yang dibayar dengan uang yang berasal dari pajak rakyat memebrikan pelayanan yang mengacu kepada kepentingan masyarakat. &#8220;what can I do for you? mustinya menjadi bagian dari sikap mereka sehari-hari dalam melayani masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai dari berangkat kerja kita sebagai rakyat kecil harus berangkat pagi sekali jika mau mendapatkan tempat duduk didalam bus, kalau terlambat sedikit alamat bergelantungan seperti monyet di kebun binatang saking penuhnya kendaraan umum. Mau urus sertifikat rumah, jangan harap mendapatkan pelayanan yang jelas dan cepat, walaupun di loket terpampang dalam tulisan besar dan jelas &#8220;hindari calo&#8221; dan biaya resmi tertulis Rp&#8230;..Tapi kenyataannya saya pernah mengurus sendiri surat sertifikat tanah petugas loket mengatakan harus membayar Rp 750.000 kalau tidak salah, setelah saya membayar ternyata perincian resminya hanya Rp 500.000,-. Protes saya tidak didengar bahkan dianggap angin lalu.Ada yang berbisik kalau ingin cepat sudah relakan saja uang selisihnya. Bagaimana orang bisa hidup dengan tenang dan menghidupi keluarganya dengan uang uang dihasilkan dari orang seperti saya yang tidak akan merelakan uang itu, bukan rela namanya tapi terpaksa. Pada saat petugas pengukur tanah datang harus ada biaya pengukuran sebesar Rp 500.000,- dibayar kontan pada saat petugas datang sebelum mengukur. Sekali lagi saya tambah tidak rela ternyata biaya pengukuran sudah termasuk dalam biaya resmi yang telah saya bayarkan diloket.</p>
<p style="text-align: justify;">Mau buat IMB rumah, wah belum-belum sudah ada rincian daftar biaya yang harus dibayarkan, misalnya Rp 750.000 buat gambar rumahnya. Kalaupun kita bisa menggambar sendiri biasanya nanti akan dipermasalahkan sampai akhirnya kita menyerah untuk memborongkan pekerjaan itu kepada petugas yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai pembuat gambar rumah. Bagaimana rakyat kecil mampu membayar biaya IMB yang sangat mahal itu diluar baiaya resmi, tidak heran lebih banyak rumah yang tidak memilki IMB dibandingkan yang sudah memilikinya. Saya pernah mau memberikan pelatihan kepada kelompok guru di sebuah kecamatan, karena merasa sudah dikoordinir oleh kelompok guru tersebut maka kami menganggap semua urusan beres. Ternyata pejabat diknas setempat merasa tersinggung dan merasa gerakan ini adalah liar tanpa izin apalagi melibatkan guru negeri. Akhirnya keluar surat teguran yang ujung-ujungnya ternyata mereka ingin diundang juga secara resmi, bahkan kalau perlu dalam upacara pembukaan tersebut ada amplop berisi sejumlah uang untuk penggantian transport pejabat yang membuka acara tadi. Aneh tapi nyata, kita yang membiayai pelatihan tadi untuk guru agar meningkat kompetensinya (yang seharusnya tugas para pejabat tadi) kok malah dibebani macam-macam. Maka kami akhirnya menyerahkan tugas mengkoordinir dan mengundang para guru termasuk kami sebagai instruktur kepada kelompok guru tadi. Jadi penyelenggaranya adalah kelompok guru bukan kami, maka urusan menjadi beres.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang agak mengejutkan adalah pelayanan kantor imigrasi Bogor, dimana saya memperpanjang pasport yang sudah habis masa berlakunya. Berhubung ingin sekalian mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan maka saya mengurus sendiri tanpa bantuan travel biro atau calo. pembelian formulir dilakukan dikoperasi karyawan dengan harga wajar.begitu juga proses menunggu dan mengantri, termasuk pemotretan, sidik jari, dsb masih dalam kurun waktu yang dianggap normal.wajah para petugas kelihatan bersih, muda dan profesional, bahkan ramah (hm..terjadi perubahan besar pada kantor imigrasi yang biasanya berwajah seram). Salah satu petugas wanita bahkan sempat mengobrol dan memanggil nama saya dengan benar beberapa kali. Saya harus kembali untuk mengambil pasport baru 3 hari lagi, dan tepat 3 hari kemudian saya sudah mendapatkan pasport baru saya. Pada waktu membayar di loket resmi tertera angka resmi yang tidak ada selisih satu rupiahpun untuk biaya siluman. Rasanya sangat menyenangkan dan membanggakan ada satu pelayanan publik yang telah berubah dan mencoba untuk memberikan pelayanan yang baik. Rasanya tidak berlebihan kalau meraka sudah mempunyai cara berfikir yang &#8220;what can I do for you?</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan pelayanan di bank swasta yang sudah sangat berfikir &#8220;customer oriented&#8221;, mereka selalu menempatkan kepentingan kastemer dan berusaha untuk memenuhi kepentingan kastemer. Semangat &#8220;what can I do for you&#8221; sudah diterapkan di semua lini. Dari jajaran satpam, customer service, teller sampai kepala cabangnya sangat memperhatikan kastemernya. Mulai masuk kedalam gedung suatu bank, satpam akan membukakan pintu serta menyapa selamat pagi. lalu ketika kita sampai di kastemer service mereka akan menyapa kita dengan nama sehingga menimbulkan kesan akrab tapi tetap sopan.Jika kita kelihatan bingung waktu memasuki ruangan dengan sigap satpam atau petugas bank yang ada disana segera menanyakan &#8221; Apa yang bisa kami bantu bapak/ibu? wah rasanya kok dihargai sekali, padahal mungkin tabungan kita tidak besar, bahkan mungkin kita adalah nasabah yang meminjam uang. Saya punya pengalaman yang sangat baik dengan salah satu bank swasta nasional yang sangat baik dalam memberikan pelayanan pemberian kredit kepada perusahaan.kalau dulu mungkin kita sebagai nasabah yang akan mengejar dan memohon bahkan kalau perlu menyogok petugas bank agar pinjaman kita cair.Tapi kami mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa mengeluarkan biaya yang tidak resmi, bahkan mereka sangat baik dalam menjaga hubungan baik dengan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasanya menyenangkan dan membanggakan jika semua pihak memberikan pelayanan publik yang baik dan menghargai kita sebagai kastemer .Semangat untuk memberikan yang terbaik, mendudukan diri pada sisi kepentingan kastemer dan selalu berorientasi kepada kepuasan kastemer akan dapat mengurangi stress dan meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang tau caranya memperlakukan rakyatnya dengan baik.Semoga suatu saat kita akan dapat menikmati wajah ramah, profesional, semangat, bebas pungli disemua kantor pelayanan publik&#8230;. What can I do bapak/ibu?</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan berbagai tulisan lain tentang personal development dan pengembangan pelayanan masyarakat dapat juga diakses melalui: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/what-can-i-do-for-you.html">What can I do for You?</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/strategi-sdm-dan-pelayanan-prima" rel="bookmark" class="wherego_title">STRATEGI SDM DAN PELAYANAN PRIMA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/per-12menvi2007-petunjuk-teknis-pendaftaran-kepesertaan-pembayaran-iuran-pembayaran-santunan-dan-pelayanan-jaminan-sosial-tenaga-kerja-2" rel="bookmark" class="wherego_title">PER &#8211; 12/MEN/VI/2007 &#8211; PETUNJUK TEKNIS PENDAFTARAN KEPESERTAAN,  PEMBAYARAN IURAN, PEMBAYARAN SANTUNAN DAN PELAYANAN  JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pelayanan-prima-sulitnya-berbisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PELAYANAN PRIMA: SULITNYA BERBISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation" rel="bookmark" class="wherego_title">Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a></li><li><a href="http://indosdm.com/birokrasi-dan-keramahan-layanan-self-critics-atas-mutu-pelayanan-di-indonesia" rel="bookmark" class="wherego_title">Birokrasi dan Keramahan Layanan: Self Critics atas  mutu pelayanan di Indonesia</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1766&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/pelayanan-prima-sulitnya-berbisnis' rel='bookmark' title='PELAYANAN PRIMA: SULITNYA BERBISNIS'>PELAYANAN PRIMA: SULITNYA BERBISNIS</a> <small>Dalam survei Doing Business 2009 yang dibuat oleh International Finance...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/pelayanan-publik-what-can-i-do-for-you/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karakter Konsumen: Advocate, apathetic dan assassin</title>
		<link>http://indosdm.com/karakter-konsumen-advocate-apathetic-dan-assassin</link>
		<comments>http://indosdm.com/karakter-konsumen-advocate-apathetic-dan-assassin#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 23:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[karakter konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[kategori konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan HRD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1687</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari ilmu tentang karakter konsumen tidak saja berguna bagi orang yang bergelut di lini pemasaran. Sebagai proffesional di bidang sdm pun, kita sangat perlu memahami konsumen, karena selain dapat lebih memahami bisnis, tugas-tugas di manajemen sdm sangatlah terkait dengan konsumen.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-integritas-integrity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)'>Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)</a> <small>Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menentukan-prioritas' rel='bookmark' title='Bagaimana Menentukan Prioritas?'>Bagaimana Menentukan Prioritas?</a> <small>Ringkasan: Beradaptasi secara cepat terhadap prioritas yang berubah Deskripsikan konteksnya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1688" style="margin: 10px; float: left;" title="customer" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/customer.jpg" alt="customer" width="200" height="209" />Mempelajari ilmu tentang karakter konsumen tidak saja berguna bagi orang yang bergelut di lini pemasaran. Sebagai proffesional di bidang sdm pun, kita sangat perlu memahami konsumen, karena selain dapat lebih memahami bisnis, tugas-tugas di manajemen sdm sangatlah terkait dengan konsumen. Hubungan dengan konsumen ini ada dua, baik konsumen internal misalnya divisi / department lain atu konsumen eksternal, seperti halnya supplier / vendor, calon karyawan dan pihak lain yang berhubungan. Tak jarang tugas dalam melayanani konsumen ini sangat vital bagi nama baik dan citra perusahaan dari sudut pandang konsumen internal dan eksternal tersebut.<em><br />
</em><em></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Dave Power</strong>, seorang pemilik lembaga riset mengategorikan konsumen menjadi 3 yaitu <em>advocate</em>, <em>apathetic</em> dan <em>assassin.</em> Tiga kategori ini bisa menjadi dasar bagaimana kita memperlakukan konsumen dan berusaha merubah kategori satu ke kategori lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Advocate</em> bersikap aktif dan terbuka dalam mempromosikan produk atau jasa yang diterima. <em>Advocate</em> sangat loyal pada produk atau jasa tertentu dan akan menolak pindah ke produk atau jasa lain walaupun berbagai promosi dia terima dari perusahaan lain. <em>Advocate</em> bersedia menanggung ketidaknyamanan dari produk atau jasa yang dibeli dan berani membayar dengan harga yang tinggi agar mendapatkan layanan yang diharapkan. <em>Advocate </em>akan menceritakan pengalamannya kepada orang lain baik yang senang mendengarkan atau tidak dan menjadi agen pemasaran dari perusahaan kita. <em>Advocate</em> bisa memberi pengaruh kepada orang lain untuk membeli produk atau jasa. <em>Advocate</em> adalah konsumen yang persepsinya terhadap produk atau jasa merubah menjadi kepercayaan spiritual atau fanatisme. Untuk bisa menciptakan seprang <em>advocate</em> perusahaan harus mampu memberikan pelayanan berkualitas melebihi harapan dan membuat kesan yang tak terlupakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apathetic</em> adalah konsumen yang sekedar merasa puas dan mereka cenderung untuk mencari harga yang murah dari sekian banyak perusahaan yang menawarkan produk atau jasa. <em>Apathetic </em>sangat rawan terhadap promosi dari perusahaan lain terutama yang memberikan tawaran-tawaran yang menggiurkan. <em>Apathetic </em>juga akan berdiam diri dan tidak akan menceritakan pengalamannya kepada orang lain baik pengalaman baik atau buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Assassin</em> adalah konsumen yang cenderung merusak dan menghancurkan produk atau jasa dari satu perusahaan karena merasa kecewa. <em>Assassin</em> akan bersikap vocal dan berusaha menghalangi orang lain untuk membeli produk atau jasa dengan menceritakan pengalaman buruknya. <em>Assassin </em>juga aktif mencari alternatif lain walaupun harus membayar dengan harga lebih tinggi. <em>Assassin</em> ini akan terbentuk apabila perusahaan tidak mampu memenuhi harapan konsumen dan memberikan pengalaman buruk dalam menerima produk atau jasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tantangan terbesar dari perusahaan sekarang ini adalah merubah para pelanggan <em>apatheticnya</em> menjadi <em>advocate</em>. Dalam riset jumlah konsumen <em>apathetic</em> jauh melebihi <em>assassin</em> yaitu 5:1. Artinya ini membuka peluang untuk membuat suatu program dalam rangka merubah konsumen <em>apathetic</em> yang sekedar merasa puas manjadi <em>advocate</em>. Tentu saja merubah konsumen <em>apathetic</em> menjadi <em>advocate</em> bukanlah pekerjaan mudah. Keinginan untuk menjadi lebih baik adalah awal yang bagus dan perlu diikuti dengan perubahan didalam organisasi juga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/dibalik-sopan-santun-bangsa-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Dibalik Sopan Santun Bangsa Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/melihat-perbedaan-kompetensi-put-the-right-man-in-the-right-place" rel="bookmark" class="wherego_title">Melihat perbedaan kompetensi: Put the right man in the right place &#8211;</a></li><li><a href="http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan" rel="bookmark" class="wherego_title">AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/jabatan-dan-mawas-diri" rel="bookmark" class="wherego_title">Jabatan dan mawas diri</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1687&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-integritas-integrity' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)'>Kamus Kompetensi: Integritas (Integrity)</a> <small>Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menentukan-prioritas' rel='bookmark' title='Bagaimana Menentukan Prioritas?'>Bagaimana Menentukan Prioritas?</a> <small>Ringkasan: Beradaptasi secara cepat terhadap prioritas yang berubah Deskripsikan konteksnya...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kamus-kompetensi-orientasi-pelayanan-pelanggan-customer-service-orientation' rel='bookmark' title='Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)'>Kamus Kompetensi: Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation)</a> <small>Orientasi Pelayanan Pelanggan (Customer Service Orientation) adalah keinginan untuk membantu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/karakter-konsumen-advocate-apathetic-dan-assassin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jabatan dan mawas diri</title>
		<link>http://indosdm.com/jabatan-dan-mawas-diri</link>
		<comments>http://indosdm.com/jabatan-dan-mawas-diri#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 22:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan dan Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan dan kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[Menghargai jabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1679</guid>
		<description><![CDATA[Jabatan adalah amanah, tugas berat yang harus ditunaikan dengan sangat hati-hati, penuh perjuangan dan kerja keras. Dengan menerima jabatan tinggi berarti harus siap dengan jam kerja yang tinggi, istirahat yang kurang, bertemu dengan banyak orang, bahkan mungkin mendapatkan fitnah dari orang yang tidak senang dengan kita.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menyiapkan-diri-pascalengser-jabatan' rel='bookmark' title='BAGAIMANA MENYIAPKAN DIRI PASCALENGSER JABATAN'>BAGAIMANA MENYIAPKAN DIRI PASCALENGSER JABATAN</a> <small>Salah satu dampak kepemimpinan yang baik dicirikan oleh kerinduan mantan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/serah-terima-jabatan' rel='bookmark' title='Serah Terima Jabatan'>Serah Terima Jabatan</a> <small>Kalau kita melihat suatu pergantian jabatan tidak membawa kebaikan khususnya...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di dunia ini katanya ada tiga macam cobaan untuk manusia, yaitu Takhta (jabatan), Harta dan Wanita. Kelihatannya cobaan ini hanya ditujukan kepada kaum laki-laki saja, rasanya kalau dilihat dari kacamata kaum wanita tidak adil kok wanita dianggap sebagai cobaan. Hal yang akan kita bicarakan disini adalah cobaan yang dalam bentuk jabatan, bagaimana kita mensikapi ketika diberi kepercayaan untuk menjabat suatu posisi tertentu apalagi yang penting. Bukankah jabatan itu adalah suatu prestasi yang layak diperoleh? Apalagi jika sudah bekerja keras untuk mendapatkannya. Kenapa harus mawas diri dan merasa berat jika apa yang sudah kita cita-citakan sejak lama terwujud?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita hanya tersadar untuk mawas diri jika datang musibah, kita anggap ujian dari Tuhan hanya yang bersifat musibah saja. Padahal kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan, harta, kedudukan, anak , istri atau suami juga dapat merupakan cobaan bagi kita.Lihat betapa bahagia dan bersyukurnya keluarga yang anaknya atau suaminya atau istrinya yang diangkat menjadi menteri. Dalam tayangan televisi kegembiraan mereka diwujudkan dalam bentuk bersorak-sorak, ada yang langsung sujud syukur, dan hampir semuanya berwajah gembira berseri-seri dengan datangnya jabatan menteri tadi.Dapat dikatakan tidak ada yang berwajah prihatin dengan diembannya tugas berat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal jabatan adalah amanah, tugas berat yang harus ditunaikan dengan sangat hati-hati, penuh perjuangan dan kerja keras. Dengan menerima jabatan tinggi berarti harus siap dengan jam kerja yang tinggi, istirahat yang kurang, bertemu dengan banyak orang, bahkan mungkin mendapatkan fitnah dari orang yang tidak senang dengan kita. Tapi jika memang kita tidak meminta jabatan itu, dan dengan jabatan itu dapat bermanfaat bagi orang banyak terimalah. Laksanakanlah amanah yang diberikan orang lain dengan ikhlas, walaupun berat .</p>
<p style="text-align: justify;">Saya punya teman yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan amanah sejak dia masuk disebuah departemen. Pada saat diminta untuk mengikuti test (fit and proper test) untuk jabatan direksi ia menolaknya. Ia merasa tidak mampu dan pantas untuk menduduki jabatan itu, ditambah ia melihat bagaimana beratnya godaan yang dialami oleh pejabat sebelumnya pada posisi itu. Setelah berkali-kali dipaksa dan akhirnya diperintahkan oleh atasannya, maka ia menerima amanah itu dengan berat hati. Karena jabatan itu bukan sesuatu yang diinginkannya apalagi diraihnya dengan menggunakan segala cara, maka ia sangat hati-hati dalam mengerjakan tugasnya. Ia berharap agar dapat selamat dunia akherat dalam mengemban tugas yang dipercayakan kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa sedikitnya contoh pejabat yang menolak suatu jabatan apalagi jika jabatan itu terkenal basah. Orang lain berebut bahkan menghalalkan segala cara agar dapat menduduki jabatan itu.Tidak perduli berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan jabatan itu, yang penting ada harapan modal kembali bahkan lebih besar, jika ia telah berhasil menjabat posisi tadi. Tidak heran orang seperti ini begitu ia menjabat bukannya bekerja sungguh-sungguh tapi berusaha sekuat tenaga mengembalikan modal yang telah dikeluarkannya waktu mengejar jabatan ini. Orientasinya bukan mensejahterakan rakyat tapi bagaimana modal kembali dan dirinya sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;">Jabatan hanyalah pakaian sementara yang setiap saat dapat dicopot dan diganti, oleh sebab itu jangan pernah mengejar jabatan apalagi sampai jatuh bangun untuk mendapatkannya. Jika memang orang lain memilih kita untuk menduduki suatu jabatan tertentu, maka terimalah dengan ikhlas, mungkin dimata orang lain kita dianggap mampu, dianggap mempunyai nilai lebih.Laksanakanlah amanah orang banyak dengan ikhlas dan benar, semoga kita dapat bermanfaat bagi orang banyak dan mampu mensejahterakan masyarakat dengan jabatan yang kita miliki.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan lainnya tentang pengembangan pribadi dapat juga diakses melalui link: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/01/jabatan.html">Jabatan</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/serah-terima-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">Serah Terima Jabatan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/bagaimana-menyiapkan-diri-pascalengser-jabatan" rel="bookmark" class="wherego_title">BAGAIMANA MENYIAPKAN DIRI PASCALENGSER JABATAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-223men2003-jabatan-jabatan-di-lembaga-pendidikan-yang-dikecualikan-dari-kewajiban-membayar-kompensasi" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 223/MEN/2003 &#8211; JABATAN-JABATAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN  YANG DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN MEMBAYAR KOMPENSASI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1679&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/bagaimana-menyiapkan-diri-pascalengser-jabatan' rel='bookmark' title='BAGAIMANA MENYIAPKAN DIRI PASCALENGSER JABATAN'>BAGAIMANA MENYIAPKAN DIRI PASCALENGSER JABATAN</a> <small>Salah satu dampak kepemimpinan yang baik dicirikan oleh kerinduan mantan...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/sepuluh-prinsip-belajar' rel='bookmark' title='Sepuluh Prinsip Belajar'>Sepuluh Prinsip Belajar</a> <small>Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/serah-terima-jabatan' rel='bookmark' title='Serah Terima Jabatan'>Serah Terima Jabatan</a> <small>Kalau kita melihat suatu pergantian jabatan tidak membawa kebaikan khususnya...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/jabatan-dan-mawas-diri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGP Corporation: Cara Jepang menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan dan keterampilan melalui pelatihan</title>
		<link>http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan</link>
		<comments>http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 22:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[corporate philospy]]></category>
		<category><![CDATA[corporate value]]></category>
		<category><![CDATA[etika perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[nilai-nilai perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1664</guid>
		<description><![CDATA[Dalam menangani pekerjanya, AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai kemanusiaan dan moral. Semua pekerja harus punya nilai dan etika yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior' rel='bookmark' title='9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)'>9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)</a> <small>Pelatihan bagi pekerja pada umumnya ditujukan pada pengembangan ketrampilan tertentu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-memilih-vendor-outsourcing' rel='bookmark' title='Cara Memilih Vendor Outsourcing'>Cara Memilih Vendor Outsourcing</a> <small>Perusahaan yang telah mendapatkan calon - calon vendor dari berbagai...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-1665 alignleft" style="margin: 10px 30px; float: left;" title="japanese-training" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/japanese-training.jpg" alt="japanese-training" width="200" height="204" />AGP Corporation dibangun tahun 1965, masa dimana berkembangnya transportasi udara yang menggunakan pesawat jet. Perusahaan bergerak dibidang aviasi industri dengan tiga kegiatan utama:</p>
<ol>
<li>Power dan Energy,</li>
<li>perawatan yang berhubungan dengan pesawat termasuk baggage handling dan penanganan penumpang dan</li>
<li>pengembangan dan penjualan kelengkapan makanan untuk rumah sakit dan fasilitas umum.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam menangani pekerjanya, AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai kemanusiaan dan moral. Kadangkala kita menilai orang berdasarkan perasaan bukan hasil kerjanya, atau rasa suka atau tidak suka. Padahal ini bisa berpengaruh besar terhadap karir seseorang. Semua pekerja harus punya nilai dan etika yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dasar-dasar perancangan program pelatihan yang dapat membantu internalisasi filosofi / nilai-nilai perusahaan dan sekaligus keterampilan ini:</p>
<ul style="text-align: justify;" type="square">
<li>Pada saat pekerja baru diterima di AGP, pelatihan      yang diberikan menitik beratkan pada pemberian dasar etika, moral yang      membentuk prilaku yang sesuai dengan nilai dan etika perusahaan baru      dilanjutkan dengan pelatihan keahlian.</li>
<li>Setiap pelatihan dirancang khusus sesuai kebutuhannya      dan usia pekerjaannya, sebab jika pelatihan dilakukan dengan tidak      mengindahkan tahapan dan kebutuhan maka akan merugikan individual dan      organisasi.</li>
<li>Berfikir dan bertindak harus merupakan kombinasi, jangan      berfikir apa yang harus dilakukan tapi berfikir apa yang dibutuhkan. Pada      dasarnya aksi terdiri dari pengetahuan dan ketrampilan, ditambah dengan      ingatan dan pengetahuan.</li>
<li>Dilain pihak pekerja juga dibekali dengan pelatihan      yang berhubungan dengan kepekaan atau awareness, termasuk prilaku, untuk      mengembangkan kemampuan tentang kepekaan terhadap bahaya., karena dalam      bisnis ini keamanan adalah nomor satu.</li>
<li>Pelatihan untuk ketrampilan adalah bagaimana      melaksanakan kegiatan rutin dengan benar dan sesuai prosedur.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini merupakan study kasus yang dibahas pada tanggal 28 Januari 2009, OVTA, Chiba Jepang dengan tema: Pelaksanaan &#8220;Workplace Learning &#8221; di AGP Corporation Japan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tulisan asli artikel ini dan artikel menarik lain tentang Pengembangan diri dan Korporasi dapat juga diakses melalui link : <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/01/workplace-learning.html">Workplace Learning</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1373" style="margin: 10px; float: left;" title="iftida" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/iftida-150x150.jpg" alt="iftida" width="150" height="150" /></strong><strong>Iftida Yasar, SH, M.Si</strong> adalah alumni Fakultas Hukum UNPAD dan lulusan Magister Psikologi UI. Beliau adalah seorang entrepreneur dan konsultan SDM yang sangat dikenal dalam bidang hubungan industrial, terutama dalam bidang penempatan tenaga kerja / outsourcing, training baik klasikal / outbound, dan sebagai pengasuh di majalah bertemakan HRM</p>
<p style="text-align: justify;">Selain sebagai Presiden Direktur di Persaels, sebuah perusahaan jasa bidang outsourcing, berbagai jabatan dalam aktivitasnya di bidang human development dipercaya pada beliau, diantaranya: Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Kamar Dagang dan Industri, Sebagai Wakil Sekertaris Umum APINDO, dan Penasehat ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sela-sela jabatan yang lebih bersifat formal di atas, Beliau juga banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang menyangkut: Women issues, Labour issues, Youth issues, dan kegiatan masyarakat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/rainbow-plan-reformasi-pendidikan-di-jepang" rel="bookmark" class="wherego_title">Rainbow Plan: Reformasi pendidikan di Jepang</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kep-48men2004-tata-cara-pembuatan-dan-pengesahan-peraturan-perusahaan-serta-pembuatan-dan-pendaftaran-perjanjian-kerja-bersama" rel="bookmark" class="wherego_title">KEP. 48/MEN/2004 &#8211; TATA CARA PEMBUATAN DAN  PENGESAHAN  PERATURAN PERUSAHAAN SERTA PEMBUATAN DAN PENDAFTARAN  PERJANJIAN KERJA BERSAMA</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pendekatan-elegan-perusahaan-manager-dan-karyawan-dalam-penguatan-daya-saing-bisnis" rel="bookmark" class="wherego_title">PENDEKATAN ELEGAN PERUSAHAAN, MANAGER DAN KARYAWAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING BISNIS</a></li><li><a href="http://indosdm.com/keterampilan-mendengar" rel="bookmark" class="wherego_title">Keterampilan Mendengar</a></li><li><a href="http://indosdm.com/kompetensi-karyawan-dalam-organisasi-pembelajaran" rel="bookmark" class="wherego_title">KOMPETENSI KARYAWAN DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pentingnya-pelatihan-berbasis-kompetensi-di-perusahaan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pentingnya Pelatihan Berbasis Kompetensi di Perusahaan</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1664&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/9-desain-program-pelatihan-di-tempat-kerja-not-just-skill-but-new-behavior' rel='bookmark' title='9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)'>9 Desain program pelatihan di tempat kerja (on the job training)</a> <small>Pelatihan bagi pekerja pada umumnya ditujukan pada pengembangan ketrampilan tertentu...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/kep101menvi2004-tentang-tata-cara-perijinan-perusahaan-penyedia-jasa-pekerjaburuh' rel='bookmark' title='KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH'>KEP.101/MEN/VI/2004 &#8211; Tentang TATA CARA PERIJINAN PERUSAHAAN PENYEDIA JASA PEKERJA/BURUH</a> <small>KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR :...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/cara-memilih-vendor-outsourcing' rel='bookmark' title='Cara Memilih Vendor Outsourcing'>Cara Memilih Vendor Outsourcing</a> <small>Perusahaan yang telah mendapatkan calon - calon vendor dari berbagai...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/agp-corporation-cara-jepang-menginternalisasikan-nilai-nilai-perusahaan-dan-keterampilan-melalui-pelatihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat perbedaan kompetensi: Put the right man in the right place &#8211;</title>
		<link>http://indosdm.com/melihat-perbedaan-kompetensi-put-the-right-man-in-the-right-place</link>
		<comments>http://indosdm.com/melihat-perbedaan-kompetensi-put-the-right-man-in-the-right-place#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 03:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chief Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Leading Others]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Articles]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Individu]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan kompetensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indosdm.com/?p=1501</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu unsur dalam manajemen SDM adalah pendayagunaan yaitu menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya sehingga bisa bekerja dengan optimal. Istilah lain yang sering digunakan adalah the right man in the right place. Dalam hal ini para manajer harus bisa melihat kemampuan atau kompetensi karyawannya sehingga bisa menempatkan dalam posisi yang pas.
Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-komunikasi-efektif' rel='bookmark' title='HUMOR: KOMUNIKASI EFEKTIF'>HUMOR: KOMUNIKASI EFEKTIF</a> <small>Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-manajer-berjiwa-entrepreneur' rel='bookmark' title='Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR'>Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR</a> <small>Seorang manajer toko sambil lalu mendengar salah seorang karyawannya berbicara...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-persepsi-dan-keragaman-dalam-kerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama</a> <small>Dalam hidup sehari-hari sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan pemaknaan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1502" style="margin: 10px; float: left;" title="difference" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2009/02/difference.jpg" alt="difference" width="200" height="207" />Salah satu unsur  dalam manajemen SDM adalah pendayagunaan yaitu menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya sehingga bisa bekerja dengan optimal. Istilah lain yang sering digunakan adalah <em>the right man in the right place. </em>Dalam hal ini para manajer harus bisa melihat kemampuan atau kompetensi karyawannya sehingga bisa menempatkan dalam posisi yang pas.  Karena hal ini akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Apabila karyawan kita tidak punya kompetensi yang sesuai, maka tentu saja hasilkan tidak akan seperti yang kita harapkan. Sebuah hadist mengatakan &#8221; <em>Apabila kita menyerahkan sesuatutidak kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya&#8221;. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Konsep pendayagunaan ini sangat mudah diucapkan namun tidak mudah  untuk diterapkan.  Terbukti masih banyak karyawan menyatakan tidak pas dengan tugas yang diberikan, atau atasan yang menilai stafnya tidak bisa bekerja dengan baik. Padahal mungkin saja memang kompetensi dan kemampuannya tidak pas dibidang yang di berikan. Dalam hal ini diperlukan upaya untuk menilai dan menggali kompetensi seseoranghingga memahami nilai-nilai(<em>values)</em> yang ada pada dirinya, kemudian disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang tepat buatnya.  Keseluruhan tahap ini memerlukan waktu dan kesabaran dan pemahaman pengetahuan yang baik untuk dapat menerapkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang masih sering kita temui adalah atasan menganggap staf atau bawahannya tidak bisa melakukan tugas dengan baik, sering melakukan kesalahan, tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan dan menganggap karyawan ini prestasinya jelek. Padahal dari konsep pendayagunaan tadi, kita perlu menilai, mengevaluasi apakah karakter dia, kompetensi dan kemampuannya sesuai atau cocokdengan pekerjaannya. Kadang atasan membandingkan prestasi karyawan dengan yang lainnya tanpa menilai lebih dalam lagi. Sebagai atasan/pimpinan kita juga harus melihat karyawan kita secara pribadi. dari tingkat pendidikan mungkin sama, tetapi bisa jadi ada perbedaan antar yang satu dengan yang lainnya. Menjadi tanggung jawab pimpinan untuk mendayagunakan karyawan tersebut bisa lebih berdaya guna lagi sehingga bisa menghasilkan kinerja yang diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut sangat diperlukan bagaimana pandangan kita terhadap perbedaan. Ada sebuah kisahyang menarik untuk disimak tentang perbedaan ini.  Alkisah ada seorang ayah mempunyai 3 orang anak yang mempunyai karakter yang berbeda. Anak yang pertama mempunyai sifat yang tenang namun kurang peduli. Anak kedua sangat menyenangkan, suka membantu dan penyayang. Anak ketiga anak yang paling menyusahkan, sifatnya tidak sabaran, pemarah dan suka membuat ulah. Dalam kehidupan sehari-hari ulah ketiga anak-anaknya kadang-kadang membuat kesal dan kecewa sang ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, anak ketiganya membuat ulah di  sekolah sehingga sang ayah dipanggil, Betapa malu dan marah sang ayah. Kekesalannya memuncak dan membuatnya hampir lupa diri. Namun sang ayah berusaha mengendalikan dirinya. Dalam waktu sholatnya dia bawa permasalahannya ini kepada Allah SWT, dan bertanya kenapa dia diberikan tiga anak yang berbeda sifatnya dan kenapa tidak seperti anak yang kedua seperti yang diinginkan sang ayah. Sang ayah pasrah dan memohon bimbingannya agar bisa mendidik anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, sang ayah mendapatkan undangan makan malam di sebuah restoran dari teman kantornya.  Saat menikmati berbagai hidangan yang disuguhkan, sang ayah menggunakan  sendok, pisau dan garpu. Ketiga benda tersebut digunakan dengan bergantian. Ketika makan spageti, garpulah yang punya banyak peran. Saat makan steak, pisau dan garpulah yang digunakan. Kadang hanya sendok saja yang di gunakan.  Sendok, pidau dan garpu, tiga benda ini tiba-tiba mengusik hatinya. Seolah-olah Allah menunjukkan kepadanya akan makna tiga benda yang punya fungsi yang berbeda, tertapi bisa digunakan dan mempunyai peran yang penting dalam sebuah aktivitas makan. Dalam benaknya sang ayah membandingkan dengan ketiga anaknya. Seketika sang ayah tersentak dan mendapat pencerahan. Lalu ia bersyukur dan berdoa &#8221; <em>Ya Allah, terimakasih Engkau telah memberikan saya anak-anak yang luar biasa dalam kehidupan ini&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, Allah telah memberikan ketiga  karakter yang berbeda dalam diri anak-anaknya. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan ibaratnya ketiga benda tersebut yaitu sendok, garpu dan pisau.  Anak pertamanya dia ibartkan dengan sendok, yang dapat dipakai tanpa perlu ada garpu. Namun pada saat tertentu garpu dibutuhkan, ia akan menjadi pasangan yang baik dimeja makan. Sedangkan pisau, yang sangat tajam namun apabila digunakan pada saat yang tepat akan sangat dibutuhkan.  Akhirnya sang ayah menyadari, betapa Allah telah memberikan ketiga anak yang luar biasa, tinggal bagaimana sang ayah akan merawat dan tahu kapan menggunakannya. Seperti dia mempunyai sendok, garpu dan pisau. Bukankah tanpa garpu akan sangat sulit menikmati spageti dan apabila tanpa pisau bagaimana kita bisa menikmati steak yang panas di sebuah meja makan. Kini Sang ayah hidup penuh syukur karena menyadari alangkah indahnya mempunyai sesuatu yang berbeda ketimbang mempunyai 3 buah garpu. Karena akan sulit digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna cerita tersebut merupakan refleksi tidak langsung bagaimana kita melihat perbedaan pada awalnya hingga kita menemukan bagaimana perbedaan itu menjadi kekuatan dan lalu kita berkata &#8221; <em>Put your right man in the right place&#8221;.</em> Kita bisa merefleksikannya dalam kehidupan keluarga kita atau di lingkungan kantor kita dengan adanya perbedaan  pada  karyawan kita. Akan menjadi sebuah kekuatan apabila kita bisa mencari peluang pendayagunaan dari sebuah perbedaan. Apabila kita bisa menilai dan memahami makna kompetensi (sekumpulan sifat, pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki yang membedakan kita dengan yang lain) secara lebih baik dan menempatkannya pada tempat yang sesuai, maka kita bisa mempergunakannyasebagai kekuatan untuk mendapatkan sinergi tanpa merusak makna dari perbedaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kontributor:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1436" style="margin: 10px; float: left;" title="sitisalimah" src="http://indosdm.com/wp-content/uploads/2008/10/sitisalimah-150x150.jpg" alt="sitisalimah" width="150" height="150" />Siti Salimah, S.Si,Apt</strong> . Lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ini adalah seorang konsultan manajemen dan tenaga proffesional yang mengabdikan keahliannya di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta sebagai Apoteker, Melengkapi karir sebagai Apoteker, Titi juga sangat tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya untuk aplikasinya di area rumah sakit dengan dengan mengambil  study S2 di Magister Manajemen Rumah Sakit di fakultas Kedokteran UGM</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya berbekal teori, dia melengkapi skills-nya sebagai konsultan manajemen dengan memiliki sertifikasi di bidang ini sebagai Certified Management  System Auditor dari  The International Register of Certificated Auditors (IRCA)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<div id="wherego_related"><h3>Readers who viewed this page, also viewed:</h3><ul><li><a href="http://indosdm.com/brainstormings-vs-focus-group-discussion-dalam-teori-dan-praktek" rel="bookmark" class="wherego_title">Brainstormings vs Focus Group Discussion Dalam Teori dan  Praktek</a></li><li><a href="http://indosdm.com/advantage-term-life" rel="bookmark" class="wherego_title">Advantage Term Life</a></li><li><a href="http://indosdm.com/program-orientasi-berbasis-kompetensi" rel="bookmark" class="wherego_title">PROGRAM ORIENTASI BERBASIS KOMPETENSI</a></li><li><a href="http://indosdm.com/undang-undang-nomor-21-tahun-2000-serikat-pekerjaserikat-buruh" rel="bookmark" class="wherego_title">UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000: SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH</a></li><li><a href="http://indosdm.com/hubungan-antara-makna-bekerja-dengan-keterlibatan-kerja-pada-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Hubungan antara makna bekerja dengan keterlibatan kerja pada karyawan</a></li><li><a href="http://indosdm.com/pengaruh-budaya-perusahaan-gaya-manajemen-dan-pengembangan-tim-terhadap-kinerja-karyawan" rel="bookmark" class="wherego_title">Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen, dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><img src="http://indosdm.com/?ak_action=api_record_view&id=1501&type=feed" alt="" /><p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-komunikasi-efektif' rel='bookmark' title='HUMOR: KOMUNIKASI EFEKTIF'>HUMOR: KOMUNIKASI EFEKTIF</a> <small>Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/humor-manajer-berjiwa-entrepreneur' rel='bookmark' title='Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR'>Humor: MANAJER BERJIWA ENTREPRENEUR</a> <small>Seorang manajer toko sambil lalu mendengar salah seorang karyawannya berbicara...</small></li>
<li><a href='http://indosdm.com/team-building-training-handout-persepsi-dan-keragaman-dalam-kerjasama' rel='bookmark' title='TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama'>TEAM BUILDING TRAINING &#8211; Handout Persepsi dan Keragaman dalam kerjasama</a> <small>Dalam hidup sehari-hari sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan pemaknaan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indosdm.com/melihat-perbedaan-kompetensi-put-the-right-man-in-the-right-place/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

